Cara Mengatasi dan Mengobati Kutu Caplak Pada Sapi

Cara Mengatasi dan Mengobati Kutu Caplak Pada SapiKutu caplak atau dikenal dengan kutu babi memiliki nama ilmiah Boophilus micropluss  adalah salah satu penyakit yang tergolong merugikan bagi peternakan sapi di dunia. Caplak ini memiliki ukuran kecil, hampir menyerupai biji mentimum dan berwarna coklat kehitaman. Biasanya dapat ditemukan pada daerah tertentu, seperti telinga, selengkangan paha, daerah mata dan lainnya.

Baca: Tanda-Tanda Sapi Hamil (Bunting) Muda-Tua

Caplak ini akan menempel dan menghisap darah secara terus menerus. Caplak ini juga dikenal dengan caplak satu induk, yaitu dapat diartikan larva, nimfa, dapat di jumpai pada satu induk semang. Setelah kenyang menghisap daraj akan menjatuhkan diri dari induk semang untuk bertelur. Telur yang dihasilkan sejumlah 3000-5000 butir dikeluarkan sedikit demi sedikit setiap harinya.

Gejala Terserang Kutu Caplak Pada Sapi

Gejala dan ciri-ciri kutu caplak pada sapi, umumnya adalah sebagai berikut:

  • Kepala sapi tertunduk lesu, dan tampak lemah
  • Penurunan nafsu makan, sehingga menyebabkan produksi daging dan susu menurun
  • Bulu kusam dan rontok
  • Terdapat luka, akibat hisapan dari kutu caplak

Cara Mengatasi dan Mengobati Kutu Caplak Pada Sapi

Pengendalian:

  • Menjaga kebersihan kandang, peralatan kandang, tempat pakan dan minum serta peternak sapi
  • Kandang sebaiknya harus dalam keadaan kering dan terjaga kebersihannya
  • Melakukan sanitasi kandang, dan aliran udara
  • Mengusahan agar lokasi usaha peternakan tidak terkontaminasi penyakit, jauh dari pemukiman dan jauh dari industri
  • Mengusahan penggunaan anakan unggul dan sudah terseleksi oleh dinas peternakan

Pengobatan:

  • Bisa memandikan atau merendamkan ternak dengan larutan insektisida secara teratur, 2-3 kali dalam seminggu.
  • Penggunaan obat cair seperti Paramectin, Noticks Spray, Intermectin, Wormectin, dan sebagainya. Digunakan dengan dosis dan ketentuan yang sudah diterapkan.
  • Bisa dilakukan dengan manual, dengan cara mengumpulkan kutu caplak dan membakarnya.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Mengatasi dan Mengobati Kutu Caplak Pada Sapi.  Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit CRD Pada Ayam

Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Chronic Respiratory Desease (CRD) Pada Ayam  – Penyakit CRD atau dikenal dengan penyakit ngorok adalah salah satu penyakit yang berbahaya yang menyerang pada ayam anakan dan ayam remaja. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycoplasma gallisepticum dan Mycoplasma synoviae. Penyakit ini bersifat kronis dimana menyerang saluran pernafasan, secara terus menerus dalam jangka waktu lama (menahun) dan sehingga ayam tidak sembuh-sembuh.

Baca: Cara Mengatasi Penyakit Scabies Pada Kelinci

Akibat dari penyakit CRD adalah lambatnya laju pertumbuhan, tingkat kematian ayam tinggi, dan tingginya konversi ransum. Kerugian lainnya mengakibatkan keseragaman bobot badan tidak tercapai  dan banyak ayam yang harus diafkir.

Gejala dan Ciri Ayam Terserang Penyakit CRD

Adapun gejala dan ciri-ciri ayam terserang penyakit CRD, umumnya adalah sebagai berikut:

  • Ayam menunjukan batuk, bersin, gangguan pernafasan, dan ayam ngorok
  • Sinusitis pada sinus infraorbitalis (bengkak pada bagian muka)
  • Jika disertai dengan infeksi M. Synoviae ayam akan menunjukan gejala pincang, bengkak pada sendi, dan bahkan akan mengakibatkan kelumpuhan

Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit CRD Pada Ayam

Pengendalian:

  • Menjaga kebersihan kandang, peralatan yang digunakan dan kebersihan pada peternak.
  • Mengurangi kepadatan kandang, memperhatikan kondisi kandang, memperhatikan tatalaksana litter, ventilasi kandang dan pengaruh lingkungan.
  • Pemeliharaan harus dilakukan secara all in all out
  • Melakukan isolasi ayam yang terkena penyakit CRD
  • Penggunaan bibit unggul, terseleksi dan tahan terhadap beberapa penyakit terutamnya CRD.
  • Menghindari penggunaan lahan perkandangan yang tercemar dan terkontaminasi bakteri.

Pengobatan:

  • Memberikan larutan dari obat seperti Basitrasin, Erthromisin, Tilosin, Sepktinomisin, dan Linkomisis. Dilakukan dengan dosis yang sudah ditentukan, biasanya diaplikasikan dengan cara mencampurkan pada pakan atau minum ayam.
  • Bila sudah akut, sebaiknya lakukan pemusnahan secara masal baik di buang, pendam dalam tanah (1/2 meter) maupun dibakar.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit CRD Pada Ayam. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Kolera Pada Ayam

Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Kolera Pada AyamPenyakit kolera adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh bakteri  Pasteurela gallnarum atau Pasteurella multocida yang menyerang ayam pada umur 12 minggu. Penyakit ini menyerang pada ayam pelelur dan ayam pedaging (broiler).

Baca: Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Gumboro Pada Ayam

Penularan penyakit ini bisa melalui pernafasan, pencernaan dan bahkan melalui kontak langsung pada ayam sakit dapat juga melalui udara, pakan, minum yang diberikan, peralatan kandang, petugas peternakan, dan lingkungan yang terkontaminasi.

Gejala Klinis dan Ciri-ciri Ayam Terserang Penyakit Kolera

Ada beberapa gejala klinis dan ciri-ciri ayam terinfeksi penyakit kolera, umumnya adalah sebagai berikut:

  • Pernafasan ayam terlihat sesak, dan bahkan mengorok
  • Kotoran berwarna hijau, kuning ataupun coklat dan berlendir (mencret)
  • Kepala ayam suka menggelengkan kepala
  • Bagian sayap menggantung, bengkak dan bahkan mengakibatkan kelumpuhan
  • Nafsu makan menurun
  • Lesu, lemah dan bahkan mengalami kematian mendadak.

Gejala subklinis dan Ciri-ciri Ayam Terserang Penyakit Kolera

Ada beberapa gejala subklinis dan ciri-ciri ayam terinfeksi penyakit kolera, umumnya adalah sebagai berikut:

  • Inflamasi pada 1/3 pada bagian atas usus kecil
  • Pembesaran dan pembengkakan pada limpa
  • Terdapat material berbentuk cream atau solid pada persendian
  • Pendarahan pintpont pada membran mukosa dan serosa atau pada lemak abdominal

Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Snot pada Ayam

Pengendalian:

  • Menjaga kebersihan kandang, tempat pakan, minum dan peralatan kandang dengan teratur.
  • Melakukan sanitasi perkandangan dan lingkungan, serta menyemprotkan insektisida dan baktersida berbahan aktif.
  • Mengusahakan sinar matahari masuk langsung kekandang, upaya menghindari kelembaban berlebihan pada kandang
  • Penggunaan anakan yang sudah terseleksi, unggul dan sudah divaksinasi
  • Mengisolasi ayam sakit dengan cepat atau melakukan pemusnahan ayam agar tidak menular pada ayam lainnya.

Pengobatan:

  • Bisa dengan diberikan obat antibiotik atau prepat sulfat seperti Ampisol, Inequill, Sq Plus, Tetrasulfa B plex, Corydon, Ceamium 99 atau Embacox.
  • Bisa juga mencampurkan larutan Cocicdiostat pada air minum ayam, 3 hari sekali.
  • Bisa juga menggunakan injeksi dari larutan obat Terramcyn

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Kolera Pada Ayam. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Gumboro Pada Ayam

Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Gumboro Pada Ayam  – Gumboro (Infectious Bursa Disease) adalah salah satu penyakit yang menyerang pada berbagai macam unggas, misalnya itik/bebek, ayam broiler, ayam petelur, burung dan sebagainya. Penyakit ini menyerang pada bagian kelenjar bulat (Bursa fabricii) yang terletak di atas kloaka.

Baca: Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Tetelo (ND) Pada Ayam

Penyakit ini juga disebut dengan penyakit AIDSnya ayam.  Penyakit ini disebabkan oleh virus dari genus Avibirnavirus yang dapat bertahan hidup selama 3-4 bulan atau lebih. Penyebaran penyakit ini melalui makanan, minuman, kotoran sendiri, alat peternakan, lingkungan tercemar dan orang yang terkena virus gumboro tersebut.

Penyakit ini menyerang ayam berusia mudah berkisar 9-60 hari, yang dapat menimbulkan beberapa gejala klinis dan subklinis, umumnya adalah sebagai berikut:

Gejala dan Ciri-ciri Ayam Terkena Penyakit Gumboro

  • Ayam tampak kusam, lesuh dan lemah.
  • Konsumsi makan dan minum menurun, sehingga mengakibatkan mata terpejam, bulu kusut dan tidak aktif.
  • Ayam dalam keadaan kondisi panas/demam, sehingga terkadang mengakibatkan kejang pada kedua kaki, kepala dan sayap.
  • Feses/kotoran ayam berwarna putih bening, lengket dan encer.
  • Kematian pada fase gejala klinis mencapai 2% – 5% setelah 3 hari terlihat gejala.
  • Kematian fase subklinis bisa mengakibatkan kematian yang cukup tinggi hampir 80% – 90%.

Cara Mengatasi/mencegah dan Mengobati Penyakit Gumboro Ayam

Ada beberapa cara mencegah dan mengobati penyakit gumboro pada ayam, adalah sebagai berikut:

Pencegahan:

  • Melakukan sanitasi lingkungan dan menjaga kebersihkan kandang dengan teratur.
  • Lakukan penyemprotan peralatan dan kandang secara berskala dengan mengunakan larutan desinfektan.
  • Menggunakan bibit anakan tahan tehadap penyakit atau sudah disuntikan vaksin gumboro pada umur 5-9 hari.
  • Pemberian pakan berkualitas, mengandung banyak vitamin komplek dan memberikan obat anti stress.
  • Menyesuaikan suhu kandang dengan baik, agar ayam dapat mudah menyesuaikan diri.
  • Melakukan manajemen pemeliharaan dengan tepat.

Pengobatan:

  • Berikan obat vitaminelektrolit, glukosa (gula aren diencerkan sebanyak 2%).
  • Bisa juga memberikan obat antiviotic ringan, misalnya Ampicillin, Doxiciclin, Neomicin.
  • Bila ayam masih berumur kurang dari 25 hari, sebaiknya dilakukan pemanasan atau brooding “namun harus perlu diperhatikan bahwa ventilasi harus lancar karena ayam membutuhkan banyak oksigen”.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Gumboro Ayam Broiler. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat, terima kasih.

Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Tetelo (ND) Pada Ayam

Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Tetelo (ND) Pada AyamPenyakit tetelo (Newcastle Disease) atau dikenal dengan sebutan penyakit samper ayam atau pes cekak. Penyakit ini menyerang pada setiap jenis unggas, ayam (ayam kampung, broiler, petelur, bangkok), itik, angsa, burung dan lain-lain.

Penyakit ini akan menyebabkan gangguan saraf pernafasan, penyebab utama penyakit adalah virus Paramyxo,  yang biasanya dapat dikualifikasikan berdasarkan tipe sebagai berikut:

Baca: Cara Mengatasi Penyakit Scabies Pada Kelinci

  • Tipe lemah (lentogenik) merupakan stadium yang hampir tidak menyebabkan kematian pada ayam. Namun dapat menyebabkan produktivitas telur dan daging menurun.
  • Tipe sedang (mesogenik) merupakan stadium yang menyebkan kematian anak ayam mencapai 10% tetapi ayam dewasa jarang mengalami kematian.
  • Tipe berbahaya (Velogenik) atau dikenal dengan Viscerotropic Velogenic Newcastle Disease (VVND) yang dapat menyebabkan kematian ayam mencapi 100%.

Gejala dan Ciri-Ciri Terkena Penyakit Tetelo

Ada beberapa ciri-ciri penyakit tetelo pada ayam, umumnya adalah:

  • Bernafasan ayam akan terganggu, sulit bernafas, megap-megap, batuk, ngorok dan sebagainya.
  • Ayam tampak kusam, lesu dan kurang stamina.
  • Napsu makan semakin menurun.
  • Produksi daging dan telur menurun.
  • Terjadinya excessive mucouc di trakea
  • Kotoran agak kehijauan dan bahkan berdarah
  • Sayap turun, tubuh gemetaran, jengger dan kepala kebiruan, kelumpuhan hingga gangguan saraf yang dapat menyebabkan ayam kejang-kejang.
  • Kematian mendadak.

Penularan Penyakit Tetelo  Pada Ayam

Penularan penyakit tetelo pada ayam biasany sering menyerang pada masa pancaroba atau pada musim kemarau ke musim hujan. Penularan melalaui ludah, feses, sisa makanan dan minuman, peralatan yang digunakan, udara dan lingkungan  yang sudah terkontaminasi virus.

Cara Mengatasi Penyakit Tetelo Ayam

Pencegahan penyakit tetelo:

  • Membersihkan kandang dengan teratur, 2 kali dalam sehari.
  • Membersihkan sisa makanan atau minuman dari wadah.
  • Membersihkan pelatan yang digunakan, dengan larutan antiseptik.
  • Menghindari penggunaan wilayah atau lingkungan tercemar.
  • Penggunaan bibit anakan ayam yang sudah divaksin ND.

Pengobatan Penyakit Tetelo:

  • Memisahkan dan memindahkan ayam yang terkena serangan penyakit tetelo dikandang tertentu.
  • Lakukan pemvaksinisasi dengan obat tetes atau disuntik pada intramuskuler pada bagian otot dada.
  • Penggunaan obat tradisional dari daun pepaya, temu ireng, temu lawak kulit bawang putih, kulit bawang merah, daun teh dan daun salam.
  • Bisa juga menggunakan obat tradisional dari campuran kunyit, kencur dan bawang putih setiap 3 kali seminggu.
  • Bila tidak ampuh bisa menggunakan obat-obatan kimiawi, misalnya Tetelo Plus (Anti tetelo –NDV), Ampivet dan sebagainya

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Tetelo Ayam. Semoga dapat membantu dan bermanfaat. Terima kasih.

Cara Mengatasi Penyakit Scabies Pada Kelinci

Cara Mengatasi Penyakit Scabies Pada KelinciPenyakit scabies atau dikenal dengan gudik, kudis atau kurap adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh kutu ­Sarcoptes scabiei  yang akan menimbulkan gatal-gatal pada bagian seluruh tubuh ternak kelinci, terutamnya bagian kepala, kaki, area mata, dan sebagainya.

Kutu ini juga disebut dengan Scabesiosis Scabesiosis  yang memiliki bentuk bulat, berkaki empat, berukuran 0,24 – 0,6 mm. Penularan biasanya disebabkan alat yang digunakan, lingkungan terkontaminasi, pakan atau minum sisa tidak dibuang dan kurangnya menjaga kebersihan kandang.

Gejala Klinis Penyakit Scabies Kelinci

Ada beberapa ciri-ciri kelinci terkena penyakit scabies, umumnya adalah:

  • Gatal disela-sela kaki kelinci
  • Gatal pada organ reproduksi.
  • Iritasi pada kulit pada bagian permukaan.
  • Kulit akan berubah warna kemerahan, dan bulu akan rontok
  • Bila akut kelinci akan mengosokan diri kekandan/dinding sekitarnya
  • Dan menyebabkan kematian mendadak.

Cara Mengatasi dan Mengobati Scabies Pada Kelinci

  1. Mengisolasi kelinci terserang dikandang tertentu, dan cukur bagian terserang bersihkan dan olesin dengan menggunakan obat salep kudis, misalnya Caviam, Scabicid Cream, Salep Belerang. Dilakukan 2 hari sekali.
  2. Memandikan dengan sabun sulfur/belerang yang bersifat antiseptik dan antiparasit.
  3. Menaburkan bedak pada bagian terkena scabies, misalnya bedak doris, atau bedak salicyl atau bedak yang mengadnung salicylicum.
  4. Penyuntikan dengan obat anti scabies, misalnya Avimec, Bivermectin, Wormectin, Ivermectin, atau lainnya dengan dosis dan takaran yang ditentukan.
  5. Penggunaan obat salep kulit anti scabies, misalnya pepatek, Daktarin, Canesten, Scavicidi Cream dan lain-lain.
  6. Bisa juga diolesin dengan campuran alkohol dan minyak tanah, dan kelinci dibebaskan selama 4 jam.
  7. Selain itu, bisa juga olesi dengan minyak cap tawon, dilakukan 1 minggu 2 kali atau 3 kali.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Mengatasi Penyakit Scabies Pada Kelinci.  Semoga artikel diatas dapat membantu dan berguna bagi para peternak kelinci. Terima kasih.

Cara Mengobati Penyakit Orf Pada Kambing dan Domba

Cara Mengobati Penyakit Orf Pada Kambing dan Domba – Penyakit orf atau Ektima kantagiosa adalah salah satu jenis penyakit kulit yang sangat menular yang disebabkan oleh virus dari genus parapox dari keluarga poxviridae (Fauquest dan Mayo, 1991). Penyakit ini seraing menyerang ternak kambing dan domba, serta dapat menular ke manusia (zoonosis).

Di beberapa daerah Indonesia penyakit ini disebut berbeda-beda, terutamanya di Bali penyakit ini dikenal dengan dakangan, Sumatra Utara dikenal dengan puru atau muncung, Jawa Barat dikenal dengan bintumen.

Gejala Klinis Penyakit Orf Kambing dan Domba

Ada beberapa gejala yang akan ditimbulkan dari penyakit orf, umumnya adalah:

  • Lesi-lesi pada bagian sekitar bibir/mulut, terutamanya sudut bibir.
  • Munculnya bintik-bintik merah pada kulit kambing/domba.
  • Bintik-bintik merah berubah menjadi vesikel dan pustula (terjadinya penanahan).
  • Bila sudah akut, tonjolan-tonjolan akan berkerak dan berbau busuk.
  • Mulut akan menjadi bengkak disertai dengan bau busuk.
  • Bagian tubuh lain juga akan mengalami hal tersebut, terutamanya bagian hidung, sekitar mata, telinga, peru/lipatan perut, kaki, ambing, puting usus atau vulva (Abjid, 1989, dan Watt, 1983).

Cara Penularan Penyakit Orf Kambing dan domba

Penyakit orf dapat menular dari hewan yang sakit ke hewan lain secara kontak langsung maupun tidak langsung. Secara tidak langsung penyakit ini akan menular melalui peralatan, atau lingkungan yang tercemar virus orf. Masuknya virus orf ini kedalam tubuh hewan melalaui luka kecil, seperti goresan yang terjadi akibat rumput yang tajam/duri atau luka karena proses mekanik lainnya (McKeever dkk.,1988).

Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Orf

Ada beberapa cara mengatasi dan mengobati/memberantas penyakit orf, berdasarkan petunjuk Direktorat Kesehatan Hewan (1986) adalah sebagai berikut:

  1. Daerah yang masih bebas dari penyakit orf, dilakukan penolakan penyakit dan tindakan karantina yang ketat. Pemusnahan hewan yang sakit, apabila hewan masih sedikit yang terjangkit. Bisa dilakukan ring vaksinasi dan sanitasi, namun bisa sudah menyebar luas lakukan tindakan pemusnahan.
  2. Pada daerah tertular, lakukan tindakan pencegahan penyakit dengan cara sanitasi kandang dan lingkungan pemeliharaan, pencegahan pengembalaan hewan sehat bersama hewan sakit atau tempat bekas hewan penderita.
  3. Pengendalian penyakit pada daeraj tertular daat dilakukan dengan cara vaksinasi teratur, sedangkan hewan sakit dilakukan isolasi secara ketat dan terpisah dari hewan lainnya.
  4. Apabila penyakit bersifat wabah, maka lakukan tindakan lain terutamanya pembuatan papan dilarang masuk, karena penyakit menular. Lalu peralatan yang sudah terjangkit sebaiknya dilakukan pemusnahan dan tidak digunakan kembali.
  5. Khusus bagi peternakan pembibitan sebaiknya menggunakan daerah bebas penyakit orf/dakangan.
  6. Pengobatan penyakit ini bisa dilakukan dengan manual dan menggunakan obat-obatan, bila manual dapat dilakukan pengelupasan/pengerokan keropeng dan penyemprotan antibiotik/desinfeksi dengan menggunakan alcohol untuk mencegah perluasan dan penyebaran penyakit.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Mengobati Penyakit orf Kambing dan Domba.  Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Cara Mengatasi Penyakit Mastitis Ternak Kambing dan Domba Perah

Cara Mengatasi Penyakit Mastitis Ternak Kambing dan Domba PerahPenyakit mastitis atau dikenal dengan istilah radang ambing adalah salah satu penyakit yang menyerang kelenjar susu, sehingga terjadi pembengkakan dan kesakitan pada ambing ternak.

Penyakit mastitis penyerang pada kambing perah, domba perah dan bahkan sapi perah penyakit ini juga menyerang. Mastitis akan menyebabkan produkti susu akan menurun, dan bahkan susu yang dikeluarkan akan berupa nanah, bukan susu lagi.

Baca: Cara Mempercepat Kambing dan Domba Betina Birahi

Penyebab Mastitis Kambing dan Domba Perah

Penyebab utama penyakit mastitis disebabkan oleh bakteri dan jamur, seperti Streptococcus agalactiae, Staphylooccus aureus, Staphylooccus aureus Epidermis,  Streptococcus dyglactiae, Streptococcus uberis, Klebsiella dan Escheria colli, sedangkan penyebab utama yang disebabkan oleh jamur, adalah Actynomices sp, dan Candida sp.

Gejala dan Ciri-ciri Kambing/Domba Terkena Mastitis

Ada beberapa gejala klinis atau ciri-ciri kambing/domba terkena penyakit mastitis, umumnya adalah:

  • Pembengkakan pada salah satu kuartir/ambing bagian kiri atau kanan.
  • Bagian ambing akan mengeras, memerah dan terasa panas.
  • Bila diperah susu akan berubah bening dan encer, bila sudah akut akan berubah menjadi darah dan bernanah.
  • Perubahan bentuk pada ambing, dan mengakibatkan kambing gelisah.
  • Bila tidak ditangani, kambing akan mati mendadak.

Pengendalian Penyakit Mastitis Kambing dan Domba Perah

  • Membersihkan kandang dengan teratur.
  • Membersihkan peralatan yang digunakan, dalam pemerahan.
  • Melakukan pemerahan dengan tepat, agar tidak terkontaminasi bakteri dan menyebabkan penyakit menyerang ternak.
  • Membersihkan kambing atau domba, dengan cara memandikan ternak dengan teratur sebelum melakukan pemerahan.
  • Melakukan vaksinasi secara berskala, bertujuan untuk menghindari serangan dari beberapa penyakit.

Cara Mengatasi dan Mengobati  Penyakit Mastitis Kambing dan Domba Perah

  1. Memisahkan kambing atau domba yang terserang, penyakit mastitis dikandang tertentu.
  2. Lakukan pemeriksaan dengan baik, selain itu juga mencelupkan antiseptik pada ambing. Berguna untuk mengurangi penyebaran penyakit dan mengurangi peradangan.
  3. Bisa juga menggunakan larutan atau cairan iodium dan klorin, untuk mencegah bakteri masuk ke ambing ternak.
  4. Pengobatan untuk penyakit mastitis, bisa dengan memberikan antibiotic berspectrum misalnya Peniciline-streptomicine, antibiotic long musular dan Spiramycine.
  5. Jika pengobatan dilakukan, untuk mendapatkan hasil yang maksimal semprotkan antiseptic seperti Gusanex, untuk menghindari infeksi yang lebih parah dan terkontaminasi bakteri berasal dari luar.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Mengatasi Penyakit Mastitis Kambing dan Domba Perah.  Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat, terima kasih.

Cara Mengatasi Penyakit Cacingan Pada Kambing

Cara Mengatasi Penyakit Cacingan Pada Kambing | Mengobati Cacingan Pada Kambing – Penyakit cacingan memang terdengar sangat menyepelekan, namun memiliki dampak yang sangat besar bagi ternak. Penyakit cacingan ini bisa menyebabkan produksi daging menurun dan bahkan mengakibatkan kematian dari beberapa kasus.

Penyebab penyakit cacingan ini di sebabkan oleh cacing gilig (Haemonchus contortus), cacing pita (Taena)  dan cacing pipih (Platyhelminthes).  Biasanya cacing tersebut melakukan penularan melalui pakan, minum, terkontaminasi telur cacing dan juga penularan melalui induk ke anaknya.

Baca: Cara Mengobati dan Mengatasi Penyakit Snot Pada Ayam

Ciri-Ciri Kambing Terkena Cacingan

Ada beberapa ciri-ciri atau kriteria kambing terkena penyakit cacingan adalah sebagai berikut:

  • Kambing akan mengalami anemia (kekurangan darah), misalnya mata berair, hidung berair, mulur berair dan kambing tampak pucat atau kusam.
  • Bobot badan kambing menurun, diakibatkan nafsu makan berkurang.
  • Gerakan kambing tidak agresif (lincah), dan tampak lesu.
  • Kambing akan selalu menundukan bagian kepalanya.
  • Bulu kambing kusam, dan mengalami kerontokan.
  • Perut tampak besar, namun bila diketuk akan kosong seperti masuk angin.
  • Kambing akan kesulitan membuang kotoran, dan akan mengalami pula mencret/diare secara terus menerus.
  • Kambing terkena penyakit cacingan akan memiliki tubuh lemah, dan selalu berbaring dilantai kandang.

Cara Mencegah/Pengendalian Penyakit Cacingan

  • Memisahkan ternak terserang penyakit cacingan di kandang tertentu.
  • Membersihkan kandang dengan optimal, baik membersihkan tempat pakan, tempat minum maupun peralatan yang digunakan untuk kambing.
  • Menyemprot insektisida, bakterisi dan fungisida berbahan aktif secara berskala bertujuan untuk menghindari penyebaran penyakit lain.
  • Membuat tempat atau lubang khusus pembuangan kotoran kambing yang tidak berdekatan dengan kandang kambing.
  • Kandang kambing sebaiknya menggunakan model panggung, untuk menghindari kelembaban, kebanjiran dan penyebaran penyakit.
  • Melakukan vaksinasi dan pemberian obat cacing secara berskala untuk menghindari penyakit yang akan menyerang kambing.

Cara Mengobati Penyakit Cacingan Pada Kambing

1. Obat Cacingan Tradisional Kambing

a. Buah Pinang

Cara membuatnya:

  • Buah pinang dihaluskan hingga halus, dan menjadi tepung.
  • Kemudian, diayak dan dijemur hingga mengering.
  • Setelah itu, berikan pada ternak kambing berumur 3 -4 bulan ke atas sebanyak 5 gr dan 10 gr untuk kambing dewasa.
  • Pemberian bisa diaplikasikan, dengan air minum.

b. Daun Kelor

Cara membuatnya:

  • 3-4 helai daun kelor yang sudah tua di bakar hingga menjadi abu,
  • Kemudian, abu tersebut di tampung di wadah.
  • Lalu bisa diaplikasikan keternak yang terserang penyakit cacingan tersebut,
  • Dicampurkan dengan air minum.

c. Daun Nenas

Cara membuatnya:

  • 2-3 daun nenas di jemur hingga kering.
  • Lalu dihaluskan hingga halus.
  • Kemudian aplikasikan dengan dosis 300 mg/ 1kg bobot kambing.
  • Yang dicampurkan kedalam air minum.
  • Jangan berikan pada kambing yang bunting.

2. Obat Cacing Kimia Kambing

Selain dapat menggunakan obat-obatan yang tradisional atau alami, kamu juga bisa menggunakan obat cacing kimia seperti obat cacing komplit,  verma-O, kalbazen-C, wormzol- B, albendazole, febendazole, oxfandazole dan sebagainya. Pemberian dilakukan dengan dosis yang sudah ditentukan.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Mengatasi Penyakit Cacingan Kambing, semoga artikel diatas dapat membantu dan bermanfaat untuk para peternak. Terima kasih.

Cara Mengobati dan Mengatasi Penyakit Snot Pada Ayam

Cara Mengobati dan Mengatasi Penyakit Snot Pada Ayam – Penyakit snot atau dikenal dengan penyakit Coryza  adalah salah satu penyakit yang sangat berbahaya dan bahkan mengakibatkan kematian. Penyakit snot dapat menyerang pada unggas apapun, seperti ayam bangkok, ayam broiler, ayam buras, burung kenari, itik/bebek dan lainya.

Penyakit snot/flu ini disebabkan oleh bakteri Haemophillus galloinarum yang dapat menyerang pada semua umur unggas, biasanya menyerang pada anakan ayam, dan saat pemanenan ayam. Adapun penyebab lain yang dapat penyakit snot menyerang ayam/unggas diantaranya adalah sebagai berikut:

Baca: Cara Membuat Pakan Alternatif Ayam Pedaging (Broiler)

Penyebab Penyakit Snot Ayam

  • Keadaan temperatur udara dalam kandang tidak stabil, umumnya dipengaruhi oleh cuaca.
  • Lingkungan kandang yang sudah tercemar oleh bakteri Haemophillus galloinarum.
  • Tidak dilakukannya vaksinasi, dan tidak menggunakan bibit anakan ayam bersifat tahan penyakit snot.

Ciri-Ciri Ayam Terkena Snot/Coryza

  • Ayam kesulitan bernafas dan ngorok
  • Keluarnya lendir dari hidung, berwarna putih bening-kotor yang mengental
  • Ayam kurang agresif, dan terlihat kusam serta lesu
  • Bagian sayap mengantung kebawa
  • Nafsu makan menurun
  • Ayam suka bersin-bersin dan mengerekan bagian kepala.
  • Dan mengeluarkan lendir di bagian mata hingga mengumpal

Cara Mencegah Penyakit Snot Ayam

  • Mengusahakan menjaga kebersihan kandang, tempat pakan dan minum
  • Melakukan penyemprotan insektisida dan bakterisida berbahan aktif, di sekitar kandang.
  • Mengusahakan kandang agar terkena matahari, bertujuan untuk mengurangi kelembaban.
  • Menghindari pemeliharaan ayam dengan umur yang berbeda.
  • Menggunakan bibit anakan ayam yang unggul dan sudah dilakukan vaksinisasi.

Cara Mengobati Penyakit Snot Pada Ayam

1. Cara Mengobati Snota Ayam Dengan Bahan Kimia

Untuk mengobati penyakit snot ayam dengan bahan kimia, adalah obat yang paling ampuh namun memiliki efek yang berbahaya. Obat-obatan yang digunakan berupa sulfatiaasol, streptomisin, sulfarmerasin, eritromisin, sulfadumetoksin, dan vibravet dengan dosis dan takaran yang sudah ditentukan.

2. Cara Mengobati Snot Ayam Dengan Obat Herbal

Selain, dapat mengobati dengan bahan kimia dapat pula mengobati penyakit snot ayam dengan menggunakan bahan alami yang dapat ditemukan. Berikut bahan dan cara pembuatannya:

  • 200 gram kunyit
  • 100 gram kencur
  • 100 gram jahe

Cara membuatnya: campurkan semua bahan yang sudah didapatkan, menjadi satu dengan cara ditumbuk atau diblender, kemudian beri air hangat dan bisa langsung diberikan ke ayam yang terkena snot. 1 minggu 2-3 kali.

3. Cara Mengobati Penyakit Snot Dengan Kombinasi Obat Kimia dan Obat Herbal

Cara ini memang sangat ampuh, dan sudag terbukti. Namun, tingkat bahaya dan tingkat kematian ayam cukup tinggi. Hal ini ketidak biasanya penggunaan obat kimia dan obat herbal. tetapi untuk penggunaan dapat dilakukan dengan hasil yang maksimal biasanya penggunaan dilakukan pagi menggunakan obat herbal dan sore hari menggunakan obat kimia dengan dosis yang sudah ditentukan.

Baca Juga:

 

Demikianlah informasi tentang Cara Mengobati dan Mengatasi Penyakit Snot Pada Ayam. Semoga informasi artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.