Cara Membuat Pakan Alternatif Kelinci dari Ampas Tahu

Cara Membuat Pakan Alternatif Kelinci dari Ampas Tahu Pakan alternatif merupakan salah satu cara untuk mengantisipasi kekurangan pakan di masa akan datang, biasanya disebabkan oleh faktor produksi rumput menurun, biaya dan juga iklim kemarau yang berkepanjangan

Salah satu cara pakan altenatif ternak kelinci adalah dengan memanfaatkan limbah hasil dari pembuatan tahu yaitu ampas tahu. Ampas tahu memiliki kandungan yang sangat beragam dan cukup tinggi sehingga sangat baik untuk dijadikan sebagai pakan alternatif ternak kelinci.

Kandungan Nutrisi Ampas Tahu

Baca: Sistem Pencernaan Pada Ular Beserta Fungsinya

Adapun kandungan unsur gizi dan kalori ampas tahu yaitu energi 393 k, air 4,9 g, protein 17,4 g, lemak 5,9 g, karbohidrat 67,5 g, mineral 4,3 g, kalsium 19 g, fosfor 29 g, zat besi 4 mg, vitamin B 0,2 mg.

Manfaat Pakan Alternatif Ampas Tahu Bagi Kelinci

Ada beberapa manfaat ampas tahu bagi ternak kelinci, yaitu:

  • Mempercepat pertumbuhan dan perkembangan ternak kelinci
  • Mengandung protein cukup tinggi sehingga baik untuk ternak kelinci
  • Memperpanjang masa simpan pakan
  • Kandungan di dalam pakan menjadi lebih komplek
  • Membuat kelinci lebih aktif, karena kandungan karbohidrat dan energi cukup tinggi

Cara Membuat Pakan Alternatif Kelinci dari Ampas tahu

Alat:

  • Ember
  • Pengaduk

Bahan:

  • Ampas tahu 1-2 kg
  • EM4 atau Probiotik bionci 50 ml
  • Molases atau larutan gula 50 ml
  • Air rebusan 500 ml

Cara Membuatnya:

  1. Peras terlebih dahulu ampas tahu yang masih basah hingga kadar airnya berkurang.
  2. Setelah itu, bahan EM4, molases, dan air rebusan di campurkan hingga merata didalam ember plastik.
  3. Kemudian masukan ampas tahu kedalam bahan-bahan yang dicampurkan kedalam ember plastik dan aduk kembali hingga merata atau homogen.
  4. Lalu ember plastik di tutup dengan rapat dengan plastik atau tutup ember agar mikroba atau organisme lain tidak masuk.
  5. Diamkan selam 1 minggu, bila sudah 1 minggu akan tercium bau menyengat bisa dikonsumsi oleh ternak kelinci.
  6. Pemberian pakan ini dilakukan 2 kali dalam sehari.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Membuat Pakan Alternatif Kelinci dari Ampas Tahu. Semoga artikel diatas berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

 

Sistem Pencernaan Pada Ular Beserta Fungsinya

Sistem Pencernaan Pada Ular Beserta Fungsinya Sistem pencernaan adalah sebuah rangkaian oregan visceral dari kelenjar-kelenjar yang menghasilkan secret yang berfungsi untuk pencernaan, absorbsi dan metabolisme makanan. Sistem pencernaan ini meliputi beberapa tahapan, yaitu tahapan yang pertama pengelolahan makanan dan tahapan kedua adalah proses perombajakan makanan menjadi molekul yang cukup kecil sehingga dapat diserap oleh tubuh.

Baca: Cara Ampuh Mengatasi Rontok Bulu (Ngurak) Pada Burung Kenari

Berbicara mengenai sistem pencernaan ular, sama dengan hewan lain pada umumnya. Sistem pencernaan pada ular juga terdiri dari atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Saluran pencernaannya terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus dan kloaka. Dan kelenjar pencernaannya terdiri atas kelenjar luda, pancreas dan hati.

Sistem Pencernaan Pada Ular

 1. Mulut

Mulut ular telah mengalami adaptasi, perubahan yang terjadi pada kelenjar dalam mulut dan kelenjar racun yang membantu melumpuhkan mangsa dan menelan mangsanya.  Kelanjar ludah yang ditemukan dalam ular meliputi; Palatine, lingual, sublingual dan kelenjar labia. Kelanjar ini membantu melembabkan mangsa untuk ditelan. Pada ular berbisa, kelenjar racun merupakan modifikasi dari kelenjar labial. Kelanjar ini terletak di kedua sisi kepala dan leher, pada bagian depan atau belakang rahang atas, ular berbisa memiliki dua gigi tajam yang cekung untuk memungkinkan racun dapat melewati. Pada ular yang tidak berbisa, gigi ular konstriktor, stasioner, taring panjang, gigi lipat ke dalam mulut saat tidak digunakan jika tidak ular akan menusuk bagian bawah mulutnya sendiri. Adapun tiga jenis paling penting dari racun yang ditemukan dalam ular bisa,yaitu;

  • Cardiotoxins: Otot jantung memburuk, yang menyebabkan jantung berhentik berdenyut.
  • Hematoxins: Penyebab pembuluh darh pecah, yang mengakibatkan pendarahan internal yang luas.
  • Neurotoxins: Mempengaruhi sistem saraf dengan merusak pusat-pusat syaraf, sering juga menyebabkan pernafasan berhenti.

2. Kerongkongan

Kerongkongan sangat berhubungan dengan mulut ular yang disebut juga dengan buccal cavity. Ular memiliki kerongkongan yang panjang dan dapat menutupi setengah panjang tubuh. Kerongkongan ular memiliki lipatan lebvih internal daripada reptil lain, yang memungkinkan untuk menelan mangsanya yang besar secara utuh.

3. Lambung

Lambung pada ular berbentuk j dimana sebagian besar pencernaan  terjadi pada ular. Lambung mengeluarkan cairan pencernaan yang sangat kuat yang dapat dapat melarutkan semua bagian dari mangsanya kecuali untuk tulang dan rambut (pada mamalia).  Lambung merupakan bagian pertama yang diperluas dari bagian saluran. Ukurean dindingnya diperluas untuk membantu mengakomodasiu makanan besar selama peridode awal pencernaan. sehingga ular dapat mengkonsumsi makanan yang lebar dan panjang, seperti beberapa kasus.

4. Usus

Usus adalah organ pencernaan yang sangat penting, yang dimana usus merupakan pencernaan akhir dari makanan terjadi dan produk yang dihasilkan diserap ke dalam sirkulasi darah. Usus terdiri dari dua yaitu usus kecil dan usus besar.

  • Usus kelil berbentuk tabung melingkar yang panjangd an sempit dimana absobansi nutrisi berlangsung. Usus kecil dibagi nmenjadi 3 bagian yaitu duedenum, ileum dan jejenum.
  • Usus besar adalah bagian yang paling berotot dan memiliki struktur dinding yang sangat tipis darei sistem pencernaan ular, usus besar ini melewati ruang cloacae/cloaceae chamber.

5. Hati

Hati ular mengeleluarkan empedu yang disimpan dalam kantung empedu dan disampaikan oleh saluran usus, dimana hati berfungsi untuk mengemulsi lemak. Hati juga berfungsi dalam membuang air limbah nutrogen, menyimpan nutrisi, memproduksi empedu, dan mengeluarkan enxim pencernaan ke dalam duedenum dari usus kecil

6. Pankreas

Lokasi dan fungsi pankeras sama dengan hewan lain. Pankreas menghasilkan insulin dan glikogen, juga menghasilkan enxim pencernaan seperti lipase, protease dan karbohidrase lalu mengeluarkannya ke duedenum.

7. Kloaka

Kloaka memiliki peran penting dalam reabsorpsi air. Kloaka memiliki ruang yang dibagi menjadi:

  • Corpradaum untuk menerima kotoran.
  • Urodaeum untuk urin dan produk dari organ kelamin.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Sistem Pencernaan Pada Ular Beserta Fungsinya. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

 

Cara Ampuh Mengatasi Rontok Bulu (Ngurak) Pada Burung Kenari

Cara Ampuh Mengatasi Rontok Bulu (Ngurak) Pada Burung Kenari – Rontok bulu atau dikenal dengan ngurak adalah dimana keadaan burung mengalami kerontokan bulu atau kebotakan di bagian badan, kepala dan bahkan sayapnya.

Baca: Klasifikasi dan Morfologi Burung Kenari (Serinus canaria)

Penyakit ini memang tergolong ringan, namun memiliki efek yang sangat besar pada kenari. Penyakit rontok bulu menyebabkan burung menjadi lesu, kualitas suara menurun, daya tarik menurun dan bahkan menyebabkan kematian mendadak.

Penyebab Rontok Bulu

Ada beberapa penyebab  rontok bulu, adalah sebagai berikut:

  • Burung kenari mengalami stres, diakibatkan perpindahan lingkungan atau perubahan suhu lingkungan.
  • Mendapatkan gangguan kutu, tungau atau gurem yang menyebabkan burung gatal dan mematuk bulunya sendiri.
  • Kekurangan vitamin dan protein.
  • Bentuk sangkar kurang tepat atau kandang terlalu kecil atau besar.
  • Gangguan dari binatang lain sehingga menjadi ketakutan, sehingga menyebabkan burung kenari menjadi tidak tenang dan bulu akan mengalami kerontokan.

Cara Mengatasi dan Mengobati Burung Kenari Rontok Bulu

1. Cara Mengatasi Rontok Bulu Secara Tradisional

  • Menggunakan minyak kemiri atau zaitun, dilakukan dengan cara memandikan terlebih dahulu burung yang mengalami kerontokan, lalu diamkan hingga kering dan oleskan minyak kemiri atau zaitun minimal 6-7 hari secara rutin dan teratur.
  • Menggunakan lidah buaya, dilakukan dengan cara menyiapkan 1 lembar daun lidah buaya dan ambil bagian tengah atau dagingnya, lendir tersebut digunakan untuk mengobati kebotakan burung kenari. Oleskan kebagian burung yang mengalami kebotakan atau rontok bulu. Dilakukan selama 6-7 hari secara teratur.

2. Cara Mengatasi Rontok Bulu Secara Kimiawi

  • Pemberian obat-obatan, seperti Master-SP, Ebod Tox’s, Cant-Tax, Marvel Aid Oral Remedy, Hot deal vermec fumacyn nutribird dan lainnya. Digunakan sesuai dosis dan petunjuk dianjurkan tidak berlebihan dalam penggunaannya.

3. Cara Pencegahan Rontok Bulu Burung Kenari

  • Menciptakan suasana lingkungan yang nyaman dan tenang bagi burung.
  • Menjauhkan dari tempat keramainan.
  • Memperhatikan porsi makanan yang diberikan.
  • Menjaga kebersihan sangkar atau kandang serta menata konstruksi sangkar.
  • Melakukan penjemuran selama 20-30 menit secara teratur.
  • Pemberian nutrisi, seperti Methionin, Lysine dan Tritophan
  • Pemberian pakan tambahan, seperti sawi, selada, buah apel, peer, anggur dan lainnya.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Ampuh Mengatasi Rontok Bulu (Ngurak) Pada Burung Kenari. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat, jangan lupa share dan like. Terima kasih.

 

Klasifikasi dan Morfologi Burung Kenari (Serinus canaria)

Klasifikasi dan Morfologi Burung Kenari (Serinus canaria) Burung kenari adalah salah satu jenis burung kicau yang memiliki kicauan yang sangat menarik dan khas. Burung kenari termasuk kedalam suku Fringgillidae, ordo Passeriformes dan genus Serinus.

Baca: Klasifikasi dan Morfologi Pohon Angsana (Pterocarpus indicus)

Burung kenari pertama kali ditemukan oleh pelaut Perancis bernama Jean de Berthan Cout di Kepulauan Canary pada abad ke-15. Penyebaran cukup cepat diberbagai negara, terutamanya negara Belanda dikenal dibagai pengekspor kenari di Indoensia, semulanya mendatangkan kenari dari Inggris dan belgia. Kemudian kenari tersebut dikawinkan dengan kenari liar dan menghasilkan beberapa jenis kenari.

 Klasifikasi Burung Kenari

Klasifikasi burung kenari berdasarkan tingkat taksonomi adalah sebagai berikut:

Kingdom: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Aves

Ordo: Passeriformes

Famili: Fringillidae

Genus: Serinus

Spesies: Serinus canaria (Linnaeusm, 1758)

Morfologi Burung Kenari

Morfologi burung kenari dapat dilihat berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki, yaitu:

  • Bagian mulut, burung kenari memiliki bentuk agak meruncing dengan panjang mencapai 0.5-1,5 cm tergantung dengan jenis atau spesiesnya dan berwarna variasi mulaui dari warna hitam, kekuningan dan bahkan berwarna kecoklatan.
  • Bagian mata, memiliki bentuk bulat, berwarna hitam dan tidak memiliki bintik putih di bagian tengah.
  • Bagian kepala, berbentuk bulat memanjang dan di selimuti oleh bulu dengan warna yang bervariasi mulai dari warna kuning, abu-abu dan berwarna putih.
  • Bagian badan, berbentuk memanjang dan panjangnya mencapai 4-6 cm, memiliki dua sayap yang diselimuti oleh bulu tebal dengan kuning.
  • Bagian ekor, berbentuk memanjang dengan pangkal agak runcing dengan panjang mencapai 1-3 cm biasanya memiliki warna kuning dan putih.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Klasifikasi dan Morfologi Burung Kenari (Serinus canaria) . Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Jangan lupa share dan like. Terima kasih.

 

Klasifikasi dan Morfologi Angsa Putih (Cygnus olor)

Klasifikasi dan Morfologi Angsa Putih (Cygnus olor) Angsa putih merupakan salah satu burung air yang berasal dari suku Anatidae (bebek, dan itik), ordo Anseriformes. Angsa putih banyak ditemukan di Eropa, Asia, Amerika Utara, Australia dan Afrika Selatan. Angsa putih juga adalah salah satu spesies yang dilindungi oleh AEWA (Agreement on the Conservation of African-Eurasian Migratory Waterbirds).

Baca: Cara Beternak Angsa Dengan Mudah

Angsa putih pertama kali di golongkan oleh naturalis Jerman bernama Johan Friedrich Gmelin (1989) dengan nama laton Anas olor, dan diganti oleh Johann Matthaus Bechstein ke genus Cynus.

Klasifikasi Angsa Putih

Klasifikasi angsa putih, berdasarkan tingkat taksonomi sebagai berikut:

Kingdom: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Aves

Ordo: Anseriformes

Famili: Anatidae

Genus: Cynus

Spesies: Cynus olor

Morfologi Angsa Putih

Morfologi angsa putih dapat dilihat berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki, yaitu:

  • Angsa putih dewasa memiliki panjang berkisar 140-160 cm, dan lebar sayap mencapai 200-240 cm.
  • Angsa putih jantan lebih dari betina dan angsa putih terdapat tonjolan lebih besar dibagian kepala.
  • Berat angsa jantan bisa mencapai 11-12 kg dan betina 8-9 kg.
  • Angsa putih lebih dominan memiliki warna tubuh berwarna putih, bagian mulut berwarna, kekuningan, dan bahkan berwarna hitam atau gelap, dan terdapat dua lubang dekat mulut dibagian atas.
  • Panjang leher berkisar 30-40 cm, dan berbentuk bulat memanjang yang ditutupi oleh bulu dengan warna putih.
  • Panjang kaki 3-5 cm dan panjang ekor 20-25 cm bahkan lebih, dan ekor juga kebanyakan berwarna putih atau gelap tergantung spesies.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Klasifikasi dan Morfologi Angsa Putih (Cygnus olor). Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

 

 

Klasifikasi dan Morfologi Unta (Camelus sp)

Klasifikasi dan Morfologi Unta (Camelus sp)Unta atau onta merupakan hewan mamalia (menyusui), termasuk kedalam suku Cammelidae dengan ordo Artiodactyla. Unta ditemukan di wilayah kering dan gurun di Asia dan Afrika.

Baca: Klasifikasi dan Morfologi Musang Luwak (Paradoxurus hermaphroditus)

Unta pertama kali di domestikasikan oleh manusia kurang lebih 5.000 tahun lalu, dengan rata-rata umur hidup mencapai 30-50 tahun. Pemanfaatan unta biasanya diambil susu, daging dan juga digunakan sebagai hewan pekerja.

Klasifikasi Unta

Kingdom: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Mammalia

Ordo: Artiodactyla

Famili: Cammelidae

Genus: Camelus

Spesies: Camelus bactrianus, dan Camelus dromadrius

Morfologi Unta

Morfologi unta dapat dilihat berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki, yaitu:

  • Camelus bactrianus, memiliki ciri-ciri punuk dua tepat dibagian punggung, dengan warna tubuh kecoklatan, bahkan berwarna gelap.
  • Selain itu, memiliki bulu yang lebih tebal dibandingkan dengan jenis Camelus dromadrius. Bulu tersebut menyelimuti bagian leher, punuk, paha dan bagian atas kepala.
  • Camelus dromadrius, memiliki ciri-ciri punuk satau dibagian punggung, dengan warna tubuh putih kotor atau abu-abu.
  • Memiliki bulu tipis dan ukuran lebih kecil jika dibanidngkan dengan Camelus bactrianus.
  • Selian itu, punuknya di selimuti bulu halus berwarna hitam dan bagian leher diselimuti oleh bulu halus.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Klasifikasi dan Morfologi Unta (Camelus sp). Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat.

Klasifikasi dan Morfologi Musang Luwak (Paradoxurus hermaphroditus)

Klasifikasi dan Morfologi Musang Luwak (Paradoxurus hermaphroditus)  – Musang luwak adalah salah satu jenis hewan mamalia yang termasuk kedalam famili Viverridae, dengan ordo Carnivora yang memiliki nama latin Paradoxurus hermaphroditus.

Baca: Klasifikasi dan Morfologi Burung Merak Hijau (Pavo muticus)

Musang memiliki beberapa sebutan daerah, seperti musang (Betawi), careuh bulan (Sunda), luak atau luwak (Jawa), common palm civet, common musang, houses musang atau  toddy cat (dalam bahasa Inggris) dan musang pulut (Malasyia).

 Klasifikasi Musang Luwak

Klasifikasi musang berdasarkan tingkat taksonomi, secara umum adalah sebagai berikut:

Kingdom: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Mamalia

Ordo: Carnivora

Famili: Viverridaea

Genus: Paradoxurus

Spesies: Paradoxurus hermaphroditus

Morfologi Musang Luwak

Morfologi musang dapat dilihat berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki, yaitu:

  • Panjang tubuh musang rata-rata berkisar 90-100 cm, bahkan lebih.
  • Tubuh musang memiliki warna abu-abu kecoklatan, dan ekor berwarna hitam mulus.
  • Pada bagian punggung musang terdapat jalur dengan warna gelap, namun ada juga berwarna terang.
  • Dibagian tubuh sebagian besar terdapat bintik-bintik putih dan bagian perut berwarna lebih pucat.
  • Bagian wajah, ekor dan kaki berwana coklat hingga berwarna kehitaman.
  • Bagian dahi dan sisi samping wajah hingga telinga berwarna abu-abu dan berwarna putih.
  • Untuk bagian posisi alat kelamin betina berada dekat bagian anus dan memiliki tiga puting susu.
  • Dan bagian posisi alat kemalin jantan dekat dengan bagian pusar.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Klasifikasi dan Morfologi Musang Luwak (Paradoxurus hermaphroditus)  . Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Klasifikasi dan Morfologi Burung Merak Hijau (Pavo muticus)

Klasifikasi dan Morfologi Burung Merak Hijau (Pavo muticus) –  Merak hijau termasuk ke dalam suku Phasianidae dari ordo Galliformes, dengan nama latin Pavo muticus. Populasi burung merak hijau tersebar dihutan terbuka di padang rumput, seperti Republik Rakyat Tiongkok, Indonesia, lebih tepatnya di Pulau Jawa. Awal mulanya burung merak hijau ditemukan di India, Bangladesh dan Malasyia, namun telah punah di sana.

Baca: Klasifikasi dan Morfologi Burung Cenderawasih (Paradiseae sp)

 Klasifikasi Burung Merak Hijau

Berdasarkan tingkat taksonomi, burung merak hijau di klasifikasikan sebagai berikut:

Kingdom: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Aves

Ordo: Galliformes

Famili: Phasianidae

Genus: Pavo

Spesies: Pavo muticus

Morfologi Burung Merak

Morfologi burung merak hijau dapat dilihat berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki, yaitu:

  • Merak hijau memunyai bulu yang indah, bulunya berwarna hijau kemesan
  • Burung jantan dewasa berukuran relatif besar, panjangnya mencapai 300 cm dengan penutup ekor yang sangat panjang, serta memiliki jambul tegak.
  • Burung betina berukuran kecil berkisar 100-200 cm, bulu kurang mengkilap, berwarna hijau keabu-abuan dan tanpa dihiasi bulu penutup ekor.
  • Bagian ekor jantan bila terbuka akan berbentuk, seperti kipas dengan bintik berbentuk mata.
  • Walaupun burung merak hijau memiliki ukuran sangat besar, namun burung merak hijau adalah burung yang pandai terbang.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Klasifikasi dan Morfologi Burung Merak Hijau (Pavo muticus). Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Klasifikasi dan Morfologi Burung Cenderawasih (Paradiseae sp)

Klasifikasi dan Morfologi Burung Cenderawasih (Paradiseae sp)Burung cenderawasih termasuk ke dalam anggota famili Paradisaeidae dari ordo Passeriformes. Burung cenderawasih ditemukan di Indonesia timur, Pulau-Pulau Selat Torres, Papua Nugini dan Australia timur.

Baca: Klasifikasi dan Morfologi Ikan Platy (Xyphophorus maculatus)

Klasifikasi Burung Cenderawasih

Berdasarkan tingkat taksonomi, burung cenderawasih diklasifikasikan sebagai berikut:

Kingdon: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Aves

Famili: Paradisaedae

Genus : Paradisaea

Spesies: Paradisaea minor, Paradisaea rubra, Paradisaea apoda, Paradisaea raggiana, Paradisaea decora, Paradisaea guillelmi, Paradisaea rudolphi.

Morfologi Burung Cenderawasih

Morfologi dapat dilihat berdasarkan ciri-cirinya, umumnya yaitu:

  • Memiliki bulu panjang, dan berwarna varian tergantung dengan jenisnya, biasanya berwarna merah kecoklatan, merah darah, kukuningan, putih, dan kombinasi.
  • Memiliki paru agak runcing, dan berwarna kecoklatan, kebiruan dan bahkan berwarna hitam.
  • Memiliki sayap seperti kipas, ketika terbang.
  • Memiliki bulu ekor panjang rata-rata berkisar 20-30 cm.
  • Memiliki kaki 1 pasang, berwarna gelap dan memiliki kuku yang cukup tajam.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Klasifikasi dan Morfologi Burung Cenderawasih (Paradiseae sp). Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Klasifikasi dan Morfologi Ikan Platy (Xyphophorus maculatus)

Klasifikasi dan Morfologi Ikan Platy (Xyphophorus maculatus) Ikan platy adalah salah satu jenis ikan hias air tawar yang banyak di gemari dan diminati oleh berbagai kalangan. Ikan platy termasuk keluarga Poecilidae dari Urutan Cyprinodontiformes, dan memiliki marga Xiphopharus.

Baca: Klasifikasi dan Morfologi Kucing (Felis catus)

Ikan platy adalah ikan hias asli dari Amerika Tengah dan daerah utara (Clidad Veracruz, Meksiko Utara Belize).

Klasifikasi Ikan Platy

Menurut Marie (2010), klasifikasi ikan platy adalah sebagai berikut:

Kingdom: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Acnopterygii

Ordo: Cyprinodontiformes

Famili: Poeciliidae

Genus: Xiphophorus

Spesies: Xiphophorus maculates

Morfologi Ikan Platy

Morfologi ikan platy dapat dilihat berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki, sebagai berikut:

  • Ukuran maksimum ikan plati, yaitu 5 cm, dan memiliki sifat ramah dan tidak agresif.
  • Ikan platy memiliki banyak sekali bentuk varian warna, seperti dari jenis spotted, gold comet, red wag, black, blue coral, leopard, mickey mouse, dan sebagainya.
  • Rip Memiliki gonopodium pada jantan terletak di sirip analnya, dan betina tidak memiliki gonopodium.
  • Ikan platy memiliki ekor seperti kipas, dengan warna bervariasi tergantung jenisnya.
  • Ikan platy memiliki mulut agak meruncing, dan dibagian kepala terdapat mata berbentuk bulat berwarna hitam, serta diarea mata terdapat warna bervarian tergantung jenisnya.
  • Selain itu, ikan ini memiliki bentuk tubuh memanjang untuk jantan dan betina tampak buntal atau bulat.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Klasifikasi dan Morfologi Ikan Platy (Xyphophoru maculatus). Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.