17 Cara Beternak Bebek Peking Bagi Pemula

17 Cara Beternak Bebek Peking Bagi Pemula Ternak Bebek peking merupakan salah satu jenis usaha peternakan yang memiliki prospek yang menjanjikan di masa akan datang. Karena tingginya permintaan pasar setiap harinya dan kandungan gizi yang cukup tinggi.

Baca: Mengenal Karakteristik Domba Ekor Gemuk (Javanesa Fat Tailed)

Bebek peking ini dikenal dengan bebek pedaging (potong), yang memiliki pertumbuhan yang sangat cepat dibandingkan dengan bebek lainnya. Sehingga sangat direkomendasikan untuk beternak atau budidaya bebek peking ini. Bila anda masih pemula, berikut kami ingin membagikan cara ternak bebek peking agar cepat besar dengan cara yang mudah dan dapat diterapkan oleh kesemua orang.

1. Pemilihan Bibit DOD

Pilihlah bibit DOD yang unggul dan berkualitas, dengan memiliki ciri-ciri, yaitu agresif, lincah, sehat, tidak cacat, kaki kokoh dan bebas dari penyakit (Baca juga: Ciri-Ciri DOD Bebek Yang Baik dan Berkualitas )

2. Pemeliharan Bibit

Bibit bebek peking yang baru datang, sebaik dilakukan perawatan terlebih dahulu bertujuan agar ternak bebek peking tidak muda mati, tidak stress dan mudah untuk adaptasi ke lingkungan baru. Perawatan dapat dilakukan dengan cara memasukan kedalam kandang pemeliharaan dengan membiarkan selama 2 jam dan berikan air minum yang diberi probiotik untuk menetralkan kondisi tubuh dan suasana.

3. Persiapan Kandang

Kandang Bibit DOD yang baru datang sebaiknya berukuran 1×3 meter untuk 100 ekor bebek, bila sudah besar bebek bisa di letakan dikandang ini juga.

4. Berikan Penghangat

Bibit peking yang baru datang sebaiknya juga berikan lampu penghangat dengan 40 watt pada malam pagi dan malam hari, bertujuan untuk sebagai penganti indukan dimana anakan bebek membutuhkan penghangat untuk kesehatan tubuh.

5. Seleksi Ulang

Bibit DOD yang baru datang sebaiknya dilakukan seleksi ulang untuk menentukan keunggulan dan kualitas bebek peking yang akan dihasilkan. Pilihlah bibit peking dengan ukuran yang sama rata, lincah dan nafsu makan tinggi.

6. Pemberian Pakan

Pemberian pakan untuk DOD biasanya dapat dilakukan ketika DOD sudah berumur 3-4 hari baru bisa diberikan pakan berupa kuning telur, kemudian pakan pabrik berupa poer atau konsentrat ringgan sehingga pencernaan bibit tidak terganggu.

7. Pemberian Multivitamin

Pada fase pembibitan DOD pemberian vitamin sangatlah penting dilakukan bertujuan untuk merangsang pertumbuhan bebek peking cepat berkembang dan tumbuh besar.

8. Pengendalian Hama

Hama yang sering menyerang pada DOD biasanya, kodok, ular, dan binatang lainnnya. Untuk pengendaliannya sebaiknya membuat pagar dari jaring atau bambu agar binatang lainnya tidak mudah masuk.

9. Pengendalian Penyakit

Penyakit yang sering menyerang pada DOD, yaitu White eye, colera, Salmonellosis, Sinustis, dan sebagainya. Untuk pengendaliannya hanya menggunakan antibiotic yang diaplikasikan dengan mencampurkan ke air minum.

10. Fase Pembesaran

Ketika bebek peking sudah berumur 20 -25 hari, lakukan pemindahan bebek sesuai dengan ukuran atau bobot badan untuk menghindari kekurangan pakan akibat kekalahan dalam penyerobatan makanan.

11. Sistem Pemeliharaan

Sistem pemeliharaan bebek peking dalam fase pembesaran, sebaiknya dilakukan secara intensif yaitu system pemeliharan yang dilakukan didalam kandang, baik pemberian pakan atau tanpa melepaskan bebek peking didaerahnya.

12. Sistem Kandang

Kandang yang baik dalam system pembesaran bebek peking adalah kandang ranch, yaitu  jenis kandang yang ada untuk tempak ternakan dan tempat untuk umbaran. Kandang ini dilengkapi dengan kolam kecil yang berguna sebagai tempat mandi dan membersihkan kotoran. Selain itu juga berguna untuk mengatur suhu tubuh bebek.

13. Pemberian Pakan

Pemberian pakan bebek peking fase pembesaran dapat dilakukan dengan memberikan pakan olahan ataupun pabrik. Biasanya pakan olahan berupa dari sayuran, rebusan keladi, singkong, dan sebagainya, sedangkan pakan pabrik berupa poer atau konsentrat. Pemberian pakan dapat dilakukan 2 kali dalam sehari yaitu pada pagi dan sore hari (Baca juga: Cara Membuat Pakan Fermentasi Bebek dari Batang Pisang)

).

14. Memperhatikan Kesehatan

Hal ini sangat penting dilakukan untuk menjaga kesehatan ternak bebek peking, perhatikan tingkat kesehatan berdasarkan ciri-ciri fisik atau fisiologi dari ternak bebek. Jika mengalami gangguan atau terserang penyakit lakukan tindakan dengan cara mengisolasinya terlebih dahulu.

15. Menjaga Kebersihan Kandang

Menjaga kebersihan kandang merupakan cara untuk menghindari serangan berbagai macam penyakit. Sebaiknya kebersihan kandang ini dilakukan secara teratur.

16. Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian hama dan penyakit pada fase pembesaran sangatlah harus dilakukan untuk mencegah angka kematian dan juga kegagalan. Biasanya pengendalian dapat dilakukan dengan menyemprot larutan insektisida, bakterisida dan fungisida diberbagai area ternak bebek. Selain itu, juga memberikan asupan nutrisi berupa vitamin dan antibiotic.

17. Panen

Panen bebek peking bisa dilakukan pada umur 40-45 hari, dengan bobot badan 1,5-1,8 kg. pemanenan dapat dilakukan secara seleksi sesuai bobot yang diinginkan oleh pasar atau permintaan konsumen.

Baca juga:

Demikianlah ulasan tentang 17 Cara Beternak Bebek Peking Bagi Pemula. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat, serta menambah wawasan anda. Jangan lupa Share dan Like. TERIMA KASIH.

Mengenal Karakteristik Domba Ekor Gemuk (Javanesa Fat Tailed)

Mengenal Karakteristik Domba Ekor Gemuk (Javanesa Fat Tailed)  –  Domba ekor gemuk (DEG) merupakan salah satu jenis domba lokal Indonesia yang memiliki potensi sebagai penghasil wol, daging dan susu yang baik karena memiliki produktivitas yang baik. Domba ekor gemuk menurut Devandra dan McLeroy (1982), diduga berasal dari Asia Barat.

Baca: 12 Jenis-Jenis Ayam Birma (Burma) Beserta Ciri-Cirinya

Domba ini memiliki kelebihan lain dari ternak lain adalah ketahan terhadap kondisi iklim panas dan tahan terhadap penyakit, sehingga banyak peternak rakyak yang beternak domba ekor gemuk ini. Namun, sebelum beternak domba ekor gemuk harus terlebih dahulu mengetahui ciri-ciri atau karakteristik bertujuan untuk menentukan kualitas ternak yang akan diternakan sehingga menghasilkan produktivitas tinggi.

Karakteristik atau Ciri-Ciri Domba Ekor Gemuk

Menurut Malewa (2007), domba ekor gemuk memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Ekor besar, lebar dan panjang.
  2. Bagian pangkal ekor yang membesar merupakan timbunan lemak,
  3. Sedangkan ekor kecil bagian ujung tidak berlemak.
  4. Bulu mengumpal, dan berwarna putih kotor.
  5. Pada umumnya, domba ekor gemuk tidak memiliki tanduk seperti domba lainnya.
  6. Berat jantan dewasa antara 30-40 kg, dan betina dewasa 25-35 kg.
  7. Tinggi badan jantan dewasa antara 60-75 cm, sedangkan betina dewasa 52-60 cm.
Keuntungan Beternak Domba ekor Gemuk
  1. Kemampuan adaptasi lingkungan sangat baik, dan daya tahan terhadap penyakit cukup tinggi.
  2. Pemeliharaan Domba Ekor Gemuk tergolong mudah, dan lebih jinak jika dibandingkan ternak lainnya sehingga mudah digembalakan.
  3. Produktivitas yang dihasilkan lebih tinggi, terutamanya daging, susu dan wol (bulu).
  4. Harga jual Domba Ekor Gemuk relative mahal, dan pemasaran sangat mudah.
  5. Bulu domba Ekor Gemuk tebal, sehingga tahan terhadap panas atau dingin bila terjadinya perubahan iklim yang sangat membantu sebagai menetralisir suhu tubuh.

Baca juga:

Demikianah informasi tentang  Mengenal Karakteristik Domba Ekor Gemuk (Javanesa Fat Tailed)  .  Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat serta menambah wawasan anda dalam beternak Domba Ekor Gemuk. Jangan Lupa Share dan Like. TERIMA KASIH.

12 Jenis-Jenis Ayam Birma (Burma) Beserta Ciri-Cirinya

12 Jenis-Jenis Ayam Birma (Burma) Beserta Ciri-Cirinya Ayam birma atau dikenal dengan sebutan ayam Burma merupakan salah satu ayam bangkok yang banyak dicari dan digemari oleh berbagai kalangan untuk dijadikan koleksi maupun untuk ayam aduan.

Ayam Burma berasal dari Negara Burma, atau dikenal dengan Negara Myanmar sehingga diberi nama Burma sesuai dengan asalnya. Penyebaran ayam Burma pertama kali disebarkan oleh Negara Thailand yang dijadikan sebagai ayam aduan yang dapat memenangkan setiap pertandingan di Negara tersebut, sehingga ayam ini sangat dikenal dan diternak diberbagai Negara. Adapun jenis-jenis ayam Burma yang harus diketahui sebelum membeli atau beternak ayam Burma ini, baik ayam Burma asli maupun crossbreeding(persilangan) dari beberapa ayam lainnya, yaitu sebagai berukut:

1. Ayam Burma (Birma) Asli 100%

Baca: 10 Cara Mudah Membuat Silase Jerami Padi Untuk Pakan Ternak Ruminansia

Ciri-cirinya:

  • Bobot badan jantan dan betina dewasa mencapai 2,0 kg-2,6 kg
  • Berbulu lebat dan berwarna kehitaman, dan mera bata
  • Ukuran dan kerangka tulang kecil
  • Kaki lebih ramping, bulat dan berwarna gelap
  • Gaya tarung ternak terbang, sehingga akan mengenai bagian kepala, tenggorokan dan mata.
2. Ayam Burma Gostan

Ciri-Cirinya:

  • Bobot badan mencapai 2,5 kg-3,0 kg
  • Ukuran dan kerangka tulang lebih besar dibandingkan ayam Burma asli
  • Berbulu lebat dan berwarna kemerahan, hitam, kelabu dan kombinasi
  • Kaki kecil, bulat dan berwarna kekuningan dan cokelat
  • Gaya bertarung defensive, selalu bergerak mundur dan memukul tanpa mematuk
3. Ayam Burma Rambong

Ciri-cirinya:

  • Bobot badan mencapai 2,5-3,0 kg
  • Ukuran dan kerangka tulang agak besar dari ayam Burma asli
  • Bulu lebat dna berwarna kelabi, kehitaman dan kombinasi
  • Kaki kecil, bulat dan berwarna kecoklatan atau kehitaman agak gelap
  • Gaya bertarung agresif dan lincah, bergerak kekanan dan kekiri serta memukul pada bagian kepala.
4. Ayam Burma Mabin

Ciri-cirinya:

  • Bobot badan mencapai 3,0-3,2 kg
  • Ukuran dan kerangka tulang lebih besar dari ayam Burma asli
  • Bulu lebat dan dominan berwarna merah pada pada bagian tubuh
  • Kaki kecil, bulat dna berwarna kecoklatan kotor
  • Gaya bertarung memukul sambil melompat lalu menghindari serta memukul pada bagian kepala
5. Ayam Burma Malow

Ciri-cirinya:

  • Bobot badan mencapai 3,1-3,2 kg
  • Ukuran dan kerangka tulang lebih besar dari ayam Burma asli
  • Bulu lebat dan berwarna putih kekuningan atau kelabu dibagian atas tubuh
  • Kaki kecil, bulat dan berwarna kecoklatan atau gelap
  • Gaya bertarung devensif dan agresif, yaitu menghindari sambil memukul tanpa mematuk serta memiliki pergerakan yang aktif
6. Ayam Burma Kradungtong

Baca: 12 Ciri-Ciri Ayam Cemani Asli Yang Harus Diketahui

Ciri-ciri:

  • Bobot badan mencapai 3,1-3,2 kg
  • Ukuran dan kerangka agak besar dari ayam Burma asli
  • Bulu lebat dan berwarna putih kekuningan pada bagian leher, punggun, sayap dan paha
  • Kaki kecil, bulat dna berwarna gelap
  • Gaya bertarung sama dengan ayam Burma malow devensif dan agresif, menghindar sambil memukul dan memiliki pergerakan yang aktif
7. Ayam Burma Drunk

  • Bobot badan mencapai 2,9-3,0 kg
  • Ukuran dan kerangka agak besar dari ayam Burma asli
  • Bulu lebat dan berwarna hitam gelap pada keseluruhan badan
  • Kaki kecil, bulat dan berwarna agak kehitaman
  • Gaya bertarung sama dengan ayam Burma malow devensif dan agresif, menghindar sambil memukul dan memiliki pergerakan yang aktif, namun tidak beraturan seperti mabuk
8. Ayam Burma Mata Katak

  • Mata ayam ini seperti katak, sehingga ayam ini dikenal ayam mata katak
  • Bobot badan mencapai 2,9-3,0 kg
  • Ukuran dan kerangka agak besar dari ayam Burma asli
  • Bulu lebat dan berwarna hitam pada bagian keseluruan badan
  • Kaki kecil, bulat dan berwarna gelap
  • Gaya bertarung bergerak kekiri dan kekanan maju serta mundur sambil memukul pada bagian kepala dan badan
9. Ayam Burma Thai (Mathai)

  • Mathai adalah persilangan ayam Burma asli dengan ayam Bangkok Thailand
  • Bobot badan mencapai 3,1-3,5 kg
  • Ukuran dan kerangka agak besar dari ayam Burma asli
  • Bulu lebat dan berwarna merah bata pada bagian leher, punggung dan sayap
  • Kaki kecil, bulat dan berwarna kekuningan kotor
  • Gaya bertarung selalu menempel lawan pada sisi kiri dan kana, serta mengunci lawannya sehingga mempermudahkan memukul ayam lawan tersebut
10. Ayam Burma Saigon (Magon)

  • Ayam saigon ini hasil persilangan ayam Burma asli dengan ayam Bangkok Vietnam
  • Bobot badan mencapai 3,1-4,0 kg
  • Ukuran dan kerangka agak besar dari ayam Burma asli
  • Bulu lebat dan berwarna putih kekuningan pada bagian leher, punggung, dan berwarna kemerahan pada bagian sayap
  • Kaki kecil, bulat dna berwarna gelap
  • Gaya bertarung sama dengan ayam Burma malow devensif dan agresif, menghindar sambil memukul dan memiliki pergerakan yang aktif
11. Ayam Burma Makhoy (Pakhoy)

  • Ayam Burma makhoy ini hasil persilangan ayam Burma asli dengan ayam bangkok Malaysia
  • Bobot badan mencapai 3,1-3,2 kg
  • Ukuran dan kerangka agak besar dari ayam Burma asli
  • Bulu lebat dan berwarna merah pada leher dan punggung, serta sayap dan ekor berwarna kehitaman
  • Gaya bertarung mematuk ke bagian semua badan lawan dan menguncinya lalu memukulnya dengan keras kearah badan dan kepala
12. Ayam Burma Brasilian  (Masil)

  • Ayam brasilian ini hasil persilangan ayam Burma asli dengan ayam Bangkok Brazil
  • Bobot badan mencapai 3,1-3,5 kg
  • Ukuran dan kerangka agak besar dari ayam Burma asli
  • Bulu lebat dan berwarna putih kekuningan pada bagian leher, punggung, sayap berwarna kebiruan gelap serta ekor berwarna kombinasi putih dan hitam
  • Gaya bertarung sering melakukan pergerakan di bagian sisi kanan dan kiri serta lock lawan sehingga mempermudahkan melakukan pemukulan.

Baca Juga:

Itulah ulasan singkat tentang 12 Jenis-Jenis Ayam Birma (Burma) Beserta Ciri-Cirinya . Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat, serta menambah wawasan anda mengenai ternak ayam Bangkok aduan birma. Jangan Lupa Share dan Like. TERIMA KASIH.

10 Cara Mudah Membuat Silase Jerami Padi Untuk Pakan Ternak Ruminansia

10 Cara Mudah Membuat Silase Jerami Padi Untuk Pakan Ternak Ruminansia Apa itu Silase? Silase adalah salah satu pakan yang diawetkan dengan beberapa proses dengan menggunakan bahan baku berupa, tanaman hijauan, limbah industry pertanian dan bahan alami lainnya.

Baca: Mengenal Karakteristik Sapi Simental (Simental Cow)

Namun, dalam kesempatan ini salah satu limbah yang dimanfaatkan sebagai bahan pakan alternative adalah limbah jerami padi untuk pakan ternak ruminansia seperti sapi, kambing, kerbau dan sebagainya. Kandungan jerami padi menurut Sarwono dan Arianto (2003) adalah Bahan kering (BK) 92,00%, Protein kasar (PK) 5,31%, Lemak kasar (LK) 3,32%, Serat kasar (SK) 32,14%, BETN 36,68%, Abu 22,25%, ADF 51,53%, NDF 73,82% dan Lignin 8,81%.

Alat dan Bahan Yang Digunakan:

Alat:

  • Timbangan
  • Ember
  • Terpal
  • Drum plastik
  • Plastic penutup dan lakban (untuk mengguatkan saat mengunci drum plastik bila diperlukan)

Bahan:

  • Jerami padi 30 kg
  • EM4 20 ml
  • Bekatul 3 kg (10% dari 30 Kg jerami)
  • Molases (tetes tebu) 500 ml
  • Air secukupnya
Cara Membuat Silase Jerami Padi Pakan Ternak Ruminansia
  1. Jerami padi dipotong-potong atau digiling dahulu hingga memiliki ukuran yang lebih kecil, agar ternak dapat mengkonsumsinya dengan mudah.
  2. Lakukan penimbangan bahan yang digunakan sesuai dengan yang diatas Jerami padi 30 kg, EM4 20 ml, Bekatul 3 kg (10% dari 30 Kg jerami) dan Molases (tetes tebu) 500 ml.
  3. Kemudian campurkan terlebih dahulu EM4 dan Molases serta air, didalam ember hingga merata dan masukan kedalam gembor plastic.
  4. Letakan jerami padi diatas plastic atau terpal, tumpuk dan padatkan.
  5. Taburkan bekatul/dedak secara merata diatas permukaan jerami padi.
  6. Lalu siram dengan gembor plastic yang berisi campuran EM4 dan Molases, serta air di kepermukaan jerami padi hingga basah.
  7. Setelah itu, lakukan pembolak-balikan secara merata agar bahan yang digunakan tercampur secara merata atau homogen.
  8. Ketika bahan sudah tercampur semua, masukan jerami padi tersebut kedalam drum plastic sedikit-demi sedikit dan padatkan secara perlahan-lahan.
  9. Setelah selesai, tutup drum plastic yang sudah terisi dengan penutup plastic atau menggunakan penutup drum dan lakukan lakban hingga rapat (anaerob) atau tanpa udara sedikit pun.
  10. Diamkan selama 1 minggu, setelah 1 minggu pengaplikasanny sebaiknya keringkan terlebih dahulu sebelum diberikan ke ternak ruminansia.
Kriteria atau Ciri-Ciri Silase Yang Baik dan Berkualitas

Menurut Kartadisastra (2004), kualitas silase yang baik dapat diketahui secara organoleptik, yaitu:

  • Aroma tidak berbau busuk.
  • Tidak berjamur.
  • Berwarna seperti, jerami padi (kekuningan).
  • Dipegang terasa lembut dan empuk, tetapi tidak basa (berlendir).
  • Dan tidak menggumpal.

Baca juga:

Itulah ulasan singkat mengenai 10 Cara Mudah Membuat Silase Jerami Padi Untuk Pakan Ternak Ruminansia. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat, serta menambah ilmu dan wawasan anda. Jangan Lupa Share, dan Like bila bermanfaat. TERIMA KASIH.

Mengenal Karakteristik Sapi Simental (Simental Cow)

Mengenal Karakteristik Sapi Simental (Simental Cow) – Sapi Simental merupakan salah satu jenis sapi pitong yang banyak di pelihara dan diternakan karena sapi ini memiliki banyak keunggulan diantaranya sebagai penghasil daging, susu serta digunakan sebagai tenaga kerja.

Baca: Mengenal Karakteristik Kambing Boer (Capra Aeragus Hircus)

Sapi Simental ini termasuk kedalam bangsa Bos Taurus  yang merupakan sapi yang menurunkan bangsa sapi potong dan perah. Sapi Simental ini berasal dari Switzerland, dan penyebaran sangat cepat di berbagai penjuru dunia. Sebelum beternak sapi simental, alangkah baiknya mengetahui terlebih dahulu karakteristik atau ciri-ciri sapi simental serta keunggulannya.

Karakteristik atau Ciri-Ciri Sapi Simental

Menurut Suggeng (1998), ciri-ciri sapi simental adalah sebagai berikut:

  1. Ukuran Tubuh relative besar.
  2. Pertumbuhan otot bagus.
  3. Penimbunan lemak di bawah kulit rendah.
  4. Warna bulu pada umumnya krem agak cokelat atau sedikit merah, pada muka, keempat kaki dari lutut dan ujung ejkor berwarna putih.
  5. Ukuran tanduk kecil.
  6. Bobot sapi betia mencapai 800 kg dan jantan mencapai 1.150 kg.
  7. Pertambahan bobot badan 1,5-2,1 kg perhari (Rahmat dan Bagus, 2012)
Keunggulan Sapi Simental

Adapun keunggulan beternak sapi simental, menurut Susilorini (2008) adalah sebagai berikut:

  • Mempunyai sifat jinak, tenang dan mudah dikendalikan.
  • Fertilitas tinggi.
  • Memiliki bobot lahir anak tinggi
  • Pertambahan bobot badan harian tinggi
  • Dan pertumbuhan cepat.

Baca Juga:

Itulah ulasan artikel tentang Mengenal Karakteristik Sapi Simental (Simental Cow). Semoga dapat berguna dan bermanfaat, serta menambah ilmu pengetahuan anda sebelum beternak sapi simental. TERIMA KASIH.

Mengenal Karakteristik Kambing Boer (Capra Aeragus Hircus)

Mengenal Karakteristik Kambing Boer (Capra Aeragus Hircus) – Kambing boer merupakan salah satu kambing pedaging yang banyak ditemukan di Indonesia, Kambing ini sangat mudah di ternakan karena penyesuaiannya snagat baik seperti kambing lain pada umumnya. Kambing boer ini berasal dari Afrikas Selatan, kemudian penyebaran sangat cepat melalui jalur perdagangan sehingga penyebaran sangat cepat.

Baca: 12 Cara Sukses Ternak Ayam Arab Petelur Bagi Pemula

Pertumbuhan dan perkembangan kambing boer sangat cepat dibandingkan dengan kambing lainnya, kambing ini dengan bobot badan 35-45 pada umur 5-6 bulan dan rata-rata pertambahan bobot 0,2-0,4 kg/hari. Sebelum beternak kambing boer, alangkah baiknya mengetahui karakteristik atau ciri-ciri kambing boer terlebih dahulu.

Karakteristik atau Ciri-Ciri Kambing Boer

Menurut Mahmilia, dan Tarigan (2004), ciri-ciri kambing boer adalah sebagai berikut:

  1. Kepala kambing boer memiliki bentuk cembung, memiliki hidung cembung dan berjanggut serta memiliki tanduk kebelakang.
  2. Postur tubuh panjang, melebar garis punggung lurus, kokoj dan bahu bundar.
  3. Warna rambut, putih kombinasi cokelat atau merah bata pada bagian leher bahkan kepala.
  4. Telinga mengantung, dan melebar.
  5. Bobot tubu, kambing jantan dewasa 80-130 kg dan betina dewasa 50-75 kg.
  6. Panjang badan jantan dewasa 76,5 cm dan betina dewasa 74,33 cm.
  7. Lebar dada jantan dewasa 26 cm dan betina dewasa 22 cm.
  8. Lingkar dada jantan dewasa 86,75 dan betina dewasa 23,5 cm.
  9. Panjang tanduk jantan dewasa 32,75 cm dan betina dewasa 24,45 cm.
  10. Panjang ekor jantan dewasa 15,6 cm dan betina 15 cm.
  11. Panjang telinga jantan dewasa 22 cm dan betina dewasa 20-24 cm.

Adapun cara memilih kambing boer yang unggul dan berkualitas berdasarkan cirri-ciri yang dimiliki, menurut American Boer Goet Associatian (2011) adalah sebagai berikut:

  1. Memiliki bulu berwarna putih
  2. Bulu pada bagian leher berwarna kehitaman gelap
  3. Tanduk melengkung kebelakang
  4. Badan kuat dan sehat
  5. Gerakan lincah dan gesit
  6. Bentuk tubuh simetris dengan perdagingan yang dalam dan merata
  7. Pertumbuhan daging sangat cepat 0,2-0,4 kg/hari
  8. Bobot tubuh 5-6 bulan bisa mencapai 35-45 kg

Baca Juga:

Itulah ulasan diatas mengenai Mengenal Karakteristik Kambing Boer, semoaga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat serta menambah wawasan anda. TERIMA KASIH

12 Cara Sukses Ternak Ayam Arab Petelur Bagi Pemula

12 Cara Sukses Ternak Ayam Arab Petelur Bagi PemulaBeternak ayam arab merupakan salah satu peluang usaha peternakan yang sangat menarik dan juga menguntungkan, terutamanya ternak ayam petelur.

Baca: 12 Ciri-Ciri Ayam Cemani Asli Yang Harus Diketahui

Meskipun masih sedikit yang budidaya atau beternak ayam arab petelur, namun permintaan pembeli masih cukup tinggi. Beternak ayam arab bisa dilakukan dalam skala kecil ataupun rumahan. Bila anda masih pemula untuk ternak ayam arab petelur skala kecil dan rumahan, untuk itu perhatikan langkah-langka  ternak ayam arab petelur dibawah ini.

1. Analisis Usaha

Analisa usaha peternak ayam arab petelur sangat penting dilakukan, untuk mengetahui target dan keuntungan yang akan diproleh. Misalnya analisa modal utama, analisa peralatan, dan juga analisa pengeluaran.  Dengan begitu akan mempermudah untuk melakukan pengembangan atau beternak ayam arab petelur dengan mudah. Biasanya modalnya utama bisa dilakukan dengan modal yang relatif kecil atau besar tergantung badget yang dimiliki.

2. Memilih Bibit Unggul

Bibit ayam arab petelur yang unggul dan berkualitas sangat menentukan hasil yang akan di proleh, pilihlah bibit ayam yang unggul, seperti tidak cacat, gerakan lincah, nafsu makan tinggi, bentuk fisik sempurna, dan tidak dalam terserang penyakit.

3. Pembuatan Kandang

Kandang ayam arab petelur harus dibuat menghadap ke barat atau timur, hal tersebut bertujuan untuk mendapatkan udara yang baik dan sinar matahari yang baik. Agar ayam arab dapat menghasilkan telur yang berkualitas, peternak harus mempersiapkan 3 kandang, yaitu Box Indukan, Kandang pembesaran dan kandang produksi telur.

4. Proses Pemeliharaan

Untuk menghasilkan telur dan produksi yang baik, sebaiknya peternak melakukan pemeliharaan yang baik, seperti menjaga kebersihan kandang (tempat pakan), menyemprotkan larutan insektisida atau bakterisia secara berskala, dan menjaga kesehatan ayam arab petelur.

5. Pemberian Pakan

Pemberian pakan ini masuk dalam proses pemeliharaan, perhatikan kualitas dan nutrisi pakan yang akan diberikan oleh ayam arab petelur. Hal tersebut sangat membantu untuk meningkatkan hasil produksi telur. Pemberian pakan bisa dilakukan 2 kali dalam sehari, pada pagi dan siang hari dengan ukuran 80-90 gram/hari untuk masing-masing ayam.

6. Jenis Pakan yang Diberikan

Jenis pakan yang diberikan dalam beternak ayam arab petelur cara intensif ini,  yaitu harus memiliki kandungan protein sekitar 16%-18%, sehingga kandungan tersebut dapat memenuhi asupan protein yang membantu meningkatkan produksi ayam arab petelur. Biasanya memberikan pakan yang terbuat dari sayuran dan umbi-umbian, sedangkan pakan buatan berbentuk voor atau dedak.

7. Perhatikan Kualitas Telur

Memperhatikan kualitas telur ayam bagus atau tidak, ini merupakan hal yang harus dilakukan peternak dalam menseleksi ayam maupun telur yang dihasilkan. Dan juga bertujuan untuk mengetahui, bahwa ayam arab tersebut memerlukan kandungan nutrisi tambahan dan proses pemeliharaan yang khusus, berguna untuk memperbaiki kondisi telur yang dihasilkan.

8. Pengendalian Penyakit

Pengendalian penyakit ini sangat penting dilakukan untuk menghambat penyebarluasan penyakit yang menyerang ayam arab petelur. Pengendalian tersebut, bisa dilakukan dengan melakukan vaksinasi terhadap ayam arab petelur yang belum terkontaminasi atau terserang penyakit.

9. Jenis Vaksin

jenis vaksin yang diberikan untuk pencegahan virus, seperti Newscastel diseases (ND), Gumboro, Infektius bronchitis, Egg drop syndrome (Eds 76), Avian Influenza (flu burung) dan Mare’k  Fowl fols. Beberapa jenis vaksin bukan untuk virus, seperti Coriza, Kolera dan Koksidiosis.

10. Faktor Keberhasilan Vaksin

Factor keberhasilan vaksin ditentukan oleh, alat yang digunakan aman, vaksin aman dan penangananan serta cara pencampuran vaksin yang digunakan tepat dan benar, sehingga akan dapat menentukan tingkat keberhasilan yang tinggi.

11. Metode vaksinasi

Cara vaksinasi dapat dilakukan dengan cara suntik (injeksi), tetes ( tetes mata atau mulut) dan air minum.

12. Pemanenan Telur

Pemanenan telur ini dapat dilakukan dengan cara manual, yaitu melakukannya secara bertahap dengan menggunakan tangan, kemudian memasukan kedalam box telur. Dalam pemanenan ini harus dilakukan pengecekan terlebih dahulu, berdasarkan ukuran, bentuk dan kualitas telur yang dihasilkan.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang 12 Cara Sukses Ternak Ayam Arab Petelur Bagi Pemula. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. TERIMA KASIH.

12 Ciri-Ciri Ayam Cemani Asli Yang Harus Diketahui

12 Ciri-Ciri Ayam Cemani Asli Yang Harus DiketahuiAyam cemani atau ayam kedua merupakan sala satu jenis ras ayam lokal yang awalnya banyak dikembangkan di wilayah Kedu, Desa Kedu, Kecamatan Temanggung dan Desa Kalikuto, Kecamatan Grabag, Magelang.

Baca: 7 Cara Membedakan Ikan Mas Koki Jantan dan Betina

Ayam ini sangat dikenal dan populer karena memiliki warna hitam pada sebagian tubuh, dan banyak pula dimanfaat untuk hewan ritual. Sehingga banyak sekali yang beternak ayam cemani atau yang membelinya guna untuk mengkoleksi karena keunikan dari warna ayam tersebut. Sebelum membeli atau beternak ayam cemani, sebaiknya terkebih dahulu mengetahui ciri-ciri ayam cemani asli dan palsu, antara lain:

1. Kepala

Kepala ayam cemani berbentuk bulat memanjang, ketika berumur 7-8 hari. Namun bila ayam cemani berumur 6 bulan sampai 1 tahun berbentuk bulat dan dilengkapi dengan jengger, paruh dan lidah dan sebagainya. Dominan kepala memiliki warna hitam pekat, sepeerti arang.

2. Mata

Mata ayam cemani memiliki bentuk bulat dan beriamter sekitar 2-3 mm, tergantung umur. Mata ayam cemani memiliki warna hitam dan area mata juga berwarna hitam.

3.Paruh

Paruh ayam cemani memiliki warna hitam dan agak putih di bagian pangkal ujung, karena ayam cemani sering mematuk pakan sehingga warna bagian pangkal ujung pudar.

4. Jengger Atas

Jengger bagian atas pada ayam cemani juga memiliki warna hitam, namun dengan seiringinnya waktu dan bertambah umur jengger bagian atas akan mulai mudar berwarna kemerahan.

5. Jengger Bawah

Jengger bagian bawah pada ayam cemani, yang terdapat di dekat leher ini memiliki warna hitam. Hal ini sama dengan jengger bagian atas, akan mudar seiring waktu dan bertambahnya umur berwarna kemerahan.

6. Bulu

Bulu ayam cemani memiliki warna hitam dominan, namun tingkat keaslian biasanya tidak ada sedikitpun warna yang berbeda di setiap bulu yang dihasilkan ayam tersebut.

7. Kulit dan Ketiak

Kulit dan ketiak ayam cemani asli, biasanya berwarna hitam. Sudah dipastikan bila ayam cemani palsu akan menghasilkan ketiak dan kulit berwarna seperti ayam biasa lainnya.

8. Dubur

Dubur ayam cemani yang asli biasanya memiliki warna yang tidak hitam, seperti yang digosipkan. Melainkan dubur ayam cemani asli memiliki dubur seperti ayam lainnya.

9. Kaki

Kaki ayam cemani memiliki warna hitam tidak pekat atau agak kusam, dikarenakan sisik pada kaki ayam sering ditemukan kering sehingga memiliki warna hitam agak putih.

10. Tenggorokan

Tenggorokan ayam cemani asli tetap berwarna hitam, dengan panjang sama seperti ayam kampong. Bagian hitam ini juga terdapat dibagian dalam walaupun tidak secerah dibandingkan bagian luar.

11. Lidah

Lidah ayam cemani berwarna abu-abu atau terkadang berwarna putih. Tetapi ada juga beberapa lida ayam cemani berwarna hitam.

12. Darah

Menurut beberapa peternak ayam cemani darah ayam cemani memiliki darah merah, belum sampai saat ini menemukan ayam cemani memiliki darah hitam.walaupun sudah dilakukan percobaan dengan memberikan pakan ayam cemani dengan beras hitam, kluwak dan lainnya.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang 12 Ciri-Ciri Ayam Cemani Asli Yang Harus Diketahui. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat, serta memberikan wawasan anda mengenai ayam cemani. Terima kasih.

10 Cara Merawat Anakan Merpati Agar Cepat Besar dan Terbang

10 Cara Merawat Anakan Merpati Agar Cepat Besar dan TerbangPiyik merpati (anakan merpati) yang barus menetas harus segera di lakukan perawatan dan pemeliharaan yang tepat dan benar. Jika tidak piyik merpati akan mati, dan juga mengalami beberapa gangguan kesehatan.

Baca: 10 Cara Memilih Bibit Ikan Nila Bagus dan Cepat Besar

Merawat piyik merpati memang terlihat sangat muda, namun bagi beberapa peternak akan sangat menyulitkan sehingga anakan burung merpati mudah mati dengan cepat. Berikut ini kami akan membantu cara merawat anakan burung merpati agar cepat besar dan terbang dengan baik.

1. Pisahkan Induk Betina

Hal pertama yang harus dilakukan setelah fase penetasan adalah memisahkan induk betina kekandang lain, namun pejantan tetap berada di kandang. Hal tersebut karena induk betina, agar bisa mengerami dan bertelur kembali di kandang lainnya.

2. Buatlah Sangkar Dengan Baik

Hal kedua yang harus diperhatikan dalam merawat anak merpati adalah sangkar. Buatlah sangkar atau perbaiki sangkar yang dibuat oleh indukan yang lebih tebal atau terlapisi oleh jerami atau rumput kering agar lebih hangat untuk anakan merpati.

3. Menjaga Suhu Sangkar Tetap Hangat

Hal ketiga yang harus diperhatikan dalam merawat anak merpatai adalah menjaga suhu sangkar agar tetap hangat. Oleh karena itu, anda sebaiknya meletakan thermometer kedalam kandang area anakan merpati.

4. Menghindari Kontak Sinar Matahari Secara Langsung

Hal Keempat yang harus diperhatikan dalam merawat anakan merpati adalah menghindari kontak langsung sinar matahari. Hindari kandang atau sangkar dari paparan secara langsung, karena anakan belum memiliki bulu dan memiliki permukaan tubuh yang relative besar terhadap bereat badannya.

5. Menghindari Ketidaknyamanan Anakan Burung

Hal kelima yang harus diperhatikan dalam merawat anak merpati adealah menciptakan kenyamanan anak merpati. Biasanya letakan kandang yang jauh dari keramaian, jauhkan dari burung atau binatang lainnya dan menjaga kebersihan kandang.

6. Mancatat Perkembangan Anak Merpati

Hal keenam yang harus diperhatikan dalam merawat anak merpati adalah memantau perkembangan dengan cara mencatatan. Menimbang berat badan dan memastikan bahwa anakan merpati memiliki berat serta perkembangan yang meningkat.

7. Membiarkan Anakan belajar Terbang

Hal ketujuh yang harus diperhatikan dalam merawat anak merpati adalah membiarkan anakan terbang di kandang, namun sebaiknya berilah kandang besar untuk agar anakan merpati dapat belar terbang dengan baik. Biasanya burung belajar terbang selama 5-15 hari.

8. Cara Pemberian Pakan

Hal kedelapan yang harus diperhatikan dalam merawat merparti  adalah cara  pemberian pakan anak merpati, biasanya pemberian pakan bisa dilakukan setelah 10-15 hari setelah penetasan. Untuk 0-10 hari, pemberian pakan terhadap anakan diberikan langsung oleh induknya. cara pemberian pakan, biasanya disuapin atau dilolohin dengan cara manual sedikit demi-sedikit. Pemberian pakan ini dilakukan 2 kali dalam sehari pada pagi hari dan sorte hari.

9. Jenis Pakan yang diberikan

Hal kesembilan yang harus diperhatikan dalam merawat anak merpati adalah jenis pakan yang diberikan. Biasanya memnberikan pakandengan kandungan tinggi seperti millet (campuran beras merah dengan jagung, kacang tanah, kedelai, kacang hijau dan juga pellet burung yang dilembutkan dengan air).

10. Pemberian Antibiotik dan Suplemen

Hal kesepuluh yang harus diperhatikan dalam merawat anakan merpati adalah pemberian antibiotic yang dapat diterapkan pada air minum maupun mencampurkan ke pakan. Pemberian antibiotic ini biasanya ketika umur anakan  merpati 3-4 minggu. Sedangkan, suplemen pemberian pakan bisa dilakukan 1 minggu 1 kali atau 2 kali, yang bertjuan untuk meningkatkan nafsu makan, mempercepat pertumbuhan dan juga mempercepat burung terbang dalam jangka pendek.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang 10 Cara Merawat Anakan Merpati Agar Cepat Besar dan Terbang. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

 

13 Hal Yang Harus dilakukan Ketika DOC Baru Datang

13 Hal Yang Harus dilakukan Ketika DOC Baru Datang – DOC (Day Old Chicken) atau dapat diartikan ayam berumur satu hari, yang baru datang harus segera ditangani dengan tepat dan juga benar. Hal tersebut bertujuan untuk menghindari kematian atau abnormalitas terhadap ayam tersebut.

Baca: Ciri-Ciri DOC Ayam Yang Baik dan Berkualitas

Biasanya anak ayam yang baru datang akan mengalami tingkat stress relative tinggi, Karena dalam perjalanan mengalami benturan, hentakan, atau lainnya sehingga dapat menyebabkan stress. Untuk itu, anda harus segera menanggani dengan beberapa hal yang harus dilakukan untuk menghindari hal yang tidak di inginkan.

1. Penimbangan DOC

Pertama hal yang harus dilakukan adalah penimbangan, rata-rata berat yang dihasilkan berkisar 40-50 gram atau juga 60%-68% dari berat telur yang ditetaskan.

2. Penghitungan DOC

Kedua hal yang harus dilakukan adalah penghitungan, biasanya dalam satu boxs berisi 100-102.

3. Penyeleksian DOC

Ketiga yang harus dilakukan adalah seleksi, karena seleksi ini bertujuan untuk mendapatkan DOC yang bagus dan berkualitas. Dalam penyeleksian ini harus dilakukan dengan tepat dan benar, pilihlah DOC sehat, tidak cacat, lincah dan memiliki nafsu makan tinggi.

4. Masukan DOC ke Brooding (tempat penghangat)

Brooding adalah dimana anak ayam membutuhkan tempat yang hangat, baik itu indukan maaupun buatan.  Suhu optimalnya adalah 32-33 derajat celcius, dengan kelembaban 30-50%.

5. Berikan Minum Air Gula 2-5 %

Hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah memberikan air minum (air gula). Pemberian air minum biasanya hanya di berikan 2%-5% pada DOC yang baru datang, untuk menghindari stress, dehidrasi, dan memberikan energy DOC agar tidak lemas.

6. Jangan Berikan Pakan dan Ransum

Hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah memberikan pakan dan ransum sedikit demi sedikit untuk melatih pencernaan DOC. Biasanya pemberian pakan untuk DOC yang baru datang tidak disarankan, namun bisa dilakukan hanya dengan memberikan sedikit saja.

7. Perhatikan DOC Secara Detail

Hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah memperhatikan DOC secara detail, seperti nafsu makan, gerakan, dan bahkan kesehatan. Bila mengalami gangguan lakukan pemisahan atau isolahan DOC yang terserang.

8.Pelebaran Brooding

Jika anak ayam sudah berumur 3 hari lakukan pelebaran sekat brooding, hal tersebut untuk menghindari pemadatan anak ayam. Lakukan setiap 2-3 kali sekali.

9.Vaksinasi

Jika umur ayam 4 hari lakukan vaksinasi ND, dengan dosis yang di anjurkan.

Adapun tambahan, manajemen pemeliharaan yang baik dan benar di mulai dari persiapan kandang sebelum DOC datang, yaitu:

  1. Awali dengan membersihkan feses dan desinfeksi kandang dengan gavprotec.
  2. Tiga hari sebelum datang, pasang litter (alas kandang) dengan ketebalan 7-8 cm, sebelum di desinfeksi.
  3. Siapkan Gas Broder atau Gasolec, dan pasangh TMA dan NRDOC.
  4. Saat 1-3 sebelum DOC datang, Gasolec sudah dinyalakan dan siapkan air minum ditambah gula 2-5% serta Gavin E untuk mempercepat pemulihan.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang 13 Hal Yang Harus dilakukan Ketika DOC Baru Datang. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.