Tanda-Tanda Sapi Hamil (Bunting) Muda-Tua

Tanda-Tanda Sapi Hamil (Bunting) Muda – Tua | Ciri-ciri Sapi Hamil (Bunting) Muda- tua – Sapi adalah salah satu jenis binatang ternak yang banyak di ternakkan atau dipelihara oleh berbagai macam kalangan masyarakat. Beternak sapi memang sangat menguntungkan, dan bahkan merupakan prospek yang sangat menjanjikan. Tergantung dengan perkembangan dan produksi yang dihasilkan. Beternak sapi tergolong dua yaitu beternak sapi dengan produksi susu dan sapi pedaging, tergantung peternak ingin melakukan jenis ternak yang mana.

Bila ingin beternak,  peternak sapi haruslah mengetahui tanda-tanda kehamilan sapinya.  Hal tersebut sangat penting diketahui untuk mengidentifikasi dan membantu proses kelahiran dengan tepat sehingga menghindari atau mengurangi kejadian-kejadian yang tidak di inginkan seperti kegagalan dalam melahirkan, terjadi kecacatan dalam kandungan,  dan bahkan kematian indukan atau anakan yang dihasilkan. Berikut penjelasan ciri –ciri indukan hamil (bunting) muda dan tua adalah sebagai berikut:

Baca: Cara Membedakan Burung Cendet Jantan dan Betina

Ciri-Ciri Sapi Hamil (Bunting)

  1. Pembesaran abdomen kanan secara progresif.
  2. Peningkaran bobot badan atau berat badan.
  3. Gerakan sapi melambat, tidak aktif.
  4. Bulu sapi mengkilat, dan lebih lembut.
  5. Pembesaran kelenjar air susu.
  6. Perubahan hormon sapi menjadi lebih teratur dan stabil.
  7. Adanya gerakan fetus/anakan dalam kandungan.
  8. Tidak ingin melakukan perkawinan lagi (anestrus)
  9. Saat dilakukan palpasi rektal (pemeriksaan kehamilan), positif mengalami kehamilan ditandai dengan adanya perubahan didalam uterus dan ovarium.
  10. Saat dilakukan tes asam sulfat, hasilnya positif maka sapi dalam keadaan hamil. Namun, perlu diketahui tes asam sulfat sangat berbahaya dapat membakar kulit sapi maupun kulit anda.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Tanda-Tanda Sapi Hamil (Bunting). Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih. Jangan lupa share.

 

Faktor Penyebab Distokia Pada Sapi

Faktor Penyebab Distokia Pada Sapi – Distokia pada sapi adalah salah satu dimana keadaan sapi mengalami kesulitan dalam melahirkan. Kasus ini sering kerap terjadi pada peternak sapi perah dibandingkan dengan sapi potong. Namun, kasus ini banyak masyarakat yang belum mengetahui faktor penyebab sulit melahirkan pada sapi terutamanya bagi peternak pemula.

Ada beberapa faktor yang harus diketahui peternak penyebab sapi sulit melahirkan, tujuan untuk mengetahui penyebab utama sulit melahirkan pada ternak sapi adalah mencegah terjadinya kematian indukan maupun anakan yang dihasilkan selama dalam kandungan ternak. Berikut faktor penyebab sulitnya sapi melahirkan adalah sebagai berikut.

Faktor Penyebab Sulit Melahirkan Pada Sapi

  1. Indukan sapi baru pertama kali beranak atau melahirkan.
  2. Induk yang masa kebuntingannya melebihi waktu normal, biasanya waktu normal 283 hari.
  3. Induk yang terlalu cepat untuk dikawinkan.
  4. Induk yang kurang gerak, dan aktif saat kehamilan.
  5. Mengalami kelahiran kembar dan adanya penyakit pada rahim.
  6. Gangguan pada abdomen (rongga perut), sehingga mengakibatkan ketidakmampuan merejan, sehingga tersumbat jalan kelahiran dan panggul/pinggul yang tidak memadai.
  7. Mengawinkan antar indukan tidak sesuai dengan bangsa, atau spesies yang lebih memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan indukan betina.
  8. Penanam semen pada organ reproduksi yang tidak sesuai dengan jenis bangsa ternak yang jauh memiliki ukuran relatif besar.
  9. Kekurangan vitamin, pakan dan asupan gizi yang diberikan oleh ternak sapi.
  10. Indukan sapi betina memiliki ukuran pelvis, atau vagina relatif kecil.
  11. Bobot badan anakan yang dilahirkan jauh lebih besar.
  12. Penangganan saat melahirkan mengalami kesalahan, dan terjadi perputaran pada anakan dalam kandungan.
  13. Anakan mati dalam kandungan ternak, sehingga menyebabkan sulit melahirkan.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Faktor Penyebab Distokia Pada Sapi. Semoga informasi yang disampaikan berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Tanda-Tanda Sapi Birahi (Estrus)

Tanda-Tanda Sapi Birahi (Estrus) – Pengertian estrus atau dikenal dengan birahi adalah salah satu keadaan dimana ternak indukan sapi betina sudah meminta indukan sapi jantan untuk mengawininya. Menurut istilah estrus ini dikenal dengan sebutan “Heat”  yang berarti indukan sapi betina sudah aktif dalam fase reproduksi dan sudah siap untuk dikawinkan.

Siklus estrus ini memang harus diketahui oleh peternak, dikarenakan ternak yang ingin kawin harus segera dikawinkan agar siklus tersebut tidak terlambat. Proses perkawinan bisa dilakukan dengan kawin secara alami maupun buatan, seperti kawin suntik (inseminasi buatan) dan transfer embrio (TE). Ada beberapa ciri-ciri sapi birahi (estrus) yang harus diketahui oleh peternak sapi, sebelum mengawinkannya.

Ciri-Ciri Sapi Birahi (Estrus)

  1. Indukan sapi betina, gelisah dan mondar-mandir.
  2. Indukan sapi betina, terkadang mau menaiki sesama indukan betina.
  3. Indukan sapi betina, selalu berteriak atau mengeluarkan suara.
  4. Nafsu makan indukan betina menurun.
  5. Bagian organ reproduksi/vulva berwarna merah, bengkak, dan terasa hangat bila disentuh/diraba. Istilah tersebut dikenal dengan 3 A yaitu Abang, anget dan abuh.
  6. Organ reproduksi juga mengeluarkan lendir berwarna bening, dan lengket.
  7. Jika di PKB atau palpasi bagian uterus akan mengalami kontraksi mengeras, tegang dan permukaan tidak rata.
  8. Adapun bagian servik pada ovarium terdapat folikel de graaf yang membesar dan menandakan bahwa sudah siap kawin/sel telur sudah matang.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Tanda-Tanda Sapi Birahi (Estrus). Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Ciri-Ciri Indukan Sapi Yang Bagus dan Berkualitas

Ciri-Ciri Indukan Sapi Yang Bagus dan Berkualitas – Induk sapi unggul dan berkualitas memang sangat penting diketahui karena akan menentukan hasil produktivitas, perkembangan biakan dan keturunan yang akan dihasilkan.  Selain itu, induk sapi berkualitas juga menentukan performa reproduksi, performa fisiologis dan peforma postur tubuh/bobot dari ternak tersebut.

Bagi peternak pemula harus terlebih dahulu mengetahui dan memahami ciri-ciri induk sapi bagus dan berkualitas, yang bertujuan agar beternak sapi dapat sukses dan berhasil. Berikut ciri-ciri atau tanda-tanda sapi bagus dan berkualitas yang harus di ketahui oleh peternak pemula.

Baca: Cara Mengatasi Induk Ayam Sulit Bertelur

Ciri-Ciri Induk Sapi Bagus dan Berkualitas

  1. Sapi berasal dari genetika/gen yang berkualitas sebelumnya.
  2. Induk sapi memiliki postur tubuh padat, dan tidak memiliki goresan tertentu.
  3. Induk sapi memiliki ukuran proporsional sesuai dengan kriteria yang dicari.
  4. Induk sapi sesuai dengan jenis atau bangsa yang dicari.
  5. Induk sapi tidak abnormalitas dari lahir maupun ketika dewasa, seperti kaki cacat, tanduk tidak tumbuh dan sebagainya
  6. Induk sapi betina atau induk sapi jantan harus dalam kondisi sehat, gerakan lincah, agresif terhadap lawan jenis, dan bebas dari penyakit.
  7. Nafsu makan selalu meningkat.
  8. Pertambahan bobot badan terus meningkan sesuai dengan umur yang ditentukan.
  9. Induk sapi betina ideal berumur 18-24 bulan ditandai dengan bunting yang pertama atau 2-3 kali pernah melahirkan.
  10. Induk sapi jantan ideal berumur 1-1,5 tahun ditandai dengan tingkat libido tinggi, postur tubuh besar dan sudah siap dikawinkan.

Baca Juga:

 

Demikianlah informasi tentang Tanda-tanda Induk Sapi Bagus dan Berkualitas. Semoga berguna dan bermanfaat, bagi para peternak. Terima kasih.

Cara Melakukan Inseminasi Buatan (IB) Pada Sapi

Cara Melakukan Inseminasi Buatan (IB) Pada Sapi – Inseminasi buatan (IB) atau dikenal dengan sebutan kawin suntik adalah salah satu teknik memasukan sperma atau semen kedalam organ reproduksi ternak betina dengan bantuan alat dan manusia.

Baca: Keuntungan dan Kerugian Inseminasi Buatan Pada Sapi

Teknik inseminasi buatan pada sapi ini bertujuan untuk memperbaiki mutu genetika ternak, meningkatkan angka kelahiran secara teratur dan cepat, mengoptimalkan pengguna pejantan unggul dalam jangka waktu lama dan mencegah penyebaran penyakit kelamin. Berikut penjelasan bagaimana cara melakukan inseminasi buatan pada sapi.

Cara Melakukan Inseminasi Buatan Pada Sapi

Persiapan alat dan bahan

Alat

  • Sarung tangan plastik
  • Sepatu kandang (boot)
  • Insemination gun
  • Gunting straw
  • Kandang kawin
  • Tisu

Bahan

  • Sapi betina yang sudah birahi
  • Semen beku atau semen cair yang masih dalam kemasan straw
  • Pelicin atau sabun mandi

Cara Melakukan Inseminasi Buatan Sapi

Persiapan Inseminator (petugas)

  • Bersihkan kuku dan guntinglah kuku yang panjang hingga pendek serta tidak melukai organ reproduksi ternak
  • Siapkan sapi yang benar-benar dalam keadaan birahi, tidak bunting dan tidak mengalami beberapa penyakit. dipastikan ternak sapi birahi dengan ciri-ciri vulva membengkak, berair/basah, berwarna merah dan mengeluarkan lendir berwarna putih kental serta gelisah

Teknik Inseminasi Buatan Pada Ternak Sapi

  1. Sebelum melakukan inseminasi buatan, semen harus dicairkan terlebih dahulu dengan memasukan air hangat dengan suhu thawing 37 derajat celcius sleama 7-18 detik
  2. Setelah dithawing, straw dikeluarkan dan keringkan dengan tissu
  3. Kemudian straw dimasukan kedalam gun, dan bagian uung dipotong menggunakan gunting bersih
  4. Setelah itu plastik sheat dimasukan dimasukan pada gun yang sudah berisi semen beku
  5. Tempatkan sapi kedalam kandang yang sudah ditentukan dan ikat dengan baik
  6. Pakailah sarung plastik yang sudah ditentukan dan oleskan pelicin /sabun hingga merata
  7. Lalu pegang bagian pinggul/punggung agar ternak mengetahui keberaan kita.
  8. Kemudian berdiri mengarah belakang dengan posisi 30-40 derajat dari tubuh ternak.
  9. Tepuk perlahan-lahan bagian bokong ternak sapi bagian kiri dan kana untuk melihat reaksi kaki sapi tersebut
  10. Tangan petugas inseminasi buatan dimasukkan ke rektum, hingga menjangkau dan memegang leher rahim (servix), namun apabila dalam rektum banyak kotoran sebaiknya harus dikeluarkan terlebih dahulu
  11. Kemudian, semen disuntikkan/disemprotkan pada badan uterus pada daerah bagian posisi keempat. Setalah semua prosedur tersebut dilaksanakan maka keluarkanlah gun dari uterus dan servik secara perlahan-lahan.
  12. Kemudian bersihkan semua peralatan yang digunakan.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Teknik Melakukan Inseminasi Buatan Pada Sapi. Semoga berguna dan bermanfaat, apabila ada kesalahan dalam penulisan mohon maaf. Jangan like, share dan komen. Terima kasih. Lihat video dibawah ini!

Keuntungan dan Kerugian Inseminasi Buatan Pada Sapi

Keuntungan dan Kerugian Inseminasi Buatan Pada Sapi – Pengertian Inseminasi Buatan (IB) adalah teknik pemasukan semen/spermatozoa kedalam organ reproduksi ternak betina dengan bantuan alat dan manusia. Tujuan inseminasi buatan untuk memperbaiki atau memulihkan kualitas genetika pada ternak sapi.

Namun, perlu diketahui bahwa inseminasi buatan tidak hanya menguntungkan saja melainkan dapat juga merugikan para peternak. Berikut penjelasan kelebihan dan kelemahan inseminasi buatan ternak sapi yang harus diketahui.

Baca: Cara Mengatasi Burung Lovebird Tidak Mau Kawin

Keuntungan dan Kerugian Inseminasi Buatan Ternak

Keuntungan Inseminasi Buatan Ternak

  • Memperbaiki dan memulihkan kualitas genetik ternak
  • Dapat mudah mengatur jarak kelahiran dengan tepat
  • Menghindari kawin satu keturunan/darah “Inbreeding’’
  • Menghindari kecelakan fisiki, diakibatkan benturan saat perkawinan berlangsung
  • Menghindari penularan penyakit secara langsung, melalui organ reproduksi
  • Mengurangi penggunaan pejantan dalam jangka banyak
  • Penggunaan semen/spermatozoa bisa dalam jangka panjang

Kerugian Inseminasi Buatan Ternak

  • Memerlukan pelaksana terlatih dan terampil dalam melaksanakan penampungan, penilaian, pengenceran, pembekuan, pengangkutan dan inseminasi buatan pada ternak. Bertujuan untuk menghindari penyebaran penyakit secara luas dan resiko kegagalan dalam inseminasi buatan
  • Inseminasi buatan dapat mengakibatkan ternak sapi abortus
  • Inseminasi buatan dapat juga mengakibatkan sulitnya dalam kelahiran, apabila penggunaan benih/semen pejantan berkualitas unggul lebih besar dibandingkan ternak betina
  • Inseminasi buatan dapat juga mengakibatkan penurunan mutu genetik, jika tidak dilakukan pengawasan dan penilaian serta seleksi pada semen/spermatozoa.
  • Kemungkinan besar inseminasi buatan dapay menyebabkan penyebaran penyakit yang sangat besar, terutamanya abnomalitas genetic

Baca Juga:

 

Demikianlah informasi mengenai Kelebihan dan Kekurangan Inseminasi Buatan Ternak Sapi. Semoga berguna dan bermanfaat bagi para pembaca. Jangan like dan share jika bermanfaat.