7 Cara Mengatasi Burung Kenari Sesak Nafas (Macet Bunyi)

7 Cara Mengatasi Burung Kenari Sesak Nafas (Macet Bunyi) – Gangguan penyakit sesak nafas atau sulit nafas burung kenari sering kerap terjadi. Pada umumnya kenari yang terserang penyakit sesak nafas ditandai dengan sering membuka paruh, suara menghilang, kusam, nafsu makan menurun dan bahkan mengakibatkan burung mengalami tingkat kelemahan relatif tinggi dibandingkan dengan biasanya. Jika hal tersebut tidak ditanggani segera akan mengakibatkan kesehatan burung kenari akan menurun, dan bahkan akan mengakibatkan kematian.

Dalam mengatasi kasus tersebut, perlu diketahui apa penyebab utama yang menyebabkan burung kenari mengalami sesak nafas. Apakah dari iklim atau cuaca, kebersihan kandang, lingkungan sekitar atau disebabkan hal lainnya. Ada beberapa cara untuk menanggani burung kenari yang terserang penyakit sulit bernafas atau susah nafas sehingga menyebabkan macet bunyi adalah sebagai berikut:

Cara Mengatasi Burung Kenari Sulit Bernafas

  1. Pindahkan burung kenari yang terserang di sebuah kandang isolasi atau kandang tertentu, bertujuan untuk menghindari penyebaran atau penularan penyakit sulit bernafas burung kenari lainnya.
  2. Bersihkan kandang, tempat pakan, tempat air minum dan peralatan yang digunakan serta membersihkan sisa pakan atau kotoran yang masih menempel pada kandang terserang. Lakukan penyemprotan bakterioksida atau fungisida untuk menghilangkan bakteri dan jamur yang menyebabkan terserang penyakit pada burung kenari.
  3. Pada burung kenari yang terserang, lakukan penutupan atau pengkrodongan kain, bertujuan untuk menghangatkan tubuh kenari dan tidak diganggu oleh binatang lainnya.
  4. Letakan pada tempat yang sunyi dan jauhkan dari tempat keramaian, bertujuan untuk mencegah stres dan menyamankan burung kenari.
  5. Berilah minyak minyak angin, diwadah tertentu. bertujuan untuk membuat nafas burung kenari lebih lega.
  6. Apabila burung kenari belum sembuh, kamu bisa menambahkan obat dan vitamin, seperti orbird, nafas 1, birdtwitter, dan birdfresh.
  7. Dan lakukan perawatan dengan baik dan tepat.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Mengatasi Burung Kenari Terserang Penyakit sulit Bernafas. Semoga berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Cara Mengobati Penyakit Mata (Snot) Pada Lovebird

Cara Mengobati Penyakit Mata (Snot) Pada Lovebird Pengertian penyakit snot atau dikenal dengan sebutan Coryza  ini disebabkan oleh bakteri Haemophillus gallinarum termasuk dalam bakteri gram negatif dan non metil, berbentuk batang pendek dan berukuran 1-3 x 0,4-0,8 um. Penyakit  ini menginfeksi pada spesies burung.

Baca: Pengertian Hortikultura dan Jenis-Jenisnya

Penularan penyakit snot dapat juga melalui  kontak langsung dengan cara melalui udara, debu, pakan, air minum, petugas dan peralatan yang digunakan. Gejala umum yang ditimbulkan penyakit snot pada burung lovebird adalah sebagai berikut:

Gejala Umum Penyakit Snot Burung Lovebird

  • Keluarnya cairan air mata.
  • Keluar lendir di bagian hidung berwarna kekuningan dan berbau khas.
  • Pembengkakan di daerah sinus infraorbatalis
  • Pertumbuhan lambat dan nafsu makan menurun
  • Pada area mata dan hidung terdapat kerak yang melekat.
  • Pernafasan burung tidak stabil dan suara akan berbeda daripada biasanya
  • Angka kematian mencapai 50% bila tidak segera ditanggani

Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Snot Burung Lovebird

  1. Rendamlah kain bersih didalam air hangat
  2. Kemudian, bersihkan bagian mata yang terkena snot tersebut secara perlahan-lahan menggunakan kain tersebut.
  3. Lalu siapkan beberapa lembar daun sirih dan rebus hingga mendidih. Gunakan air rebusan tersebut untuk membersihkan kembali mata yang terkena snot, dengan menggunakan kain bersih yang tadi.
  4. Tujuan pemberian daun sirih, dikarenakan daun sirih mengandung antibiotik cukup tinggi sehingga membantu membunuh bakteri yang menyebabkan snot pada burung lovebird tersebut.
  5. Hal tersebut dilakukan 1 minggu 3 atau 4 kali, pada pagi dan sore hari agar dapat sembuh secara total.

Tambahan:

Jika hal tersebut sudah dilakukan, namun belum ada reaksi ataupun tidak sembuh. Bisa memberikan obat tetes bio snot, karena sudah terbukti dapat membantu mengatasi snot pada burung.

Baca Juga:

Demikianlah informasi singkat mengenai Cara Mengatasi dan Mengobati Pneyakit Mata (snot) pada burung lovebird. Semoga dapat membantu dan bermanfaat bagi para pecinta burung mania.

Cara Mengatasi dan Mengobati Berak Darah Pada Ayam

Cara Mengatasi dan Mengobati Berak Darah Pada Ayam – Postingan kali ini yang akan membahas tentang penyebab berak darah, gejala berak kapur, pencegahan berak kapur dan pengobatan berak kapur pada ayam. Berikut penjelasannya.

A. Penyebab Berak Darah

Penyakit ini disebut dengan istilah Cocidiocis  yang disebabkan oleh protozoa yang bergenus Eimeria sp masih famili dengan Eimeriidae atau dikenal dengan penyakit berak darah. Penyakit yang disebabkan oleh Eimeria sp akan mengivestasikan bibit mikroorganisme ke dalam sel tubuh ayam sehingga akan menyebabkan gangguan dan merusak jaringan pencernaan terutamanya pada organ usus. Akibat kerusakan pada sistem pencernaan berupa gangguan metabolisme dan penyerapan zat makanan, bahkan kehilangan darah dari rusaknya jaringan usus akan menyebabkan pendarahan, terutamanya pada feses ayam.

Cara Mengatasi dan Mengobati Berak Darah Pada Ayam

Baca: Cara Mengatasi Kudis Pada Kambing 

B. Gejala Berak Darah

Gejala-gejala penyakit yang ditimbulkan berak darah adalah:

  • Anak ayam akan lesuh, kusam dan lemas.
  • Sayap agak tergelantung ke bawah.
  • Bulu agak berdiri dan tidak mengkilat.
  • Nafsu makan menurun.
  • Gerakan lambat.
  • Mencret bercampur darah.
  • Angka kematian cukup tingga pada anak ayam berumur 6-10

C. Pencegahan Berak Darah

Pencegahan penyakit berak kapur dapat dilakukan sebagai berikut:

  • Menjaga sanitasi kandang selama proses pemeliharaan.
  • Ventilasi dan pencahayaan harus baik.
  • Lakukan penyemprotan insectisida dan bakterisida pada letter (lantai kandang).
  • Menjaga kebersihan kandang, peralatan kandang, tempat pakan dan minum dengan teratur.
  • Menaburkan bubuk kapur didalam kandang.

D. Pengobatan Berak Darah

Pengobatan penyakit berak darah dapat dilakukan dengan memberikan obat-obatan sebagai berikut:

  • Berikan coccidiostat dari umur satu hari sampai umur 3 bulan. Penggunaan dilakukan sesuai dengan petunjuk dan label yang ditentukan.
  • Obat-obatan yang bisa digunakan antara lain Sulfamezathin, trisulfa, sulfaquinoxaline, dan Bifuran. Cara pemakaiannya biasanya dicampurkan dalam air minum.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Berak Darak Pada Ayam semoga berguna dan bermanfaat. Apabila ada kekurangan dalam penulisan/pertanyaan, silakan tinggalkan dikolom komentar. Terima Kasih

Sumber: Kartasudjana, Ruhyat. 2010. Manajemen Ternak Unggas. Penebar Swadaya. Jakarta

Cara Mengobati Penyakit Kudis (Scabies) Pada Kambing

Cara Mengobati Penyakit Kudis (Scabies) Pada Kambing – Penyakit scabies atau dikenal dengan dengan penyakit gudik adalah salah satu  penyakit kulit yang disebabkan oleh parasit tungau. Penyakit kambing tersebut adalah penyakit yang bersifat menular. Ditandai dengan adanya kerontongan pada bulu, bopeng dan radang pada kulit.

Penyakit yang disebabkan oleh parasite scabies ini akan menginfeksi  kulit, menghisap cairan limfe dan juga mengkonsumsi sel epidermis (lapisan luar) hewan. Penyakit ini akan menimbulkan rasa gatal yang sangat luar biasa, sehingga kambing yang terserang akan mengosokan badannya ke kandang/dinding. Akan tetapi jika dilakukan pengosokan penyakit ini akan semakin gatal.

Cara Mengobati Penyakit Kudis (Scabies) Pada Kambing

Baca: Cara Mengatasi Kambing Mencret/Diare

Tanda-Tanda Kambing Terserang Kudis/Scabies/Gudik

  • Kambing akan menggosokan badannya yang gatal di kandang atau dinding.
  • Kerontokan pada bulu pada bagian terserang.
  • Gejala awal bisanya akan muncul pada area telinga dan muka pada kambing.
  • Kambing yang terserang akan mengalami penurunan nafsu makan.
  • Akan menimbulkan keropeng dan kulit menebal.
  • Kambing akan mengalami ketidaknyaman, gelisah dan stress.
  • Jika sudah akut, kambing terserang akan mengakibatkan luka, bernanah dan bahkan terjadi keabnomalitasan pada kulit.

Pengobatan Penyakit Scabies Kambing

Pengobatan penyakit scabies dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan cara modern/medis dan dengan cara tradisional.

1. Pengobatan Penyakit Dengan Medis (Obat-Obatan)

  • Pengobatan dilakukan dengan memberikan obat Ivermectin dengan cara penyunyikan secara subcutan. Dosis yang diberikan tergantung bobot berkisar 1 ml untuk 20 kg bobot kambing. Penyuntikan dilakukan secara berulang kali, dengan injeksi 10-14 hari hingga telur tungau yang berada di kambing tersebut tidak tersisa.
  • Pemberian obat amitraz untuk pembasmian parasit tungau. Obat ini adalah salah satunya obat yang memiliki senyawa golongan formaldehid yang digunakan untuk ektoparasit. Penggunaan obat ini dilakukan sama dengan obat diatas, namun perhatikan dosis pemberian dalam injeksi penyuntikan.

2. Pengobatan Penyakit Scabies Dengan Alternatif

  • Untuk kasus ringan pengobatan alternatif dengan memberikan atau menggunakan oli bekas. Dengan cara mengoleskan ke bagian yang terserang penyakit scabies.
  • Bisa juga menggunakan tambahan dengan memberikan oli bekas + belerang + minyak goreng dimasak lalu didinginkan dan pengaplikasian dengan mengoleskannya2 kali dalam sehari.
  • Untuk kasus parah dapat menggunakan minyak goreng + Decis (obat serangga/insectisida) + oli bekas. Pemberian dilakukan secara teratur dan pengaplikasian dioleskan kebagian yang terserang.

Pencegahan Penyakit Scabies Kambing

  • Menjaga kebersihan kandang, peralatan dan membuang sisa-sisa makanan yang berjatuhan/masih ada ditempat pakan.
  • Menjaga kebersihan kambing, dengan cara mendikan kambing.
  • Menjaga kandang agar tidak lembab.
  • Melakukan isolasi dan obeservasi kambing yang baru dibeli.
  • Melakukan isolasi dan pengoabatan kambing yang terserang penyakit.
  • Menjaga kebutuhan pakan kambing agar tetap terpenuhi.
  • Melakukan vaksinasi dengan teratur.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Mengobati Penyakit Scabies Pada Kambing semoga berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Cara Mengobati Kambing Mencret/Diare Dengan Mudah

Cara Mengobati Kambing Mencret/Diare Dengan Mudah – Dalam kesempatan ini admin ilmupeternakan.web.id akan berbagi informasi mengenai mengobati/mengatasi kambing mencret/cara alternatif/tradisional mengatasi mencret. Berikut penjelasannya.

A. Penyebab Kambing Mencret/Diare

Mencret merupakan salah satu gangguan penyakit yang terjadi di sistem pencernaan pada kambing. Ada beberapa penyebab yang menyebabkan kambing mencret/diare diantaranya adalah:

Baca: Cara Mengobati Berak Kapur Ayam 

  • Pakan yang bersifat toksit (racun), misalnya konsumsi rumput yang sudah tercemar dan konsumsi daun singkong yang berlebihan.
  • Pakan yang bersifat sulit dicerna, misalnya karet/plastik yang sangat sulit dicerna oleh pencernaan sehingga mengakibatkan mencret atau bahkan kematian pada kambing.
  • Disebabkan oleh bakteri, virus dan parasit seperti, acidosis rumen, E-Coli, Aflotoxin dan sebagainya.
  • Tidak menjaga kebersihan seperti pakan, tempat minum, peralatan kandang, kebersihan pada kambing dan lain-lainnya.
  • Dan manajemen pakan yang tidak baik, misalnya penyimpanan pakan kurang baik, kualitas pakan kurang dan juga pakan sudah tidak layak dikonsumsi serta kandungan nutrisi sudah hilang.
  • Suhu/lingkungan yang tidak tepat juga menyebabkan kambing mudah mencret.

B. Gejala Kambing Mencret/Diare

Gejala atau ciri-ciri kambing mencret yang ditimbulkan adalah sebagai berikut:

  • Feses/kotoran bersifat cair dan tidak mengumpal.
  • Warna feses kehijauan/seperti rumput yang ia konsumsi.
  • Feses akan menempel pada bagian anus.
  • Kondisi tubuh kambing agak panas dan lemah. Jika dilakukan perabaan.

C. Cara Alternatif Mengobati Kambing Mencret

Cara alternatif untuk mengobati kambing mencret dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Pemberian dengan obat-obatan: dilakukan dengan memberikan obat-obatan diare pada manusia dengan label dosis 2 x lipat atau diberi 2 pil yang dilarutkan dalam air dan lakukan pencekokan. Atau pun dengan menggunakan larutan obat elektrolyt yang dapat ditemukan di apotek terdekat.
  • Pemberian dengan cara alternatif: dilakukan dengan memanfaatkan dedaunan yang memiliki serat kasar yang cukup tinggi, misalnya daun jambu biji, daun nangka, daun bambu muda, daun buni dan lain sebagainya. Pengaplikasian dapat dilakukan dengan beberapa lembar daun tersebut, dihaluskan hingga merata dan tambahkan larutan air serta garam yang sudah larut. Kemudian aduk hingga merata, lakukan pencekokan pada kambing tersebut.

D. Pencegahan Kambing Mencret/Diare

Cara mencegah kambing mencret dapat dilakukan dengan menghindari beberapa hal ini:

  • Memberikan pakan yang tidak mengandung toksit (racun)
  • Memberikan pakan yang bersifat kering (tidak basah)
  • Memberikan pakan yang tidak tercemar oleh patogen/bakteri.
  • Menghindari konsumsi pakan yang bersifat sulit dicerna.
  • Manajemen pakan harus baik, dari segi penyimpanan, nutrisi/kandungan dan kualitas pakan.
  • Pemberian pakan harus dilakukan secara teratur, agar organ pencernaan selalu membaik.
  • Melakukan penyemprotan insektisida, bakterisida dengan baik dan teratur.
  • Melakukan vaksinasi dengan baik.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Mengobati Kambing Mencret/Diare semoga berguna dan bermanfaat. Terima Kasih.

Cara Mengatasi dan Mengobati Berak Kapur Pada Ayam

Cara Mengatasi dan Mengobati Berak Kapur Pada Ayam– Postingan kali akan membahas tentang penyebab berak kapur, gejala berak kapur, pencegahan berak kapur dan pengobatan berak kapur. Berikut penjelasannya.

A. Penyakit Berak Kapur

Penyebab berak kapur disebabkan oleh bakteri yang sangat menular yaitu bakteri Salmonella pullorum yang dapat menyerang pada ayam berbagai umur.

Baca: Klasifikasi dan Morfologi Ikan Bawal Laut 

B. Gejala Berak Kapur

Gejala-gejala penyakit yang ditimbulkan adalah sebagai berikut:

  • Anak ayam mati pada umur satu sampai tiga minggu, puncak kematian terjadi pada hari ke -10 setelah menetas.
  • Anak ayam menunduk dibawah alat pemanas.
  • Mata agak tertutup dan sayap terkualai.
  • Mencret berwarna putih berbusa dan keras yang menempel/melekat pada sekitar anus.
  • Kondisi ayam melemah dan memiliki gerakan lambat.
  • Nafsu makan berkurang
  • Jengger ayam berwarna keungguan.

C. Pencegahan Berak Kapur

Pencegahan berak kapur dapat dilakukan sebagai berikut:

  • Induk perlu dilakukan pemeriksaan darah.
  • Jangan membeli anak ayam yang dihasilkan oleh induk yang terserang penyakit ini.
  • Melakukan sanitasi perkandangan dan area kandang.
  • Membersihkan pelaratan kandang, seperti tempat pakan, tempat minum, alas kandang (letter).
  • Melakukan penyemprotan kandang dengan insectisi/baktersida.
  • Dan melakukan vaksinasi dengan teratur.

D. Pengobatan Berak Kapur

Pengobatan berak kapur dapat dilakukan dengan memberikan obat-obatan sebagai berikut:

  • Berikan sufaquinoxaline, nitrofurazolidone dan sebagainya.
  • Juga dapat bisa diberikan obat yang mengandung antibiotik, seperti terramycin, penicillin, tetra/mycomas.
  • Penggunaan sebaiknya dilakukan dengan dosis yang ditentukan.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Berak Kapur Pada Ayam semoga berguna dan bermanfaat. Terima Kasih.

Cara Mengatasi Penyakit Antraks Pada Sapi

Cara Mengatasi Penyakit Antraks Pada Sapi – Banyak sekali yang bertanya apa itu penyakit antrak? Bagaimana mengatasi/mencegah penyakit antrak? Ciri-ciri penyakit antrak/gejala –gejala penyakit antrak? Berikut kami akan jelaskan.

A. Pengertian Antraks

Penyakit antraks didefenisikan adalah sebagai penyakit yang sangat berbahaya dan mematikan bagi ternak, serta merupakan penyakit yang menular bagi manusia. Nama lain dari penyakit antraks adalah radang limpah, yang disebabkan oleh bakteri Baciilus anthracis yang ditularkan melalui makanan dan minuman yang masuk kedalam tubuh serta melalui media tanah yang sudah tercemar oleh  bakteri yang masuk melalui pernafasan dan luka pada ternak sapi.

Baca: Ciri-ciri Kucing Sakit Mata dan Cara Merawatnya

B. Ciri-ciri dan Gejala Antraks Pada Sapi

Ciri-ciri dan gejala antraks pada sapi secara umumnya adalah sebagai berikut:

  • Kondisi ternak akan lemah, demam, dan mudah jatuh/tumbang tanpa terduga.
  • Banyak terjadi pendarahan dibagian tertentu, misalnya bagian anus, hidung dan bagian telinga serta mulut.
  • Terjadinya gangguan pernafasan yang disebabkan oleh penyakit tersebut.
  • Pembengkakan pada bagian dibawah perut.
  • Terdapat beberapa benjolan merah-kecoklatan, yang akan berubah menjadi keras dan melepuh pada bagian sekeliling tubuh ternak.
  • Bila sudah akut, akan mengalami kematian mendadak.

C. Pencegahan dan Pengobatan Antraks Pada Sapi

Ada beberapa cara untuk mengatasi antraks pada ternak sapi diantara adalah:

  1. Melakukan vaksinasi spora avirulen/vaksin max sterne/antiantraks serum yang dilakukan secara berskala pada ternak yang belum terjangkit oleh penyakit antraks.
  2. Melakukan pengecekan, pembersihan pada karantina yang sudah terkena oleh penyakit antraks tersebut.
  3. Jangan pernah memberi pakan sapi dengan akarnya, melainkan hanya hijauanya saja.
  4. Jangan pernah melakukan kontak fisik dengan ternak, jika tidak benar-benar dalam keadaan darurat.
  5. Jika sapi sudah terjangkit oleh penyakit, berikan antibiotik dengan specktrum luas seperti penisillin G, Oxytetracyclin dan streptomycin.
  6. Jika hewan sudah mati, jangan lakukan pembedahan, jangan dipegang secara langsung. Melainkan kubur/bakar bangkai hingga habis. Hal tersebut untuk memutuskan siklus bakteri penyebab antraks tersebut.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Mengatasi Penyakit Antraks Pada Sapi semoga dapat berguna dan bermanfaat untuk anda. Terima Kasih.

Ciri-Ciri Kucing Sakit Mata dan Cara Merawatnya

Ciri-Ciri Kucing Sakit Mata dan Cara Merawatnya –  Dalam kesempatan kali ini admin dari ilmupeternakan.web.id akan berbagai mengenai ciri-ciri kucing sakit mata, baik kucing persia, anggora dan jenis lainnya, cara mengobati kucing sakit mata/merawat kucing sakit mata. Berikut penjelasannya.

Penyebab utama kucing sakit mata adalah kotoran yang menempel yang tidak dibersihkan, diakibatkan pertumbuhan sebuah bakteri yang akan menyebabkan kucing lama kelamaan akan mengalami sakit mata.

Baca: Ciri-Ciri Kambing Etawa Mandul 

Dalam mengatasi perlu diperhatikan, bahwa sakit mata memiliki beberapa ciri-ciri khusus/tanda-tanda sakit mata. Jika anda masih pemula dalam melakukan perawatan/pemeliharan kucing peliharaan anda mengalami penyakit mata. Berikut ciri-ciri kucing sakit mata/tanda-tanda sakit mata dan cara merawatnya.

Ciri-Ciri Kucing Sakit Mata

  • Mata kucing terdapat kotoran yang menempel keras berwarna kehitaman/kecoklatan.
  • Mata kucing akan mengeluarkan cairan/mengeluarkan air mata.
  • Mata kucing akan tampak berwarna merah.
  • Terdapat bintik/bintik diarea mata.
  • Adanya pergerakan/sarang dari cacing mata.

Cara Mengobati dan Merawat Sakit Mata

  1. Membersihkan kucing secara teratur, terutamanya pada bagian mata yang sakit.
  2. Menempatkan kucing yang sakit, pada kandang tertentu agar tidak terjadinya penularan dengan kucing yang lain.
  3. Pemberian obat mata pada kucing, sesuai dengan jenis penyakit mata dan ketentuan dari obat mata tersebut. Terutamany obat sakit mata bersifat antibiotik.
  4. Melakukan vaksinasi dengan teratur dan berskala.
  5. Melakukan sanitasi perkandangan dengan baik, dan pemeliharaan yang tepat dengan pemberian pakan bernutrisi dan bergizi.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Ciri-ciri Kucing Sakit Mata dan Cara Merawatnya semoga berguna dan bermanfaat. Terima Kasih.

Pengendalian Hama dan Penyakit Kelinci

Pengendalian Hama dan Penyakit Kelinci – Hama kelinci atau penyakit kelinci adalah salah satu masalah utama yang banyak dihadapi oleh peternak. Dengan terserangnya hama atau penyakit akan dapat mempengaruhi produktivitas yang akan dihasilkan ternak, terutamnya bulu, daging, dan juga resiko angka kematian yang tinggi.

Maka sebab itu, harus dilakukan pengendalian hama dan penyakit untuk mencegah hal-hal tersebut terjadi dan kerugian dari peternak. Ada beberapa hama dan penyakit yang sering menyerang ternak kelinci. Berikut hama dan penyakit ternak kelinci serta cara pencegahannya.

Baca: Cara Beternak Puyuh Untuk Pemula

Hama dan Penyakit Kelinci

1.Bisul

  • Penyebab: terjadinya pengumpalan darah dibeberapa titik bawah kulit.
  • Pengendalian: melakukan pembedaan dan pengeluaran darah kotor, kemudian diberi jodium.

2.Kudis

  • Penyebab: Darcoptes scabiei
  • Gejala: ditandai beberapa koreng ditubuh.
  • Pengendalian: pemberian salep antibiotik

3.Eksim

  • Penyebab: feses/kotoran menempel di permukaan kulit.
  • Pengendalian : penggunaan salep/bedak Salicyl

4.Penyakit Telinga

  • Penyebab: kutu
  • Pengendalian: meneteskan minyak nabati kedalam telinga beberapa tetes.

5.Penyakit Kulit Kepala

  • Penyebab: Jamur
  • Gejala: ditandai beberapa sisik dibagian kepala
  • Pengendalian: penggunaan bubuk belerang

6.Penyakit Mata

  • Penyebab: bakteri dan debu
  • Gejala: mata berair, basah dan juga bengkak disekitar mata
  • Pengendalian: penggunaan obat sakit mata atau salep

7.Mastitis (Radang Ambing)

  • Penyebab: susu tidak keluar/keluar sedikit
  • Gejala: bengkak pada ambing, dan panas jika dipegang
  • Pengendalian: tidak menyapih anak terlalu mendadak/buru-buru

8.Pilek

  • Penyebab: virus
  • Gejala: hidung mengeluarkan cairan terus
  • Pengendalian: penyemprotan antiseptik pada hidung

9.Radang Paru-Paru

  • Penyebab: bakteri Pasteurella multocida
  • Gejala: sesak napas, mata dan telinga kebiruan
  • Pengendalian: pemberian Sul-Q-nox

10.Berak Darah

  • Penyebab: Protozoa Eimeira
  • Gejala: nafsu makan hilang, tubuh kurus, dan kotoran berdarah
  • Pengendalian: diberi minum sulfaquinxalin dengan dosis 12 ml dalam 1 liter air.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Pengendalian Hama dan Penyakit Kelinci semoga berguna dan bermanfaat. Terima Kasih.

Cara Mengobati Penyakit Mata Ayam Bangkok

Cara Mengobati Penyakit Mata Ayam Bangkok – Penyakit mata ayam merupakan salah satu gangguan atau masalah yang banyak dihadapi oleh peternak, terutamanya peternak ayam bangkok. Untuk mengetahui dan melakukan pengobatan penyakit mata ayam bangkok.

Baca: Cara Membuat Pakan Alternatif Ayam Kampung

Sebaiknya harus terlebih mengetahui jenis-jenis penyakit mata tersebut, gejala penyakit mata dan juga ciri-ciri penyakit pada mata pada ayam bangkok.

Gejala dan Ciri Penyakit Mata Ayam

  • Mata akan mengeluarkan cairan/air mata
  • Terjadinya pengumpulan/adanya benjolan dibagian mata
  • Bagian mata mengalami kerusakan, terutamanya bagian penglihatan
  • Kelopak bagian mata bengkak
  • Mata sering melakukan pejam
  • Kondisi kesehatan ayam menurun
  • Nafsu makan menurun

Cara Pengobatan Penyakit Mata Ayam

  1. Menggunakan obat tetes manusia, misalnya insto/lotte yang dilakukan 2-3 kali dalam sehari pagi dan sore hari.
  2. Menggunakan daun sirih, dilakukan dengan cara melakukan pemerasan air daun sirih dan diaplikasikan pada pagi dan malam hari.
  3. Menggunakan eye chick, apabila ayam sudah mengalami keparahan penyakit mata yang dialami. Bisa didapatkan ketokoh terdekat.
  4. Menggunakan air daun tembakau, namun apabila penyakit mata disebabkan oleh cacing. Biasanya dapat dilakukan dengan cara melakukan pemerasan air tembakau 2-3 tetes kebagian mata. Dapat dilakukan secara teratur untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Mengobati Penyakit Mata Ayam Bangkok semoga dapat berguna dan bermanfaat serta menambah wawasan anda.