7 Cara Mengatasi Burung Kenari Sesak Nafas (Macet Bunyi)

7 Cara Mengatasi Burung Kenari Sesak Nafas (Macet Bunyi) – Gangguan penyakit sesak nafas atau sulit nafas burung kenari sering kerap terjadi. Pada umumnya kenari yang terserang penyakit sesak nafas ditandai dengan sering membuka paruh, suara menghilang, kusam, nafsu makan menurun dan bahkan mengakibatkan burung mengalami tingkat kelemahan relatif tinggi dibandingkan dengan biasanya. Jika hal tersebut tidak ditanggani segera akan mengakibatkan kesehatan burung kenari akan menurun, dan bahkan akan mengakibatkan kematian.

Dalam mengatasi kasus tersebut, perlu diketahui apa penyebab utama yang menyebabkan burung kenari mengalami sesak nafas. Apakah dari iklim atau cuaca, kebersihan kandang, lingkungan sekitar atau disebabkan hal lainnya. Ada beberapa cara untuk menanggani burung kenari yang terserang penyakit sulit bernafas atau susah nafas sehingga menyebabkan macet bunyi adalah sebagai berikut:

Cara Mengatasi Burung Kenari Sulit Bernafas

  1. Pindahkan burung kenari yang terserang di sebuah kandang isolasi atau kandang tertentu, bertujuan untuk menghindari penyebaran atau penularan penyakit sulit bernafas burung kenari lainnya.
  2. Bersihkan kandang, tempat pakan, tempat air minum dan peralatan yang digunakan serta membersihkan sisa pakan atau kotoran yang masih menempel pada kandang terserang. Lakukan penyemprotan bakterioksida atau fungisida untuk menghilangkan bakteri dan jamur yang menyebabkan terserang penyakit pada burung kenari.
  3. Pada burung kenari yang terserang, lakukan penutupan atau pengkrodongan kain, bertujuan untuk menghangatkan tubuh kenari dan tidak diganggu oleh binatang lainnya.
  4. Letakan pada tempat yang sunyi dan jauhkan dari tempat keramaian, bertujuan untuk mencegah stres dan menyamankan burung kenari.
  5. Berilah minyak minyak angin, diwadah tertentu. bertujuan untuk membuat nafas burung kenari lebih lega.
  6. Apabila burung kenari belum sembuh, kamu bisa menambahkan obat dan vitamin, seperti orbird, nafas 1, birdtwitter, dan birdfresh.
  7. Dan lakukan perawatan dengan baik dan tepat.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Mengatasi Burung Kenari Terserang Penyakit sulit Bernafas. Semoga berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

7 Ciri-Ciri Kucing Terkena Rabies Berbahaya

7 Ciri-Ciri Kucing Terkena Rabies Berbahaya | Tanda-tanda Kucing Terkena Rabies – Penyakit rabies umumnya menyerang pada binatang anjing, namun penyakit ini bisa menular keberbagai binatang, terumatanya kucing anggora, kucing persia, dan bahkan kucing peliharaan lainnya. Apabila kucing kamu terserang atau terkena penyakit rabies akan menyebabkan kucing kamu memiliki perubahan tingkah laku yang sangat tidak stabil.

Penyakit rabies umumnya dikenal dengan istilah anjing gila, sehingga hewan yang terserang akan menyebabkan kehilangan tingkah lakunya dan menjadi gila. Hal ini dikarenakan penyakit rabies menyerang sistem syaraf dan merusaknya sehingga hewan akan memiliki tingkah laku yang aneh. Penyakit ini tergolong sangat berbahaya dan bahkan mematikan, dari beberapa kasus kucing yang terkena penyakit menular ini memiliki tingkat kematian yang cukup tinggi. Bila kamu belum mengetahui, ciri-ciri kucing terkena penyakit rabies. Berikut kami jelaskan 7 ciri –ciri kucing terkena rabies berbahaya adalah sebagai berikut.

Baca: Tanda-Tanda Sapi Hamil (Bunting) Muda-Tua

Tanda – Tanda Kucing Terkena Rabies Berbahaya

1. Bertingkah dan bereaksi tak wajar

Jika kucing kamu memiliki sifat yang berubah dari pada sebelumnya, maka kucing kamu mulai terserang penyakit yang berbahaya. Misalnya kucing kamu mencakar, mengigit dan menyerang makhluk hidup atau benda yang bergerak.  Hal tersebut menunjukan bahwa sistem syaraf kucing kamu mulai rusak.

2. Selalu Gelisah

Jika kucing kamu selalu gelisah, tanpa disebabkan apapun kemungkinan kucing kamu terserang penyakit rabies, misalnya selalu berlarian tanpa jelas apa yang diinginkan. Namun, bila gelisah yang ditimbulkan oleh siklus birahi maka hal tersebut sangatlah wajar.

3. Takut Air (Hidropobia)

Jika kucing kamu takut dengan air, kemungkinan sudah terserang penyakit rabies yang sangat berbahaya. Bila kucing kamu mandikan akan berdampak kejang-kejang dan bagian otot kucing akan mengeras.

4. Kucing Memiliki Warna Kusam

Jika kucing kamu, biasanya memiliki warna yang lebih lembut dan indah. Namun, ketika sudah terserang penyakit rabies akan mengalami perubahan menjadi lebih kusam dan pucat sehingga menandakan bahwa kucing kamu sudah terkena rabies.

5. Kucing Mengalami Gatal” dan Sembelit

Bila kucing kamu sering gatal-gatal dengan cara menempelkan ke dinding atau benda sekitar itu menandakan bahwa kucing kamu terkena penyakit rabies. Selain itu, di imbangi dengan penyakit sembelit kucing kamu juga dikatakan terkena penyakir rabies.

6. Kucing Selalu Kehausan

Bila Kucing kamu sering kehausan, meskipun sudah beberapa kamu beri air minum maka dapat di disebabkan karena kucing kamu terkena rabies berbahaya.

7. Adapun Rabies Tanpa Bentuk

Rabies ini di sebabkan dengan kucing yang selalu bertingkah normal, dan juga di awali dengan ketegangan otot pada bagian kaki, serta lebih diam dibandingkan biasanya.

Baca Juga:

Demikianlah Informasi tentang 7 Ciri-Ciri Kucing Terkena Rabies Berbahaya. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Jangan lupa like dan share.

Tanda-Tanda Sapi Hamil (Bunting) Muda-Tua

Tanda-Tanda Sapi Hamil (Bunting) Muda – Tua | Ciri-ciri Sapi Hamil (Bunting) Muda- tua – Sapi adalah salah satu jenis binatang ternak yang banyak di ternakkan atau dipelihara oleh berbagai macam kalangan masyarakat. Beternak sapi memang sangat menguntungkan, dan bahkan merupakan prospek yang sangat menjanjikan. Tergantung dengan perkembangan dan produksi yang dihasilkan. Beternak sapi tergolong dua yaitu beternak sapi dengan produksi susu dan sapi pedaging, tergantung peternak ingin melakukan jenis ternak yang mana.

Bila ingin beternak,  peternak sapi haruslah mengetahui tanda-tanda kehamilan sapinya.  Hal tersebut sangat penting diketahui untuk mengidentifikasi dan membantu proses kelahiran dengan tepat sehingga menghindari atau mengurangi kejadian-kejadian yang tidak di inginkan seperti kegagalan dalam melahirkan, terjadi kecacatan dalam kandungan,  dan bahkan kematian indukan atau anakan yang dihasilkan. Berikut penjelasan ciri –ciri indukan hamil (bunting) muda dan tua adalah sebagai berikut:

Baca: Cara Membedakan Burung Cendet Jantan dan Betina

Ciri-Ciri Sapi Hamil (Bunting)

  1. Pembesaran abdomen kanan secara progresif.
  2. Peningkaran bobot badan atau berat badan.
  3. Gerakan sapi melambat, tidak aktif.
  4. Bulu sapi mengkilat, dan lebih lembut.
  5. Pembesaran kelenjar air susu.
  6. Perubahan hormon sapi menjadi lebih teratur dan stabil.
  7. Adanya gerakan fetus/anakan dalam kandungan.
  8. Tidak ingin melakukan perkawinan lagi (anestrus)
  9. Saat dilakukan palpasi rektal (pemeriksaan kehamilan), positif mengalami kehamilan ditandai dengan adanya perubahan didalam uterus dan ovarium.
  10. Saat dilakukan tes asam sulfat, hasilnya positif maka sapi dalam keadaan hamil. Namun, perlu diketahui tes asam sulfat sangat berbahaya dapat membakar kulit sapi maupun kulit anda.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Tanda-Tanda Sapi Hamil (Bunting). Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih. Jangan lupa share.

 

Cara Membedakan Burung Cendet Jantan dan Betina

Cara Membedakan Burung Cendet Jantan dan Betina | Ciri-Ciri Burung Cendet Jantan dan Betina – Burung cendet adalah salah jenis burung kicau yang memiliki ukuran relatif kecil dibandingkan dengan burung kicau lainnya. Burung cendet juga memiliki suara indah, menarik dan bahkan dilombakan oleh sebagian masyarakat pecinta burung.Bukan hanya memiliki suara yang menarik dan indah, burung cendet juga memiliki penampilan yang indah dan bagus, serta memiliki bulu yang halus dan lembut.

Burung cendet ini juga dikenal sebagai burung kicau yang dapat menirukan suara burung lain, sehingga banyak peminat atau menyukai burung ini. Selain, mudah untuk berkicau atau gacor pemeliharaanya pun sangat tergolong mudah. Namun, apabila anda masih pemula atau ingin melakukan pemeliharaan perlu diketahui ada beberapa ciri-ciri burung cendet jantan dan betina yang harus diketahui bertujuan untuk menentukan kualitas dan kuantitas yang akan dihasilkan oleh burung cendet tersebut.

Baca: Cara Membedakan Jalak Suren Jantan dan Betina

Ciri-Ciri Burung Cendet Jantan dan Betina

Ciri Burung Cendet Jantan

  • Bagian kepala berwarna hitam seperti topi.
  • Bagian warna keseluruhan lebih pekat dan cerah.
  • Berukuran relatif ramping dibandingkan betina.
  • Paruh berwarna hitam mengkilap, berbentuk tebal dan agar meruncing.
  • Bentuk kepala relatif lebih datar atau ceper
  • Bagian dada berwarna putih, dengan bulu yang halus dan lembut.
  • Bagian sayap berwarna hitam mengkilap.
  • Bagian ekor berwarna hitam, dan memanjang.
  • Gerakan lebih lincah, aktif dan agresif.
  • Organ reproduksi menonjol bila disentuh.

Ciri Burung Cendet Betina

  • Bagian kepala berwarna putih da agak berjambul.
  • Paruh berwarna hitam kusam, dan meruncing kebawah.
  • Disekitaran mata berwarna hitam.
  • Bagian dada berwarna putih, dengan bulu halus dan lembut.
  • Bagian sayap ada yang berwarna hitam dan orange.
  • Bagian ekor berwarna hitam dan panjang.
  • Gerakan lincah, dan aktif, namun tidak seaktif jantan.
  • Organ reproduksi menonjol dan terletak didekat anus.

Baca Juga: 

Demikianlah informasi tentang Cara Membedakan Burung Cendet Jantan dan Betina. Semoga artikel diatas dapat membantu dan berguna bagi para pecinta burung kicau. Terima kasih.

Cara Membedakan Jalak Suren Jantan dan Betina

Cara Membedakan Jalak Suren Jantan dan Betina – Burung jalak suren adalah salah satu jenis burung kicau yang berasal dari Asia Tenggara dan benua India. Burung jalak suren memang sudah dikenal oleh berbagai kalangan masyarakat pecinta burung kicau Indonesia. Hal ini dikarena burung jalak suren sudah banyak yang mengadakan perlombaan kicauan burung jalak tersebut.

Bukan hanya burung kenari, pleci dan sebagainya, namun burung ini juga merupakan burung yang memiliki kicauan yang sangat bagus sehingga banyak dikenal oleh masyarakat. Dalam beternak atau memelihara burung kicau hendaknya harus mengetahui ciri-ciri burung jalak suren jantan dan betina, sehingga akan dapat bisa mengawinkannya dengan waktu dan periode yang tepat.

Baca: Faktor Penyebab Distokia Pada Sapi

Ciri-Ciri Burung Jalak Suren Jantan dan Betina

Ciri-Ciri Jalak Suren Jantan

  • Memiliki ukuran relatif besar dibanding betina
  • Bentuk tubuh panjang dan lonjong
  • Kepala berbentuk besar dan bulat
  • Paruh panjan dan agak meruncing
  • Memiliki bulu bagian kepala, punggung dan dada berwarna hitam relatif mengkilap
  • Memiliki bulu ekor lebih panjan dan bulu putih dibagian bawah putih.
  • Jambul terlihat mengembang panjang dan melebar.
  • Organ reproduksi lebih menonjol, bila diraba

Ciri-Ciri Jalak Suren Betina

  • Memiliki ukuran relatif kecil dibandingkan jantan
  • Tubuh berbentuk bulat dan pendek
  • Kepala lebih ramping
  • Paruh pendek dan tidak terlalu meruncing dibandingkan dengan jantan
  • Memiliki bulu bagian kepala, punggung, dan dada berwarna hitam tidak terlalu mengkilap (kusam)
  • Bagian bawah tubuh berwarna putih
  • Ekor lebih cendrung pendek
  • Jambul kepala lebih pendek dan tidak melebar
  • Organ reproduksi menonjol dan lebih dekat dengan anus.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Membedakan Burung Jalak suren Jantan dan Betina. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat.

Ciri-Ciri DOC Ayam Yang Baik dan Berkualitas

Ciri-Ciri DOC Ayam Yang Baik dan Berkualitas – DOC  dikenal dengan istilah “Day Old Chicken” atau dengan bahasa kita disebut  ayam berumur satu hari, anakan ayam yang baru saja menetas. Dalam beternak ayam pedaging haruslah menentukan DOC yang unggul dan berkualitas, dikarenakan DOC sangat menetukan tingkat keberhasilan dalam beternak ayam pedaging.

Sehingga dalam memilih DOC ayam yang baik dan berkualitas harus dilakukan dengan tepat dan benar. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih DOC ayam yang baik dan berkualitas, yaitu sebagai berikut:

Cara Memilih DOC Ayam Yang Bagus dan Berkualitas 

  1. DOC ayam memiliki bobot atau berat ayam normal rata-rata berkisar 35-40 gram per ekornya.
  2. DOC ayam diambil dari indukan yang baik dan berkualitas.
  3. DOC ayam harus sehat, misalnya mata cerah tidak sayu, bulu cerah, kering dan mengkilap, terlihat aktif dan tidak ada kotoran di anus ayam DOC.
  4. DOC ayam harus memiliki tingkat warna yang seragam.
  5. DOC tidak mengalami cacat bawaan lahir atau cacat yang terjadi dalam kecelakaan seperti jatuh ketika saat membawa, terjepit, atapun mata buta, kaki pincang, paruh tertutup dan kelainan (abnormalitas) yang tidak kasat mata.
  6. DOC yang baik diambli dari indukan yang efesiensi penggunaan pakan, namun memounyai produktivitas daging tinggi dan pertumbuhan yang relatif cepat, sehingga akan menghemat pakan dan waktu pemanenan.
  7. Sebaiknya memilih DOC ayam yang sudah dberikan vaksin terlebih dahulu agar ayam tidak mudah terkena penyakit dan mudah stress, salah satu vaksin yang diberikan seperti vaksin ND.

Baca Juga:

 

Demikianlah artikel tentang Ciri-Ciri DOC Ayam Yang Baik dan Berkualitas. Semoga berguna dan bermanfaat bagi para peternak ayam pedaging. Terima kasih.

Ciri-Ciri DOD Bebek Yang Baik dan Berkualitas

Ciri-Ciri DOD Bebek Yang Baik dan Berkualitas – Dod atau dikenal dengan istilah “Day Old Duck” adalah salah satu anakan, benih atau bibit bebek yang sudah dalam fase penetasan. Setelah, fase penetasan berlalu dilakukan penyelesian anakan bebek atau itik yang baik, unggul dan berkualitas untuk bakalan benih dalam budidaya ternak bebek.

Untuk memilih dan menentukan anakan DOD yang baik dan berkualitas memang sangat menyulitkan bagi peternak pemula, karena untuk menentukan anakan tersebut harus teliti, berpengalaman dan memahami perbedaan bibit anakan mana yang baik dan berkualitas. Berikut cara memilih anakan DOD yang baik dan berkualitas.

Baca: Cara Mengobati Ayam Cacingan Yang Ampuh

Cara Memilih Bibit Anakan DOD Bebek Yang Baik dan Berkualitas

  • Memiliki gerakan lincah.
  • Nafsu makan meningkat.
  • Memiliki bulu halus, lembut dan kering serta mengkilap.
  • Berat badan rata-rata berkisar 38-40 gram/bahkan lebih.
  • Berumur 3-4 hari atau 2-3 hari setelah penetasan.
  • Tidak abnormalitas (kecacatan lahir), bagian apapun seperti bagian kaki, kepala, ekor, sayap, mulut/paruh dan sebagainya.
  • Bagian mata terbuka, tidak air mata, dan bagian pusar kering.
  • Dalam kondisi sehat.
  • Memiliki suara yang baik.
  • Berasal dari indukan yang berkualitas.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Ciri-Ciri DOD Bebek Yang Baik dan Berkualitas. Semoga informasi yang disampaikan berguna dan bermanfaat, bagi para peternak bebek. Terima kasih.

Ciri-Ciri Indukan Sapi Yang Bagus dan Berkualitas

Ciri-Ciri Indukan Sapi Yang Bagus dan Berkualitas – Induk sapi unggul dan berkualitas memang sangat penting diketahui karena akan menentukan hasil produktivitas, perkembangan biakan dan keturunan yang akan dihasilkan.  Selain itu, induk sapi berkualitas juga menentukan performa reproduksi, performa fisiologis dan peforma postur tubuh/bobot dari ternak tersebut.

Bagi peternak pemula harus terlebih dahulu mengetahui dan memahami ciri-ciri induk sapi bagus dan berkualitas, yang bertujuan agar beternak sapi dapat sukses dan berhasil. Berikut ciri-ciri atau tanda-tanda sapi bagus dan berkualitas yang harus di ketahui oleh peternak pemula.

Baca: Cara Mengatasi Induk Ayam Sulit Bertelur

Ciri-Ciri Induk Sapi Bagus dan Berkualitas

  1. Sapi berasal dari genetika/gen yang berkualitas sebelumnya.
  2. Induk sapi memiliki postur tubuh padat, dan tidak memiliki goresan tertentu.
  3. Induk sapi memiliki ukuran proporsional sesuai dengan kriteria yang dicari.
  4. Induk sapi sesuai dengan jenis atau bangsa yang dicari.
  5. Induk sapi tidak abnormalitas dari lahir maupun ketika dewasa, seperti kaki cacat, tanduk tidak tumbuh dan sebagainya
  6. Induk sapi betina atau induk sapi jantan harus dalam kondisi sehat, gerakan lincah, agresif terhadap lawan jenis, dan bebas dari penyakit.
  7. Nafsu makan selalu meningkat.
  8. Pertambahan bobot badan terus meningkan sesuai dengan umur yang ditentukan.
  9. Induk sapi betina ideal berumur 18-24 bulan ditandai dengan bunting yang pertama atau 2-3 kali pernah melahirkan.
  10. Induk sapi jantan ideal berumur 1-1,5 tahun ditandai dengan tingkat libido tinggi, postur tubuh besar dan sudah siap dikawinkan.

Baca Juga:

 

Demikianlah informasi tentang Tanda-tanda Induk Sapi Bagus dan Berkualitas. Semoga berguna dan bermanfaat, bagi para peternak. Terima kasih.

Tanda-Tanda Kambing Yang Akan Melahirkan

Tanda-Tanda Kambing Yang Akan Melahirkan – Kelahiran ternak adalah salah hal yang sangat ditunggu oleh peternak, dikarenakan kelahiran akan menambah jumlah ternak yang dibudidayakan dariapada yang sebelumnya. Beternak kambing memanglah tidak mudah, untuk memproleh hasil yang diinginkan harus terlebih dahulu memahami rincian selok beluk dalam ternak kambing.

Salah satu yang akan dibahas dalam artikel ini yaitu tentang ciri-ciri kambing yang akan melahirkan, dengan ulasan informasi tersebut akan menambah ilmu dan pemahaman ciri-ciri kambing yang mau melahirkan dan proses kelahiran/melahirkan kambing . Berikut penjelasan ciri-ciri kambing yang mau melahirkan dan proses melahirkan kambing.

Baca: Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Manggis

Ciri-Ciri Kambing Yang Akan Melahirkan

Ada beberapa ciri-ciri kambing yang akan melahirkan yang harus di diketahui yaitu sebagai berikut:

  • Ambing mengalami perubahan menjadi keras, dan lebih kencang
  • Kambing mengelami tingkat kegelisaan tinggi
  • Kambing sering mengeluarkan urine/air kencing
  • Bibir kemaluan akan membesar dan terjadi pembengkakan
  • Perut mengalami relaksai bagian pelvis, sehingga menyebabkan pengendoran bagian urat daging
  • Kolestrum sudah mulai mencair, bahkan keluar
  • Menjelang kelahiran akan mengeluarkan cairan berwarna kekuningan jernih, dan berlendir

Adapun ciri-ciri menjelang kelahiran 2-3 minggu (1 bulan)  terakhir

  • Kambing akan mengalami rotansi kebuntingan
  • Mengalami perluasan dan pelebaran pelvis
  • Bagian vulva akan menjadi lunak
  • Dan mengalami pertumbuhan kelenjar mammae

Proses Kambing Melahirkan 

Dalam sekali melahirkan induk kambing bisa melahirkan 1 ekor, 2 ekor bahkan 3 ekor/kelahiran. Namun, biasanya kambing melahirkan hanya bisa 1 ekor/kelahiran. Proses awal kelahiran ditandai dengan keluarnya ketuban dari vagina kambing. Berbentuk seperti balon yang berisi air, setelah beberapa menit terjadinya pemecehan ketuban.

Kelahiran normal yang pertama akan ditandai dengan keluarnya kedua ujungkaki depan dan diikutu dengan kepala diatas kedua kaki. Kemudian, jika tidak mengalami permasalahan dalam kelahiran biar kan anakan yang baru lahir menyentuh tanah dan kemudian secara otomatis akan memutuskan tali pusarnya sendiri.

Setelah itu, anda juga bisa mengoleskan Lodium tintrue  kebekas tali pusar yang putus tersebut bertujuan untuk menghindari infeksi dari bakteri/virus. Kemudian indukan akan menghilangkan bekas cairan yang menempel dengan cara menjilat/anda menindaknya dengan mengelapkan dengan kain bersih.

Baca Juga:

 

Demikianlah informasi tentang Tanda-tanda Kambing Mau Melahirkan. Semoga berguna dan bermanfaat, apabila dalam penulisan terdapat kesalahan mohon maaf. Terima kasih, jangan lupa share dan like.