7 Cara Membedakan Ikan Mas Koki Jantan dan Betina

7 Cara Membedakan Ikan Mas Koki Jantan dan BetinaIkan Mas Koki (Carassius auratus auratus) merupakan salah satu jenis ikan hias yang banyak disukai dan digemari oleh berbagai macam kalangan. Sehingga ikan hias mas koki ini banyak di ternakkan oleh peternak.

Baca:  6 Cara Merawat Anak Ikan Cupang Yang Baru Menetas Agar Tidak Mati

Namun, sebagian peternak ikan hias masih belum banyak yang bisa menentukan ikan hias jantan dan betina terutamanya peternak pemula. Untuk itu, kami akan jelaskan cara membedakan ikan mas koki jantan dan betina dengan mudah berdasarkan cirri-ciri yang dimiliki.

Ciri-Ciri Ikan Mas Koki Jantan dan Betina

Cara membedakan ikan mas koki jantan dan betina, dapat dilihat berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki, antara lai:

1. Kepala

Kepala ikan mas koki jantan memiliki kepala agak kecil dan juga agak kerucut serta muncung ke depan, sedangkan ikan mas koki betina memiliki bentuk kepala bulat dan agak besar dibandingkan dengan jantan.

2. Postur Tubuh

Postur tubuh atau bentuk tubuh ikan mas koki jantan lebih ramping dan memanjang, sedangkan bentuk tubuh ikan mas koki betina tampak bulat dan besar.

3. Warna Tubuh

Warna ikan mas memang beragam, namun untuk menentukan bisa juga di lakukan dengan menentukan jantan dan betina. Warna ikan mas koki jantan lebih mengkilap, jelas dan lebih terang dibandingkan betina yang agak kusam atau kurang terang.

4. Sirip Bagian Atas

Sirip bagian atas pada ikan mas koki jantan lebih panjang dan berbentuk separuh kipas, untuk beberapa spesies. Sedangkan pada ikan mas koki betina memiliki sirip bagian atas pendek dan berbentuk seperti bulan sabit hanya separuh.

5. Sirip Bagian Bawah

Sirip bnagian bawah ikan mas koki jantan memiliki sirip satu (tunggal), dan terdapat bercak atau bintik putih. Sedangkan pada ikan mas koki betina memiliki sirip bagian bawah dua (ganda) dan tidak bintik, untuk sebagian spesies ikan mas koki betina.

6. Gerakan Ikan

Gerakan ikan mas koki jantan lebih agresif, lincah dan liar, sedangkan ikan mas koki betina pasif atau tidak terlalu banyak bergerak.

7. Alat Reproduksi

Organ reproduksi ikan mas koki jantan bila di lakukan perabaan akan tampak menonjol dan meruncing, sedangkan ikan mas koki betina berbentuk bulat dan dekat dengan bagian anus.

Tambahan:

Ciri-ciri diatas, dapat dilakukan ketika umur ikan jantan berumur 3-5 bulan dan betina minimal berumur 6-8 bulan. Ketika masih dalam bentuk benih, akan sangat sulit membedakan ikan mas koki jantan dan betina.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang 7 Cara Membedakan Ikan Mas Koki Jantan dan Betina. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

6 Cara Merawat Anak Ikan Cupang Yang Baru Menetas Agar Tidak Mati

6 Cara Merawat Anak Ikan Cupang Yang Baru Menetas Agar Tidak MatiMerawat atau memelihara anakan ikan cupang memang sangat sulit sekali dilakukan, kebanyakan anakan ikan cupang setelah menetas mudah mati dan bahkan di makan oleh induknya sendiri.

Baca: 10 Cara Merawat Anakan Merpati Agar Cepat Besar dan Terbang

Penetasan telur ikan cupang waktu paling dilakukan sekitar 2 x 24 jam, dengan kondisi anakan yang belum bisa berenang dan hanya mengapung di permukaan air dengan bentuk transparan. Ikan cupang yang banyak di budidayakan adalah ikan cupang plakat, ikan cupang halfmoon, ikan cupang aduan dan sebagainya. Namun, saat penetasan telur dilakukan perawatan dan pemeliharaan yang sama.

1. Pisahkan Induk Jantan dari Kolam Pemijahan

Pisahkan induk jantan dalam kolam pemijahan setelah 3-4, setelah penetasan. Bertujuan untuk menghindari induk jantan memakan anakannya sendiri.

2. Pemberian Pakan

Pemberian pakan bisa dilakukan setelah anakan ikan cupang berumur 2-3 hari, dengan menggunakan pakan yang berukuran kecil, halus dan lembut seperti kutu air, kuning telur, susu bubuk, artemia dan infrusoria.

3. Menjaga Kebersihan Air

Kebersihan air sangat menentukan keberhasilan dalam merawat anakan ikan cupang agar tidak mati. Pastikan air tetap bersih, dan ganti 3 hari sekali. Namun pada minggu pertama jangan dilakukan pergantian air terlebih dahulu karena anak ikan cupang masih dalam kondisi lemah dan rentan.

4. Menjaga Suhu Air

Suhu air yang stabil akan sangat baik untuk kenyaman, kesehatan dan juga perkembangan anak ikan cupang. Biasanya untuk menstabilkan suhu air dengan memberikan lumut, eceng gondok dan sebagainya untuk peneduh anakan ikan cupang.

5. Menghindari Penggunaan Alat yang Terkontaminasi

Menghindari alat yang terkontaminasi sangat perlu dilakukan, karena anakan ikan cupang masih sangat lemah dan mudah terkontaminasi oleh berbagai macam penyakit. Untuk itu, menghindari alat atau barang yang sering masuk kedalam kolam anakan ikan cupang.

6. Memperhatikan Kesehatan Anakan Cupang

Perhatikan anakan ikan cupang yang sehat dan tidak sehat, jika anakan dalam keadaan tidak sehat pastikan pindahkan ke kolam isolasi atau kolam lainnya. Hal tersebut untuk menghindari penyebaran atau menyerang anakan ikan lainnya.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang 6 Cara Merawat Anak Ikan Cupang Yang Baru Menetas Agar Tidak Mati. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

10 Cara Memilih Bibit Ikan Nila Bagus dan Cepat Besar

10 Cara Memilih Bibit Ikan Nila Bagus dan Cepat Besar Memilih benih ikan nila yang bagus, unggul dan berkualitas memang harus dilakukan upaya dalam mempercepat proses pembesaran, dan pemanenan.

Baca: Klasifikasi dan Morfologi Bunga Sedap Malam (Polianthes tuberose L)

Dalam fase budidaya ikan nila memilih ikan ini memang harus dilakukan dengan tepat dan benar, namun hal tersebut sangat menyulitkan bagi para pemula yang baru memulai budidaya ikan nila. Oleh sebab itu, berikut kami akan jelaskan cara memilih bibit ikan nila bagus, unggul, berkualitas dan cepat besar dalam budidaya.

1. Ukuran Benih Ikan Nila

Benih ikan nila yang siap untuk ditebar di kolam atau wadah, biasanya memiliki badan 5-7 cm, dengan umur 80-85 hari. Pastikan ukuran tubuh yang di pilih sama rata baik jantan maupun betina.

2. Kondisi Sehat

Benih ikan yang sehat haru segera dipilih, dalam pemilihan benih atau bibit yang sehat harus dilakukan dengan detail seluruh bagian tubuh ikan nila.

3. Tidak Abnormalitas

Selain benih ikan nila yang sehat, anda harus juga memilih benih ikan nila yang tidak abnormal atau tidak cacat. Bisa dilihat dari segi sisik, ekor, tubuh dan sebagainya

4. Bebas dari Penyakit

Pilihlah benih ikan yang bebas dari penyakit apapun, hal tersebut dapat dilihat dari ciri fisik dan lakukan perbandingan dengan ikan yang lainnya.

5. Gerakan Lincah dan Agresif

Benih ikan yang baik dan berkualitas juga dapat dilihat dari gerakan yang lincah dan agresif terhadap sesama ikan nila lainnya.

6. Nafsu Makan Tinggi

Benih ikan yang baik dan berkualitas juga memiliki nafsu makan yang tingg, hal tersebut dapat dilihat dari respon saat diberi pakan.

7. Mudah Menyesuaikan Lingkungan

Benih ikan yang baik dan berkualitas dapat dilihat juga dengan mudah menyesuaian  lingkungan baru dengan cepat, dan tidak muda stress akibat transportasi yang jauh, gunjangan dan sebagainya.

8. Pertumbuhan Cepat

Benih ikan nila yang baik dan berkualitas memiliki pertumbuhan yang sangat cepat dibandingkan dengan ikan nila lainnya. Hal tersebut bisa dibandingkan ikan nila yang memiliki umur yang sama.

9. Warna Ikan Lebih Cerah

Meskipun benih ikan nila belum memiliki warna yang jelas daripada ikan nila dewasa, namun benih ikan nila yang baik dan berkualitas juga dapat dilihat dengan memiliki warna yang jelas dan cerah.

10.Organ Reproduksi Tidak Abnormal

Terakhir benih ikan yang baik dan berkualitas dapat dilihat dengan melihat organ reproduksi yang sehat dan juga tidak ada kecacatan pada organ reproduksi baik betina maupun jantan.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang 10 Cara Memilih Bibit Ikan Nila Bagus dan Cepat Besar.  Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

 

12 Cara Membedakan Ikan Louhan Jantan dan Betina

12 Cara Membedakan Ikan Louhan Jantan dan BetinaIkan Louhan (Amphilophus trimaculatus) merupakan jenis ikan hias yang banyak di pelihara di dalam akurium, karena memiliki bentuk dan warna yang menarik serta khas. Ikan louhan ini berhabitat asli di Malaysia dan Taiwan, namun sudah banyak yang memeliharanya  di penjuru dunia.

Baca: 18 Cara Membedakan Bibit Kurma Jantan dan Betina

Namun bagi peternak ikan, hal yang paling menguntungkan adalah perbanyakan ikan untuk dijual kembali atau dipelihara sendiri dalam jumlah yang banyak. Tetapi bagi peternak ikan louhan pemula akan sangat sulit untuk menentukan ikan louhan jantan dan betina, yang bertujuan untuk melakukan pemijahan atau perkawinan. Berikut ini kami akan membantu anda membedakan ikan louhan jantan dan betina dengan mudah dan akurat.

Ciri-Ciri Ikan Louhan Jantan

  1. Kepala ikan louhan jantan terdapat jenong yang lebih besar, dibandingkan betina.
  2. Ukuran tubuh ikan louhan jantan lebih panjang dan besar, dibandingkan betina.
  3. Warna dan motif ikan louhan jantan lebih terang dan jelas, dibanding betina.
  4. Bagian perut ikan louhan jantan, memiliki perut ramping dan ideal.
  5. Bagian perut ikan louhan bila, ditekan akan tampak dua lubang berdekatan dan terlihat tonjolan yang keluar.
  6. Alat kelamin ikan louhan jantan bila diraba, akan runcing dan bila ditekan mengeluarkan sperma berwarna putih.

Ciri-Ciri Ikan Louhan Betina

  1. Kepala ikan louhan betina terdapat jenong kecil, dibandingkan jantan.
  2. Ukuran tubuh ikan liouhan betina lebih melebar, dan tampak gemuk, dibandingkan jantan.
  3. Warna dan motif ikan louhan betina agak pucat dan kurang jelas, dibandingkan jantan.
  4. Bagian perut ikan betina, berbentuk oval atau membulat.
  5. Bagian perut ikan betina bila ditekan akan tampak dua lubang yang berjauhan dan terlihat tonjolan yang keluar.
  6. Alat kelamin ikan louhan betina bila diraba, akan tampak berbentuk membulat dan bila ditekan akan mengeluarkan sel telur berwarna kekuningan.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang 12 Cara Membedakan Ikan Louhan Jantan dan Betina. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

10 Cara Membedakan Belut Sawah Jantan dan Betina

10 Cara Membedakan Belut Sawah Jantan dan Betina Belut (Monopterus albus) adalah salah satu jenis ikan yang memiliki nilai ekonomis dan ekologi. Belut  banyak ditemukan diareal lembab dan basah, seperti sawah, dan rawa.

Baca: 11 Hama dan Penyakit Jamur Tiram Serta Cara Pengendaliannya

Beternak belut memang sangat menguntungkan, dan menjanjikan. Dalam beternak, harus terlebih mengetahui ciri-ciri belut jantan dan betina. Hal ini bertujuan untuk mempermudahkan dalam pemijahan (pengawinan) dan dapat mempercepat perkembang biakan belut dalam kolam, atau drum.

Ciri-Ciri Belut Sawah Jantan

  1. Belut jantan memiliki panjang berkisar 40-60 cm.
  2. Berwarna kecoklatan lebih gelap, dibandingkan betina.
  3. Bentuk kepala tengkok, lebih besar dan muncung tampak tumpul
  4. Bagian tubuh bagian bawah, berwarna dominan berwarna putih kekuningan.
  5. Bagian organ reproduksi bila diraba, akan tampak menonjol dan tampak.

Ciri-Ciri Belut Sawah Betina

  1. Belut betina memiliki panjang berkisar 20-30 cm.
  2. Berwarna kecoklatan tidak gelap, dan bagian atas berwarna kehijauan.
  3. Bentuk kepala betina lebih runcing, dibandingkan jantan.
  4. Bagian bawah tubuh berwarna kekuningan pucat.
  5. Bagian organ reproduksi bila diraba, tampak rata dan tidak menonjol seperti belut jantan.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang 10 Cara Membedakan Belut Sawah Jantan dan Betina. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Klasifikasi dan Morfologi Ikan Platy (Xyphophorus maculatus)

Klasifikasi dan Morfologi Ikan Platy (Xyphophorus maculatus) Ikan platy adalah salah satu jenis ikan hias air tawar yang banyak di gemari dan diminati oleh berbagai kalangan. Ikan platy termasuk keluarga Poecilidae dari Urutan Cyprinodontiformes, dan memiliki marga Xiphopharus.

Baca: Klasifikasi dan Morfologi Kucing (Felis catus)

Ikan platy adalah ikan hias asli dari Amerika Tengah dan daerah utara (Clidad Veracruz, Meksiko Utara Belize).

Klasifikasi Ikan Platy

Menurut Marie (2010), klasifikasi ikan platy adalah sebagai berikut:

Kingdom: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Acnopterygii

Ordo: Cyprinodontiformes

Famili: Poeciliidae

Genus: Xiphophorus

Spesies: Xiphophorus maculates

Morfologi Ikan Platy

Morfologi ikan platy dapat dilihat berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki, sebagai berikut:

  • Ukuran maksimum ikan plati, yaitu 5 cm, dan memiliki sifat ramah dan tidak agresif.
  • Ikan platy memiliki banyak sekali bentuk varian warna, seperti dari jenis spotted, gold comet, red wag, black, blue coral, leopard, mickey mouse, dan sebagainya.
  • Rip Memiliki gonopodium pada jantan terletak di sirip analnya, dan betina tidak memiliki gonopodium.
  • Ikan platy memiliki ekor seperti kipas, dengan warna bervariasi tergantung jenisnya.
  • Ikan platy memiliki mulut agak meruncing, dan dibagian kepala terdapat mata berbentuk bulat berwarna hitam, serta diarea mata terdapat warna bervarian tergantung jenisnya.
  • Selain itu, ikan ini memiliki bentuk tubuh memanjang untuk jantan dan betina tampak buntal atau bulat.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Klasifikasi dan Morfologi Ikan Platy (Xyphophoru maculatus). Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Klasifikasi dan Morfologi Keong Sawah (Pila ampullace)

Klasifikasi dan Morfologi Keong Sawah (Pila ampullace) Keong sawah merupakan salah satu jenis siput air yang banyak ditemukan diperairan Asia tropis, seperti sawah, aliran parit dan danau.  Keong sawah juga dikenal sebagai keong gondang, siput sawah, siput air atau tutut.

Baca: Cara Membuat Pakan Fermentasi Bebek dari Batang Pisang

Keong sawah termasuk dalam kelompok Operculata yang hidup di perairan dangkal berdasarkan lumpur serta ditumbuhi air,  dan aliran lambat. Selain itu, ada dua jenis keong yang hidup di perairan sawah, yaitu tutut Jawa (Bella javanica) dan tutut Sumatra (Bella  sumatrensis).

Klasifikasi Keong sawah

Secara umum, klasifikasi keong sawah sebagai berikut:

Kingdom: Animalia

Filum: Mollusca

Kelas: Gastropoda

Superfamili: Ampullariodea

Famili: Ampullariidae

Subfamili: Ampullariinae

Bangsa: Ampullariini

Genus: Pila

Spesies: Pila ampullacea

Morfologi Keong Sawah

Morfologi keong sawah dapat dilihat berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki, sebagai berikut:

  • Memiliki bentuk kerucut membulat dengan warna hijau kecoklatan atau kuning kehijauan.
  • Puncak cangkang agak runcing, tepi cangkang menyiku tumpul pada yang muda, jumlah seluk 6-7, agak cembung dan seluk akhir besar.
  • Cangkang memiliki tinggi sampai 40 mm dengan diameter 15-25 mm.
  • Mulut membundar, tepinya bersambung, dan tidak melebar.
  • Memiliki Operculum (pelindung) agak bundar telur, agak cekung, dan berwarna coklat kehitaman.
  • Memiliki pelindung/penutup tubuh yang lunak ketuika menyembunyikan diri di dalam cangkangnya.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Klasifikasi dan Morfologi Keong Sawah (Pila ampullace). Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Klasifikasi dan Morfologi Ikan Pari (Dasyatis sp)

Klasifikasi dan Morfologi Ikan Pari (Dasyatis sp) Ikan pari atau dikenal dengan ikan pare termasuk kedalam suku Dasyitidae, dengan ordo Myliobatiformes.  Selain itu, ikan ini juga dikenal dengan ikan batoid, yaitu ikan yang bertulang rawan yang mempunyai ekor seperti cambuk.

Baca: Klasifikasi dan Morfologi Burung Kakaktua (Cacatuidae)

Klasifikasi Ikan Pari

Berdasarkan tingkat taksonomi, ikan pari secara umum diklasifikasikan sebagai berikut:

Kingdom: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Chondrichthyes

Sub kelas: Elasmobranchii

Ordo: Myliobatiformes

Famili: Dasyatidae

Genus: Dasyatis

Spesies: Dasyatis sp.

Morfologi Ikan Pari

Morfologi ikan pari, dapat dilihat berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki adalah:

  • Ikan pari memiliki bentuk gepeng dan melebar (depressed), jika dilihat secara seksama berbentuk bulat atau bundar.
  • Ikan pari memiliki ekor panjang, seperti cambuk.
  • Ekor ikan pari dilengkapi dengan duri penyengat yang mengandung racun yang disebut
  • Memiliki sirip dada melebar dan bersatu dengan sisi kiri-kanan dikepalanya.
  • Mata ikan pari terletak di kepala pada bagian samping.
  • Mulut ikan pari berbentuk ventral.
  • Alat parnapasan ikan pari, berupa celah insang berjumlah 5-6 pasang dan posisi celah insang terletak di dekat mulut pada bagian ventral.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Klasifikasi dan Morfologi Ikan Pari (Dasyatis sp). Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Cara Membuat Pakan Ikan Lele Dari Dedak

Cara Membuat Pakan Ikan Lele Dari DedakPakan adalah segala sesuatu yang dapat dimakan oleh ternak, dapat dicerna seluruhnya atau sebagian dan tidak menganggu kesehatan ternak. Dalam pemberian pakan harus perlu mempertimbangkan jumlah, kandungan dan kualitas didalam bahan pakan.

Baca: Cara Membuat Pakan Silase Untuk Pakan Ternak

Budidaya ikan lele memang sangat menguntungkan, namun hal yang menjadi permasalahan adalah pakan ikan lele yang memiliki harga relatif tinggi. Hal tersebut membuat para peternak, berinovasi untuk membuat pakan alternatif dari dedak padi halus. Berikut cara membuat pakan ikan lele dari dedak bekatul padi halus dengan mudah.

Cara Membuat Pakan Ikan Lele Dari Dedak

Bahan dan Alat:

Bahan yang digunakan:

  • Tepung ikan ¼ kg atau 250 gram
  • Dedak padi halus ½ kg atau 500 gram
  • Tepung Tapioka 20-30 gram
  • Garam dapur cair secukupnya
  • Air secukupnya

Alat yang digunakan:

  • Timbangan analitik
  • Baskom atau wadah
  • Pengaduk (menggunakan tangan secara manual)
  • Terpal (sebagai tempat penjemur)
  • Mesin pelet (pembentuk pakan apung)

Cara Membuat Pakan Ikan Lele Dari Dedak

  1. Semua bahan pakan dicampur dengan tepung taipoka (sebagai perakat pakan) sampai homogen hingga menjadi ransum komplit. Pencampuran dilakukan secara manual.
  2. Kemudian, ransum pakan tersebut dimasukan kedalam mesin pellet dengan ukuran yang sudah ditentukan sampai ransum pakan tersebut habis.
  3. Selanjutnya lakukan penjemuran dengan menempatkan pakan ikan lele di udara terbuka atau terkena sinar matahari dengan menggunakan terpal hingga pakan ikan lele kering.
  4. Setelah kering, pakan dimasukan kedalam karung atau wadah yang sudah ditentukan.
  5. Aplikasikan pakan tersebut 2-3 kali dalam sehari, dan bila ikan belum terbiasa pemberian pakan 2 kali dalam sehari dan berikan juga pakan biasanya.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Membuat Pakan Ikan Lele Dari Dedak. Semoga artikel diatas dapat berguan dan bermanfaat. Terima kasih.

Cara Memilih Indukan Ikan Guppy Bagus dan Berkualitas

Cara Memilih Indukan Ikan Guppy Bagus dan BerkualitasIkan guppy (Poecilia reticulata) adalah ikan jenis ikan hias yang banyak digemari dan disukai oleh berbagai kalangan masyarakat. Dalam budidaya ikan guppy memang sangat menguntungkan, dan juga prospek yang sangat menjanjikan dikarenakan memiliki harga jual relatif tinggi dan mudah dalam pemeliharaannya.

Baca: Cara Memilih Indukan Ikan Cupang Bagus dan Berkualitas

Namun dalam beternak ikan guppy harus mengetahui ciri-ciri indukan yang bagus dan berkualitas. Hal tersebut sangat menentukan benih-benih yang akan dihasilkan. Berikut cara memilih indukan ikan guppy berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki baik ikan guppy jantan dan betina.

Ciri-Ciri Indukan Ikan Guppy Bagus dan berkualitas

1.Ciri-Ciri Ikan Guppy Jantan

  • Postur tubuh ramping, dan memanjang jika dibandingkan betina.
  • Memiliki warna tubuh lebih cerah, jika dibandingkan betina. Tubuh ikan guppy berwarna putih, biru, hijau, merah, kuning, hitam, dan kombinasi warna.
  • Memiliki sirip dubur, sirip atas, dan sirip ekor yang mengembang serta melebar.
  • Terdapat bintik-bintik hitam khas berwarna hitam, pada sirip ekor, sirip atas dan sirip dubur
  • Tidak abnormal, dan berasal dari gen yang berkualitas serta terseleksi.
  • Memiliki gerakan lincah dan agresif terhadap lawan jenis.
  • Memiliki organ reproduksi normal dan sehat.
  • Berumur 4-5 bulan.

2.Ciri-Ciri Ikan Guppy Betina

  • Postur tubuh lebih gumpal, jika dibandingkan jantan.
  • Memiliki warna tampak kusam/kurang cerah. Biasanya indukan betina berwarna putih, biru, merah, kuning, hitam, hijau dan kombinasi warna.
  • Memiliki sirip dubur, sirip atas dan sirip ekor yang mengembang serta melebar.
  • Terdapat bintik-bintik hitam khas berwarna hitam, pada sirip ekor, sirip atas dan sirip dubur.
  • Tidak abnormal, dan berasal dari gen yang berkualitas dan terseleksi.
  • Memiliki organ reproduksi normal dan sehat.
  • Berumur 5-6 bulan.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Memilih Indukan Ikan Guppy Yang Bagus dan Berkualitas.  Semoga artikel diatas berguna dan bermanfaat. Terima kasih.