Karakteristik Kambing Jawarandu (Bligon)

Karakteristik Kambing Jawarandu (Bligon) Kambing Jawarandu merupakan hasil persilangan antara kambing Ettawa dengan kambing lokal (kambing Kacang) dengan persentase genetik kambing Kacang lebih tinggi, yaitu lebih dari 50%.

Baca: Karakteristik Kerbau Murrah

Kambing Jawarandu memiliki dua kegunaan, yaitu penghasil susu (perah) dan pedaging unggul (Sarwono, 2008). Kambing  Jawarandu termasuk ternak yang mudah dipelihara karena dapat mengkonsumsi berbagai macam hijauan, termasuk rumput lapang dan juga perkembangan kambing ini cukup cepat.

Karakteristik atau Ciri-Ciri Kambing Jawarandu

Ciri-ciri kambing Jawarandu, dari beberapa sumber adalah sebagai berikut:

  • Bentuk muka cembung dan dagu berjanggut.
  • Di bawah leher terdapat gelambir yang tumbuh dari sudut janggut.
  • Telinga panjang, lembek, mengantung dan ujungnya agak berlipat.
  • Tanduk berdiri tegak ke belakang, panjang 6,5 cm – 24,5 cm.
  • Tinggi tubuh (gumba) 70-90 cm, tubuh besar dan pipih.
  • Bentuk garis punggung seolah-olah mengombak kebelang.
  • Buluh tubuh tampak panjang dibagian leher, pundak, punggung dan paha.
  • Kambing ini mampu tumbuh 50-100 g/hari.
  • Berat badan betina anatara 34-45 kg dan jantan berskiar antara 40-60 kg.
  • Produksi susu 1-1,5 1/hari.
  • Kambing Jawarandu menghasilkan anak 1-3 ekor per kelahiran.
Keuntungan Beternak Kambing Jawarandu
  • Proses pemeliharaan sangat mudah, seperti kambing kacang. Bisa digembalakan atau tidak.
  • Produksi susu dan daging yang dihasilkan sangat unggul, jika dibandingkan dengan kambing lokal.
  • Perkembangan sangat cepat, karena kambing ini tidak memilih-milih pakan.
  • Mudah beradaptasi dengan lingkungan baru.
  • Harga jual relatif tinggi.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Karakteristik Kambing Jawarandu (Bligon). Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat, serta menambah wawasan anda. TERIMA KASIH.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *