Klasifikasi dan Morfologi Burung Cenderawasih (Paradiseae sp)

Klasifikasi dan Morfologi Burung Cenderawasih (Paradiseae sp)Burung cenderawasih termasuk ke dalam anggota famili Paradisaeidae dari ordo Passeriformes. Burung cenderawasih ditemukan di Indonesia timur, Pulau-Pulau Selat Torres, Papua Nugini dan Australia timur.

Baca: Klasifikasi dan Morfologi Ikan Platy (Xyphophorus maculatus)

Klasifikasi Burung Cenderawasih

Berdasarkan tingkat taksonomi, burung cenderawasih diklasifikasikan sebagai berikut:

Kingdon: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Aves

Famili: Paradisaedae

Genus : Paradisaea

Spesies: Paradisaea minor, Paradisaea rubra, Paradisaea apoda, Paradisaea raggiana, Paradisaea decora, Paradisaea guillelmi, Paradisaea rudolphi.

Morfologi Burung Cenderawasih

Morfologi dapat dilihat berdasarkan ciri-cirinya, umumnya yaitu:

  • Memiliki bulu panjang, dan berwarna varian tergantung dengan jenisnya, biasanya berwarna merah kecoklatan, merah darah, kukuningan, putih, dan kombinasi.
  • Memiliki paru agak runcing, dan berwarna kecoklatan, kebiruan dan bahkan berwarna hitam.
  • Memiliki sayap seperti kipas, ketika terbang.
  • Memiliki bulu ekor panjang rata-rata berkisar 20-30 cm.
  • Memiliki kaki 1 pasang, berwarna gelap dan memiliki kuku yang cukup tajam.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Klasifikasi dan Morfologi Burung Cenderawasih (Paradiseae sp). Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Klasifikasi dan Morfologi Kucing (Felis catus)

Klasifikasi dan Morfologi Kucing (Felis catus) – Kucing adalah salah satu jenis ternak peliharaan yang banyak diminati, dan di sukai oleh berbagai macam kalangan. Kucing termasuk ke dalam keluarga Felidaea, dengan ordo Karnivora.

Baca: Klasifikasi dan Morfologi Keong Sawah (Pila ampullace)

Kucing memang sangat beragam dan bervariasi, namun yang paling banyak di minati adalah kucing persia, kucing anggora, kucing maine coon, kucing russian blue, dan kucing kampung. Kucing tersebut memiliki keindahaan pada warna, bulu dan bahkan tingka lakunya yang sangat unik.

Klasifikasi Kucing

Klasifikasi kucing, berdasarkan tingkat taksonomi adalah sebagai berikut:

Kingdom: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Mamalia

Ordo: Karnivora

Famili: Felidae

Genus: Felis

Spesies: Felis catus, atau Felis silvestris catus L.

Morfologi Kucing

Morfologi kucing dapat dilihat berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki, yaitu:

  • Kucing rata-rata memiliki panjang tubuh sekitar 25-40 cm, tergantung jenisnya.
  • Warna kucing sangat bervariasi, mulai dari warna putih, orange, coklat, hitam, dan kombinasi hitam putih dan sebagainya.
  • Dibawah hidung terdapat kumis, sekitar 3-6 helai masin-masing panjangnya sekitar 1-1,5 cm.
  • Selain itu, kucing memiliki ekor bulat di selimuti oleh bulu halus dan panjang ekor mencapai 5-8 cm.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Klasifikasi dan Morfologi Kucing (Felis catus). Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Cara Membuat Pakan Fermentasi Bebek dari Batang Pisang

Cara Membuat Pakan Fermentasi Bebek dari Batang PisangBatang pisang atau gedebog pisang adalah salah satu limbah yang memiliki kandungan nutrisi komplit untuk ternak, terutamanya ternak bebek.  Kandungan nutrisi didalam batang pisang, antara lain Bahan kering 87,7%,  Lemak kasar 14,23%, serat kasar 29,40%, protein kasar 3%, abu 25,12%, dan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) 28,15%.

Baca: Klasifikasi dan Morfologi Ikan Pari (Dasyatis sp)

Oleh sebab itu, batang pisang sangat baik dijadikan pakan penganti dikarenakan kandungan yang sangat baik. Biasanya pakan dari batang pisang dijadikan sebagai pakan adalah dengan cara di fermentasi. Berikut cara membua pakan fermentasi untuk bebek dari batang pisang.

Alat dan bahan

Alat yang digunakan:

  • Ember atau drum
  • Tali plastik atau karet
  • Plastik penutup
  • Pengaduk

Bahan yang digunakan:

  • Batang pisang sudah dicacah 30%
  • Dedak padi 20%
  • Dedak jagung 30%
  • Ampas tahu 10%
  • Molases 5%
  • Air 5%
  • EM4 50-100 ml

Cara Membuat Pakan Fermentasi Bebek

  1. Masukan batang pisang, dedak padi, ampas tahu dan dedak jagung ke ember. Lalu aduk hingga merata dan homogen.
  2. Selanjutnya masukan molases dan air secara perlahan –lahan dan aduk hingga merata.
  3. Kemudian, masukan lagi EM4 dan aduk kembali hingga merata. Hal tersebut agar fermentasi yang dilakukan berhasil dan sangat baik untuk ternak bebek.
  4. Lalu tutup ember dengan plastik hingga tertutup rapat.
  5. Diamkan selama 2-3 minggu,
  6. Dan setelah 2-3 minggu aplikasikan keternak bebek 2 kali dalam sehari.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Membuat Pakan Fermentasi Bebek dari Batang Pisang. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

 

Klasifikasi dan Morfologi Burung Kakaktua (Cacatuidae)

Klasifikasi dan Morfologi Burung Kakaktua (Cacatuidae)Kakaktua merupakan salah satu jenis burung hias dan burung yang memiliki suara yang cukup nyaring.  Selain itu, burung kakaktua juga termasuk burung yang memiliki kecerdasan yang bagus, sehingga banyak digunakan untuk hiburan di kebun binatang atau ditempat hiburan lainnya.

Baca: Klasifikasi dan Morfologi Burung Merpati (Columbia livia)

Burung kakaktua termasuk dalam suku Cacatuidae, dengan ordo Psittaciformes. Adapun klasifikasi dan morfologi burung kakaktua berdasarkan tingkat taksonomi sebagai berikut:

Klasifikasi Burung Kakaktua

Kingdom: Animalia

Filum:  Chordata

Kelas: Aves

Ordo: Psittaciformes

Superfamili: Cacatuoidea

Famili: Cacatuidae

Genus: Cacatua, Eolophusm Calyptorhynchus, Lophochroa, Callocephalon, dan Probosciger.

Morfologi Burung Kakaktua

Morfologi burung kakaktua, dapat dilihat berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki sebagai berikut:

  • Memiliki ukuran sedang, dengan panjang sekitar 35 cm
  • Burung ini memiiki bulu hampir diseluruh badan, berwarna putih
  • Dikepalanya terdapat jambul berwarna kuning, dan tegak
  • Kebanyakan spesies burung kakaktua, berparuh hitam
  • Kulit disekitar matanta berwarna kebiruan dan kakinya berwarna abu-abu
  • Dan ekornya berwarna putih, dan kehitaman tergantung dengan spesiesnya

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Klasifikasi dan Morfologi Burung Kakaktua (Cacatuidae). Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Cara Membuat Pakan Fermentasi Babi dari Batang Pisang

Cara Membuat Pakan Fermentasi Babi dari Batang Pisang  – Beternak babi memang sangat menguntungkan dan menjanjikan, namun yang menjadi kendala dalam beternak babi adalah pakan. Pakan ternak babi, memang sangat banyak dan beragam tetapi kandungan didalam pakan tersebut belum dapat memenuhi asupan dari ternak babi.

Baca: Klasifikasi dan Morfologi Lebah Madu (Apis sp)

Oleh sebab itu, cara termudah dalam mengatasi kendala tersebut adalah membuat pakan alternatif dan meraciknya sendiri dengan kandungan yang cukup dan memberikan efek yang sangat bagus dalam peningkatan berat badan, menambah nafsu makan dan meningkatkan daya cerna.

Cara Membuat Pakan Fermentasi Babi dari Batang Pisang

Alat dan Bahan

  • Batang pisang sudah dicincang, sebanyak 5 ember
  • Drum atau plastik besar
  • Dedak padi 1 ember
  • Em4 ½ liter
  • Gula 2 kg
  • Air 20 liter

Cara Membuat Pakan Babi dari Batang Pisang

  1. Campurkan air 20 liter, gula 2 kg, EM4 ½ liter, hingga merata dan tercampur semua.
  2. Siapkan batang pisang yang sudah cincang, dedak padi dan campurkan bahan tersebut secara merata.
  3. Tambahkan larutan EM4, air, gula yang sudah dicampurkan tadi secara merata.
  4. Siapkan ember/drum untuk menyimpan.
  5. Masukan campuran bahan tersebut kedalam wadah tersebut dan tutup rapat, biarkan selama 2-3 hari. Lalu siap untuk dikonsumsi oleh ternak babi.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Membuat Pakan Fermentasi Babi dari Batang Pisang  . Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Klasifikasi dan Morfologi Lebah Madu (Apis sp)

Klasifikasi dan Morfologi Lebah Madu (Apis sp)  Lebah madu merupakan salah satu jenis lebah penghasil madu sejati, lebah madu termasuk serangga bersayap yang hidupnya secara berkelompok atau berkoloni. Lebah madu masih dalam keluarga Apidae, dengan ordo Hymenopera dan genus Apis.

Baca: Klasifikasi dan Morfologi Mencit (Mus musculus)

Lebah madu memiliki genus, sekitar 20.000 spesies yang ada. Namun hanya sekitar 44 subspesies yang masih dikenal oleh beberapa kalangan.

Klasifikasi Lebah Madu

Secara umum, klasifikasi lebah madu berdasarkan taksonomi sebagai berikut:

Kingdom: Animalia

Filum: Arthropoda

Kelas: Insecta

Ordo: Hymenoptera

Famili: Apidae

Genus: Apis

Spesies: Apis andreniformis, apis cerana (Lebah madu timur), Apis dorsata (Lebah madu raksasa), Apis florea (Lebah madu kerdil), Apis koshevniko (Lebah asal Kalimantan), Apis mellifera (Lebah madu barat) dan Apis nigrocincta (Lebah asal Sulewesi).

Morfologi Lebah Madu

Morfologi lebah madu, dapat dilihat berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki sebagai berikut:

  • Kepala (Caput), berbentuk segitiga berfungsi untuk mengemban organ mata, antena dan mulut.
  • Mata lebah terdiri dari dua macam yaitu mata majemuk (Compound eyes), berfungsi melihat jarak jauh dan mata sederhana (Ocelli), berfungsi melihat jarak dekat.
  • Memiliki antena dua buah, berfungsi sebagai peraba.
  • Memiliki mulut terdiri dari sepasang pemotong kertas (mandibula) dan lidah (probosa), berfungsi untuk menghisap cairan.
  • Dada (Thorax), sebagai pusat pergerakan, mengemban 3 pasanbg kaki dan 2 sayap dan terdiri memiliki 4 segmen yaitu dada depan (Prothorax), berfungsi menopang kaki utama, dada tengah (Mesothorax), berfunghsi menopang sepasang kaki tengah dan sepasang sayap, dada belakang (Metathorax), berfungsi menopang kaki belakang, dan sepsang sayap dan Propoum adalah bagian belakang dada.
  • Perut (Abdomen), berbentuk bulat memanjang, dengan warna kombinasi hitam kuning atau kombinasi lain tergantung spesiesnya. Fungsi untuk membantu mensirkulasi darah dan oksigen kesuluruh tubuh serta tempat kelenjar-kelenjar seperti kelenjar malam, kelenjar bau, dan kelenjar racun.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Klasifikasi dan Morfologi Lebah Madu (Apis sp). Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Klasifikasi dan Morfologi Mencit (Mus musculus)

Klasifikasi dan Morfologi Mencit (Mus musculus) – Mencit dikelompokan ke kedalam kingdom animalia, phylum chordata. Hewan ini termasuk hewan yang bertulang belakang dan menyusui sehingga dimasukan kedalam subphylum vertebrata dan kelas mamalia.

BacaKlasifikasi dan Morfologi Tikus Putih (Rattus norvegicus)

Selain itu hewan ini juga memiliki kebiasan mengerat (ordo rodentia), dan merupakan famili muridae, dengan nama genus mus  serta memiliki nama spesies Mus musculus. Mencit sering digunakan dalam penelitian  di laboratorium   hasil dari perkawinan tikus puti “inbreed” maupun “outbreed”.

Klasifikasi Mencit

Kingdom: Animalia

Phylum: Chordata

Sub phylum: Vertebrata

Kelas: Mamalia

Ordo: Rodentia

Family : Muridae

Genus: Mus

Spesies: Mus musculus

Morfologi Mencit

Morfologi mencit, dapat dilihat berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki, sebagai berikut:

  • Bagian tubuh berwarna putih atau abu-abua dengan warna perut sedikit lebih pucat.
  • Mencit memiliki berat badan bervariasi, berat badan ketika lahit berkisar 2-4 gram, dan berat badan mencit dewasa berkisar 20-40 gram untuk jantan dan betina berkisar 25-40 gram.
  • Mencit hewan pengerat memiliki gigi seri kuat dan terbuka, dengan susunan gigi seperti indicivus ½, caninus 0/0, premolar 0/0 dan molar 3/3.
  • Mencit memiliki ekor yang lebih panjang, dibangkan dnegan tubuhnya, dengan warna putih kemerahan.
  • Mencit memiliki mata dua, berwarna hitam kemerahan darah.
  • Mencit juga memiliki kaki empat, dengan jari 5 berwarna putih kemerahan.
  • Mencit memiliki kepala lebih kecil dibandingkan tubuhnya, dan memiliki hidung dekat mulut.
  • Selain itu, mencit dapat bertahan hidup selama -2 tahun dan juga mencapai
  • Lama bunting 9-2 hari, sedangkan umur untuk siap dikawinkan 8 minggu.
  • Satu indukan dapat menghasilkan 6- 15 ekor anak.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Klasifikasi dan Morfologi Mencit (Mus musculus). Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Klasifikasi dan Morfologi Tikus Putih (Rattus norvegicus)

Klasifikasi dan Morfologi Tikus Putih (Rattus norvegicus)Tikus (rattus sp) termasuk bintang yang sangat merugikan dan termasuk hama terhadap tanaman petani. Selain menjadi hama yang merugikan, hewan ini juga sangat membahayakan kehidupan manusia. Hal tersebut karena menularkan penyakit seperti wabah pes dan leptospirosis.

Baca: Cara Membuat Pakan Ikan Lele Dari Dedak

Namun, disisi keuntungan tikus juga dapat digunakan sebagai bahan uji obat-obatan, atau bahan kimia, terutamanya adalah tikus putih. Tikus putih memiliki nama latin “rattus norvegicus” dengan ordo Rodentia yang termasuk kedalam famili Muridae.

Klasifikasi Tikus Putih

Kingdom: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Mamalia

Ordo: Rodentia

Subordo: Odontoeceti

Familia: Muridae

Genus: Rattus

Spesies: Rattus norvegicus

Morfologi Tikus Putih

Morfologi tikus putih dapat dilihat berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki, sebagai berikut:

  • Memiliki warna putih, pada bagian kesuluruhan tubuh, kecuali ekor, hidung, kaki berwarna putih kehitaman atau berwarna kemerahan, seperti darah.
  • Memiliki mata berwarna merah kehitaman, dan diarea mata berwarna merah.
  • Berat norman jantan dewasa berkisar 450-520 gram dan betina dewasa 250-300 gram.
  • Panjang tubuh dewasa berkisar 70-100 mm bahkan lebih, tergantung spesies tikus.
  • Selain itu, memiliki kepala kecil dan ekor lebih panjang dibandingkan dengan badannya.
  • Pertumbuhan relatif lebih cepat,
  • Temperamennya lebih baik,
  • Kemampuan laktasi lebih tinggi dan tahan terhadap arsenik tiroksid.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Klasifikasi dan Morfologi Tikus Putih (Rattus norvegicus). Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Sistem Pencernaan Katak dan Fungsinya

Sistem Pencernaan Katak dan Fungsinya Katak (Amfibi) merupakan hewan yang memiliki kulit dengan kelembaban tinggi, tidak di tutupi oleh rambut/bulu dan mampu hidup di dua alam yaitu di air dan di darat. Amfibi (amphibia) berasal dari Bahasa Yunani yaiu Amphi berarti dua dan Bios berarti hidup. Karena itu, katak dapat diartikan sebagai hewan yang dapat hidup di dua alam, yaitu air dan darat.

Baca: Sistem Pencernaan Kambing dan Fungsinya

Sistem organ pencernaan katak (amfibi), terdiri dari rongga mulut, esofagus, lambung, pankreas, usus halus, usus besar dan kloaka.

Sistem Pencernaan Katak dan Fungsinya

1. Rongga Mulut

Rongga mulut katak (Cavum oris) terdapat gigi berbentuk kerucut untuk mempermudahkan memangsa hewan, dan lidah untuk menangkap mangsa. Gigi katak berbentuk V dengan perkembangan yang tidak sempurna. Gigi terdapat pada rahang atas dan bawah, gigi rahang atas disebut Maxilaris  dan gigi rahang baeah di sebut Vomerin. Lidah katak panjang, mengulung, lengket dan bertekstur kenyal.

2. Kerongkongan (Esofagus)

Esofagus katak tidak panjang atau pendek. Fungsi utama esofagus adalah mendorong atau menghantar makanan dari cavum oris  ke organ lambung. Didalam esofagus akan menghasilkan sekresi alkalis sehingga mempermudahkan makanan menuju ke lambung.

3. Lambung (Ventrikulus)

Lambung katak terdiri dari dua bagian, yaitu tempat masuknya esofagus dan lubang keluar menuju usus. Fungsi utama lambung adalah tempat penyimpanan makanan, pemecahan/meremas makaan menjadi hancur dan dicampu dengan sekresi ventrikulus yang mengandung enzim sebagai katalisator. Enzim yang dihasilkan ventrikulus, yaitu pepsin, tripsin, erepsin untuk protein, lipase untuk lemak dan asam klorida.

4. Usus Halus (Small Instestine)

Usus halus katak terdiri dari duedenum, jejenum dan ileum, tetapi belum jelas batas-batasnya. Fungsi utama usus halus adalah tempat terjadinya penyerapan makanan oleh enzim yang dihasilkan oleh pankreas.

5. Usus Besar (Large Instestine)

Usus besar adalah tempat penyerapan air pembusukan sisa digesti makanan. Sisa pembusukan makanan didalam usus besar akan menjadi feses yang akan didorong melalui rektum dan berakhir ke kloaka.

6. Kloaka

Kloaka adalah bagian akhir dalam proses sistem pencernaan. Fungsi utama kloaka adalah tempat pembuangan feses, saluran reproduksi dan urine.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Sistem Pencernaan Katak dan Fungsinya. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Sistem Pencernaan Kuda dan Fungsinya

Sistem Pencernaan Kuda dan Fungsinya – Kuda atau memiliki nama latin Equus caballus/ Equus jerus caballus adalah jenis hewan mamalia yang termasuk  herbivora (pemakan rerumputan). Kuda juga termasuk kedalam golongan ternak non ruminansia atau hewan monogastrik yang memiliki satu lambung.

 

Baca: Cara Mengobati Kembung (Masuk Angin) Pada Kelinci

Kuda umumnya digunakan sebagai hewan peliharaan, alat transportasi, perlombaan dan lain-lain. Ada beberapa saluran pencernaan kuda diantaranya adalah rongga mulut/mulut, pharynx, esphagus, lambung, pankreas, usus halus, usus besar, dan anus.

Sistem Pencernaan Kudan dan Fungsinya

1. Rongga Mulut

Rongga mulut adalah bagian awal masuknya makanan ke pencernaan. Didalam rongga mulut terdapat lidah, gigi, dan saliva. Fungsi utama dari organ tersebut, sebagai perasa pakan, menghaluskan pakan, dan pemnasa atau pelicin pakan.

2. Pharynx dan Esophagus

Pharynx adalah organ penyambung saluran pencernaan antara rongga mulut dengan kerongkongan (esophagus). Panjang keronkongan kuda 62 cm, lebar lambung 4,5 cm dan berat lambung 0,6-0,7 kg. Fungsi utamanya adalah mengangkut makanan dan cairan dari faring ke lambung, mencepah difusi pasif zat dari makanan ke dalam darah dan mencegah refluks isi lambung ke kerongkongan.

3. Lambung

Lambung kuda berbentuk seperti parutan kelapa, isi lambung berwarna kuning dengan tekstur kasar. Lambung kuda berukuran relatif kecil jika dibandingkan denga hewan ruminansia dengan panjang 38,5 cm, lebar 28 cm dan berat 1 kg. Fungsi utama lambung adalah tempat penyimpanan makanan sementara, cadangan makanan dan tempat fermentatif.

5. Pankreas

Pankreas kuda lebih spesifik memiliki kosentrasi enzim dan kadar HCO3 rendah,oleh sebab itu pankreas kuda sangat berbeda dengan hewan ruminansia. Fungsi utama pankreas adalah membantu memecah polimer hati, lemak dan protein (misalnya amylase, lipase dan tripsin).

6. Usus Halus

Usus halus (usus kecil)kuda memiliki panjang 11,33 cm, lebar 6 cm dan berat 3-3,5 kg. Usus halus terdiri dari tiga bagian, yaitu duedenum (berfungsi sebagai memecahkan makan secara kimiawi), jejenum (berfungsi sebagai penyerapan nutrisi makanan) dan ileum (berfungsi penyerapan makanan yang belum diserap). Fungsi utama usus halus adalah tempat mencerna kabohidrat, protein, dan lemak, absorbsi vitamin dan mineral.

7. Usus Besar

Usus besar kuda umumnya memiliki panjang 165 cm, lebar 14,5 cm dengan tekstur lembut dan kering serta berwarna hijua tua. Usus besar terdiri dari tiga bagian yaitu caecum (berfungsi sebagai tempat fermentasi), colon (berfungsi sebagai tempat absobsi air dan elektrolit intensif), dan rectum (berfungsi sebagai tempat pembentukan feses dan tempat penyimpanan sementara sebelum dikeluarkan oleh anus )

8. Anus

Anus adalah organ terakhir dalam sistem pencernaan, sisa semua makanan yang dicerna dan diserap akan dikeluarkan melalui anus. Fungsi utama anus adalah tempat pembuangan feses, dan tempat defekasi.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Sistem Pencernaan Kuda dan Fungsinya. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.