Karakteristik Kambing Muara

Karakteristik Kambing MuaraKambing muara adalah kambing lokal Indonesia, yang banyak ditemukan di Kabupaten Tapanuli Utara, Kecamatan Muara Provinsi Sumatra Utara. Meskipun kambing lokal bobot badan kambing muara lebih besar dibandingkan dengan kambing kacang dan diduga kambing muara adalah kambing prolifik.

Baca: Karakteristik Kambing Kosta

Kambing muara merupakan jenis kambing yang subur bisa melahirkan anak 2 – 4 ekor, dan sangat baik dalam kemampuan memelihara dan menyusui anaknya.

Karakteristik atau Ciri – Ciri Kambing Muara

Adapun ciri-ciri kambing muara, secara umum adalah sebagai berikut:

  • Warna tubuh bervariasi, seperti merah bata, putih, hitam dan kombinasi.
  • Bobot badan betina  dewasa 49,4 kg dan jantan 68,3 kg
  • Panjang badan betina 75,8 cm dan jantan 96,3 cm.
  • Tinggi pundak betina 69,7 cm dan jantan 87,6 cm.
  • Tinggi pinggul betina 72,2 cm dan jantan 89,2 cm.
  • Lingkar dada betina 84,5 cm dan jantan 98,7 cm.
  • Lebar dada betina 18,6 cm dan 38,5 cm.
  • Dalam dada betina 38,7 cm dan jantan 50,7 cm.
  • Panjang tanduk 13,4 cm dan jantan 27,2 cm.
  • Panjang telinga betina 18,3 cm dan jantan 19,4 cm.
  • Lebar telinga betina 8,3 cm dan jantan 8,8 cm.
  • Panjang ekor betina 10,5 cm dan jantan 9,7 cm.
  • Lebar ekor betina 4,6 cm dan jantan 5,2 cm.
Keuntungan Beternak Kambing Muara
  • Produksi daging lebih banyak dibaningkan kambing lokal lainnya.
  • Produksi susu dikalah dengan kambing PE.
  • Mudah beradaptasi dan mudah diternakan seperti kambing lokal lainnya.
  • Harga jual lumayan cukup tinggi.

Baca juga: 

Demikianlah informasi tentang Karakteristik Kambing Muara. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat, serta menambah wawasan anda. TERIMA KASIH.

Karakteristik Kambing Kosta

Karakteristik Kambing Kosta Kambing Kosta merupakan salah satu kambing hasil persilangan antara Kambing Kacang dengan Kambing Kashmir (kambing impor), mempunyai tubuh sedang, hidung rata, tanduk pendek, dan bulu pendek (Dinas Pertanian, dan Peternakan Banter, 2011).

Baca: Karakteristik Kambing Gembrong

Kambing Kosta awal mula ditemukan di Provinsi Banter, terdapat di Kabupaten Serang, Pandeglang dan juga dapat ditemukan di wilayah Tanggerang dan DKI Jakarta (Nurmendiansyah dan Heriyadi, 2007).

Karakteristik Atau Ciri-Ciri Kambing Kosta

Karakteristik kambing kosta, dari beberapa sumber adalah sebagai berikut:

  • Warna dominan kambing kosta, menurut Batubara et al., (2006), dalam persentase adalah warna hitam (61%), coklat tua (20%), coklat merah (5,8%), dan abu-abu (3,4%).
  • Bentuk badan kambing kosta betina, menurut Ivan MM et al., (2015), lingkar dada 58,70 cm, lebar dada, 14,05 cm, dalam dada 28,11 cm, lebar pinggul 32,62 cm, tinggi pinggul 42,88 cm, tinggi gumba 42,22 cm, panjang badan 41,14 cm, lebar kepala 7,4 cm, panjang kepala 16,33 cm, indeks kepala 0,46 cm dan bobot badan 22,40 kg.
  • Bentuk badan kambing kosta jantan, menurut Fajar et al., (2013), panjang badan 52,75 cm, tinggi pundak 45,83 cm, lingkar dada 61,33 cm, dan bobot badan 24,17 kg.
Keuntungan Beternak Kambing Kosta
  • Proses Pemeliharaan tergolong sangat mudah, bisa digembalan atau diumbar.
  • Adaptasi lingkungan sangat relative tinggi, seperti kambing kacang.
  • Memiliki potensi daging yang berkualitas.
  • Harga jual juga sangat relative mahal.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Karakteristik Kambing Kosta. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat, serta menambah wawasan anda. TERIMA KASIH.

Karakteristik Kambing Gembrong

Karakteristik Kambing Gembrong – Kambing Gembrong merupakan salah satu jenis kambing lokal yang yang awalnya hanya ditemukan di Bali bagian Timur, yaitu Kabupaten Karangasem yang dipelihara oleh petani/peternak secara ekstensif (tidak dikandangkan) atau dikandangkan dengan kandang yang sangat sederhana.

Baca: Karakteristik Kambing Jawarandu (Bligon)

Saat ini populasi kambing Gembrong dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan, apalagi penggunaan bulu panjang dimanfaatkan sebagai umpan untuk mincing semakin kurang diminati. Namun, untuk kebutuhan daging masih banyak yang minat karena daging yang dihasilkan memiliki kualitas tinggi dibandingkan dengan kambing lokal lainnya.

Karakteristik Kambing Gembrong

Karakteristik atau ciri-ciri kambing Gembrong, menurut  Suyasa et al., (2014) adalah sebagai berikut.

  • Berbulu lebat dan panjang, terutama pada jantan dengan dominan berwarna putih (94,12%), dan abu-abu (5,88%).
  • Panjang bulu jantan disekujur tubuh (leher, badan, paha belakang, muka) berkisar anatar 9-11 cm, kecuali janggut berkisar 19,79 cm.
  • Panjang bulu betina disekujur tubuh terjenggot berkisar 5,30-8,80 cm.
  • Bobot badan jantan dewasa berskiare 29,15 kg dan betina dewasa 18,20 kg.
  • Bobot lahir anak jantan berkisar 1,23 kg dan betina 1,30 kg.
  • Bobot bulu jantan 0,54 kg.
  • Panjang tanduk jantan dewasa 13,17 cm dan betina dewasa 4,40 cm.
Keuntungan Beternak Kambing Gembrong

Adapun beberapa keuntungan beternak kambing Gembrong, yaitu:

  • Proses pemeliharaan mudah dan sederhana, seperti kambing lokal lainnya.
  • Bulu yang dihasilkan sangat berkualitas.
  • Adaptasi sangat baik pada lingkungan baru.
  • Pakan yang diberikan bisa hijauan, ataupun konsentrat.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Karakteristik Kambing Gembrong. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat, serta menambah wawasan anda. TERIMA KASIH.

 

Karakteristik Kambing Jawarandu (Bligon)

Karakteristik Kambing Jawarandu (Bligon) Kambing Jawarandu merupakan hasil persilangan antara kambing Ettawa dengan kambing lokal (kambing Kacang) dengan persentase genetik kambing Kacang lebih tinggi, yaitu lebih dari 50%.

Baca: Karakteristik Kerbau Murrah

Kambing Jawarandu memiliki dua kegunaan, yaitu penghasil susu (perah) dan pedaging unggul (Sarwono, 2008). Kambing  Jawarandu termasuk ternak yang mudah dipelihara karena dapat mengkonsumsi berbagai macam hijauan, termasuk rumput lapang dan juga perkembangan kambing ini cukup cepat.

Karakteristik atau Ciri-Ciri Kambing Jawarandu

Ciri-ciri kambing Jawarandu, dari beberapa sumber adalah sebagai berikut:

  • Bentuk muka cembung dan dagu berjanggut.
  • Di bawah leher terdapat gelambir yang tumbuh dari sudut janggut.
  • Telinga panjang, lembek, mengantung dan ujungnya agak berlipat.
  • Tanduk berdiri tegak ke belakang, panjang 6,5 cm – 24,5 cm.
  • Tinggi tubuh (gumba) 70-90 cm, tubuh besar dan pipih.
  • Bentuk garis punggung seolah-olah mengombak kebelang.
  • Buluh tubuh tampak panjang dibagian leher, pundak, punggung dan paha.
  • Kambing ini mampu tumbuh 50-100 g/hari.
  • Berat badan betina anatara 34-45 kg dan jantan berskiar antara 40-60 kg.
  • Produksi susu 1-1,5 1/hari.
  • Kambing Jawarandu menghasilkan anak 1-3 ekor per kelahiran.
Keuntungan Beternak Kambing Jawarandu
  • Proses pemeliharaan sangat mudah, seperti kambing kacang. Bisa digembalakan atau tidak.
  • Produksi susu dan daging yang dihasilkan sangat unggul, jika dibandingkan dengan kambing lokal.
  • Perkembangan sangat cepat, karena kambing ini tidak memilih-milih pakan.
  • Mudah beradaptasi dengan lingkungan baru.
  • Harga jual relatif tinggi.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Karakteristik Kambing Jawarandu (Bligon). Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat, serta menambah wawasan anda. TERIMA KASIH.

Mengenal Karakteristik Kerbau Murrah

Mengenal Karakteristik Kerbau Murrah – Kerbau Murrah merupakan salah satu jenis kerbau sunggai yang paling banyak dikembangkan di Negara India dan beberapa Negara lainnya. Kerbau Murrah ini berasal dari Negara India dibagian Uttar, Pradesh, Haryana, Punyab dan Delhi (Fahimuddin, 1975). Kerbau Murrah ini juga ditemukan di Indonesia, yang banyak dipelihara di Sumatra Utara.

Baca: Klasifikasi Bunga Bakung

Kerbau Murrah ini termasuk kerbau yang paling efesien dalam menghasilkan susu. Produksi susunya bisa mencapai 1.800 kg/laktasi dengan kadar lemak 7-8%, sedangkan lama laktasi sekitar 9-10 bulan.

Karakteristikatau Ciri-Ciri Kerbau Murrah

Karakteristik atau ciri-ciri kerbau murah, adalah sebagai berikut:

  • Tanduk Melengkung kebelakang, berwarna kecoklat gelap hingga kehitaman.
  • Bentuk kepala lebih kecil, dibandingkan dengan badan.
  • Leher memiliki ukuran panjang, berkisar 40-50 cm.
  • Kaki pendek, berwarna kehitaman gelap.
  • Kerangka tubuh berbentuk kompak, seperti sapi perah.
  • Bagian ambing betina besar, dan mengantung serta memiliki puting ambing berbentuk simetris.
  • Bagian ekor panjang, dan tampak ramping panjangnya mencapai pergelangan kaki (tarsus).
  • Bobot badan jantan dewasa mencapai 544 kg dan betina dewasa 450 kg.
  • Ukuran kerbau murrah jantan dewasa, dengan Panjang badan jantan 129,5 cm, tinggi pundak 126,38 cm, tinggi pinggul 125,56 cm dan lingkar dada 182,16 cm (Sitorus, 2008).
  • Ukuran kerbau murrah betina dewasa, dengan panjang badan 131,87 cm, tinggi pundak 133,13 cm, tinggi pinggul 132,5 cm dan lingkar dada 202,52 cm (Sitorus, 2008).
Keuntungan Beternak Kerbau Murrah
  • Adaptasi lingkungan sangat baik, meskipun hanya dibeberapa tempat.
  • Produksi susu yang dihasilkan sangat tinggi.
  • Produksi daging yang dhasilkan unggul dan berkualitas.
  • Proses pemelihraan sangat mudah, seperti sapi perah lainnya.
  • Harga jual sangat relative tinggi.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang  Mengenal Karakteristik Kerbau Murrah. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat, serta menambawa wawasan anda. TERIMA KASIH.

Mengenal Karakteristik Sapi Aberdeen Angus

Mengenal Karakteristik Sapi Aberdeen AngusSapi Aberdeen Angus merupakan salah sapi yang dihasilkan dari keturunan Bos taurus. Sapi ini berasal dari Skotlandia, penyebaran sapi ini sudah menyebar luas, seperti Amerika, Australia, Indonesia, Afrika dan lainnya.

Baca: Karakteristik Sapi Brahman Cross

Sapi Aberdeen Angus, hampir sama mnemiliki ciri-ciri seperti sapi peranakan hangus, karena diduga peranakan angus ini adalah hasil persilangan antara sapi Aberdeen Angus, American Brahman dan PO.

Karakteristik Sapi Aberdeen Angus

Menurut Adinata., et al (2017) ciri-ciri sapi Aberdeen Angus, antara lain:

  • Berbulu tipis dan berwarna hitam.
  • Tidak mempunyai punuk.
  • Tidak mempunyai tanduk.
  • Kepala pada jantan relatif lebih besar dan pendek dibandingkan dengan kepala betina relatif panjang dan besar.
  • Moncong relatif besar.
  • Kelopak mata kecil.
  • Telinga berukuran sedang dan aktif bergerak tidak mengantung.
  • Punggung lurus dan lebar.
  • Dada relatif lebar dan dalam.
  • Tubuh cembung dan panjang.
  • Kaki relatif kecil dan pendek .
  • Pantat berbentuk bulat.
  • Ekor berukuran sedang dan panjang dengan bulu ekor relatif lebat.
  • Ambing pada betina berukuran besar.
  • Prepetoium dan penis pada jantan berukuran besar dan skrotum berukuran besar sedikit mengantung.
  • Bobot badan jantan dewasa mencapai 1000 kg dan betina 800 kg.
  • Pertambahan bobot badan harian sekitar 1,2-1,5 kg.
Keuntungan Beternak Sapi Aberdeen Angus
  • Produksi daging yang dihasilkan sangat bagus dan berkualitas, sehingga karkas yang dihasilkan memiliki banyak persentase.
  • Dapat dijadikan bakal indukan unggul dan berkualitas, dengan menyilangkan dari beberapa jenis sapi.
  • Proses beternak sangat mudah dilakukan, dalam penyesuaian atau adaptasi, pemberian pakan dan sebagainya.
  • Harga jual yang proleh sangat tinggi, jika dibandingkan sapi lokal pada umumnya.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Mengenal Karakteristik Sapi Aberdeen Angus.  Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. TERIMA KASIH.

Mengenal Karakteristik Sapi Brahman Cross (Bos indicus)

Mengenal Karakteristik Sapi Brahman Crsos (Bos indicus) – Sapi Brahman Cross merupakan salah satu jenis sapi potong (tipe pedaging) yang dikembangkan di Amerika Serikat, daerah Gulf pada tahun 1854 dan 1926. Bangsa sapi ini merupakan keturunan sapi zebu (Bos indicus) yang berasal dari India. Sapi ini telah diseleksi dan ditingkatkan mutu genetiknya di Amerika Serikat dan Australia, sehingga menghasilkan sapi Brahman Cross yang berkualitas (Fikar dan Ruhyadi, 2010).

Baca: Cara Mengobati Flu Burung Ayam

Sapi bakalan Brahman cross yang banyak dipelihara dan digemukan di Indonesia berasal dari Australia sehingga sapi yang ditemukan didaerah Indonesia memiliki kualitas yang sangat bagus untuk bakalan indukan.

Klasifikasi Sapi Brahman Cross

Menurut Blakely dan Bade (1994), klasifikasi taksonominya adalah sebagai berikut:

Phylum: Chordata

Subphylum: Vertebrata

Class: Mamalia

Sub class: Theria

Infra class: Eutheria

Ordo: Artiodactyla

Sub ordo: Rumantia

Infra ordo: Pecor

Familia: Bovidae

Genus:  Bos (cattle)

Spesies: Bos indicus (sapi India/sapi Zebu)

Karakteristik Sapi Brahman Cross

Adapun ciri-ciri sapi Brahman cross berdasarkan karakteristik yang dimiliki, adalah sebagai berikut

  • Ukuran tubuh besar.
  • Warna tubuh abu-abu muda, tapi adapula yang merah atau hitam
  • Warna pada jantan lebih geap daripada yang betina.
  • Kepala panjang, telinga bergantung, ukuran tanduk sedang, lebar dan besar.
  • Ukuran ponok pada jantan lebih besar dari pada yang betina (Sugeng, 1998).
  • Bobot lahir berkisar antara 30-35 kg
  • Bobot badan sapi Brahman croos jantan dewasa mencapai 800-1.000 kg, dan betina 500-700 kg (Turner, 1981).
  • Potensi kenaikan badan harian 0,8-1,2 kg/hari, dengan lama pengemukan 3-4 bulan.
  • Persentase karkas 54,2 % (Fikri dan Ruhyadi, 2010)
Keunggulan Beternak Sapi Brahman Cross
  • Adaptasi perubahan lingkungan cuaca panas dan dingin sangat baik.
  • Struktur tulang sapi tergolong kecil, sehingga menghasilkan jumlah daging yang banyak.
  • Konsumsi pakan yang diberikan juga sangat mudah, bisa diberikan dengan pakan hijauan ataupun pakan kering, seperi konsentrat berbahan pabrik seoerti onggok, bungkil sawit, polar dan lainnya.
  • Harga jual yang dimiliki oleh sapi Brahman Cross sangat tinggi dibandingkan dengan sapi lokal.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Mengenal Karakteristik Sapi Brahman Cross (Bos indicus). Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat, serta menambah wawasan anda. TERIMA KASIH.

15 Cara Mengatasi Penyakit Flu Burung Pada Ayam

15 Cara Mengatasi Penyakit Flu Burung Pada Ayam Penyakit Flu Burung merupakan salah satu penyakit mematikan yang sudah dikenal sejak tahun 2003 silam, dari beberapa kasus penyakit menyebabkan banyak ternak mati, terutamanya ternak unggas seperti ayam (ayam Bangkok, ayam buras, broiler dan sebagai), bebek, itik, angsa dan sebagainya.

Baca: 5 Cara Ampuh Mengobati Penyakit Gumboro Pada Ayam

Penyakit ini bukan hanya menyebar di Asia saja, melainkan juga menyebar di Eropa dan Afrika. Penyakit ini dikenal dengan sebutan Avian Influenza (AI),  tipe yang sering menyerang unggas adaah tipe A yaitu penyakit H5N1. Penularan bisa dilakukan secara kontak langsung, pakan, tempat minum, peralatan dan juga petugas ternak. Jika anda peternak, untuk mencegah dan memusnahkan penyakit flu burung ini dengan cepat. Berikut 15 cara mengatasi penyakit flu burung pada ayam.

1. Menjauhkan Ayam Yang Dari Media Penularan

Jauhkan ayam yang terserang dari media penularan, berupa kotoran, peralatan, tempat pakan dan minum serta transportasi yang sudah terkontaminasi.

2. Mengisolasi Ayam Yang Terserang Flu Burung

Jauhkan atau pindahkan ayam yang terserang penyakit flu burung, bertujuan agar tidak menular ternak ayam lainnya.

3. Pahami Gejala Klinis

Sebelum dilakukan hal diatas, pahami terlebih gejala klinis yang dtitimbulkan oleh penyakit burung, berupa;

  • Adanya cairan pada mata dan hidung (gangguan pernafasan)
  • Jengger dan pial akan membengkak serta tampak berwarna kebiruan
  • Lebih cendrung diam atau tidak aktif
  • Pendarahan pada kaki, berupa bintik merah
  • Tingkat kematian sangat tinggi mendekati 100% (dalam kurung waktu 2 hari, maksimal 1 minggu)
4. Pengobatan dengan Ramuan Herbal (Alami)

Pengobatan ayam terkena penyakit flu burung hingga saat ini belum ada yang bisa diobati sembuh secara total. Namun dapat dicegah atau dihentikan ketika gejala belum akut sehingga penyakit flu burung pada ayam tidak berlanjut ketahap yang lebih parah. Untuk itu, bisa menggunakan obat alami atau herbal dari berbagai macam tanaman, seperti;

  • Kunyit
  • Temulawak
  • Bawang putih
  • Daun pepayah
  • Dll

Tanaman tersebut di tumbuk atau diblender hingga halus dan berikan air sedikit serta tambahkan teluh puyuh (jika ada) dan minumkan sehari dua kali sehingga ayam akan fit dan nafsu makan bertambah.

5. Menggunakan Kunyit

Dilakukan sama seperti diatas, kunyit ini memiliki kandungan kurmin yang tinggi sehingga sangat baik untuk meningkatkan kekebalan dan anti mun berguna juga  sebagai anti peradangan pada ternak ayam (baca juga mengenai pengendalian hama dan penyakit ayam petelur ).

6. Menggunakan Bawang Putih

Ramuan bawang putih memiliki kandungan anti biotic yang tinggi sehingga sangat membantu melawan penyakit flu burung. Bawang putih ini sangat banyak digunakan untuk mengobati penyakit flu burung karena memiliki khasiat yang baik.

7. Menggunakan Bubuk Cabai

Bubuk cabai juga sangat efektif digunakan sebagai obat alternative untuk mengatasi penyakit flu burung. Kandungan didalam bubuk cabai akan membantu menghilangkan racun dan meningkatkan system kekebalan tubuh sehingga sangat baik diberika setiap hari.

8. Menggunakan Astragalus

Astragalus merupakan salah satu tanaman yang banyak digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit, terutamanya masyarakat Tiongkok. Tanaman ini dapat meningkatkan sel darah dan melawan penyakit flu burung secara efektif.

9. Menggunakan Echinacea

Echinacea adalah salah satu obat flu burung alami herbal yang berasal dari Amerika serikat, yang berguna untuk membersihkan darah dan dapat juga meningkatkan system kekebalan tubuh ternak ayam. Herbal ini banyak digunakan sebagai kandungan jamu anti flu atau flu burung pada ayam.

10. Menggunakan Forysthia

Forysthia ini adalah satu obat herbal yang banyak digunakan untuk mengatasi flu burung. Hal ini dilakukan dengan menambahkan lemon sehingga akan memperkuat system kekebaan tubuh ayam (baca juga mengenai cara mengobati penyakit CRD pada ayam).

11.Menggunakan Minyak Oregano dan Kamperfuli

Kedua ramuan sangat efektif untuk membunuh bakteri atau virus yang terdapat dalam tubuh ayam. Selain itu, juga dapat digunakan sebagai antibiotic alami untuk mencegah perkembangan atau penyebaran flu burung pada ayam.

12. Menggunakan Ekstrak Daun Zaitun

Kandungan yang terdapat pada daun zaitun, berupa anti bakteri sangat bermanfaat untuk memperkuat system kekebalan tubuh. Selain itu, daun ini juga membantu system limfatik untuk melawan penyakit flu burung pada ayam.

13. Pemusnahan Ayam Terserang

Bila ayam terserang dalam jumlah besar dan juga mengalami kematian sebaiknya lakukan pemusnahan dengan dua cara yaitu, menguburkan ayam yang mati dan juga membakar ayam yang mati hingga habis.

14. Melakukan Vaksinasi Secara Teratur

Vaksinasi memang sangat baik digunakan untuk mencegah berbagai macam penyakit. Sehingga sangat disarankan untuk melakukan vaksinasi secara teratur sebelum mulainya penyebaran penyakit flu burung.

15. Perlunya Pertolongan Dokter Hewan

Ada beberapa hal yang harus dilakukan, untuk mengatasi penyakit flu burung menurut beberapa dokter hewan, yaitu:

  • Melakukan biosekurity
  • Depopulasi
  • Pengendalian lalulintas keluar masuk ternak ayam
  • Surveilans dan penulusuran
  • Pengisian kandang kembali
  • Stramping out
  • Monitoring dan evaluasi
  • Menjaga kebersihan dan kesehatan ternak ayam.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang 15 Cara Mengatasi Penyakit Flu Burung Pada Ayam. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih. Jangan Lupa Share, Like dan Komen. TERIMA KASIH.

 

5 Cara Ampuh Mengobati Penyakit Gumboro Pada Ayam

5 Cara Ampuh Mengobati Penyakit Gumboro Pada AyamPenyakit  Gumboro atau Penyakit Infectios Bursal Disease (IBD) merupakan salah satu penyakit yang menyerang dan merusak system kekebalan tubuh ayam melalui virus dari genus Avibirnavirus. Penyakit ini pertama kali dilaporkan dan ditemukan oleh Cosgrove pada tahun 1962, berdasarkan kasur yang terjadi pada tahun 1957 di desa Gumboro-Delaware, Negara bagian Amerika Serikat. Sesuai dengan asal daerah ditemukan, penyakit ini dikenal juga dengan sebutan Gumboro.

Baca: Mengenal Karakteristik Kambing Saanen (Capra aegagrus hircus)

Penyebaran penyakit ini melalui air minum, kontak langsung, pakan, peralatan dan udara yang tercemar. Penyakit ini menyerang pada berbagai unggas, seperti ayam Bangkok, ayam broiler, bebek dan sebagainya.  Penyakit ini juga merupakan penyakit menular akut dan tidak ada obatnya, namun dapat diatasi dengan obat herbal maupun obat kimia.

Gejala Terserang Penyakit Gumboro Pada Ayam

Adapun gejala atau ciri-ciri ayam terserang penyakit gumboro, antara lain:

  1. Kurang nafsu makan
  2. Ayam menjadi lesu, atau tidak agresif
  3. Terjadi peradangan di bagian dubur.
  4. Mencret putih serta berlendir.
  5. Suhu tubuh badan ayam akan tidak stabil.
Cara Mengobati Penyakit Gumboro Ayam

Berikut ini cara mengatasi dan mengobati penyakit gumboro pada ayam, sebagai berikut:

1. Melakukan Brooding

Brooding atau induk Buatan adalah salah satu alat yang dipakai untuk penghangat DOC atau DOD. Dalam hal ini brooding bisa juga digunakan untuk mengobati ayam terserang penyakit gumboro, namun pengobatan ini hanya dapat dilakukan ketika ayam atau unggas lainnya berusia dibawah satu bulan (baca juga: Cara Mengobati Penyakit Kaki Bengkak Burung Kacer).

2. menggunakan Antibiotikg

Penyakit Gumboro adalah penyakit yang disebabkan oleh virus, jadi dengan memberkan obat antibiotic dapat menyembuhkan penyakit ini. Ada beberapa obat yang bisa digunakan diantaranya adalah Doxcilin dan Ampicilin. Berikan obat tersebut sesuai dengan dosis dan petunjuk yang tertulis di kemasan tersebut.

3. Menggunakan Obat Herbal

Obat Herbal yang harus diberikan bila memiliki tanda-tanda atau cirri-ciri diatas terdiri dari gula merah sebanyak 100 gram, kunyit 100 gram, lempuyang 100 gram dan air sebanyak 1 liter. Ramuan herbal tersebut bisa dicampurkan dan digunakan selama 7 hari berturut-turut.

4. Mengunakan Obat Kimiawi

Obat kimia ini hampir sama dengan obat antibiotic, namun memiliki peran yang lebih efektif dalam upaya pencegaham. Biasanya menggunakan obat-obatan, seperti Vaksinobilis, Delvax gumboro dan Bursavac (baca juga: Pengendalian Hama dan Penyakit Ayam Petelur ).

5. Pencegahan Penyakit Gumboro

Ada beberapa upaya pencehan penyakit gumboro, agar unggas tidak mudah terserang oleh penyakit ini antara lain:

  • Melakukan sanitasi area peternakan dengan menyemprotkan larutan disinfektan.
  • Melakukan vaksinasi pada ayam yang berusia 7-9 hari, bertujuan untuk meningkatkan system kekebalan tubuh dan menghindari beberapa penyakit yang akan menyerang.
  • Menjaga kebersihan kandang, pakan, minum dan peralatan kandang dengan teratur.
  • Memberikan multivitamin atau vitamin tambahan agar dapat membantu meningkatkan system kekebalan tubuh dan mempercepat pertumbuhan.

Baca juga:

Demikianlah ulasan tentang 5 Cara Ampuh Mengobati Penyakit Gumboro Pada Ayam. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat serta menambah wawasan anda dalam mengatasi dan mengobati penyakit gumboro serta mengantisipasi penyakit gumboro. Jangan Lupa Like, dan Share. TERIMA KASIH.

Mengenal Karakteristik Kambing Saanen (Capra aegagrus hircus)

Mengenal Karakteristik Kambing Saanen (Capra aegagrus hircus) – Kambing Saanen merupakan salah satu jenis kambing penghasil Susu terbesar. Kambing ini berasal dari Lembah Saanen, Swiss bagian barat.

Baca: 17 Cara Beternak Bebek Peking Bagi Pemula

Kambing ini sangat sulit di ternak kan di wilayah tropis karena kepekaaannya terhadap matahari. Oleh karena itu, jenis kambing ini jika diternak di Indonesia disilangkan lagi dengan jenis kambing lain yang lebih resisten terhadap cuaca tropis, seperti dengan kambung peranakan etawa.

Karakteristik atau Ciri-Ciri Kambing Saanen

Menurut et al (2001), cirri-ciri kambing saanen adalah sebagai berikut:

  1. Memiliki bulu yang pendek
  2. Dominan berwarna putih
  3. Memiliki hidung lurus
  4. Bagian muka berbentuk, seperti segi tiga
  5. Memiliki telinga tegak lurus ke depan
  6. Bagian ekor tipis dan pendek
  7. Jantan dan betina memiliki tanduk
  8. Panjang ambing berbeda-beda sekitar 3-4 cm dan panjang putting 5-6 cm
  9. Berat dewasa jantan reentang 68-91 kg dan betina 36-63 kg.
  10. Berat lahir anak kambing saanen, jantan 3 kg dan betina 3,3 kg
  11. Produksi susu kambing Saanen bisa mencapai 4/1 hari (Moeljanto dan Bernadius, 2002)
  12. Produksi kambing Saanen dalam satu periode dalam satu laktasi mencapi 2695,3 kg (setiadi et al., 2001)
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Susu

Menurut Makin (2011), faktor yang mempengharuhi produksi susu kambing Saanen, yaitu:

  • Kesehatan ternak,
  • Tata laksana,
  • Pakan,
  • Manajemen pemerahan
  • Dan umur ternak

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang  Mengenal Karakteristik Kambing Saanen (Capra aegagrus hircus).  Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat, serta menambawa wawasan anda dalam mengenal beberapa jenis kambing.  Jangan Lupa Share dan Like. TERIMA KASIH.