Cara Mengobati Penyakit Kaki Bengkak Burung Kacer

Cara Mengobati Penyakit Kaki Bengkak Burung KacerBurung kacer yang sakit tentunya akan sangat  merugikan bagi peternak. Karena burung kacer sakit akan juga menurunkan produksivitas yang di hasilkan, oleh sebab itu harus segera ditanggani dan di obati dengan cepat.

Salah satu kasus yang banyak terjadi, adalah kaki bengkak. Burung kacer yang terserang kaki bengkak cenderung akan sering mengangkat kakinya dan terdapat benjolan yang semakin lama membesar. Jika tidak diobati bukan hanya menurunkan produktivitas, akan juga mengakibatkan kematian pada burung kacer.

Penyebab Kaki Bengkak Burung Kacer

Ada beberapa penyebab kaki bengkak pada burung kacer, diantara adalah:

  • Kaki bengkak karena burung kacer terluka, misalnya terjepit, terkena peralatan dikandang, dan terlalu agresif (liar dikandang).
  • Kaki bengkak karena penyakit, misalnya penyaki bumble foot.
  • Kaki bengkak karena gigitan serangga, misalnya nyamuk, tawon, dsb.
  • Kaki bengkak karena pembuluh darah bengkak, sehingga urat di kaki akan menonjol dan mengakibatkan bengkak pada kaki.

Cara Mengobati Penyakit Kaki Bengkak Burung Kacer

  1. Kaki bengkak burung kacer disebabkan luka biasanya di obati dengan mengoleskan cairan antiseptik disekitar luka untuk mencegaj terjadinya infeksi.
  2. Kaki bengkak burung kacer disebabkan oleh penyakit, diobati dengan mengoleskan obat oles BirdCream pada bagian kaki yang bengkak, biasanya akan sembuh sekitar 4-7 hari.
  3. Kaki bengkak burung kacer disebabkan serangga (nyamuk), mengoleskan minyak kayu putih atau minyak tawon pada bagian yang bengkak.
  4. Kaki bengkak burung kacer disebabkan pembuluh darah bengkak, menggunakan kombinasi obat Dimethyl sulfoxile (DMSO), dan juga cream vitamin A, D digunakan untuk pengobatan kulit.
  5. Adapun obat lain yang dapat digunakan untuk mengobati kaki bengkak burung kacer, seperti Salep 88.
  6. Dan perendaman kaki bengkak burung kacer pada larutan air garam.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Mengobati Penyakit Kaki Bengkak Burung Kacer.  Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Cara Mengatasi dan Mengobati  Penyakit Kutil Pada Sapi

Cara Mengatasi dan Mengobati  Penyakit Kutil Pada SapiPenyakit kutil (Cuteneous papillomatoisi) adalah tumor kulit yang memiliki bentuk bulat kecil, keras dan berwarna coklat kehitaman, bentuk penyakit ini juga yang hampir menyerupai bunga kol. Penyakit ini disebabkan oleh virus Bovine Papilomavirus (BPV), type BPV-1, BPV-2 serta Bpv-5 yang masih tergolong  dalam fmili Papovaridae.

Penyakit kutil ini banyak ditemukan pada semua jenis ternak, seperti kambing, sapi, domba, babi, anjing maupun kucing. Dengan terjangkitnya penyakit ini, akan mengakibatkan kerugian besar terutamanya pada ternak sapi. Kerugian tersebut meliputi:

  • Performa sapi menjadi tidak maksimak, karena permukaan kulit ditumbuhi kutil.
  • Menurunkan harga jual pada suatu ternak.
  • Lama kelamaan akan terdapat ektoparasit dan infeksi bakteri yang menyebabkan penurunan daya tahan tubuh ternak.

Penularan Penyakit Kutil

Penularan penyakit kutil melalui kontak langsung, meliputi pakan, minum, penggunaan peralatan berulang kali pada ternak dan peralatan yang  terkontaminasi oleh ternak penderita. Biasanya penularan penyakit yang sering terjadi pada ternak akibat ear tag, pemsangan tali hidung, dan terkena lesi akibat dari kawat duri.

Gejala Klinis Penyakit Kutil

Permukaan kulit akibat penyakit kutil agak kasar, menonjol dan tampak benjolan seperti bunga kol. Selain itu, bila disentuh akan keras dan bila dibedah terdapat darah dan daging berwarna putih dan tidak menimbulkan rasa nyeri.

Pengobatan Penyakit Kutil

Pengobatan dapat dilakukan dengan mengisolasi ternak yang terserang, kutil dapat diangkat melalui pembedahan atau diikat dengan benang jahit. Selain itu, juga dapat disembuhkan dengan pembuatan autovaksin yang di injeksikan secara subcutaneous di daerah dekat kutil. Jika kutil sudah berkurang selama seminggu setelah vaksin dan lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sebaiknya pengobatan dilakukan di kandang terpisah atau kandang isolasi khusus pengobatan untuk menghindari penyebaran penyakit dan mempermudahkan dalam penyembuhan ternak penderita.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Mengatasi dan Mengobati  Penyakit Kutil Pada Sapi. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Pengendalian Hama dan Penyakit Ayam Petelur

Pengendalian Hama dan Penyakit Ayam Petelur – Hama dan Penyakit adalah salah satu penyebab penurunan produktivitas ternak, terutamanya produktivitas yang dihasilkan oleh ternak ayam petelur. Bukan hanya itu, hama dan penyakit juga mengakibatkan ketidakstabilan hormon dan organ pembentuk telur sehingga telur akan mengakibatkan tidak normal dan ternak ayam petelur akan mati secara mendadak.

Baca: Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Gumboro Pada Ayam

Untuk mengatasi hal tersebut, peternaka ayam petelur perlu mengetahui hama dan penyakit yang sering menyerang ayam petelur sehingga dapat menetralisir dan melakukan pengendalian hama dan penyakit dengan tepat. Berikut hama dan penyakit yang sering menyerang ayam petelur.

Hama dan Penyakit Ayam Petelur

Hama Ayam Petelur

1. Ular

Ular adalah hama pertama biasanya masuk kekandang, melalui celah kecil ataupun besar dan mengkonsumsi telur atau indukannya. Sehingga hama ini harus diwaspadai.

Pengendalian: Harus dilakukan sanitasi area kandang dan membersihkan gulma disekitar kandang dengan baik.

2. Berkicot

Bekicot adalah hama yang akan muncul bila kelembaban diarea terlalu tinggi. Kandang yang terlalu lembab atau habis hujan. Biasanya akan muncul bekicot yang akan menempel di telur dan akan menyebabkan telur terdapat lendir. Namun hama ini jarang terjadi.

Pengendalian: Menjaga kelembaban area kandang, membuat drainase untuk menghindari banjir pada kandang. Dan pembasmian dilakukan secara manual dengan cara mengambilnya satu persatu.

3. Semut atau Kutu

Semut atau kutu adalah hama yang sering kerap terjadi. Hama ini sering menyerang indukan yang sedang ingin bertelur atau masih mengerami telurnya.

Pengendalian: Menjaga kebersihan kandang, melakukan penyemprotan dengan Insektisida berbahan aktif,

Penyakit Ayam Petelur

1. Afian Influenza (AI)

Penyebab: Virus Orthomixso H5N1

Gejala: Telapak kaki merah dan tampak bengkak, pial berwarna gelap, kelopak mata terdapat benjolan putih dan mati mendadak

Pengendalian: melakukan sanitasi kandang dan peralatan  yang digunakan, dan lakukan vaksinasi area yang terkangkit. Pengobatan tidak ada hanya dapat diberikan multivitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

2. Berak Darah (Cacidiocis)

Penyebab: Protozoa, genus Eimeria

Gejala: Sayap akan tergelantung kebawah, tampak lesu atau kusam, kotoran terdapat darah dan berlendir.

Pengendalian: Menjaga kebersihkan kandang, melakukan penyemprptan Bakterisida diarea perkandangan.

Pengobatan: Mengunakan obat-obatan, seperti Trisulfa, Sulfa-Mezathin dan Bifuran. Pemberian dicampurkan ke media pakan ataupun minum.

3. Berak Kapur (Pullorum)

Penyebab: Bakteri Salmonella pullorum

Gejala: Selalu menutup mata, sayap akan terluka, kotoran akan berwarna putih dan resiko kematian ayam tinggi.

Pengendalian: Melakukan pemilihan anakan unggulan dan sudah divaksin sehingga tahan terhadap penyakit tersebut.

Pengobatan: Pemberian obat-obatan, seperti Sulfaquinoxaline, Nitrofurazalidone dll.

4. Cacar Ayam (Fowl pox)

Penyebab: Virus Borreliota avium

Gejala: Jengger ayam akan terdapat bercak berwarna abu-abu, dan terkadang berair, dan terdapat benjolan kecil diarea muka ayam.

Pengendalian: Menjaga kebersihan kandang, peralatan kandang, dan penggunakan anakan tahan terhadap penyakit tersebut atau sudah dilakukan vaksinisasi.

Pengobatan: Tidak ada obatnya, hanya diberikan obat antibiotik dan multivitamin untuk mencegah penyebaran penyakit dan meningkatkan daya dahan tubuh.

5. Choronic Respiratory Disease (CRD)

Penyebab: Bakteri Mikoplasma synoviae

Gejala: Getah radang pada keluar dari hidunh, nafas akan mengorok dan bersin serta keluar cairan busa pada mata.

Pengendalian: Penggunaan bibit anakan unggulan dan sudah divaksinasi, serta menjaga kebersihan kandang dan peralatan yang digunakan dengan baik.

Pengobatan: Menggunakan obat-obatan, seperti Basitrasin erthromisin, Tilosin, Septinomisin dan Linkomisis.  Pemberian dilakukan dengan mencampurkannya dalam minum dan pakan.

6. Gumboro (Infectious Bursal Disease)

Penyebab: Virus Birnaviridae

Gejala: Bursa fabrusius membesar, nafsu makan menurun, ayam akan mengigil atau gemetaran dan kotoran berwarna putih.

Pengendalian: Penggunaan bibit anakan tahan terhadap penyakit tersebut, dilakukan vaksinasi dan menjaga kebersihan kandang dan peralatan yang digunakan.

Pengobatan: Pemberian obat-obatan, seperti vitaminelektrolit dan antibiotik ringan (Ampicillin, Doxiciclin dan Neomicin)

7. Infectious Bronchitis (IB)

Penyebab: Virus golongan Corona virus dan mempunyai struktur DNA serta dikenal dengan 8 serotipe, yaitu Australian T, Conecticut, Delaware, New Hampshire, Georgia, Lowa 97, Lowa 97 dan Massachusetts.

Gejala: Sesak pada pernafasan, ngorok, bersin dan batuk, terdapat lendiri pada hidung dan nafsu makan menurun.

Pengendalian:  Menjaga kebersihan kandang, peralatan yang digunakan dan melakukan penyemprotan Insektisida dan Bakterisida diarea perkandangan.

Pengobatan: Tidak ada obatnya, hanya diberikan multivitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan Antibiotiobit broad spectrum untuk mencegah infeksi secara sekunder.

8. Infectious coryza (Snot)

Penyebab: Bakteri Hemophlus gallinarum

Gejala: Pernafasan relatif cepat, pembengkakan pada muka dan nafsu makan menurun sehingga mengakibatkan kematian tinggi.

Pengendalian: Memperhatikan tatalaksana perkandangan, sanitasi kandang dan area perkandangan.

Pengobatan: Pemberian obat-obatan, seperti Sulfatiasol, Sulfa dimetoksin. Pemberian dilakukan dengan mencampurkan pakan ataupun minumnya.

9. Tetelo (Newscastle Disease)

Penyebab: Virus Paramiyxo

Gejala: Leher akan memutar , sesak nafas, bersih dan ngorok dan nafsu makan menurun mengakibatkan resiko kematian tinggi.

Pengendalian: Menjaga kebersihan kandang, peralatan kandang dan melakukan vaksinasi ketika masih anakan.

Pengobatan: Tidak ada obatanya, hanya pemberian Antibiotik untuk mencegah adanya sekunder oleh bakteri dan berikan multivitamin untuk meningkatkan daya dahan tubuh serta mempercepat proses penyembuhan.

10. Omphalitis

Penyebab: Bakteri Califor, Staphyloccu dan Pseodomonas.

Gejala: Kepala menunduk, tampak lesu atau kusam dan mengantuk. Selain itu, akan mengalami peradangan pada pusar.

Pengendalian: Menjaga suhu dan kelembaban dengan baik pada kandang, penggunaan bibit unggul dan sudah dilakukan vaksinasi.

Pengobatan: Tidak ada obatnya, hanya pemberian antibiotik ringan dan pemberian multivitamin.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Pengendalian Hama dan Penyakit Ayam Petelur. Semoga dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Cara Mengatasi dan Mengobati Kambing Keracunan

Cara Mengatasi dan Mengobati Kambing Keracunan – Keracunan pada kambing umumnya disebabkan oleh pakan yang dikonsumsi. Akibatnya kurang pengawasan dari peternakan dalam pemberian pakan atau pengembalan liar. Keracunan tersebut, biasanya disebabkan karena kambing terlalu banyak mengkonsumsi daun singkong (daun ketela pohon, atau ubi kayu) didalam tanaman tersebut memiliki kandungan zat sianida yang tinggi dan juga bisa disebabkan oleh larutan pestisida yang biasanya disemprotkan untuk membasmi rumput liar.

Baca: Cara Membuat Pakan Silase Untuk Pakan Ternak

Biasanya keracunan pada kambing akan terjadi didalam rumen, dalam waktu 15-20 menit didalam rumen lalu diabsorbsi dengan cepat dan akan mengalami detoksikasi. Bila tidak ditanggani akan menyebabkan kematian pada kambing, kematian pada kambing dengan dosis kira-kira 2,5 mg/kg bobot badan serta tergantung pada keadaan umur ternak.

Gejala Klinis dan Ciri – Ciri Kambing Keracunan

  • Keluarnya air liur (saliva), mulut berbusa dan ternak mengeluarkan feses serta urin.
  • Pupil mata melebar (dilatasi) dan membran mukosa tampak merah terang karena oksigen dalam dara tidak bisa dilepaskan.
  • Pernapasan kambing akan lebih cepat dan dalam (dyspnoe).
  • Ternak kambing gelisa atau meronta-ronta, dan bahkan jatuh dengan nafas terengah-engah yang diikuti dengan kekejangan

Cara Mengatasi dan Mengobati Kambing Keracunan

1. Kambing Keracunan Sianida (Daun Singkong)

  • Pengobatan umumnya diberikan gabungan antara Sodium Nitrat (Na2NO2) dengan Thiosulfat (Na2S2O3), dengan dosis 1 ml larutan 20% Na2NO2 dan 3 ml Na2S2O3 dengan bobot badan 45 kg.
  • Bisa juga dengan pemberian Hidroksokobalamin (vitamin B12a), namun tingkat kelarutan pada zat ini sangat rendah dan tidaklah efektif
  • Pengobatan tradisional dengan memberikan minyak kelapa ataupun air kelapa muda yang di minumkan ke ternak kambing yang keracunan.

2. Kambing Keracunan Pestisida

  • Pengobatan dengan kasus berat yaitu dengan memberikan Atropin sulfat 0-25-0,5 mg/kg bobot badan dengan pemberian ¼ intravena dan sisanya subkutan dengan interval 2-6 jam ternak yang masih bisa selamatkan

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang “Cara Mengatasi dan Mengobati Kambing Keracunan”. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat bagi peternak. Terima kasih.

Cara Mengobati Kelinci Mencret atau Diare

Cara Mengobati Kelinci Mencret atau DiarePenyakit Mencret atau diare merupakan penyakit sederhana, namun sangat berbahaya kalau tidak ditanggi dengan tepat dan benar bagi ternak kelinci. Apabila kelinci yang sudah menderita tidak dilakukan tindakan pengobatan dengan segara, kasus berat membuat kelinci akan mati secara mendadak.

Secara umumnya, penyakit mencret atau diare ditandai dengan kotoran lembut,dan cair. Penyebab diare biasanya karena pergantian makanan, tidak ada serat makanan, stress atau juga pakan yang terlalu cair. Selain itu, ada beberapa jenis diare yang sering menyerang kelinci dan cara mengobatinya, diantaranya adalah sebagai berikut:

Baca: Cara Membuat Pakan Silase Untuk Pakan Ternak

Jenis Penyakit Diare Yang Sering Menyerang Kelinci dan Cara Mengobatinya

1. Kokidiasis

Penyebab: Disebabkan oleh parasiet eimera, yang timbul karena tempat terlalu padat, kurang bersih, dan lembab. Parasite ini sering menyerang sistem pencernaan.

Gejala: Feses menjadi cair, lembut, dan banyak. Tampak lebih lesu, kusam dan nafsu makan menurun sehingga menyebabkan berat badan turun.

Pencegahan Kokidiasis:  Mengusahakan agar kandang tetapt bersih, tidak lembab, bebas dari air, berikan vaksin secara teratur sebelum kelinci dipindahkan dari tempat lain.

Cara Mengobati Kelinci Terkena Diare Kokdiasis

  • Berikan obat trimethoprim/sulfamethoxazole sesuai dengan dosis yang ditentukan.
  • Cara mengobati kelinci secara alami menggunakan: 3 daun pupus jambu klutuk, 2 pupus daun pepaya, daun pupus pepaya secukupnya, garam 1 sendok, madu 1 sendok teh. Kemudian haluskan semua bahan tersebut ambil airnya,campurkan dengan garam dan madu dengan air hangat. Aplikasikan dengan cara dicekokan ke kelinci.

2. Mucoid Enteropathy

Penyebab: Kelinci stress, diakibatkan perjalanan jauh, gangguan binatang atau serangan binatang, dan suara terlalu ribut, seperti suara kendaraan, pabrik dan sebagainya.

Gejala: Diare berlendir, badan kelinci akan membungkuk, kelinci kurang agresif atau lincah dan perut kelinci akan kembung.

Pengobatan: jika pencegahan dilakukan sama tetap tidak memberikan efek, maka lakukan pengobatan sama dengan obat kokidiasis atau menggunakan penangganan penyakit kembung.

Baca juga:

Demikianlah informasi mengenai “Cara Mengobati Kelinci Mencret atau Diare”.  Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Cara Mengobati Penyakit Cacingan (Pinworm) Pada Kelinci

Cara Mengobati Penyakit Cacingan (Pinworm) Pada KelinciPenyakit Cacingan merupakan penyakit yang sangat sulit dideteksi oleh manusia, penyakit ini disebabkan oleh parasit di tubuh. Cacing ini akan memakan nutrisi yang dibutuhka oleh tubuh sehingga akan merugikan pada ternak yang terinfeksi. Penyakit ini sering menyerang pada semua jenis ternak, seperti kambing, sapi, ayam petelur/pedaging, kucing, kelinci dan sebagainya.

Penularan penyakit ini umumnya masuk kedalam tubuh ternak kelinci melalui makanan yang tidak bersih, kondisi kandang yang kotor dan lembab, lingkungan tercemar dan melalui kontak langsung. Ada beberapa jenis cacing yang sering menyerang kelinci diantaranya disebabkan oleh Cacing dan Protozoa (Intracelluler Parasite).

Baca: Cara Mengobati Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Pada Hewan

Jenis Cacing dan Protozoa Yang Menyebabkan Kelinci Cacingan

1. Cacing

  • Cacing Perut (Trichostrongylidae), cacing ini tumbuh didalam perut kelinci dan penyebaran penyakit ini tidak memiliki tanda sedikit pun.
  • Cacing Kremi (Passalurus ambiguus), penyebaran penyakit ini juga tidak disertai tanda-tanda walaupun penyakit ini sudah akut.
  • Cacing Pita (Taenia pisiformis/serealis, Cittotaenia variabilis), penyakit ini berada di pencernaan kecil, liver dan sambungan otot. Cacing ini tertular melalui makanan yang terkontaminasi oleh larva cacing pita.

2. Protozoa

  • Eimeria stiedae (Monocystis stiedae, Coccidium oviforme dan Coccidium cuniculi), penyakit ini menyerang pada hati, merusak empedu dan resiko pencernaan sedikit. Penyakit ini sering menyerang anakan kelinci.
  • Eimeria irresudua, E Magna, E Media, E perforans dan Other, penyakit ini menyerang pada bagian usus kelinci, biasanya sangat sulit diketahui. Namun, menyebabkan kelinci akan sering kehausan (dehidrasi) pada malam hari sehingga menyebabkan mati mendadak.

Gejala dan Ciri-Ciri Cacingan Pada Kelinci

Ada beberapa gejala dan ciri-ciri cacingan pada kelinci, umumnya adalah sebagai berikut:

  • Kelinci kurus, pucat atau lesu.
  • Nafsu makan menurun, mengakibatkan begitu lemah
  • Bulu kelinci terlihat kusam dan kasar.
  • Kelinci suka mengarukan bulu disekitar duburnya.
  • Kelinci akan diare, dan terdapat lendir dan darah.
  • Bila akut kelinci akan mati mendadak, pada malam hari.

Cara Mengatasi dan Mengobati Cacingan Pada Kelinci

  1. Isolasi kelinci yang terserang dengan kelinci lainnya, dikandang tertentu bertujuan agar tidak menyebar ke ternak kelinci lain dan mempermudahkan dalam penyembuhan atau pengobatan.
  2. Menjaga kebersihkan kandang, peralatan kandang, tempat pakan dan minum, areal kandang dan sebagainya.
  3. Melakukan vaksinasi, bertujuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan menghindari penyakit lain masuk kedalam tubuh ternak kelinci.
  4. Penyemprotan insektisida atau bakterisida, untuk memutuskan perkembangan dan penyebaran panyakit di areal perkandang atau kandang kelinci.
  5. Penggunaan obat kimiawi, seperti Fenbendazole (untuk obat cacing perut), Piperazine (untuk cacingan kremi) dan wormex (untuk segala cacing) dilakukan 3-5 hari dengan takaran 1-1,5 sendok sesuai dengan bobot badan dan umur kelinci.

Baca Juga:

Demikianlah informasi mengenai “Cara Mengobati Penyakit Cacingan (Pinworm) Pada Kelinci”.  Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat, terima kasih.  

Cara Mengobati Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Pada Hewan

Cara Mengobati Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Pada Hewan Penyakit Mulut dan Kuku, atau dikenal dengan Food and Mouth Disease adalah salah satu penyakit yang sangat berbahaya bagi hewan atau ternak. Penyakit ini akan menyerang hewan, seperti kambing, domba, sapi, kerbau, babi dan lainnya.

Baca: Cara Mengobati Penyakit Berak Darah (Coccidiosis) Pada Kelinci

Penyakit Kuku dan Mulut, disebabkan oleh virus dari genus Aphithorus  yang masih dalam famili Picorniviridae. Virus ini terdapat tujuh (7) tipe, yaitu A, O, C, ASIA, SAT (South Africa Teritory) 1, 2 dan 3. Di setiap tipe virus masih terbagi lagi menjadi sub dan galur. Sejauh ini kebanyakan di Indonsia sering terserang PMK dari virus tipe O, dengan diameter 10-20 mm dan terbentuk dari RNA dan diselubungi oleh protein.

Penularan PMK, bisa melalui peralatan yang digunakan, sisa pakan dan minum, lingkungan, karyawan peternak, dan sebagainya.

Gejala dan Ciri  PMK Pada Hewan

Ada beberapa gejala dan ciri penyakit PMK pada hewan, umumnya adalah:

  • Kondisi hewan atau ternak demam mencapai 40-41 derajat celcius
  • Suka menendang kaki, karena vesikula pada membrane mukosa hidung
  • Terdapat benjolan bulat berukuran kecil di rongga saliva
  • Hewan atau ternak pincang, bahkan sulit berdiri
  • Nafsu makan menurun, mengakibatkan tubuh lemah dan lesu

Cara Mengatasi dan Mengobati PMK Hewan

Pengendalian PMK:

  • Memisahkan ternak yang terinfeksi kekandang tertentu, bertujuan untuk menghambat penyebaran dan mudahkan dalam pengobatan.
  • Menjaga kebersihan perkandangan, lingkungan areal perkandangan, tempat pakan dan minum dan peralatan yang digunakan.
  • Lakukan penyemprotan Insektisida, Bakterisida, atau Desinfektan secara berskala di areal perkandangan, untuk membunuh dan menghambat perkembangan penyakit.
  • Pemberian obat Antibiotik dan Vitamin, bertujuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan menangkal penularan penyakit pada hewan.
  • Lakukan vaksinasi secaka berskala, terutamanya berikan vaksin aktif mengandung adjuvant untuk penyakit PMK.
  • Penerapan Biosekuriti diareal masuk dan luar kandang, agar ternak dan peternak tidak terjangkit PMK.
  • Lakukan pemusanahan, sampah, bangkai dan semua produk yang berasal dari hewani yang terinfeksi oleh PMK.

Pengobatan PMK:

  • Pemotongan atau pembuangan jaringan tubuh hewan yang terinfeksi.
  • Diberikan obat antiseptik pada daerah terjangkit. Obat antisepti yang diberikan, sepert Analgesil (Parasetamol).
  • Disuntik dengan Injeksi Intravena Peraparat Sulfadimidine, Immungoglobulin IV (IGIV), bila disertai juga penyakit dari Imonokompromis (Neonatus).
  • Diolesi dengan larutan Cuprisulfat 5-6% setiap hari selama 1 minggu.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Mengobati Penyakit Mulut dan Kuku Pada Hewan.  Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat, terima kasih.

Cara Mengobati Penyakit Berak Darah (Coccidiosis) Pada Kelinci

Cara Mengobati Penyakit Berak Darah (Coccidiosis) Pada Kelinci Penyakit Berak Darah (Coccidiosis) adalah salah penyakit pada ternak yang disebabkan oleh protozoa dari genus Eimeria. Penyakit ini biasa disebut juga diare berdarah, dikarena ternak yang terserang penyakit Cocciadiosis akan mengalami diare disertai dengan radang usus (entriris).

Baca: Cara Mengobati Penyakit Cacingan Pada Sapi Bali

Ada beberapa spesies yang dapat menyebabkan berak darah, diantaran Eimeria bovis, Eimeria zuernii, Eimeria acervulina, Eimeria nectratix, Eimeria Tenella dan Eimeria brunetti. Penularan dan penyebaran penyakit ini disebabkan, dari kondisi kandang yang lembab dan hangat, pakan dan minum, kotoran ternak, dan peralatan yang digunakan.

Gejala dan Ciri-Ciri Penyakit Berak Darah Pada Kelinci

  • Kelinci akan diare/mencret, dan kotoran berdarah
  • Kelinci akan lesu, lemah dan bulu akan tampak kusam
  • Gerakan lambat, atau tidak agresif seperti biasa
  • Nafsu makan menurun, sehingga kelinci tampak kurus
  • Terkadang diimbangi dengan demam/panas tinggi pada tubuh ternak kelinci

Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Berak darah Kelinci

Pengendalian Berak Darah:

  • Menjaga kebersihan kandang, tempat pakan dan minum, peralatan yang digunakan dan menerapkan biosecurity skala mini untuk menghindari terinfeksi penyakit lain.
  • Isolasi, ternak kelinci terserang penyakit dikandang tertentu dan lakukan perawatan serta pengobatan dengan tepat.
  • Pemberian obat antibiotik dan vitamin, untuk meningkatkan kekebalan tubuh ternak dan menghindari serangan berbagai penyakit.
  • Melakukan penyemrotan Insektisida/Bakterisida/Desinfektan berbahan aktif, bertujuan untuk mengurangi penyebaran dan memusnahan berbagai penyakit disekitar areal kandang.
  • Melakukan vaksinasi, berguna untuk menghindari dan mencegah penyakit yang akan menyerang ternak kelinci.
  • Penggunaan anakan unggulan, terseleksi dan sudah divaksinasi sebelum di budidayakan.
  • Melakukan manajemen pemeliharaan dengan tepat dan benar.

Pengobatan Berak darah:

  • Obat tradisional, biasanya diberikan arang botak, kunyit dan pakan yang memiliki serat tinggi.
  • Obat kimia, biasanya diberikan obat, seperti Sulfaquinxalin 12 ml/Liter, Pyrimethamin, Prepat furazolidone, Sulfonamide (Sulfa grup) dan  Rebung- K 30 Ml.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Mengobati Penyakit Berak Darah (Coccidiosis) Pada Kelinci.  Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat, terima kasih.

Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Jembrana Sapi Bali

Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Jembrana Sapi BaliPenyakit jembrana (penyakit keringat darah) adalah salah satu penyakit menular, berbahaya dan bersifat ganas pada sapi bali. Penyakit jembrana ini disebabkan oleh virus jembrana (retrovirus) yang masuk kedalam famili Retroviridae, subfamli Lentivirinae (virus penyebab turunnya daya kekebalan tubuh).

Baca: Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Surra Pada Sapi

Penularan Penyakit Keringat Darah (Penyakit Jembrana) dari sapi ke sapi lainnya diperkirakan oleh serangga penghisap darah, seperti lalat, kutu caplak dan nyamuk. Berikut gejala atau ciri-ciri yang ditimbulkan jika ternak terserang penyakit jembrana (keringat darah)

Gejala dan Ciri-Ciri Penyakit Jembrana Pada Sapi Bali

  • Ternak sapi akan mengalami demam tinggi, dengan suhu badan berkisar 38 C – 42 C
  • Terjadi pembengkakan pada bagian kelenjar limfa
  • Pada selaput lendir mulut akan terdapat luka (erosi)
  • Ternak yang terjangkit akan mengalami pendarahan kulit (keringat darah)
  • Ternak akan diare bercampur darah
  • Jika tidak ditangani, sapi yang terserang akan mengalami kematian mendadak

Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Jembrana Sapi Bali

Pengendalian Jembrana:

  • Karantina, ternak yang baru datang dari tempat lain kelokasi peternakan yang terpisah selama beberapa hari.
  • Isolasi, ternak yang terjangkit penyakit jembrana secara terpisah dari sapi lainnya dikandang tertentu. Isolasi tersebut dilakukan perawatan da pengobatan sapi hingga sembuh.
  • Sanitasi, dengan menjaga kebersihan kandang, lokasi kandang, dan peralatan yang digunakan dalam beternak sapi bali.
  • Penyemprotan Insektisida (serangga), penyemprotan bertujuan untuk memusnahkan serangga penghisap seperti lalat, caplak dan nyamur.
  • Penyemprotan desinvektan, penyemprotan ini dilakukan di lokasi kandang atau sekitar kandang yang menyebabkan penyakit jembrana.
  • Vaksinasi, untuk mencegah terjangkit penyakit jembrana, maka semua sapi sehat harus dilakukan vaksinasi. Vaksinasi ini bertujuan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh ternak dengan baik sehingga sapi tidak mudah terserang penyakit.
  • Pemberian antibiotik dan vitamin, dengan melakukan pemberian antibiotik dan vitamin juga dapat mencegah agar sapi bali tidak mudah terserang penyakit jembrana.
  • Penggunaan bibit unggul, terseleksi dan tahan terhadap penyakit.
  • Manajemen pemeliharaan dengan baik dan benar

Pengobatan Jembrana:

  • Memberikan jamu campuran setiap hari dan memberikan minum cairan elektrolit (air 1 liter, garam 1 sendok, dan gula 8 sendok) setiap hari dan memberikan bodrex sevanyak 2,5 tablet setiap 6 jam bertujuan untuk menurunkan panas, agar tidak sapi dehidrasi atau kekurangan cairan dan menaikan stamina sapi.
  • Biasanya pengobatan penyakit jembrana tidak bisa dilakukan, bila terjangkit penyakit jembrana gejala subklinis langsung diberikan vaksi mati (whole inactivated vaccine) yang dibuat dari limpa yang diemilsikan dengan adjuvant.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Jembrana Sapi Bali.  Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

 

Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Surra Pada Sapi

Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Surra Pada SapiPenyakit surra  adalah salah satu jenis penyakit yang disebabkan oleh parasit Trypanosoma evansi. Parasit ini hidup dalam darah induk semang dan memproleh glukosa sehingga dapat menurunkan kadar glukosa induk semangnya.

Baca: Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit CRD Pada Ayam

Penyakit surra sering menyerang sapi pada musim hujan, dimana kondisi kekebalan sapu menurun dan melemah. Penularan penyakit ini biasanya terjadi secara mekanis dengan perantara lalat penghisap seperti Tabanidae, Stomoxys, Lyperosia, Charysops, dan Hematobia  serta jenis arthopoda seperti kutu dan pinjal.

Gejala dan Ciri Penyakit Surra Pada Sapi

Gejala dan ciri-ciri penyakit surra pada sapi, umumnya adalah sebagai berikut:

  • Gerakan sapi tidak beraturan (sempoyongan, jalan berputar-putar, bahkan kejang-kejang)
  • Nafsu makan menurun, sehingga kondisi tubuh melemah, dan lesu
  • Bulu rontok, dan kusam
  • Selaput lendir berwarna kekuningan
  • Kondisi tubuh panas (demam) dan cepat mengalami kelelahan
  • Terdapat bekas atau luka kecil pada isapan lalat penghisap

Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Surra Pada Sapi

Pengendalian:

  • Lakukan pengasiangan ternak sapi, dikandang tertentu agar tidak tertular dengan yang lainnya.
  • Bila lokasi atau lingkungan terjangkit penyakit surra, sebaiknya lakukan pemblokiran ternak lain agar tidak masuk ke lokasi yang sudah terkontaminasi.
  • Semua ternak yang sudah terjangkit, sebaiknya di bunuh atau dibakar, serta dikubur.

Pencegahan:

  • Pencegahan sering menggunakan obat-obatan, seperti Qumapyrame atau Aritrycide prosalt dengan konsentrasi 10% pada dosis 1,7 m/kg dari bobot badan secara subcutan
  • Pemberian naganol atau suramin pada ternak dengan dosis 3 gram sesuai dengan berat badan hewan
  • Pemberian siometamidium dengan dosis 0,5-1 m/kg dari berat badan secara intrarnuskuler

Pengobatan:

  • Secara mekanis, yaitu menggunakan binatang, seperti sebangsa burung yang menjadi musu dan serangga.
  • Secara biologis, yaitu membuat drainase dengan tujuan untuk merusak sarang atau tempat perkembangbiakan lalat yang biasanya hidup dipermukaan air yang tergenang.
  • Secara kimiawi, yaitu menggunakan larutan insektisida, seperti DDT 0,5-1%, Toxaphene 0,5%, Pyrehnlne 1 %, dan lain-lain. Biasanya juga yang paling banyak untuk membrantas penyakit surra adalah suramin (Bayer), Ismetamidium chiorida (Trypamldium, specia)

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Surra Pada Sapi.  Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat, terima kasih.