Mengenal Karakteristik Sapi Aberdeen Angus

Mengenal Karakteristik Sapi Aberdeen AngusSapi Aberdeen Angus merupakan salah sapi yang dihasilkan dari keturunan Bos taurus. Sapi ini berasal dari Skotlandia, penyebaran sapi ini sudah menyebar luas, seperti Amerika, Australia, Indonesia, Afrika dan lainnya.

Baca: Karakteristik Sapi Brahman Cross

Sapi Aberdeen Angus, hampir sama mnemiliki ciri-ciri seperti sapi peranakan hangus, karena diduga peranakan angus ini adalah hasil persilangan antara sapi Aberdeen Angus, American Brahman dan PO.

Karakteristik Sapi Aberdeen Angus

Menurut Adinata., et al (2017) ciri-ciri sapi Aberdeen Angus, antara lain:

  • Berbulu tipis dan berwarna hitam.
  • Tidak mempunyai punuk.
  • Tidak mempunyai tanduk.
  • Kepala pada jantan relatif lebih besar dan pendek dibandingkan dengan kepala betina relatif panjang dan besar.
  • Moncong relatif besar.
  • Kelopak mata kecil.
  • Telinga berukuran sedang dan aktif bergerak tidak mengantung.
  • Punggung lurus dan lebar.
  • Dada relatif lebar dan dalam.
  • Tubuh cembung dan panjang.
  • Kaki relatif kecil dan pendek .
  • Pantat berbentuk bulat.
  • Ekor berukuran sedang dan panjang dengan bulu ekor relatif lebat.
  • Ambing pada betina berukuran besar.
  • Prepetoium dan penis pada jantan berukuran besar dan skrotum berukuran besar sedikit mengantung.
  • Bobot badan jantan dewasa mencapai 1000 kg dan betina 800 kg.
  • Pertambahan bobot badan harian sekitar 1,2-1,5 kg.
Keuntungan Beternak Sapi Aberdeen Angus
  • Produksi daging yang dihasilkan sangat bagus dan berkualitas, sehingga karkas yang dihasilkan memiliki banyak persentase.
  • Dapat dijadikan bakal indukan unggul dan berkualitas, dengan menyilangkan dari beberapa jenis sapi.
  • Proses beternak sangat mudah dilakukan, dalam penyesuaian atau adaptasi, pemberian pakan dan sebagainya.
  • Harga jual yang proleh sangat tinggi, jika dibandingkan sapi lokal pada umumnya.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Mengenal Karakteristik Sapi Aberdeen Angus.  Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. TERIMA KASIH.

Mengenal Karakteristik Sapi Brahman Cross (Bos indicus)

Mengenal Karakteristik Sapi Brahman Crsos (Bos indicus) – Sapi Brahman Cross merupakan salah satu jenis sapi potong (tipe pedaging) yang dikembangkan di Amerika Serikat, daerah Gulf pada tahun 1854 dan 1926. Bangsa sapi ini merupakan keturunan sapi zebu (Bos indicus) yang berasal dari India. Sapi ini telah diseleksi dan ditingkatkan mutu genetiknya di Amerika Serikat dan Australia, sehingga menghasilkan sapi Brahman Cross yang berkualitas (Fikar dan Ruhyadi, 2010).

Baca: Cara Mengobati Flu Burung Ayam

Sapi bakalan Brahman cross yang banyak dipelihara dan digemukan di Indonesia berasal dari Australia sehingga sapi yang ditemukan didaerah Indonesia memiliki kualitas yang sangat bagus untuk bakalan indukan.

Klasifikasi Sapi Brahman Cross

Menurut Blakely dan Bade (1994), klasifikasi taksonominya adalah sebagai berikut:

Phylum: Chordata

Subphylum: Vertebrata

Class: Mamalia

Sub class: Theria

Infra class: Eutheria

Ordo: Artiodactyla

Sub ordo: Rumantia

Infra ordo: Pecor

Familia: Bovidae

Genus:  Bos (cattle)

Spesies: Bos indicus (sapi India/sapi Zebu)

Karakteristik Sapi Brahman Cross

Adapun ciri-ciri sapi Brahman cross berdasarkan karakteristik yang dimiliki, adalah sebagai berikut

  • Ukuran tubuh besar.
  • Warna tubuh abu-abu muda, tapi adapula yang merah atau hitam
  • Warna pada jantan lebih geap daripada yang betina.
  • Kepala panjang, telinga bergantung, ukuran tanduk sedang, lebar dan besar.
  • Ukuran ponok pada jantan lebih besar dari pada yang betina (Sugeng, 1998).
  • Bobot lahir berkisar antara 30-35 kg
  • Bobot badan sapi Brahman croos jantan dewasa mencapai 800-1.000 kg, dan betina 500-700 kg (Turner, 1981).
  • Potensi kenaikan badan harian 0,8-1,2 kg/hari, dengan lama pengemukan 3-4 bulan.
  • Persentase karkas 54,2 % (Fikri dan Ruhyadi, 2010)
Keunggulan Beternak Sapi Brahman Cross
  • Adaptasi perubahan lingkungan cuaca panas dan dingin sangat baik.
  • Struktur tulang sapi tergolong kecil, sehingga menghasilkan jumlah daging yang banyak.
  • Konsumsi pakan yang diberikan juga sangat mudah, bisa diberikan dengan pakan hijauan ataupun pakan kering, seperi konsentrat berbahan pabrik seoerti onggok, bungkil sawit, polar dan lainnya.
  • Harga jual yang dimiliki oleh sapi Brahman Cross sangat tinggi dibandingkan dengan sapi lokal.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Mengenal Karakteristik Sapi Brahman Cross (Bos indicus). Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat, serta menambah wawasan anda. TERIMA KASIH.

Mengenal Karakteristik Sapi Simental (Simental Cow)

Mengenal Karakteristik Sapi Simental (Simental Cow) – Sapi Simental merupakan salah satu jenis sapi pitong yang banyak di pelihara dan diternakan karena sapi ini memiliki banyak keunggulan diantaranya sebagai penghasil daging, susu serta digunakan sebagai tenaga kerja.

Baca: Mengenal Karakteristik Kambing Boer (Capra Aeragus Hircus)

Sapi Simental ini termasuk kedalam bangsa Bos Taurus  yang merupakan sapi yang menurunkan bangsa sapi potong dan perah. Sapi Simental ini berasal dari Switzerland, dan penyebaran sangat cepat di berbagai penjuru dunia. Sebelum beternak sapi simental, alangkah baiknya mengetahui terlebih dahulu karakteristik atau ciri-ciri sapi simental serta keunggulannya.

Karakteristik atau Ciri-Ciri Sapi Simental

Menurut Suggeng (1998), ciri-ciri sapi simental adalah sebagai berikut:

  1. Ukuran Tubuh relative besar.
  2. Pertumbuhan otot bagus.
  3. Penimbunan lemak di bawah kulit rendah.
  4. Warna bulu pada umumnya krem agak cokelat atau sedikit merah, pada muka, keempat kaki dari lutut dan ujung ejkor berwarna putih.
  5. Ukuran tanduk kecil.
  6. Bobot sapi betia mencapai 800 kg dan jantan mencapai 1.150 kg.
  7. Pertambahan bobot badan 1,5-2,1 kg perhari (Rahmat dan Bagus, 2012)
Keunggulan Sapi Simental

Adapun keunggulan beternak sapi simental, menurut Susilorini (2008) adalah sebagai berikut:

  • Mempunyai sifat jinak, tenang dan mudah dikendalikan.
  • Fertilitas tinggi.
  • Memiliki bobot lahir anak tinggi
  • Pertambahan bobot badan harian tinggi
  • Dan pertumbuhan cepat.

Baca Juga:

Itulah ulasan artikel tentang Mengenal Karakteristik Sapi Simental (Simental Cow). Semoga dapat berguna dan bermanfaat, serta menambah ilmu pengetahuan anda sebelum beternak sapi simental. TERIMA KASIH.

Cara Mengatasi dan Mengobati  Penyakit Kutil Pada Sapi

Cara Mengatasi dan Mengobati  Penyakit Kutil Pada SapiPenyakit kutil (Cuteneous papillomatoisi) adalah tumor kulit yang memiliki bentuk bulat kecil, keras dan berwarna coklat kehitaman, bentuk penyakit ini juga yang hampir menyerupai bunga kol. Penyakit ini disebabkan oleh virus Bovine Papilomavirus (BPV), type BPV-1, BPV-2 serta Bpv-5 yang masih tergolong  dalam fmili Papovaridae.

Penyakit kutil ini banyak ditemukan pada semua jenis ternak, seperti kambing, sapi, domba, babi, anjing maupun kucing. Dengan terjangkitnya penyakit ini, akan mengakibatkan kerugian besar terutamanya pada ternak sapi. Kerugian tersebut meliputi:

  • Performa sapi menjadi tidak maksimak, karena permukaan kulit ditumbuhi kutil.
  • Menurunkan harga jual pada suatu ternak.
  • Lama kelamaan akan terdapat ektoparasit dan infeksi bakteri yang menyebabkan penurunan daya tahan tubuh ternak.

Penularan Penyakit Kutil

Penularan penyakit kutil melalui kontak langsung, meliputi pakan, minum, penggunaan peralatan berulang kali pada ternak dan peralatan yang  terkontaminasi oleh ternak penderita. Biasanya penularan penyakit yang sering terjadi pada ternak akibat ear tag, pemsangan tali hidung, dan terkena lesi akibat dari kawat duri.

Gejala Klinis Penyakit Kutil

Permukaan kulit akibat penyakit kutil agak kasar, menonjol dan tampak benjolan seperti bunga kol. Selain itu, bila disentuh akan keras dan bila dibedah terdapat darah dan daging berwarna putih dan tidak menimbulkan rasa nyeri.

Pengobatan Penyakit Kutil

Pengobatan dapat dilakukan dengan mengisolasi ternak yang terserang, kutil dapat diangkat melalui pembedahan atau diikat dengan benang jahit. Selain itu, juga dapat disembuhkan dengan pembuatan autovaksin yang di injeksikan secara subcutaneous di daerah dekat kutil. Jika kutil sudah berkurang selama seminggu setelah vaksin dan lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sebaiknya pengobatan dilakukan di kandang terpisah atau kandang isolasi khusus pengobatan untuk menghindari penyebaran penyakit dan mempermudahkan dalam penyembuhan ternak penderita.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Mengatasi dan Mengobati  Penyakit Kutil Pada Sapi. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Ciri-Ciri Sapi Bali Mandul (Majir)

Ciri – Ciri Sapi Bali Mandul (Majir) Mandul atau majir merupakan dimana kondisi ternak sapi tidak bisa bunting atau hamil meskipun sudah dikawinkan beberapa kali. Banyak sekali penyebab utama calon indukan mandul atau majir meski awalnya indukan memiliki fisik dan kondisi yang bagus. Hal ini biasanya di karenakan oleh faktor penyakit dan keturunan.

Jika ingin beternak sapi, apalagi ingin memiliki calon indukan yang bagus dan berkualitas harus terlebih dahulu mengetahui ciri-ciri sapi bali mandul (majir) agar tidak salah memilih calon indukan dan menyebabkan kerugian yang besar dalam beternak sapi bali. Berikut ciri-ciri sapi bali mandul (majir) yang harus diketahui adalah sebagai berikut:

Ciri-Ciri Sapi Bali Mandul (Majir)

  • Sapi betina tidak pernah menunjukan gejala birahi, atau peridode gejala birahinya tidak teratur, dan kadang-kadang sering kali pendek jaraknya.
  • Sapi betina telah dikawinkan beberapa kali, tetapi tidak menunjukan gejala kebuntingan.
  • Sapi betina yang mandul karena penyakit ditandai dengan keluarnya cairan keruh tidak normal dari alat kelaminnya, sedangkan sapi yang normal sedang birahi mengeluarkan cairan bening dan tembus dari alat kelamin.
  • Sapi betina tampak gemuk, namun tidak menunjukan ciri khusus kebuntingan meskipun sudah dilakukan palpasi.

Penyebab Sapi Bali Mandul (Majir)

  • Sapi betina mempunyai kelainan pada alat reproduksi atau adanya keseimbangan kerja hormon.
  • Kelainan alat reproduksi, seperti gangguan fungsi ovarium yang menyebabkan sel telur yang dihasilkan relatif sedikit atau abnormal.
  • Sapi betina sudah berusia tua dan alat reproduksinya aus, sehingga tidah tidak produktif dalam menghasilkan sel telur.
  • Pengaruh iklim yang tidak nyaman, terutamanya pada daerah yang sering berubah-ubah kelembaban udara relatif tinggi dapat mengagalkan perkawinan sapi.
  • Penyakit yang menyerang alat reproduksi, seperti penyakit Epivag (Epididymis et Vaginitis), Trichonniasis (Abortus bang), Vibriosis dsb).

Pencegahan Resiko Sapi Majir atau Mandul

Untuk mencegah resiko kemandulan sapi betina calon indukan atau bibit, hal yang harus diperhatikan adalah penggunaan indukan yang bagus dan berkualitas, mengenal jelas asal usul sapi, tata laksana pemeliharaan, terutamanya berkaitan dengan sistem perkawinan, deteksi birahi, pemeriksaan kebuntingan dan memperhatikan kualitas makanan sapi.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Ciri – Ciri Sapi Bali Mandul (Majir).  Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Cara Membuat Pakan Silase Untuk Pakan Ternak

Cara Membuat Pakan Silase Untuk Pakan TernakSilase merupakan salah satu pakan hijauan yang sudah diolah dan diawetkan didalam kantong plastik, silo, atau drum yang kedap udara. Proses silase ini juga melibatkan mikroba atau bakteri yang akan membentuk asam susu, seperti Streptoccus dan Lactis acidi yang hidup secara anerob dengan derajat keasaman 4 (pH 4).

Baca: Cara Membuat Pakan Fermentasi Kambing Dari Jerami Padi Kering

Dengan membuat pakan silase, akan sangat menghemat penggunaan pakan hijauan yang biasa diberikan dan juga bisa tahan lama. Ketika musim hujan atau kemarau panjang, tidak perlu repot memotong rumput melainkan bisa memberikan pakan silase tersebut pada ternak. Biasanya pakan ternak yang diberikan silase adalah ternak ruminansia, seperti kambing, domba, sapi, kerbau dan sebagainya.

Bahan-Bahan Yang digunakan:

  • Molases (Air tebu) 3%.
  • EM4 1 Botol.
  • Dedak halus 5%.
  • Menir 3,5%.
  • Onggok 3%.
  • Rumput gajah atau hijauan lain sebagai bahan silase.
  • Silo, drum atau kantong plastik

Cara Membuat Silase Pakan Ternak

  1. Lakukan pemotongan rumput yang digunakan sebagai bahan pembuatan silase, dengan ukuran 5-10 cm atau lebih. Bertujuan agar mempermudahkan untuk penyerapan mikroba, pencampuran bahan dan mempermudahkan dalam pemasukan ke silo, drum atau kantong plastik.
  2. Lakukan pencampuran semua bahan yang digunakan sampai merata.
  3. Setelah itu, masukan bahan tersebut kedalam silo, drum atau plastik dan padatkan hingga udara tidak masuk.
  4. Setelah dimasukan semua bahan silase, selanjutnya tutup rapat dengan menggunakan plastik sampai kedap udara dan berikan pemberat, seperti batu atau kantong plastik berisi tanah supaya wadah tidak mengeser ke tempat lain.
  5. Kemudian diamkan selama 6-8 minggu hingga proses fermentasi selesai dan dapat dibongkar serta tutup kembali dengan rapat.
  6. Pengambilan silase hanya secukupnya untuk pakan ternak, misalnya untuk 3-5 hari.
  7. Hindari membuka silo atau kantong plastik, agar silase yang dibuat tidak mudah rusak.

Baca Juga:

Demikianlah informasi mengenai “Cara Membuat Silase Untuk Pakan Ternak”.  Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Cara Mengobati Penyakit Cacingan Pada Sapi Bali

Cara Mengobati Penyakit Cacingan Pada Sapi BaliPenyakit cacingan sapi adalah salah satu penyakit yang sangat sering dialami oleh ternak sapi. Penyakit ini tergolong sangat mudah ditangani, namun harus segera diatasi untuk mengindari kerugian akibat penyakit ini.

Baca: Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Jembrana Sapi Bali

Cacing yang menyerang ternak sapi sangat beragam dan sangat banyak jenis, tetapi yang sering menyerang ternak sapi adalah cacing pita dan cacing hati. Penularan penyakit cacingan ini disebabkan oleh kondisi pakan terlalu basah atau tidak bersih, dan juga rumput terdapat larva cacing.

Gejala dan Ciri Penyakit Cacingan Pada Sapi

  • Kotisipasi atau sulit buang air besar pada sapi
  • Kotoran sapi lebih kering
  • Pertumbuhan lambat, akibat dari menurunnya nafsu makan
  • Sapi terinfeksi dalam jumlah banyak, akan menyebabkan anemia.
  • Gerakan lambat, melemah dan mata sayu
  • Nafas terangah-engah, hidung dan mulut mulai kering

Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Cacingan Pada Sapi

Pengendalian:

  • Menjaga kebersihan kandang, tempat pakan dan minum, peralatan yang digunakan dan lingkungan sekitar kandang.
  • Memberikan pakan yang bersih, tidak terlalu basah atau lembab dan menghindari penggunaan pakan yang terdapat larva cacing.
  • Jangan terlalu sering menggembalakan sapi, karena tidak bisa mengontrol kebersihan rumput yang akan dikonsumsi sapi.
  • Melakukan vaksinasi dan pemberian obat cacingan secara berskala.

Pengobatan:

  • Obat yang biasanya digunakan oleh dokter hewan adalah Benzimidazol, Imidathiazol, dan Avermectin (konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter hewan sebelum menggunakannya).
  • Adapun obat lain yang dapat diberikan, misalnya Valbazen (albendazole) 10-20 mg/kg berat badan sapi, Devnix (nitroxinil) 0,4 ml/kg berat badan, Mezbenzole 10-13.5 mg/kg berat badan, dan Thiabendazole 40-44 mg/kg berat badan.
  • Pengobatan tradisional dengan pemberian daun atau buah nas,terutamanya terserang penyakit cacing nematoda. Untuk cara lain bisa diberikan bawang putih karena sangat efektif dan tidak terdapat efek samping.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Mengobati Penyakit Cacingan Pada Sapi Bali. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Jembrana Sapi Bali

Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Jembrana Sapi BaliPenyakit jembrana (penyakit keringat darah) adalah salah satu penyakit menular, berbahaya dan bersifat ganas pada sapi bali. Penyakit jembrana ini disebabkan oleh virus jembrana (retrovirus) yang masuk kedalam famili Retroviridae, subfamli Lentivirinae (virus penyebab turunnya daya kekebalan tubuh).

Baca: Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Surra Pada Sapi

Penularan Penyakit Keringat Darah (Penyakit Jembrana) dari sapi ke sapi lainnya diperkirakan oleh serangga penghisap darah, seperti lalat, kutu caplak dan nyamuk. Berikut gejala atau ciri-ciri yang ditimbulkan jika ternak terserang penyakit jembrana (keringat darah)

Gejala dan Ciri-Ciri Penyakit Jembrana Pada Sapi Bali

  • Ternak sapi akan mengalami demam tinggi, dengan suhu badan berkisar 38 C – 42 C
  • Terjadi pembengkakan pada bagian kelenjar limfa
  • Pada selaput lendir mulut akan terdapat luka (erosi)
  • Ternak yang terjangkit akan mengalami pendarahan kulit (keringat darah)
  • Ternak akan diare bercampur darah
  • Jika tidak ditangani, sapi yang terserang akan mengalami kematian mendadak

Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Jembrana Sapi Bali

Pengendalian Jembrana:

  • Karantina, ternak yang baru datang dari tempat lain kelokasi peternakan yang terpisah selama beberapa hari.
  • Isolasi, ternak yang terjangkit penyakit jembrana secara terpisah dari sapi lainnya dikandang tertentu. Isolasi tersebut dilakukan perawatan da pengobatan sapi hingga sembuh.
  • Sanitasi, dengan menjaga kebersihan kandang, lokasi kandang, dan peralatan yang digunakan dalam beternak sapi bali.
  • Penyemprotan Insektisida (serangga), penyemprotan bertujuan untuk memusnahkan serangga penghisap seperti lalat, caplak dan nyamur.
  • Penyemprotan desinvektan, penyemprotan ini dilakukan di lokasi kandang atau sekitar kandang yang menyebabkan penyakit jembrana.
  • Vaksinasi, untuk mencegah terjangkit penyakit jembrana, maka semua sapi sehat harus dilakukan vaksinasi. Vaksinasi ini bertujuan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh ternak dengan baik sehingga sapi tidak mudah terserang penyakit.
  • Pemberian antibiotik dan vitamin, dengan melakukan pemberian antibiotik dan vitamin juga dapat mencegah agar sapi bali tidak mudah terserang penyakit jembrana.
  • Penggunaan bibit unggul, terseleksi dan tahan terhadap penyakit.
  • Manajemen pemeliharaan dengan baik dan benar

Pengobatan Jembrana:

  • Memberikan jamu campuran setiap hari dan memberikan minum cairan elektrolit (air 1 liter, garam 1 sendok, dan gula 8 sendok) setiap hari dan memberikan bodrex sevanyak 2,5 tablet setiap 6 jam bertujuan untuk menurunkan panas, agar tidak sapi dehidrasi atau kekurangan cairan dan menaikan stamina sapi.
  • Biasanya pengobatan penyakit jembrana tidak bisa dilakukan, bila terjangkit penyakit jembrana gejala subklinis langsung diberikan vaksi mati (whole inactivated vaccine) yang dibuat dari limpa yang diemilsikan dengan adjuvant.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Jembrana Sapi Bali.  Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

 

Cara Mengatasi dan Mengobati Kutu Caplak Pada Sapi

Cara Mengatasi dan Mengobati Kutu Caplak Pada SapiKutu caplak atau dikenal dengan kutu babi memiliki nama ilmiah Boophilus micropluss  adalah salah satu penyakit yang tergolong merugikan bagi peternakan sapi di dunia. Caplak ini memiliki ukuran kecil, hampir menyerupai biji mentimum dan berwarna coklat kehitaman. Biasanya dapat ditemukan pada daerah tertentu, seperti telinga, selengkangan paha, daerah mata dan lainnya.

Baca: Tanda-Tanda Sapi Hamil (Bunting) Muda-Tua

Caplak ini akan menempel dan menghisap darah secara terus menerus. Caplak ini juga dikenal dengan caplak satu induk, yaitu dapat diartikan larva, nimfa, dapat di jumpai pada satu induk semang. Setelah kenyang menghisap daraj akan menjatuhkan diri dari induk semang untuk bertelur. Telur yang dihasilkan sejumlah 3000-5000 butir dikeluarkan sedikit demi sedikit setiap harinya.

Gejala Terserang Kutu Caplak Pada Sapi

Gejala dan ciri-ciri kutu caplak pada sapi, umumnya adalah sebagai berikut:

  • Kepala sapi tertunduk lesu, dan tampak lemah
  • Penurunan nafsu makan, sehingga menyebabkan produksi daging dan susu menurun
  • Bulu kusam dan rontok
  • Terdapat luka, akibat hisapan dari kutu caplak

Cara Mengatasi dan Mengobati Kutu Caplak Pada Sapi

Pengendalian:

  • Menjaga kebersihan kandang, peralatan kandang, tempat pakan dan minum serta peternak sapi
  • Kandang sebaiknya harus dalam keadaan kering dan terjaga kebersihannya
  • Melakukan sanitasi kandang, dan aliran udara
  • Mengusahan agar lokasi usaha peternakan tidak terkontaminasi penyakit, jauh dari pemukiman dan jauh dari industri
  • Mengusahan penggunaan anakan unggul dan sudah terseleksi oleh dinas peternakan

Pengobatan:

  • Bisa memandikan atau merendamkan ternak dengan larutan insektisida secara teratur, 2-3 kali dalam seminggu.
  • Penggunaan obat cair seperti Paramectin, Noticks Spray, Intermectin, Wormectin, dan sebagainya. Digunakan dengan dosis dan ketentuan yang sudah diterapkan.
  • Bisa dilakukan dengan manual, dengan cara mengumpulkan kutu caplak dan membakarnya.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Mengatasi dan Mengobati Kutu Caplak Pada Sapi.  Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

7 Ciri-Ciri Kucing Terkena Rabies Berbahaya

7 Ciri-Ciri Kucing Terkena Rabies Berbahaya | Tanda-tanda Kucing Terkena Rabies – Penyakit rabies umumnya menyerang pada binatang anjing, namun penyakit ini bisa menular keberbagai binatang, terumatanya kucing anggora, kucing persia, dan bahkan kucing peliharaan lainnya. Apabila kucing kamu terserang atau terkena penyakit rabies akan menyebabkan kucing kamu memiliki perubahan tingkah laku yang sangat tidak stabil.

Penyakit rabies umumnya dikenal dengan istilah anjing gila, sehingga hewan yang terserang akan menyebabkan kehilangan tingkah lakunya dan menjadi gila. Hal ini dikarenakan penyakit rabies menyerang sistem syaraf dan merusaknya sehingga hewan akan memiliki tingkah laku yang aneh. Penyakit ini tergolong sangat berbahaya dan bahkan mematikan, dari beberapa kasus kucing yang terkena penyakit menular ini memiliki tingkat kematian yang cukup tinggi. Bila kamu belum mengetahui, ciri-ciri kucing terkena penyakit rabies. Berikut kami jelaskan 7 ciri –ciri kucing terkena rabies berbahaya adalah sebagai berikut.

Baca: Tanda-Tanda Sapi Hamil (Bunting) Muda-Tua

Tanda – Tanda Kucing Terkena Rabies Berbahaya

1. Bertingkah dan bereaksi tak wajar

Jika kucing kamu memiliki sifat yang berubah dari pada sebelumnya, maka kucing kamu mulai terserang penyakit yang berbahaya. Misalnya kucing kamu mencakar, mengigit dan menyerang makhluk hidup atau benda yang bergerak.  Hal tersebut menunjukan bahwa sistem syaraf kucing kamu mulai rusak.

2. Selalu Gelisah

Jika kucing kamu selalu gelisah, tanpa disebabkan apapun kemungkinan kucing kamu terserang penyakit rabies, misalnya selalu berlarian tanpa jelas apa yang diinginkan. Namun, bila gelisah yang ditimbulkan oleh siklus birahi maka hal tersebut sangatlah wajar.

3. Takut Air (Hidropobia)

Jika kucing kamu takut dengan air, kemungkinan sudah terserang penyakit rabies yang sangat berbahaya. Bila kucing kamu mandikan akan berdampak kejang-kejang dan bagian otot kucing akan mengeras.

4. Kucing Memiliki Warna Kusam

Jika kucing kamu, biasanya memiliki warna yang lebih lembut dan indah. Namun, ketika sudah terserang penyakit rabies akan mengalami perubahan menjadi lebih kusam dan pucat sehingga menandakan bahwa kucing kamu sudah terkena rabies.

5. Kucing Mengalami Gatal” dan Sembelit

Bila kucing kamu sering gatal-gatal dengan cara menempelkan ke dinding atau benda sekitar itu menandakan bahwa kucing kamu terkena penyakit rabies. Selain itu, di imbangi dengan penyakit sembelit kucing kamu juga dikatakan terkena penyakir rabies.

6. Kucing Selalu Kehausan

Bila Kucing kamu sering kehausan, meskipun sudah beberapa kamu beri air minum maka dapat di disebabkan karena kucing kamu terkena rabies berbahaya.

7. Adapun Rabies Tanpa Bentuk

Rabies ini di sebabkan dengan kucing yang selalu bertingkah normal, dan juga di awali dengan ketegangan otot pada bagian kaki, serta lebih diam dibandingkan biasanya.

Baca Juga:

Demikianlah Informasi tentang 7 Ciri-Ciri Kucing Terkena Rabies Berbahaya. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Jangan lupa like dan share.