Pengendalian Hama dan Penyakit Ayam Petelur

By On Rabu, Februari 14th, 2018 Categories : Ayam, Penyakit Ternak

Pengendalian Hama dan Penyakit Ayam Petelur – Hama dan Penyakit adalah salah satu penyebab penurunan produktivitas ternak, terutamanya produktivitas yang dihasilkan oleh ternak ayam petelur. Bukan hanya itu, hama dan penyakit juga mengakibatkan ketidakstabilan hormon dan organ pembentuk telur sehingga telur akan mengakibatkan tidak normal dan ternak ayam petelur akan mati secara mendadak.

Baca: Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Gumboro Pada Ayam

Untuk mengatasi hal tersebut, peternaka ayam petelur perlu mengetahui hama dan penyakit yang sering menyerang ayam petelur sehingga dapat menetralisir dan melakukan pengendalian hama dan penyakit dengan tepat. Berikut hama dan penyakit yang sering menyerang ayam petelur.

Hama dan Penyakit Ayam Petelur

Hama Ayam Petelur

1. Ular

Ular adalah hama pertama biasanya masuk kekandang, melalui celah kecil ataupun besar dan mengkonsumsi telur atau indukannya. Sehingga hama ini harus diwaspadai.

Pengendalian: Harus dilakukan sanitasi area kandang dan membersihkan gulma disekitar kandang dengan baik.

2. Berkicot

Bekicot adalah hama yang akan muncul bila kelembaban diarea terlalu tinggi. Kandang yang terlalu lembab atau habis hujan. Biasanya akan muncul bekicot yang akan menempel di telur dan akan menyebabkan telur terdapat lendir. Namun hama ini jarang terjadi.

Pengendalian: Menjaga kelembaban area kandang, membuat drainase untuk menghindari banjir pada kandang. Dan pembasmian dilakukan secara manual dengan cara mengambilnya satu persatu.

3. Semut atau Kutu

Semut atau kutu adalah hama yang sering kerap terjadi. Hama ini sering menyerang indukan yang sedang ingin bertelur atau masih mengerami telurnya.

Pengendalian: Menjaga kebersihan kandang, melakukan penyemprotan dengan Insektisida berbahan aktif,

Penyakit Ayam Petelur

1. Afian Influenza (AI)

Penyebab: Virus Orthomixso H5N1

Gejala: Telapak kaki merah dan tampak bengkak, pial berwarna gelap, kelopak mata terdapat benjolan putih dan mati mendadak

Pengendalian: melakukan sanitasi kandang dan peralatan  yang digunakan, dan lakukan vaksinasi area yang terkangkit. Pengobatan tidak ada hanya dapat diberikan multivitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

2. Berak Darah (Cacidiocis)

Penyebab: Protozoa, genus Eimeria

Gejala: Sayap akan tergelantung kebawah, tampak lesu atau kusam, kotoran terdapat darah dan berlendir.

Pengendalian: Menjaga kebersihkan kandang, melakukan penyemprptan Bakterisida diarea perkandangan.

Pengobatan: Mengunakan obat-obatan, seperti Trisulfa, Sulfa-Mezathin dan Bifuran. Pemberian dicampurkan ke media pakan ataupun minum.

3. Berak Kapur (Pullorum)

Penyebab: Bakteri Salmonella pullorum

Gejala: Selalu menutup mata, sayap akan terluka, kotoran akan berwarna putih dan resiko kematian ayam tinggi.

Pengendalian: Melakukan pemilihan anakan unggulan dan sudah divaksin sehingga tahan terhadap penyakit tersebut.

Pengobatan: Pemberian obat-obatan, seperti Sulfaquinoxaline, Nitrofurazalidone dll.

4. Cacar Ayam (Fowl pox)

Penyebab: Virus Borreliota avium

Gejala: Jengger ayam akan terdapat bercak berwarna abu-abu, dan terkadang berair, dan terdapat benjolan kecil diarea muka ayam.

Pengendalian: Menjaga kebersihan kandang, peralatan kandang, dan penggunakan anakan tahan terhadap penyakit tersebut atau sudah dilakukan vaksinisasi.

Pengobatan: Tidak ada obatnya, hanya diberikan obat antibiotik dan multivitamin untuk mencegah penyebaran penyakit dan meningkatkan daya dahan tubuh.

5. Choronic Respiratory Disease (CRD)

Penyebab: Bakteri Mikoplasma synoviae

Gejala: Getah radang pada keluar dari hidunh, nafas akan mengorok dan bersin serta keluar cairan busa pada mata.

Pengendalian: Penggunaan bibit anakan unggulan dan sudah divaksinasi, serta menjaga kebersihan kandang dan peralatan yang digunakan dengan baik.

Pengobatan: Menggunakan obat-obatan, seperti Basitrasin erthromisin, Tilosin, Septinomisin dan Linkomisis.  Pemberian dilakukan dengan mencampurkannya dalam minum dan pakan.

6. Gumboro (Infectious Bursal Disease)

Penyebab: Virus Birnaviridae

Gejala: Bursa fabrusius membesar, nafsu makan menurun, ayam akan mengigil atau gemetaran dan kotoran berwarna putih.

Pengendalian: Penggunaan bibit anakan tahan terhadap penyakit tersebut, dilakukan vaksinasi dan menjaga kebersihan kandang dan peralatan yang digunakan.

Pengobatan: Pemberian obat-obatan, seperti vitaminelektrolit dan antibiotik ringan (Ampicillin, Doxiciclin dan Neomicin)

7. Infectious Bronchitis (IB)

Penyebab: Virus golongan Corona virus dan mempunyai struktur DNA serta dikenal dengan 8 serotipe, yaitu Australian T, Conecticut, Delaware, New Hampshire, Georgia, Lowa 97, Lowa 97 dan Massachusetts.

Gejala: Sesak pada pernafasan, ngorok, bersin dan batuk, terdapat lendiri pada hidung dan nafsu makan menurun.

Pengendalian:  Menjaga kebersihan kandang, peralatan yang digunakan dan melakukan penyemprotan Insektisida dan Bakterisida diarea perkandangan.

Pengobatan: Tidak ada obatnya, hanya diberikan multivitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan Antibiotiobit broad spectrum untuk mencegah infeksi secara sekunder.

8. Infectious coryza (Snot)

Penyebab: Bakteri Hemophlus gallinarum

Gejala: Pernafasan relatif cepat, pembengkakan pada muka dan nafsu makan menurun sehingga mengakibatkan kematian tinggi.

Pengendalian: Memperhatikan tatalaksana perkandangan, sanitasi kandang dan area perkandangan.

Pengobatan: Pemberian obat-obatan, seperti Sulfatiasol, Sulfa dimetoksin. Pemberian dilakukan dengan mencampurkan pakan ataupun minumnya.

9. Tetelo (Newscastle Disease)

Penyebab: Virus Paramiyxo

Gejala: Leher akan memutar , sesak nafas, bersih dan ngorok dan nafsu makan menurun mengakibatkan resiko kematian tinggi.

Pengendalian: Menjaga kebersihan kandang, peralatan kandang dan melakukan vaksinasi ketika masih anakan.

Pengobatan: Tidak ada obatanya, hanya pemberian Antibiotik untuk mencegah adanya sekunder oleh bakteri dan berikan multivitamin untuk meningkatkan daya dahan tubuh serta mempercepat proses penyembuhan.

10. Omphalitis

Penyebab: Bakteri Califor, Staphyloccu dan Pseodomonas.

Gejala: Kepala menunduk, tampak lesu atau kusam dan mengantuk. Selain itu, akan mengalami peradangan pada pusar.

Pengendalian: Menjaga suhu dan kelembaban dengan baik pada kandang, penggunaan bibit unggul dan sudah dilakukan vaksinasi.

Pengobatan: Tidak ada obatnya, hanya pemberian antibiotik ringan dan pemberian multivitamin.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Pengendalian Hama dan Penyakit Ayam Petelur. Semoga dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Pengendalian Hama dan Penyakit Ayam Petelur | ilmupeternakan | 4.5
Link Alternatif Agen Sakong Bandar Poker Judi BandarQ itu99