Sistem Pencernaan Pada Ular Beserta Fungsinya

Sistem Pencernaan Pada Ular Beserta Fungsinya Sistem pencernaan adalah sebuah rangkaian oregan visceral dari kelenjar-kelenjar yang menghasilkan secret yang berfungsi untuk pencernaan, absorbsi dan metabolisme makanan. Sistem pencernaan ini meliputi beberapa tahapan, yaitu tahapan yang pertama pengelolahan makanan dan tahapan kedua adalah proses perombajakan makanan menjadi molekul yang cukup kecil sehingga dapat diserap oleh tubuh.

Baca: Cara Ampuh Mengatasi Rontok Bulu (Ngurak) Pada Burung Kenari

Berbicara mengenai sistem pencernaan ular, sama dengan hewan lain pada umumnya. Sistem pencernaan pada ular juga terdiri dari atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Saluran pencernaannya terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus dan kloaka. Dan kelenjar pencernaannya terdiri atas kelenjar luda, pancreas dan hati.

Sistem Pencernaan Pada Ular

 1. Mulut

Mulut ular telah mengalami adaptasi, perubahan yang terjadi pada kelenjar dalam mulut dan kelenjar racun yang membantu melumpuhkan mangsa dan menelan mangsanya.  Kelanjar ludah yang ditemukan dalam ular meliputi; Palatine, lingual, sublingual dan kelenjar labia. Kelanjar ini membantu melembabkan mangsa untuk ditelan. Pada ular berbisa, kelenjar racun merupakan modifikasi dari kelenjar labial. Kelanjar ini terletak di kedua sisi kepala dan leher, pada bagian depan atau belakang rahang atas, ular berbisa memiliki dua gigi tajam yang cekung untuk memungkinkan racun dapat melewati. Pada ular yang tidak berbisa, gigi ular konstriktor, stasioner, taring panjang, gigi lipat ke dalam mulut saat tidak digunakan jika tidak ular akan menusuk bagian bawah mulutnya sendiri. Adapun tiga jenis paling penting dari racun yang ditemukan dalam ular bisa,yaitu;

  • Cardiotoxins: Otot jantung memburuk, yang menyebabkan jantung berhentik berdenyut.
  • Hematoxins: Penyebab pembuluh darh pecah, yang mengakibatkan pendarahan internal yang luas.
  • Neurotoxins: Mempengaruhi sistem saraf dengan merusak pusat-pusat syaraf, sering juga menyebabkan pernafasan berhenti.

2. Kerongkongan

Kerongkongan sangat berhubungan dengan mulut ular yang disebut juga dengan buccal cavity. Ular memiliki kerongkongan yang panjang dan dapat menutupi setengah panjang tubuh. Kerongkongan ular memiliki lipatan lebvih internal daripada reptil lain, yang memungkinkan untuk menelan mangsanya yang besar secara utuh.

3. Lambung

Lambung pada ular berbentuk j dimana sebagian besar pencernaan  terjadi pada ular. Lambung mengeluarkan cairan pencernaan yang sangat kuat yang dapat dapat melarutkan semua bagian dari mangsanya kecuali untuk tulang dan rambut (pada mamalia).  Lambung merupakan bagian pertama yang diperluas dari bagian saluran. Ukurean dindingnya diperluas untuk membantu mengakomodasiu makanan besar selama peridode awal pencernaan. sehingga ular dapat mengkonsumsi makanan yang lebar dan panjang, seperti beberapa kasus.

4. Usus

Usus adalah organ pencernaan yang sangat penting, yang dimana usus merupakan pencernaan akhir dari makanan terjadi dan produk yang dihasilkan diserap ke dalam sirkulasi darah. Usus terdiri dari dua yaitu usus kecil dan usus besar.

  • Usus kelil berbentuk tabung melingkar yang panjangd an sempit dimana absobansi nutrisi berlangsung. Usus kecil dibagi nmenjadi 3 bagian yaitu duedenum, ileum dan jejenum.
  • Usus besar adalah bagian yang paling berotot dan memiliki struktur dinding yang sangat tipis darei sistem pencernaan ular, usus besar ini melewati ruang cloacae/cloaceae chamber.

5. Hati

Hati ular mengeleluarkan empedu yang disimpan dalam kantung empedu dan disampaikan oleh saluran usus, dimana hati berfungsi untuk mengemulsi lemak. Hati juga berfungsi dalam membuang air limbah nutrogen, menyimpan nutrisi, memproduksi empedu, dan mengeluarkan enxim pencernaan ke dalam duedenum dari usus kecil

6. Pankreas

Lokasi dan fungsi pankeras sama dengan hewan lain. Pankreas menghasilkan insulin dan glikogen, juga menghasilkan enxim pencernaan seperti lipase, protease dan karbohidrase lalu mengeluarkannya ke duedenum.

7. Kloaka

Kloaka memiliki peran penting dalam reabsorpsi air. Kloaka memiliki ruang yang dibagi menjadi:

  • Corpradaum untuk menerima kotoran.
  • Urodaeum untuk urin dan produk dari organ kelamin.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Sistem Pencernaan Pada Ular Beserta Fungsinya. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

 

Sistem Pencernaan Katak dan Fungsinya

Sistem Pencernaan Katak dan Fungsinya Katak (Amfibi) merupakan hewan yang memiliki kulit dengan kelembaban tinggi, tidak di tutupi oleh rambut/bulu dan mampu hidup di dua alam yaitu di air dan di darat. Amfibi (amphibia) berasal dari Bahasa Yunani yaiu Amphi berarti dua dan Bios berarti hidup. Karena itu, katak dapat diartikan sebagai hewan yang dapat hidup di dua alam, yaitu air dan darat.

Baca: Sistem Pencernaan Kambing dan Fungsinya

Sistem organ pencernaan katak (amfibi), terdiri dari rongga mulut, esofagus, lambung, pankreas, usus halus, usus besar dan kloaka.

Sistem Pencernaan Katak dan Fungsinya

1. Rongga Mulut

Rongga mulut katak (Cavum oris) terdapat gigi berbentuk kerucut untuk mempermudahkan memangsa hewan, dan lidah untuk menangkap mangsa. Gigi katak berbentuk V dengan perkembangan yang tidak sempurna. Gigi terdapat pada rahang atas dan bawah, gigi rahang atas disebut Maxilaris  dan gigi rahang baeah di sebut Vomerin. Lidah katak panjang, mengulung, lengket dan bertekstur kenyal.

2. Kerongkongan (Esofagus)

Esofagus katak tidak panjang atau pendek. Fungsi utama esofagus adalah mendorong atau menghantar makanan dari cavum oris  ke organ lambung. Didalam esofagus akan menghasilkan sekresi alkalis sehingga mempermudahkan makanan menuju ke lambung.

3. Lambung (Ventrikulus)

Lambung katak terdiri dari dua bagian, yaitu tempat masuknya esofagus dan lubang keluar menuju usus. Fungsi utama lambung adalah tempat penyimpanan makanan, pemecahan/meremas makaan menjadi hancur dan dicampu dengan sekresi ventrikulus yang mengandung enzim sebagai katalisator. Enzim yang dihasilkan ventrikulus, yaitu pepsin, tripsin, erepsin untuk protein, lipase untuk lemak dan asam klorida.

4. Usus Halus (Small Instestine)

Usus halus katak terdiri dari duedenum, jejenum dan ileum, tetapi belum jelas batas-batasnya. Fungsi utama usus halus adalah tempat terjadinya penyerapan makanan oleh enzim yang dihasilkan oleh pankreas.

5. Usus Besar (Large Instestine)

Usus besar adalah tempat penyerapan air pembusukan sisa digesti makanan. Sisa pembusukan makanan didalam usus besar akan menjadi feses yang akan didorong melalui rektum dan berakhir ke kloaka.

6. Kloaka

Kloaka adalah bagian akhir dalam proses sistem pencernaan. Fungsi utama kloaka adalah tempat pembuangan feses, saluran reproduksi dan urine.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Sistem Pencernaan Katak dan Fungsinya. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Sistem Pencernaan Kambing dan Fungsinya

Sistem Pencernaan Kambing dan FungsinyaKambing (Capra aegagrus hircus) adalah salah satu subspesies yang banyak dipelihara atau dijinakan oleh berbagai macam kalangan masyarakat. Pencernaan kambing atau digesti adalah pemecahan bahan pakan sehingga bahan tersebut dapat mudah dicerna atau diserap oleh tubuh hewan.

Baca: Sistem Pencernaan Kuda dan Fungsinya

Sistem saluran pencernaan ternak  ruminansia, terutamanya kambing terdiri dari mulut, esofagus, lambung (rumen, retikulum, omasum, abomasum), usus halus, usus besar dan rektum.

Sistem Saluran Pencernaan Kambing dan Fungsinya

1. Mulut

Mulut adalah organ pertama sistem pencernaan, awal masuknya makanan kedalam tubuh ternak. Didalam mulut terdapat saliva, yang terdiri dari komponen organik (enzim, amilase, maltase, serum albumin, asam amino, asam laktat, lisosom dsb) dan komponen anorganik (khlorida, bikarbonat dan sodium). Fungsi mulut adalah tempat masuknya makanan dan tempat penggilingan makanan secara mekanis.

2. Esofagus (Kerongkongan)

Esofagus adalah saluran yang menghubungkan kavum oris dengan ventrikulus (lambung). Esofagus terdiri dari otot, sub mukosa, dan mukosa, pH normal pada esofagus ternak ruminansia adalah 7 yang berarti di dalam esofagus bernuansa netral.  Fungsi esofagus adalah tempat menghubungkan dan menghantarkan makanan dari mulut ke lambung.

3. Lambung (Ventrikulus)

Lambung kambing merupakan lambung yang komplek yang terdiri dari 4 bagian, yaitu rumen, retikulum, omasum dan abomasum.

  • Rumen disebut juga perut beludru adalah tempat terjadinya pencernaan secara fermentatif dan hidrolitik (membutukan bantuan enzim) serta tempat menyimpan bahan makanan fermentasi.
  • Retikulum disebut juga perut jala (Hardware stomach) adalah tempat fermentasi, proses ruminasi, absobsi hasil fermentasi dan mengatur arus ingesta ke omasum.
  • Omasum disebut juga perut buku, karena permukaan berbuku-buku adalah tempat grinder, filtering, fermentasi dan absorpsi.
  • Abomasum disebut juga perut sejati adalah tempat mencegah digesta yang ada di aomasum ke omasum, tempat pencernaan enzimatis dan mengatur arus digesta dari abomasum ke duedenum.

4.Usus Halus (Instestine tenue)

Usus halus atau dikenal juga Small Instestine  terdiri dari tiga bagian yaitu duedenum, jejenum dan ileum. Berdasarkan pada perbedaan-perbedaan struktural histologis atau mikroskop. Duedenum merupakan bagian yang perama kali dari usus, dengan panjang 8-15 cm, terletak di ujung anterior yang terhubung dengan perut. Jejenum dengan jelas dapat dipisahkan dengan duedenum, yaitu terdapat bintil putih sebagai pembatas memiliki panjang rata-rata 5-8 kaki atau ½ meter. Ileum adalah usus terakhir dari usus halus in dikenal sebagai usus penyerapan zat makanan dan terdapat lipatan atau lekukan didalamnya.

5. Usus Buntu (Sekum)

Usus buntu atau sekum memiliki suatu kantung yang terhubung dengan usus penyerapan. Fungsi usus buntu adalah tempat sisa penyerapan makanan, air, dan garam maupun zat lain yang setelah proses pencernaan.

6. Usus Besar (Large Instestine)

Usus besar terdiri dari sekum, colon dan rektum. Usus besar tidak menghasilkan ensim karena kelenjar-kelenjar yang ada adaah mukosa, karena tiap pencernaan yang terjadi di dalamnya adalah sisa-sisa kegiatan oleh enzim dari usus halus dan enzim yang dihasilkan oleh jasad-jasad renik yang banyak terdapat di usus besar. Fungsi usus besar adalah sebagai tempat proses pembusukan sisa digesti (pembentukan feses) dan proses reabsobpsi air dan partikel terlarut yang didalamnya.

7. Rektum

Rektum adalah bagian dari usus besar. Rektum adalah tempat penyimpanan feses yang akan dikeluarkan, melalui anus. Didalam rektum terdapat  bakteri dan serat.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Sistem Pencernaan Kambing dan Fungsinya.  Semoga artikel diatas berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Sistem Pencernaan Kuda dan Fungsinya

Sistem Pencernaan Kuda dan Fungsinya – Kuda atau memiliki nama latin Equus caballus/ Equus jerus caballus adalah jenis hewan mamalia yang termasuk  herbivora (pemakan rerumputan). Kuda juga termasuk kedalam golongan ternak non ruminansia atau hewan monogastrik yang memiliki satu lambung.

 

Baca: Cara Mengobati Kembung (Masuk Angin) Pada Kelinci

Kuda umumnya digunakan sebagai hewan peliharaan, alat transportasi, perlombaan dan lain-lain. Ada beberapa saluran pencernaan kuda diantaranya adalah rongga mulut/mulut, pharynx, esphagus, lambung, pankreas, usus halus, usus besar, dan anus.

Sistem Pencernaan Kudan dan Fungsinya

1. Rongga Mulut

Rongga mulut adalah bagian awal masuknya makanan ke pencernaan. Didalam rongga mulut terdapat lidah, gigi, dan saliva. Fungsi utama dari organ tersebut, sebagai perasa pakan, menghaluskan pakan, dan pemnasa atau pelicin pakan.

2. Pharynx dan Esophagus

Pharynx adalah organ penyambung saluran pencernaan antara rongga mulut dengan kerongkongan (esophagus). Panjang keronkongan kuda 62 cm, lebar lambung 4,5 cm dan berat lambung 0,6-0,7 kg. Fungsi utamanya adalah mengangkut makanan dan cairan dari faring ke lambung, mencepah difusi pasif zat dari makanan ke dalam darah dan mencegah refluks isi lambung ke kerongkongan.

3. Lambung

Lambung kuda berbentuk seperti parutan kelapa, isi lambung berwarna kuning dengan tekstur kasar. Lambung kuda berukuran relatif kecil jika dibandingkan denga hewan ruminansia dengan panjang 38,5 cm, lebar 28 cm dan berat 1 kg. Fungsi utama lambung adalah tempat penyimpanan makanan sementara, cadangan makanan dan tempat fermentatif.

5. Pankreas

Pankreas kuda lebih spesifik memiliki kosentrasi enzim dan kadar HCO3 rendah,oleh sebab itu pankreas kuda sangat berbeda dengan hewan ruminansia. Fungsi utama pankreas adalah membantu memecah polimer hati, lemak dan protein (misalnya amylase, lipase dan tripsin).

6. Usus Halus

Usus halus (usus kecil)kuda memiliki panjang 11,33 cm, lebar 6 cm dan berat 3-3,5 kg. Usus halus terdiri dari tiga bagian, yaitu duedenum (berfungsi sebagai memecahkan makan secara kimiawi), jejenum (berfungsi sebagai penyerapan nutrisi makanan) dan ileum (berfungsi penyerapan makanan yang belum diserap). Fungsi utama usus halus adalah tempat mencerna kabohidrat, protein, dan lemak, absorbsi vitamin dan mineral.

7. Usus Besar

Usus besar kuda umumnya memiliki panjang 165 cm, lebar 14,5 cm dengan tekstur lembut dan kering serta berwarna hijua tua. Usus besar terdiri dari tiga bagian yaitu caecum (berfungsi sebagai tempat fermentasi), colon (berfungsi sebagai tempat absobsi air dan elektrolit intensif), dan rectum (berfungsi sebagai tempat pembentukan feses dan tempat penyimpanan sementara sebelum dikeluarkan oleh anus )

8. Anus

Anus adalah organ terakhir dalam sistem pencernaan, sisa semua makanan yang dicerna dan diserap akan dikeluarkan melalui anus. Fungsi utama anus adalah tempat pembuangan feses, dan tempat defekasi.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Sistem Pencernaan Kuda dan Fungsinya. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.