Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit CRD Pada Ayam

Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Chronic Respiratory Desease (CRD) Pada Ayam  – Penyakit CRD atau dikenal dengan penyakit ngorok adalah salah satu penyakit yang berbahaya yang menyerang pada ayam anakan dan ayam remaja. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycoplasma gallisepticum dan Mycoplasma synoviae. Penyakit ini bersifat kronis dimana menyerang saluran pernafasan, secara terus menerus dalam jangka waktu lama (menahun) dan sehingga ayam tidak sembuh-sembuh.

Baca: Cara Mengatasi Penyakit Scabies Pada Kelinci

Akibat dari penyakit CRD adalah lambatnya laju pertumbuhan, tingkat kematian ayam tinggi, dan tingginya konversi ransum. Kerugian lainnya mengakibatkan keseragaman bobot badan tidak tercapai  dan banyak ayam yang harus diafkir.

Gejala dan Ciri Ayam Terserang Penyakit CRD

Adapun gejala dan ciri-ciri ayam terserang penyakit CRD, umumnya adalah sebagai berikut:

  • Ayam menunjukan batuk, bersin, gangguan pernafasan, dan ayam ngorok
  • Sinusitis pada sinus infraorbitalis (bengkak pada bagian muka)
  • Jika disertai dengan infeksi M. Synoviae ayam akan menunjukan gejala pincang, bengkak pada sendi, dan bahkan akan mengakibatkan kelumpuhan

Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit CRD Pada Ayam

Pengendalian:

  • Menjaga kebersihan kandang, peralatan yang digunakan dan kebersihan pada peternak.
  • Mengurangi kepadatan kandang, memperhatikan kondisi kandang, memperhatikan tatalaksana litter, ventilasi kandang dan pengaruh lingkungan.
  • Pemeliharaan harus dilakukan secara all in all out
  • Melakukan isolasi ayam yang terkena penyakit CRD
  • Penggunaan bibit unggul, terseleksi dan tahan terhadap beberapa penyakit terutamnya CRD.
  • Menghindari penggunaan lahan perkandangan yang tercemar dan terkontaminasi bakteri.

Pengobatan:

  • Memberikan larutan dari obat seperti Basitrasin, Erthromisin, Tilosin, Sepktinomisin, dan Linkomisis. Dilakukan dengan dosis yang sudah ditentukan, biasanya diaplikasikan dengan cara mencampurkan pada pakan atau minum ayam.
  • Bila sudah akut, sebaiknya lakukan pemusnahan secara masal baik di buang, pendam dalam tanah (1/2 meter) maupun dibakar.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit CRD Pada Ayam. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Gumboro Pada Ayam

Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Gumboro Pada Ayam  – Gumboro (Infectious Bursa Disease) adalah salah satu penyakit yang menyerang pada berbagai macam unggas, misalnya itik/bebek, ayam broiler, ayam petelur, burung dan sebagainya. Penyakit ini menyerang pada bagian kelenjar bulat (Bursa fabricii) yang terletak di atas kloaka.

Baca: Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Tetelo (ND) Pada Ayam

Penyakit ini juga disebut dengan penyakit AIDSnya ayam.  Penyakit ini disebabkan oleh virus dari genus Avibirnavirus yang dapat bertahan hidup selama 3-4 bulan atau lebih. Penyebaran penyakit ini melalui makanan, minuman, kotoran sendiri, alat peternakan, lingkungan tercemar dan orang yang terkena virus gumboro tersebut.

Penyakit ini menyerang ayam berusia mudah berkisar 9-60 hari, yang dapat menimbulkan beberapa gejala klinis dan subklinis, umumnya adalah sebagai berikut:

Gejala dan Ciri-ciri Ayam Terkena Penyakit Gumboro

  • Ayam tampak kusam, lesuh dan lemah.
  • Konsumsi makan dan minum menurun, sehingga mengakibatkan mata terpejam, bulu kusut dan tidak aktif.
  • Ayam dalam keadaan kondisi panas/demam, sehingga terkadang mengakibatkan kejang pada kedua kaki, kepala dan sayap.
  • Feses/kotoran ayam berwarna putih bening, lengket dan encer.
  • Kematian pada fase gejala klinis mencapai 2% – 5% setelah 3 hari terlihat gejala.
  • Kematian fase subklinis bisa mengakibatkan kematian yang cukup tinggi hampir 80% – 90%.

Cara Mengatasi/mencegah dan Mengobati Penyakit Gumboro Ayam

Ada beberapa cara mencegah dan mengobati penyakit gumboro pada ayam, adalah sebagai berikut:

Pencegahan:

  • Melakukan sanitasi lingkungan dan menjaga kebersihkan kandang dengan teratur.
  • Lakukan penyemprotan peralatan dan kandang secara berskala dengan mengunakan larutan desinfektan.
  • Menggunakan bibit anakan tahan tehadap penyakit atau sudah disuntikan vaksin gumboro pada umur 5-9 hari.
  • Pemberian pakan berkualitas, mengandung banyak vitamin komplek dan memberikan obat anti stress.
  • Menyesuaikan suhu kandang dengan baik, agar ayam dapat mudah menyesuaikan diri.
  • Melakukan manajemen pemeliharaan dengan tepat.

Pengobatan:

  • Berikan obat vitaminelektrolit, glukosa (gula aren diencerkan sebanyak 2%).
  • Bisa juga memberikan obat antiviotic ringan, misalnya Ampicillin, Doxiciclin, Neomicin.
  • Bila ayam masih berumur kurang dari 25 hari, sebaiknya dilakukan pemanasan atau brooding “namun harus perlu diperhatikan bahwa ventilasi harus lancar karena ayam membutuhkan banyak oksigen”.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Gumboro Ayam Broiler. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat, terima kasih.

Cara Mempercepat Kambing dan Domba Betina Birahi

Cara Mempercepat Kambing dan Domba Betina BirahiBirahi kambing/domba  adalah keadaan dimana kambing/domba untuk menghasilkan individu baru, atau anakan baru dengan tanda-tanda ingin mau kawin kembali. Beternak kambing/domba adalah salah usaha yang banyak dilakukan oleh peternak Indonesia dikarenakan sangat menguntungkan.

Namun, yang harus diperhatikan adalah bagaimana cara menghasilkan anakan dengan cepat dengan cara mempercepat kambing/domba birahi. Berikut beberapa hal yang harus diketahui cara mempercepat kambing/domba birahi dengan tepat dan benar.

Cara Mempercepat Kambing/Domba Birahi

  1. Melakukan flushing untuk mempercepat birahi kambing/domba, flushing adalah perbaikan kondisi ternak melalui pemberian pakan dengan kualitas gizi yang tinggi pada waktu yang tertentu.
  2. Penyuntikan hormon, hormon yang digunakan misalnya Prostaglandin F2 alpa merk Reprodin dari bayer atau Lutalyse, Dinoprost tromethamine 100 ml Pharmacia & Upjohn Company Kalamzoo, Ml 49001, USA.
  3. Bisa juga memberikan hormon estrogen yang dapat mudah diserap di organ reproduksi betina, misalnya Estrogen berasal daro Oestradiol Benzoate (OB).
  4. Mencampurkan ternak betina dengan pejantan, dikandang tertentu sehingga akan meningkatkan birahi secara perlahan.
  5. Setelah mempercepat birahi, anda bisa juga menyerentakan birahi semua kambing/domba dengan cara menggunakan senyawa kimia yang memiliki sifat seperti progesteron, misalnya Prostagen (Progesteron sintetik) yang ditanamkan dalam vagina selama 12-14 hari.

Faktor Penyebab Kambing/Domba Tidak Birahi

  • Faktor Lingkungan
  • Suhu Lingkungan
  • Genetik
  • Umur ternak

Baca Juga

 

Demikianlah informasi tentang Cara Mempercepat Kambing/Domba Birahi. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Cara Alternatif Meningkatkan Nafsu Makan Kambing

Cara Alternatif Meningkatkan Nafsu Makan Kambing – Ternak Kambing adalah salah satu usaha yang banyak dikembangkan di berbagai daerah. Beternak kambing memang harus memerlukan pengalaman dan juga wawasan, sehingga dapat mempercepat produksi yang akan dihasilkan.

Dalam beternak kambing haruslah memperhatikan, kondisi kesehatan, manajemen pemeliharaan serta nafsu makan kambing. Hal yang penting dalam pemeliharaan kambing adalah nafsu makan kambing, dikarenakan akan sangat mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan kambing. Jika kambing anda, memiliki nafsu makan menurun? Berikut cara alternatif meningkatkan nafsu makan kambing dengan tepat. Namun, sebelum memasukan hal tersebut, berikut penyebab nafsu makan kambing menurun adalah sebagai berikut:

Baca: Sistem Pencernaan Kambing/Domba dan Fungsinya

Penyebab Nafsu Makan Kambing Menurun

Ada beberapa penyebab nafsu makan kambing, umumnya adalah sebagai berikut:

  • Kambing dalam keadaan terserang penyakit, misalnya penyakit scabies, cacingan, kembung, orf dan sebagainya.
  • Kambing memiliki penyakit turunan dari indukan.
  • Kambing dalam keadaan stress, akibat perjalanan jauh atau lainnya
  • Pakan yang digunakan tidak sesuai atau tidak biasanya diberikan.
  • Pakan yang diberikan sudah tidak layak dikonsumsi.
  • Pakan dalam keadaan basah, kering dan sebagainya
  • Dan Tempat pakan kurang bersih.

Cara Meningkatkan Nafsu Makan Kambing

1. Temulawak

Cara membuatnya:

  • Rebuslah temulawak 1-2 buah,
  • Kemudian, tumbuk dan saring air temulawak.
  • Lalu, bisa diberikan pada kambing dengan aplikasi pencekokan.

2. Temu Ireng + Temulawak + Kunyit + Lempuyung + Mengkudu

Cara Membuatnya:

  • Tumbuk semua bahan diatas, dengan perbandingan 1:1
  • Kemudian, bisa diaplikasi dengan pakan ransum.
  • Dan juga bisa dicekokan dengan tambahan air hangat.

3. Daun Pepaya

Cara Membuatnya:

  • Gunakan 1-2 Lembar, ditumbuk hingga halus dan merata.
  • Kemudian, peras air daun pepaya yang sudah ditumbuk.
  • Lalu tambahan air dan langsung berikan (bisa juga ditambahkan telur ayam)

4. Asam Jawa + Gula Jawa

Cara Membuatnya:

  • Asam jawa direbus hingga hancur dan menjadi larutan.
  • Kemudian, saring larutan dan tambahkan gula jawa.
  • Lalu aplikasikan ke kambing dengan cara pencekokan.

5. Mentimun

Cara membuatnya:

  • 2 buah mentimun diparut dan campurkan dengan garam, asam jawa dan air.
  • Kemudian bisa di aplikasi secara langsung.

6. Daun Talas

Cara Membuatnya:

  • Gunakan daun talas 3 lembar, garam 3 sendok. Lalu direbus hingga mendidih.
  • Jika sudah matang, gunakan larutan tersebut untuk minum kambing atau pencekokan.

7. Kencur

Cara membuatnya:

  • Kencur sebanyak 1 ons, diparut dan tambahkan kuning telur 1 butir.
  • Kemudian berikan kambing setiap 3 hari sekali.

8. Daun Buni

Cara membuatnya:

  • Gunakan buni sebanyak 5 lembang, lengkuas sebesar ibu jari, garam dapur, terasi dan air.
  • Kemudian ditumbuk hingga halus, dan tambahkan air secukupnya.
  • Lalu ramuan ini diperas dan airnya disaring dan berikan 3 hari sekali.

9. Pucuk Daun Durian

Cara membutanya:

  • Gunakan pucuk daun durian 5 lembar, daun buni 5 lembar, daun dadap serep 5 lembar, teratasi dan garam dapur.
  • Lalu haluskan, tambahkan air secukupnya dan airnya di saring.
  • Kemudian, berikan perasan tersebut kekambing 1 minggu 2 kali.

10. Obat-obatan Penambah Nafsu Makan Kambing

Jika kamu, tidak ingin menggunakan cara alternatif bisa juga menggunakan obat-obatan penambah nafsu makan kambing, misalnya Drembo Obat Penabah Nafsu Makan Kambing dan sapi, Herbadok, Gayemi dan sebagainya.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Alternatif Meningkatkan Nafsu Makan Kambing. Semoga artikel diatas berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Ciri-Ciri Kelinci Sakit dan Cara Mengatasinya

Ciri-Ciri Kelinci Sakit dan Cara Mengatasinya | Tanda-tanda Kelinci Sakit – Kelinci adalah salah satu ternak  yang sangat banyak diminati dan digemari oleh berbagai macam masyarakat. Hal ini dikarenakan keunikan dan kekhasan yang dimilikinya.

Kelinci secara umum digolongkan menjadi dua jenis yaitu kelinci peliharaan (hias) dan kelinci pedaging. Namun, dalam pemeliharaan atau budidaya kelinci harus terlebih dahulu harus  mengetahui bagaimana cara mengetahui ciri-ciri ternak kelinci sakit dan bagaimana cara mengatasinya. Untuk lebih jelasnya perhatikan penjelasan dibawah sebagai berikut:

Baca: Cara Mengatasi Penyakit Cacingan Pada Kambing

Ciri-ciri Kelinci Sakit

Ada beberapa ciri-ciri atau tanda-tanda kelinci sakit, secara umumnya adalah sebagai berikut:

  • Nafsu makan menurun, mengakibatkan kondisi tubuh kurus dan lemah.
  • Gerakan kelinci menurun atau tidak aktif.
  • Kondisi bulu kusam dan bahkan sebagian beberapa kasus mengalami kerontokan.
  • Bagian telinga kelinci mengalami perubahan menjadi panas, dan terkadang menjadi dingin.
  • Bukan hanya telinga, badan kelinci juga mengalami perubahan panas dan terkadang dingin.
  • Kotoran/feses kelinci berair, lunak dan bahkan berukuran sangat kecil dibandingkan dengan normalnya.
  • Urin/air kencing juga memiliki perubahan, biasanya berwarna kekuningan/oranye menjadi kecoklatan.
  • Terkadang badan kelinci mengigil dan membenturkan gigi pada mulutnya.
  • Menghindari dari kelinci lainnya, dengan pola tingkah laku tidak normal.
  • Mata berair dan hidung berair.

Cara Mengatasi dan Mengobati Kelinci Sakit

  1. Memisahkan kelinci sakit dengan kelinci lain, pada kandang tertentu.
  2. Lakukan pemeriksaan, gejala klinis yang dialami oleh kelinci dengan detail.
  3. Bila sudah diketahui, lakukan pengobatan sesuai dengan penyakit yang dialami oleh kelinci.
  4. Berikan obat/suntikan antibiotik kelinci.
  5. Berikan obat multivitamin komplek dan pakan yang banyak mengandung vitamin serta gizi yang dapat memenuhi kebutuhannya.
  6. Berikan sayuran juga seperti wortel, kubis, dan pakan lainnya yang disukai.
  7. Membersihkan kandang, tempat pakan dan minum secara teratur.
  8. Menyemprotkan bakterisida, fungisida atau insektisida untuk membunuh penyebaran beberapa penyakit.
  9. Bila kelinci peliharaan hias, sebaiknya memandikan dengan teratur.
  10. Melakukan vaksinasi secara berskala.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Ciri-ciri Ternak Kelinci Sakit dan Cara Mengatasinya.  Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Cara Membuat Pakan Alternatif Ayam Pedaging (Broiler)

Cara Membuat Pakan Alternatif Ayam Pedaging (Broiler) – Pakan adalah salah satu kebutuhan utama yang harus tersedia dalam setiap usaha budidaya ayam pedaging. Namun, pakan yang kerap kita beli membeli harga relatif yang cukup tinggi sehingga para peternak mencari solusi untuk membuat pakan alternatif ayam pedaging.

Pakan alternatif tersebut, tetapi harus memiliki kandungan nutrisi yang cukup lengkap seperti karbohidrat, protein, vitamin dan mineral serta mudah didapatkan. Jika kamu selaku peternak ingin membuat pakan alternatif, simak berikut cara membuat pakan alternatif ayam broiler agar cepat tumbuh dengan cepat dan maksimal.

Baca: Cara Membuat Pakan Alternatif Ikan Lele Dari Ampas Tahu

Cara Membuat Pakan Alternatif Ayam Pedaging (Broiler)

1. Cara Membuat Pakan Alternatif Konsentrat Ayam Pedaging

Untuk membuat kosentrat 50 kg, memerlukan bahan sebagai berikut:

Bahan:

  • Tepung Ikan 13 kg
  • Bungkil Kedelai 10,5 kg
  • Daun Turi 14 Kg
  • Tepung ikan/bulu ayam 7 kg
  • Tepung Tulang 0,25 kg
  • Sorgum 5,25 kg

Cara Membuatnya:

  • Semua bahan digiling hingga halus dan menjadi tepung.
  • Kemudian, campurkan dengan jagung halus dan bekatul yang sudah dihaluskan.
  • Lalu konsentrat bisa di aplikasikan ke ternak ayam pedaging.

2. Cara Membuat Pakan Alternatif Organik Ayam Pedaging

Bahan:

  • Kosentrat 39 kg
  • Bekatul 5,5 kg
  • Jagung giling 55 kg
  • Suplemen organik, yang mengandung protein, mineral, vitamin dan karbohidrat yang tinggi.

Cara Membuatnya:

  • Semua bahan dicampurkan hingga merata
  • Menggunakan ember atau wadah tertentu
  • Jika sudah dicampurkan semua bahan, bisa dibentuk dalam bentuk tepung, crumble atau pellet. Tergantung dengan ketersediaan peternak.
  • Bisa langsung diaplikasikan/diberikan ke ternak.

3. Cara Membuat Pakan Alternatif Fermentasi Ayam Pedaging

Bahan:

  • Dedak Halus 30-40 kg (tergantung peternak)
  • Asam amino 1 liter
  • Air 10-20 liter
  • EM4 atau molases 1 kg
  • Tambahan seperti jagung giling, bekatul, daun padi/jagung dan lainnya yang memiliki serat tinggi.

Cara Membuatnya:

  • Campurkan semua bahan dalam satu wadah.
  • Kemudian, tuangkan molases atau EM4 secara bertahap sambil dilakukan pengadukan.
  • Lalu tutup wadah hingga rapat atau tanpa udara, bertujuan agar pertumbuhan bakteri dalam fermentasi dapat optimal.
  • Simpan dan diamkan, selama 15 hari.
  • Bila masa fermentasi sudah selesai, dan memiliki ciri berbau harum dan ada terdapat gumpalan maka fermentasi berhasil.
  • Jika sudah, keringkan pakan tersebut hingga kering. Lalu cetak sesuai dengan keinginan dalam bentuk tepung, crumble atau pellet.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Membuat Pakan Alternatif Ayam Pedaging (Broiler). Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Sistem Pencernaan Kelinci Beserta Fungsinya

Sistem Pencernaan Kelinci Beserta Fungsinya | Organ Pencernaan Kelinci – Pengertian pencernaan adalah salah satu proses dimana makan diolah didalam organ-organ tertentu dan diserap kandungan nutrisi dan sisa makanan dibuang melalui anus.

Adapun defenisi pencernaan secara umum adalah proses mengubah makanan dan menyerap sari makanan, berupa kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Sistem pencernaan juga memecah molekul makanan yang komplek menjadi molekul sederhana dengan bantuan enzim sehingga mudah dicerna oleh tubuh.

Baca: Pengendalian Hama dan Penyakit Kelinci

Sistem Pencernaan Kelinci (Non Ruminansia)

Ada beberapa urutan sistem pencernaan kelinci berdasarkan proses pencernaannya, diantara adalah sebagai berikut:

1. Mulut

Fungsi Mulut pada sistem pencernaan kelinci adalah untuk memecah pakan menjadi partikel-pertikel kecil dan dibantu dengan saliva yang mengandung enzim amilase yang akan megubah pati makanan menjadi maltosa sehingga mudah di telan. Proses pengunyahan dimulut kelinci berkisar 300 kali dan mencampurkannya dengan salivanya.

2. Oesophagus (Kerongkongan)

Oesophagus adalah lanjutan dari pharing dan masuk ke dalam cavum abdominale dan bermuara pada bagian ventriculus (Anonimous, 1990). Fungsi oesophagus adalah untuk membawa makanan, cairan dan air liur dari mulut menuju kelambung kelinci.

3. Ventriculus (Lambung)

Ventriculus pada kelinci terdiri dari 3 bagian yaitu bagian awal (kardia), bagian tengah (fundus) dan bagian akhir (pilorus). Fungsi utama ventriculus adalah tempat penyimpanan makanan sementara, tempat mensekresikan dinding lambing menjadi getah lambung terdiri dari air, garam, anorganik, mucus, HCL, pepsinogen dan vitamin B12 serta tempat sterilisasi sebelum makanan dipindahkan menuju usus halus.

4. Usus Halus

Usus halus terdiri dari 3 bagian yaitu duodenum, jejenum dan ileum.

  • Duedenum adalah bagian pertama dari usus halus, fungsi duedenum untuk memecahkan lemak dalam makanan dan menerima semua makanan yang dipindahkan.
  • Jejenum sebagian besar berfungsi untuk menyerap nutrisi yang di pindahkan dari duedenum.
  • Ileum adalah bagian terpanjang dariusus halus dan berfungisi untuk menyerap vitamin B12 dan tempat pemprosesan terakhir dari karbohidrat dan protein.

5. Cecum  (Sekum)

Fungsi utama dari sekum adalah untuk menyerap cairan dan garam yang masih tersisa setelah selesai dari pencernaan usus dan penyerapan dan untuk mencampurkan isinya dengan pelumas, berlendir. Sekum terletak di kuadran kanan bawah perut.

6. Intestinum crassum (Usus Besar)

Usus besar sering disebut colon, usus besar berfungsi sebagai tempang pembuangan air besar, tempat penyerapam air dan bagian terbesar dari sisrem gastrointestinal yang dilewati makanan sebelum mencapai anus.

7. Rectum

Rectum adalah tempat bagian akhir, proses pencernaan sebelum ke anus. Rectum memiliki panjang berkisar 2-3 inchi dan didalamnua terdapat anal canal sphincter yang menghubungkan organ rectum dengan anus.

8. Anus

Anus adalah tempat pembuangan sisa makanan yang tidak dicernan leh tubuh, sisa-sisa makanan tersebut akan dibuang melalui anus yang akan menjadi kotoran atau sering dikenal dengans sebutan feses.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Sistem Pencernaan Kelinci Beserta Fungsinya. Semoga berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Pengertian dan Defenisi Transfer Embrio Pada Ternak

Pengertian dan Defenisi Transfer Embrio Pada Ternak | Transfer Embrio Sapi/Kambing/domba – Pengertian transfer embrio adalah generasi kedua bioteknologi reproduksi setelah inseminasi buatan (IB). Transfer embrio merupajan salah satu proses dimana embrio (fertilized ova) dikoleksi dari alat kemanm ternak betina menjelang nidasi dan transplantasi kedalam saluran reproduksi betina lain untuk melanjutkan kebuntingan hingga sempurna, misalnya seperti konsepsi, implantasi/nidasi dan kelahiran.

Pengertian transfer embrio secara umum adalah suatu proses, mulai dari pemilihan donor, sinkronisasi birahi, superovulasi, inseminasi, koleksi embrio, penangganan dan evaluasi embrio, tranfers embrio ke ke resipien hingga sampai pemeriksaan kebuntingan dan kelahiran.

Baca: Pengertian dan Defenisi Inseminasi Buatan (IB) Pada Hewan

Transfer embrio diproduksi dapat dilakukan dua cara yaitu secara in vivo dan in vitro, adalah sebagai berikut:

1.Teknik In Vivo

Hewan betina donor akan menjalani superovulasi, yakni penyuntkan hormon gonadotropin (FSH, PMSG/CG atau HMG) berguna untuk mengandakan produksi sel telur. Sel telur yang diovulasi tersebut, akan mengalami pembuahan dan perkembangan menjadi embrio lalu ditampung atau dikoleksi untuk ditransfer pada betina resipien.

Kemudian, embrio dapat dibekukan atau dimanipulasi guna menghasilkan kembar identik/meningkatkan mutu genetik.

2.Teknik In Vitro

Pada teknik ini, sumber sel telur umumnya berasal dari ovarium yang berasal dari hewan yang telah dipotong. Dari beberapa penelitian limbah rumah potong hewan (RPH), juga dapat gunakan dalam teknik ini. Namun, bisa juga menggunakan teknik ini dengan bantuan alat ultrasonografi teknik “ ovum pick up” berguna untuk menyediakan oosit ternak unggil yang masih produktif tanpa harus menggunakan ternak yang sudah dipotong.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Pengertian dan Defenisi Transfer Embrio Ternak Sapi, Kambing dan Domba. Semoga berguna dan bermanfaat. Terima kasih

Pengertian dan Defenisi Inseminasi Buatan (IB) Pada Hewan

Pengertian dan Defenisi Inseminasi Buatan (IB) Pada Hewan – Inseminasi Buatan atau dikenal dengan kawin suntik adalah salah satu metode perkawinan yang dilakukan dengan memasukan spermatozoa jantan ke organ reproduksi ternak betina dengan bantuan manusia. Tujuan utama dari inseminasi buatan untuk meningkatkan hasil produksi dan meningkatkan mutu genetik ternak.

Pengertian inseminasi buatan secara umum adalah salah satu proses deposisi semen atau sperma yang berasal dari ternak jantan, kemudian dimasukan ke alat kelamin ternak betina dengan bantuan alat suntik dan manusia.

Baca: 7 Cara Membedakan Kenari Jantan dan Betina Lengkap

Keuntungan Inseminasi Buatan

  • Menghemat biaya pemeliharaan ternak jantan
  • Dapat mengatur jarak kelahiran ternak dengan baik
  • Mencegah terjadinya kawin sedarah
  • Mengurangi penularan penyakit yang ditularkan langsung melalui organ reproduksi.
  • Sperma atau semen dapat disimpan dalam jangka waktu lama

Tujuan dari Insemasi Buatan

  • Memperbaiki mutu genetik ternak
  • Mengoptimalkan penggunaan bibit unggul dan berkualitas
  • Mengurangi biaya perawatan dan transportasi, saat proses kawin.
  • Mencegah penularan penyakit dan penyebaran melalui kelamin.

Tingkat Keberhasilan Inseminasi Buatan dipengaruhi beberapa hal:

  • Umur calon induk ternak
  • Umur calon pejantan yang diambil spermanya
  • Kondisi semen yang dimasukan
  • Proses inseminasi buatan
  • Kondisi organ reproduksi ternak betina
  • Waktu inseminasi buatan
  • Pakan yang diberikan sebelum inseminasi buatan dilakukan.

Tambahan:

Proses inseminasi buatan sebaiknya dilakukan oleh seorang inseminator yang sudah ahli dan sudah terdidik. Hal ini agar inseminasi buatan yang dilakukan dapat berjalan dengan baik dan tepat.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Pengertian Inseminasi Buatan dan Defenisi Inseminasi Buatan. Semoga berguna dan bermanfaat. Terima kasih. Jangan lupa share, dan like jika bermanfaat.

7 Cara Membedakan Kenari Jantan dan Betina Lengkap

Cara Membedakan Kenari Jantan dan Betina | Ciri-ciri Kenari Jantan dan Betina – Burung kenari adalah salah satu burung kicau yang sudah sangat dikenal dan terkenal dikalangan masyarakat Indonesia, burung kenari memiliki kicauan khas dan sangat menarik sehingga banyak yang peliharanya. Selain itu burung kenari juga banyak dilombakan sehingga memiliki harga jual yang relatif tinggi.

Banyaknya peminat burung kenari, banyak para peternak budidaya burung kenari yang memiliki harga jual relatif tinggi. Namun, sebelum membudidayakan burung kenari sebaiknya harus mengetahui terlebih dahulu cara membedakan burung kenari jantan dan betina sehingga dapat cepat dalam proses perkembangbiakan dan sukses dalam beternak burung kenari. Berikut cara membedakan burung kenari jantan dan betina berdasarkan ciri-cirinya atau karakteristiknya:

Baca: 10 Cara Mengatasi Kenari Over Birahi Dengan Cepat dan Mudah

Ciri-Ciri Burung Kenari Jantan dan Betina

Ciri-ciri Kenari Jantan

  1. Usia anakan berumur 3-7 hari memiliki tanda di bagian organ reproduksi terlihat, dan sangat lebih menonjol didekat dengan bagian menuju kloaka.
  2. Memiliki postur tubuh lebih besar, dan panjang.
  3. Warna bulu lebih cerah dibandingkan dengan kenari betina.
  4. Bagian kepala kenari jantan berbentuk pipih dan bulat.
  5. Gerakan lebih lincah dan agresif dibandingkan betina.
  6. Anakan kenari jantan lebih sering berkicau dibandingkan dengan betina
  7. Bagian kloaka lebih menonjol dan tampak dibandingkan dengan betina yang tampak datar.

Ciri-ciri Kenari Betina

  1. Usia anakan berumur 3-7 hari memiliki tanda dibagian organ reproduksi terlihat dan lebih datar, serta dekat bagian kloaka.
  2. Memiliki postur tubuh lebih kecil, dan melabar.
  3. Warna bulu tidak terlalu cerah dan kusam.
  4. Bagian kepala kenari berbentuk agak bulat
  5. Gerakan tidak terlalu lincah jika dibandingkan dengan kenari jantan.
  6. Anakan kenari betina tidak terlalu sering berkicau.
  7. Bagian kloaka betina tampak lebih datar.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Membedakan Kenari Jantan dan Betina. Semoga informasi diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima Kasih.