Sistem Pencernaan Kambing dan Fungsinya

By On Rabu, Juli 18th, 2018 Categories : Kambing, Sistem Pencernaan

Sistem Pencernaan Kambing dan FungsinyaKambing (Capra aegagrus hircus) adalah salah satu subspesies yang banyak dipelihara atau dijinakan oleh berbagai macam kalangan masyarakat. Pencernaan kambing atau digesti adalah pemecahan bahan pakan sehingga bahan tersebut dapat mudah dicerna atau diserap oleh tubuh hewan.

Baca: Sistem Pencernaan Kuda dan Fungsinya

Sistem saluran pencernaan ternak  ruminansia, terutamanya kambing terdiri dari mulut, esofagus, lambung (rumen, retikulum, omasum, abomasum), usus halus, usus besar dan rektum.

Sistem Saluran Pencernaan Kambing dan Fungsinya

1. Mulut

Mulut adalah organ pertama sistem pencernaan, awal masuknya makanan kedalam tubuh ternak. Didalam mulut terdapat saliva, yang terdiri dari komponen organik (enzim, amilase, maltase, serum albumin, asam amino, asam laktat, lisosom dsb) dan komponen anorganik (khlorida, bikarbonat dan sodium). Fungsi mulut adalah tempat masuknya makanan dan tempat penggilingan makanan secara mekanis.

2. Esofagus (Kerongkongan)

Esofagus adalah saluran yang menghubungkan kavum oris dengan ventrikulus (lambung). Esofagus terdiri dari otot, sub mukosa, dan mukosa, pH normal pada esofagus ternak ruminansia adalah 7 yang berarti di dalam esofagus bernuansa netral.  Fungsi esofagus adalah tempat menghubungkan dan menghantarkan makanan dari mulut ke lambung.

3. Lambung (Ventrikulus)

Lambung kambing merupakan lambung yang komplek yang terdiri dari 4 bagian, yaitu rumen, retikulum, omasum dan abomasum.

  • Rumen disebut juga perut beludru adalah tempat terjadinya pencernaan secara fermentatif dan hidrolitik (membutukan bantuan enzim) serta tempat menyimpan bahan makanan fermentasi.
  • Retikulum disebut juga perut jala (Hardware stomach) adalah tempat fermentasi, proses ruminasi, absobsi hasil fermentasi dan mengatur arus ingesta ke omasum.
  • Omasum disebut juga perut buku, karena permukaan berbuku-buku adalah tempat grinder, filtering, fermentasi dan absorpsi.
  • Abomasum disebut juga perut sejati adalah tempat mencegah digesta yang ada di aomasum ke omasum, tempat pencernaan enzimatis dan mengatur arus digesta dari abomasum ke duedenum.

4.Usus Halus (Instestine tenue)

Usus halus atau dikenal juga Small Instestine  terdiri dari tiga bagian yaitu duedenum, jejenum dan ileum. Berdasarkan pada perbedaan-perbedaan struktural histologis atau mikroskop. Duedenum merupakan bagian yang perama kali dari usus, dengan panjang 8-15 cm, terletak di ujung anterior yang terhubung dengan perut. Jejenum dengan jelas dapat dipisahkan dengan duedenum, yaitu terdapat bintil putih sebagai pembatas memiliki panjang rata-rata 5-8 kaki atau ½ meter. Ileum adalah usus terakhir dari usus halus in dikenal sebagai usus penyerapan zat makanan dan terdapat lipatan atau lekukan didalamnya.

5. Usus Buntu (Sekum)

Usus buntu atau sekum memiliki suatu kantung yang terhubung dengan usus penyerapan. Fungsi usus buntu adalah tempat sisa penyerapan makanan, air, dan garam maupun zat lain yang setelah proses pencernaan.

6. Usus Besar (Large Instestine)

Usus besar terdiri dari sekum, colon dan rektum. Usus besar tidak menghasilkan ensim karena kelenjar-kelenjar yang ada adaah mukosa, karena tiap pencernaan yang terjadi di dalamnya adalah sisa-sisa kegiatan oleh enzim dari usus halus dan enzim yang dihasilkan oleh jasad-jasad renik yang banyak terdapat di usus besar. Fungsi usus besar adalah sebagai tempat proses pembusukan sisa digesti (pembentukan feses) dan proses reabsobpsi air dan partikel terlarut yang didalamnya.

7. Rektum

Rektum adalah bagian dari usus besar. Rektum adalah tempat penyimpanan feses yang akan dikeluarkan, melalui anus. Didalam rektum terdapat  bakteri dan serat.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Sistem Pencernaan Kambing dan Fungsinya.  Semoga artikel diatas berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Sistem Pencernaan Kambing dan Fungsinya | ilmupeternakan | 4.5
Link Alternatif Agen Sakong Bandar Poker Judi BandarQ itu99