15 Cara Mengatasi Penyakit Flu Burung Pada Ayam

15 Cara Mengatasi Penyakit Flu Burung Pada Ayam Penyakit Flu Burung merupakan salah satu penyakit mematikan yang sudah dikenal sejak tahun 2003 silam, dari beberapa kasus penyakit menyebabkan banyak ternak mati, terutamanya ternak unggas seperti ayam (ayam Bangkok, ayam buras, broiler dan sebagai), bebek, itik, angsa dan sebagainya.

Baca: 5 Cara Ampuh Mengobati Penyakit Gumboro Pada Ayam

Penyakit ini bukan hanya menyebar di Asia saja, melainkan juga menyebar di Eropa dan Afrika. Penyakit ini dikenal dengan sebutan Avian Influenza (AI),  tipe yang sering menyerang unggas adaah tipe A yaitu penyakit H5N1. Penularan bisa dilakukan secara kontak langsung, pakan, tempat minum, peralatan dan juga petugas ternak. Jika anda peternak, untuk mencegah dan memusnahkan penyakit flu burung ini dengan cepat. Berikut 15 cara mengatasi penyakit flu burung pada ayam.

1. Menjauhkan Ayam Yang Dari Media Penularan

Jauhkan ayam yang terserang dari media penularan, berupa kotoran, peralatan, tempat pakan dan minum serta transportasi yang sudah terkontaminasi.

2. Mengisolasi Ayam Yang Terserang Flu Burung

Jauhkan atau pindahkan ayam yang terserang penyakit flu burung, bertujuan agar tidak menular ternak ayam lainnya.

3. Pahami Gejala Klinis

Sebelum dilakukan hal diatas, pahami terlebih gejala klinis yang dtitimbulkan oleh penyakit burung, berupa;

  • Adanya cairan pada mata dan hidung (gangguan pernafasan)
  • Jengger dan pial akan membengkak serta tampak berwarna kebiruan
  • Lebih cendrung diam atau tidak aktif
  • Pendarahan pada kaki, berupa bintik merah
  • Tingkat kematian sangat tinggi mendekati 100% (dalam kurung waktu 2 hari, maksimal 1 minggu)
4. Pengobatan dengan Ramuan Herbal (Alami)

Pengobatan ayam terkena penyakit flu burung hingga saat ini belum ada yang bisa diobati sembuh secara total. Namun dapat dicegah atau dihentikan ketika gejala belum akut sehingga penyakit flu burung pada ayam tidak berlanjut ketahap yang lebih parah. Untuk itu, bisa menggunakan obat alami atau herbal dari berbagai macam tanaman, seperti;

  • Kunyit
  • Temulawak
  • Bawang putih
  • Daun pepayah
  • Dll

Tanaman tersebut di tumbuk atau diblender hingga halus dan berikan air sedikit serta tambahkan teluh puyuh (jika ada) dan minumkan sehari dua kali sehingga ayam akan fit dan nafsu makan bertambah.

5. Menggunakan Kunyit

Dilakukan sama seperti diatas, kunyit ini memiliki kandungan kurmin yang tinggi sehingga sangat baik untuk meningkatkan kekebalan dan anti mun berguna juga  sebagai anti peradangan pada ternak ayam (baca juga mengenai pengendalian hama dan penyakit ayam petelur ).

6. Menggunakan Bawang Putih

Ramuan bawang putih memiliki kandungan anti biotic yang tinggi sehingga sangat membantu melawan penyakit flu burung. Bawang putih ini sangat banyak digunakan untuk mengobati penyakit flu burung karena memiliki khasiat yang baik.

7. Menggunakan Bubuk Cabai

Bubuk cabai juga sangat efektif digunakan sebagai obat alternative untuk mengatasi penyakit flu burung. Kandungan didalam bubuk cabai akan membantu menghilangkan racun dan meningkatkan system kekebalan tubuh sehingga sangat baik diberika setiap hari.

8. Menggunakan Astragalus

Astragalus merupakan salah satu tanaman yang banyak digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit, terutamanya masyarakat Tiongkok. Tanaman ini dapat meningkatkan sel darah dan melawan penyakit flu burung secara efektif.

9. Menggunakan Echinacea

Echinacea adalah salah satu obat flu burung alami herbal yang berasal dari Amerika serikat, yang berguna untuk membersihkan darah dan dapat juga meningkatkan system kekebalan tubuh ternak ayam. Herbal ini banyak digunakan sebagai kandungan jamu anti flu atau flu burung pada ayam.

10. Menggunakan Forysthia

Forysthia ini adalah satu obat herbal yang banyak digunakan untuk mengatasi flu burung. Hal ini dilakukan dengan menambahkan lemon sehingga akan memperkuat system kekebaan tubuh ayam (baca juga mengenai cara mengobati penyakit CRD pada ayam).

11.Menggunakan Minyak Oregano dan Kamperfuli

Kedua ramuan sangat efektif untuk membunuh bakteri atau virus yang terdapat dalam tubuh ayam. Selain itu, juga dapat digunakan sebagai antibiotic alami untuk mencegah perkembangan atau penyebaran flu burung pada ayam.

12. Menggunakan Ekstrak Daun Zaitun

Kandungan yang terdapat pada daun zaitun, berupa anti bakteri sangat bermanfaat untuk memperkuat system kekebalan tubuh. Selain itu, daun ini juga membantu system limfatik untuk melawan penyakit flu burung pada ayam.

13. Pemusnahan Ayam Terserang

Bila ayam terserang dalam jumlah besar dan juga mengalami kematian sebaiknya lakukan pemusnahan dengan dua cara yaitu, menguburkan ayam yang mati dan juga membakar ayam yang mati hingga habis.

14. Melakukan Vaksinasi Secara Teratur

Vaksinasi memang sangat baik digunakan untuk mencegah berbagai macam penyakit. Sehingga sangat disarankan untuk melakukan vaksinasi secara teratur sebelum mulainya penyebaran penyakit flu burung.

15. Perlunya Pertolongan Dokter Hewan

Ada beberapa hal yang harus dilakukan, untuk mengatasi penyakit flu burung menurut beberapa dokter hewan, yaitu:

  • Melakukan biosekurity
  • Depopulasi
  • Pengendalian lalulintas keluar masuk ternak ayam
  • Surveilans dan penulusuran
  • Pengisian kandang kembali
  • Stramping out
  • Monitoring dan evaluasi
  • Menjaga kebersihan dan kesehatan ternak ayam.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang 15 Cara Mengatasi Penyakit Flu Burung Pada Ayam. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih. Jangan Lupa Share, Like dan Komen. TERIMA KASIH.

 

5 Cara Ampuh Mengobati Penyakit Gumboro Pada Ayam

5 Cara Ampuh Mengobati Penyakit Gumboro Pada AyamPenyakit  Gumboro atau Penyakit Infectios Bursal Disease (IBD) merupakan salah satu penyakit yang menyerang dan merusak system kekebalan tubuh ayam melalui virus dari genus Avibirnavirus. Penyakit ini pertama kali dilaporkan dan ditemukan oleh Cosgrove pada tahun 1962, berdasarkan kasur yang terjadi pada tahun 1957 di desa Gumboro-Delaware, Negara bagian Amerika Serikat. Sesuai dengan asal daerah ditemukan, penyakit ini dikenal juga dengan sebutan Gumboro.

Baca: Mengenal Karakteristik Kambing Saanen (Capra aegagrus hircus)

Penyebaran penyakit ini melalui air minum, kontak langsung, pakan, peralatan dan udara yang tercemar. Penyakit ini menyerang pada berbagai unggas, seperti ayam Bangkok, ayam broiler, bebek dan sebagainya.  Penyakit ini juga merupakan penyakit menular akut dan tidak ada obatnya, namun dapat diatasi dengan obat herbal maupun obat kimia.

Gejala Terserang Penyakit Gumboro Pada Ayam

Adapun gejala atau ciri-ciri ayam terserang penyakit gumboro, antara lain:

  1. Kurang nafsu makan
  2. Ayam menjadi lesu, atau tidak agresif
  3. Terjadi peradangan di bagian dubur.
  4. Mencret putih serta berlendir.
  5. Suhu tubuh badan ayam akan tidak stabil.
Cara Mengobati Penyakit Gumboro Ayam

Berikut ini cara mengatasi dan mengobati penyakit gumboro pada ayam, sebagai berikut:

1. Melakukan Brooding

Brooding atau induk Buatan adalah salah satu alat yang dipakai untuk penghangat DOC atau DOD. Dalam hal ini brooding bisa juga digunakan untuk mengobati ayam terserang penyakit gumboro, namun pengobatan ini hanya dapat dilakukan ketika ayam atau unggas lainnya berusia dibawah satu bulan (baca juga: Cara Mengobati Penyakit Kaki Bengkak Burung Kacer).

2. menggunakan Antibiotikg

Penyakit Gumboro adalah penyakit yang disebabkan oleh virus, jadi dengan memberkan obat antibiotic dapat menyembuhkan penyakit ini. Ada beberapa obat yang bisa digunakan diantaranya adalah Doxcilin dan Ampicilin. Berikan obat tersebut sesuai dengan dosis dan petunjuk yang tertulis di kemasan tersebut.

3. Menggunakan Obat Herbal

Obat Herbal yang harus diberikan bila memiliki tanda-tanda atau cirri-ciri diatas terdiri dari gula merah sebanyak 100 gram, kunyit 100 gram, lempuyang 100 gram dan air sebanyak 1 liter. Ramuan herbal tersebut bisa dicampurkan dan digunakan selama 7 hari berturut-turut.

4. Mengunakan Obat Kimiawi

Obat kimia ini hampir sama dengan obat antibiotic, namun memiliki peran yang lebih efektif dalam upaya pencegaham. Biasanya menggunakan obat-obatan, seperti Vaksinobilis, Delvax gumboro dan Bursavac (baca juga: Pengendalian Hama dan Penyakit Ayam Petelur ).

5. Pencegahan Penyakit Gumboro

Ada beberapa upaya pencehan penyakit gumboro, agar unggas tidak mudah terserang oleh penyakit ini antara lain:

  • Melakukan sanitasi area peternakan dengan menyemprotkan larutan disinfektan.
  • Melakukan vaksinasi pada ayam yang berusia 7-9 hari, bertujuan untuk meningkatkan system kekebalan tubuh dan menghindari beberapa penyakit yang akan menyerang.
  • Menjaga kebersihan kandang, pakan, minum dan peralatan kandang dengan teratur.
  • Memberikan multivitamin atau vitamin tambahan agar dapat membantu meningkatkan system kekebalan tubuh dan mempercepat pertumbuhan.

Baca juga:

Demikianlah ulasan tentang 5 Cara Ampuh Mengobati Penyakit Gumboro Pada Ayam. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat serta menambah wawasan anda dalam mengatasi dan mengobati penyakit gumboro serta mengantisipasi penyakit gumboro. Jangan Lupa Like, dan Share. TERIMA KASIH.

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Guppy

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan GuppyIkan guppy (Poecilia reticulata) adalah satu jenis ikan hias air tawar yang sangat populer, karena mudah dipeliharaan dan diternakan. ikan guppy dalam perdaganagan ikan hias dikenal juga sebagai millionfish.  Selain itu, ikan guppy juga dikenal didaerah-daerah lain, seperti cethul atau cithul (Jawa), gepi (Betawi), bungkreung (Sunda), klataw (Banjar) dan lain-lain.

Baca: Cara Ampuh Mengatasi Ikan Cupang Stress

Dalam beternak ikan guppy, haruslah terlebih dahulu mengetahui hama dan penyakit yang menyerang serta cara penangganannya. Hal tersebut akan membantu mengurangi resiko kegagalan dalam budidaya ikan guppy. Berikut cara pengendalian atau pencegahan hama dan penyakit ikan guppy.

Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Guppy

1. Hama Ikan Guppy

  • Kodok atau telur kodok, memangsa ikan guppy yang masih kecil. Jika pemeliharaan dilakukan dikolam. Pengendalian dengan cara membuangnya secara manual dan membuat jaring dibagian atas kolam.
  • Ular, memangsa ikan besar dan kecil. Pengendalian dengan cara memasan jaring dibagian atas kolam dan menangkapnya.
  • Borang-borang, memangsa ikan besar dan kecil hingga habis. Pengendalian membuat perangkap, dan memasang jaring.
  • Burung, memangsa ikan kecil. Pengendalian dengan cara membuat perangkap burung dan memasang jaring.

2. Penyakit Ikan Guppy

a. Penyakit Sukar Pernapasan

Penyebab: Cacing golongan Trematoda, yaitu Dactylogyrus sp.

Gejala: tutup insang akan terbuka lebar, pernafasan ikan terganggu, dan berenang tidak beraturan di permukaan air.

Pengendalian:

  • Menjaga kualitas air dengan baik, dan membersihkan secara teratur.
  • Merendam ikan kedalam larutan PK dengan dosis 0,5 gr/5 liter air, direndam selama 5-10 menit.

b. Penyakit Borok atau Pendarahan

Penyebab: Bakteri Aeromonas salmonicida

Gejala serangan: Ikan terserang akan terdapat luka diinsang, kulit dan borok serta menyebabkan pendarahan pada ikan.

Pengendalian:

  • Menjaga kualitas air agar tetap bersih.
  • Menggunakan antibiotik yang diberikan melalui pakan dan dicampurkan dengan air.
  • Menggunakan garam dapur 1% sebanyak 100 gr/liter dan dilakukan perendaman selama 15-20 menit.

C. Penyakit Bintik Putih

Penyebab: Protozoa Ichthyphitirius multifilliis.

Gejala serangan: Terdapat bintik putih di bagian sirip, insang, permukaan tubuh dan ekor.

Pengendalian:

  • Merendamkan larutan Chloromine 1% 4-5 ml dalam air besrih 4,5 liter selama 24 jam.
  • Bisa juga merendam dengan larutan formalin 400 ppm dan malachyt green 0,1 ppm selama 1 jam.

d. Penyakit Parasit Trichodina sp

Penyebab: Parasite Trichodina sp.

Gejala serangan: Ikan sering mengosokan kedinding atau benda lain, kelihatan gatal, benih tidak aktif dan ikan tampak kurus.

Pengendalian:

  • Menggunakan bubuk Sodium Chlorida sebanyak 75-150 gr dilarutkan kedalam setiap 4 liter air besih, direndam selama 15-30 menit.
  • Menggunakan larutan formalin dengan dosis 200 ppm, direndam selama 30 menit atau menggunakan malachyt green dengan dosis 0,1 ppm, direndam selama 24 jam.

e. Penyakit Parasit Lernea dan Argulus

Penyebab: Parasit Lernea cyiprinacea dan Argulus indicus.

Gejala serangan: Kedua parasit merusak sisik dan kulit, serta menghisap darah ikan. Sehingga ikan terserang akan lemah dan bahkan mati.

Pengendalian:

  • Menggunakan larutan Blitz icth atau Tetra Medica Fungistop dengan cara meneteskan 1-2 tetes/2 liter air.
  • Menggunakan larutan formalin dengan kadar 25 ppm, dengan lama perendaman tidak lebih dari 10 menit.

f. Penyakit Parasit Velvet

Penyebab: Parasit Oodinium pilularis atau Oodinium limneticum.

Gejala serangan: Ikan terserang akan mengosokan tubuhnya kebenda lain, pernafasan menjadi cepat, pergerakan insang lambat dan terdapat bintuk putih kekuningan pada kulit.

Pengendalian:

  • Menggunakan larutkan Methaline Blue 1% sebanyak 10 mg ke dalam 4,5 liter air bersih. Perendaman dilakukan minimal 24 jam.
  • Menggunakan larutan Potasium permanganate 1 % sebanyak 45 ml, dicampurkan kedalam air bersih sebanyak 4,5 liter. Lama perendaman minimal 24 jam.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang  Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Guppy.  Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Cara Ampuh Mengatasi Ikan Cupang Stress

Cara Ampuh Mengatasi Ikan Cupang Stress | Ciri-Ciri Ikan Cupang Strees – Ikan cupang (Betta sp.) adalah jenis ikan air tawar yang dapat banyak digemari, umumnya mempunyai bentuk dan karakter yang unik dan lebih cendrung agresif mempertahankan wilayahnya. Dikalangan penggemar, ikan cupang umumnya terbagi atas tiga golongan, yaitu cupang hias, cupang aduan dan cupang liar.

Baca: Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Bawal

Berbicara mengenai budidaya ikan cupang, memang sangat menguntungkan. Namun hal yang jadi kendala dalam budidaya ikan cupang adalah ikan cupang mengalami stress, sakit, tidak mau mekar dan bahkan tidak mau kawin. Jika dibiarkan lama-kelamaan akan berdampak buruk bagi kesehatan ikan cupang. Berikut penyebab, ciri-ciri dan cara mengatasi ikan cupang stres.

Penyebab Utama Ikan Cupang Mudah Stress

Ada beberapa penyebab yang menyebabkan ikan cupang mudah stress, adalah sebagai berikut:

  • Penumpukan sisa makanan, sisa kotoran dan tidak dibersihkan dengan baik.
  • Tidak dilakukan pergantian air secara teratur.
  • Pemberiaan pakan yang tidak sesuai, dan terlalu monoton terhadap satu pakan, misalnya pemberian pakan pelet yang berlebihan.
  • Ikan cupang terlalu sering dipindah dari satu wadah kewadah lain.
  • Ikan cupang sering di adu.
  • Ikan cupang sudah waktunya birahi (kawin), tetapi tidak segera dikawinkan.

 Ciri-Ciri Ikan Cupang Stress

Ada beberapa ciri-ciri ikan cupang stress adalah sebagai berikut:

  • Nafsu makan ikan menurun.
  • Tingkat agresif menurun.
  • Jika stress disebabkan birahi, ikan cupang akan mondar mandir.
  • Ikan cupang tampak pucat dan lebih lesuh.

Cara Mengatasi Ikan Cupang Stress

  1. Melakukan evaluasi kualitas air dengan baik, agar ikan cupang lebih nyaman dan tidak gelisah.
  2. Memastikan air bebas chlorine, karena chlorine adalah air yang tidak ramah dan tidak baik untuk kesehatan ikan cupang.
  3. Menambahkan vitamin pada kolam dan pakan ikan cupang.
  4. Memperhatikan pemberiaan pakan, tidak berlebihan dan tidak terlalu sedikit.
  5. Melakukan pemisahaan ikan cupang, sesuai dengan jenis dan ukuran.
  6. Melakukan pengobatan dengan cepat dan tepat, biasanya menggunakan garam dan daun ketapang.
  7. Bila sudah waktunya siklus birahi (kawin), ikan cupang harus segera dikawinkan dengan lawan jenisnya.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang  Cara Ampuh Mengatasi Ikan Cupang Stress | Ciri-Ciri Ikan Cupang Strees.  Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

 

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Bawal

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan BawalIkan Bawal (Brimidae) merupakan ikan air tawar yang banyak di budidayakan dan dikembangkan, oleh peternak ikan. Dalam budidaya ikan hal yang paling menghambat adalah kendala hama dan penyakit yang dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat, produksi menurun dan bahkan mengakibatkan ikan mati.

Baca: Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Arwana

Sehingga para peternak kan harus melakukan, pencegahan atau pengendalian terhadap hama dan penyakit yang menyerang. Berikut hama dan penyakit yang sering menyerang dalam budidaya ikan bawal serta cara pengendaliannya.

Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Bawal

A. Pengendalian Hama Ikan Bawal

  • Belut, menyebabkan ikan muda stres dan mati. Pengendalian, menggunakan kolam dari terpal dan semen, dan menangkapnya.
  • Ucrit (uceng), menyebabkan ikan mati dan terdapat bekas sengatan. Pengendalian, membersihkan kolam skala berskala, menggurangi penumpukan bahan organ akibat sisa pakan.
  • Ular, menyerang ikan besar, dan ikan kecil. Pengendalian, membuat perangkap (menangkapnya), memasang jaring dan membuat pagar.
  • Kodok, menyerang benih ikan. Pengendian, memasang jaring halus dan menangkapnya.
  • Burung, menyerang ikan kecil. Pengendalian, membuat perangkap, dan memasang jaring halus.
  • Biawak dan borang-borang, menyerang ikan besar dan ikan kecil. Pengendalian, membuat pagar, memasang jaring dan membuat perangkap.

B. Pengendalian Penyakit Ikan Bawal

1. Penyakit Bintik Putih (White spot)

Penyebab: Protozoa Ichthyphitirius multifiliis.

Gejala serangan: Bintik putih di bagian sirip, tutup insang, permukaan tubuh dan ekor, serta ikan malas berenang dan sering mengapung dipermukaan air.

Pengendalian:

  • Secara kimiawi, direndam dengan Formalin 400 ppm dan Malachyt green 0,1 ppm selama 1 jam.
  • Secara tradisional, direndam dengan daun miana 7-10 lembar yang direbus dengan 3 gelas air selama 3 kali dalam sehari.

2. Penyaki Parasit Trichodina sp

Penyebab: Parasit Trichodina sp

Gejala serangan: Sering mengosokan badan ke benda lain, kelihatan gatal, benih lemah dan tampak kurus.

Pengendalian:

  • Secara kimiawi, direndam dengan Formalin dengan dosis 200 ppm selama 30 menit atau juga bisa direndam dengan Malachyt green dengan dosis 0,1 ppm selama 24 jam.
  • Secara tradisional, direndam dengan daun miana 7-10 lembar dengan 3 gelas air selama 3 kali dalam sehari.

3. Penyakit Jamur Sprolognia sp

Penyebab: Jamur Sprolognia sp atau Achlya sp.

Gejala serangan: Permukaan ikan dibagian badan, dan ekor terdapat bintik putih halus seperti jamur.

Pengendalian:

  • Secara kimiawi, direndam dengan Formalin dengan dosis 400 ppm selama 30 menit atau juga bisa direndam dengan Malachyt green dengan dosis 0,1 ppm selama 24 jam.
  • Secara tradisional, direndam dengan daun miana 7-10 lembar dengan 3 gelas air selama 3 kali dalam sehari.

4. Penyakit disebabkan Bakteri

Penyebab: Bakteri Aeromonas sp. atau Pseudomnonas sp.

Gejala serangan: Ikan terserang akan tampak pucat, gerakan lambat dan nafsu makan turun.

Pengendalian:

  • Secara kimiawi, direndam dengan Formalin dengan dosis 400 atau 200 ppm selama 1 jam atau juga bisa direndam dengan Malachyt green dengan dosis 0,1 ppm selama 24 jam.
  • Secara tradisional, direndam dengan daun miana 7-10 lembar dengan 3 gelas air selama 3 kali dalam sehari.
  • Secara kimiawi, direndam dengan Formalin dengan dosis 200 ppm selama 30 menit atau juga bisa direndam dengan Malachyt green dengan dosis 0,1 ppm selama 24 jam.
  • Secara tradisional, direndam dengan daun miana 7-10 lembar dengan 3 gelas air selama 3 kali dalam sehari.

5. Penyakit disebabkan Virus

Penyebab: Koi Herves Virus (KHV)

Gejala Serangan: Ikan mati secara mendadak, sering muncul kepermukaan, dan gerakan lambat.

Pengendalian:

  • Secara kimiawi, direndam dengan Formalin atau Vaksinasi dengan dosis 200 ppm selama 30 – 60 menit atau juga bisa direndam dengan Malachyt green dengan dosis 0,1 ppm selama 24 jam.
  • Secara tradisional, direndam dengan daun miana 7-10 lembar dengan 3 gelas air selama 3 kali dalam sehari.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Bawal.  Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Arwana

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan ArwanaKendala dalam beternak Ikan arwana (Scleropages formosus) adalah hama dan penyakit yang dapat menyebabkan produksi menurun, pertumbuhan terhambat dan bahkan ikan akan mati.

Baca: Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Patin

Kendala tersebut harus segara diatas dan dilakukan pencegahan dengan melihat gejala-gejala serangan yang tampak pada ikan terserang. Berikut hama dan penyakit yang sering menyerang ikan arwana.

Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Arwana

A. Pengendalian Hama Ikan Arwana

  • Kodok, menyerang benih atau ikan kecil. Pengendalian menggunakan pagar, jaring dan menangkapnya.
  • Burung, menyerang benih, ikan besar dan kecil. Pengendalian membuat perangkap, dan memasang jaring pada kolam.
  • Ular, menyerang ikan besar dan kecil. Pengendalian menjaga kebersihan kolam, memasang jaring pada kolam dan menangkapnya.
  • Biawak atau borang-borang, menuerang ikan besar dan kecil. Pengendalian membuat pagar, memasang jaring, membuat perangkap dan menangkapnya.

B. Pengendalian Penyakit Ikan Arwana

a. Penyakit disebabkan oleh Parasit

1. Pentayit Bintik Putih

Penyebab: Protozoa Ichthiopthirius multifiliis.

Gejala serangan: bintik putih pada insang, sirip, lapisan lendir rusak, dan terjadi pendarahan pada insang dan sirip.

Pengendalian:

  • Penggunaan bahan kimia, seperti Metylene blue 1%, Malacthite green gr/lt, dan formalin 20 ppm, diaplikasikan dengan cara direndam selama 12-24 jam.
  • Penggunaan bahan alami, seperti ekstrak sambiloto atau ekstrak dari sambang darah. Diaplikasikan dengan cara direndam selama 12-24 jam.

2. Penyakit Gatal

Penyebab: Parasite Trichodina sp.

Gejala serangan: Sering mengosokan tubuh ke dinding atau benda keras.

Pengendalian:

  • Penggunaan bahan kimia, seperti formalin 150-200 ppm atau 150 ml/m Diaplikasikan dengan cara direndam selama 15-20 menit.
  • Penggunaan bahan alami, seperti ekstrak sambiloto atau ekstrak dari sambang darah. Diaplikasikan dengan cara direndam selama 30-60 menit.

b. Penyakit disebabkan oleh Bakteri 

1. Penyakit Penducle

Penyebab: Bakteri Flexbacter psychropahila.

Gejala serangan: Muncul borok atau nekrosa kulit secara perlahan, tampak lemah karena nafsu makan menurun.

Pengendalian:

  • Penggunaan bahan kimia, seperti Oxytetracycline 10 ppm. Diaplikasikan dengan cara direndam selama 30-60 menit.
  • Penggunaan bahan alami, seperti ekstrak kunyit 0,5 ml. Diaplikasikan dengan cara direndam selama 30-60 menit.

2. Penyakit Edward siella

Penyebab: Bakteri Edward siella terda

Gejala serangan: Muncul luka kecil pada kulit dan daging disertai dengan pendarahan, lama

-kelamaan akan menjadi bisul dan mengeluarkan nana.

Pengendalian:

  • Penggunaan bahan kimia, seperti Sulfamerazine 100-200 mg. Diaplikasikan dengan cara menyemprotkan kedalam pakan ikan.
  • Penggunaan bahan alami, seperti ekstrak kunyit 0,5 ml. Diaplikasikan dengan cara ikan direndam setiap hari selama 30-60 menit.

C. Penyakit disebabkan oleh Lingkungan

  • Tutup insang melengkung, pengendalian dengan menjaga kadar oksigen dalam air, memberikan aerasu cukup dan tidak memberikan obat-obatan dengan dosis berlebihan.
  • Sisik berdiri, pengendalian dengan memberikan Amonium sulfat 100-200 mg/1kg berat ikan arwana.
  • Mata juling, pengendalian memberikan sinar matahari yang cukup dan menjaga kadar air.
  • Anus merah dan bengkak, pengendalian ikan dipuasakan selama 1-2 hari dan berikan Amonium sulfat 100-200 mg/1kg berat ikan.
  • dll.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Arwana.  Semoga artikel diatas berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Patin

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan PatinDalam budidaya ikan patin pastinya terdapat kendala, salah satu kendala yang sering dihadapi oleh peternak ikan adalah hama dan penyakit yang akan menyebabkan pertumbuhan ikan terhambat, produksi menerun, dan juga menyebabkan ikan mati.

Baca: Klasifikasi dan Morfologi Ikan Baung (Mytus nemurus)

Dalam mengatasi kendala tersebut perlu dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian hama dan penyakit yang menyerang ikan patin. Berikut hama dan penyakit ikan patin yang sering menyerang ikan patin dan cara mencegah atau pengendaliannya.

Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Patin

A. Pengendalian Hama Ikan Patin

  • Ular, menyerang benih dan ikan kecil. Pengendalian membuat jaring kolam, membuat pagar dan penangkapan.
  • Burung, menyerang benih dan ikan kecil. Pengendalian membuat jaring, dan membuat tali penghalang .
  • Biawak atau borang-borang, menyerang benih, ikan besar dan kecil. Pengendalian membuat jaring, penangkapan, dan membuat pagar.

B. Pengendalian Penyakit Ikan Patin

1. Penyakit Parasit

Penyebab: Parasit Protozoa Ichthyoptirus multifilis foquet.

Gejala serangan: white spot (bintik putih) pada tubuh, sering mengosokan tubuh dan suka ditempat gelap.

Pengendalian:

  • Penggunaan bahan kimia, seperti metylene blue 1%, Malachite green gr/lt, dan formalin 20 ppm. Diaplikasikan dengan merendamkan ikan patin selama 24 jam.
  • Penggunaan bahan alami dari sambiloto, dengan cara mengekstraknya dan larutkan kedalam air. Diaplikasikan dengan merendamkan ikan patin selama 24 jam.

2. Penyakit Bakteri

Penyebab: Bakteri Aeromonas sp atau Pseudomonas sp.

Gejela serangan:  terjadinya penderahan pada dada, perut, dan sirip.

Pengendalian:

  • Penggunaan bahan kimia dari larutan permanganat (PK) 10-20 ppm selama 30-60 menit, nitrofuran 5-10 ppm selama 12-24 jam dan larutan oksitetrasiklin 5 ppm selama 24 jam.
  • Penggunaan bahan alami, dar parutan kunyit dan oleskan ke bagian luka pada ikan atau dilakukan perendama ikan selama 12-24 jam.

3. Penyakit Jamur

Penyebab: Jamur Saprolegnia sp dan Achyla sp.

Gejala serangan: luka dibagian tubuh, tutup insang, punggung dan sirip ditumbuhi benang halu berwarna putih.

Pengendalian:

  • Penggunaan bahan kimia malachite green 2-3 gr/m3 direndam selama 30 menit,
  • Penggunaan bahan alami, menggunakan bahan rimpang lengkuas yang diaparut dan diambil ekstraknya. Diaplikasikan dengan pencempuran air dan ekstrak ikan direndam selama 30-1 jam bahkan lebih.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Patin.  Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Nila

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Nila –  Hama dan Penyakit merupakan salah satu masalah yang besar dalam budidaya ikan nila. Hama dan penyakit biasanya disebabkan oleh binatang predator, bakteri, jamur atau parasit yang akan menyebabkan ternak ikan nila sakit, dan bahkan mati karena hama dan penyakit tersebut.

Baca: Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Lele

Dalam upaya pencegahan dan pengendalian hama dan penyakit ikan nila, harus terlebih dahulu mengetahui penyebab hama dan penyakit apa saja yang sering menyerang ikan nila. Berikut hama dan penyakit ikan nila dan cara pengendaliannya.

Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Nila

A. Hama Utama Ikan Nila dan Pengendaliannya

1. Burung

Burung adalah hama predator yang suka menyerang dan memakan benih ikan-ikan kecil. Pengendalian hama burung pada budidaya ikan dengan cara memasang jaring pada permukaan kolam agar burung sulit untuk mengincar dan memakan benih ikan.

2. Kodok

Kodok adalah hama predator bagi telur-telur ikan, hama ini suka mengkonsumsi telur ikan hingga tidak ada sisa. Pengendalian hana kodok dilakukan dengan cara membuang telur kodok yang terdapat dikolam, menangkap dan membuang kodok yang terdapat dikolam.

3. Ular

Ular adalah hama yang sangat berbahaya dan sekaligus dapat memakan benih ikan kecil dan ikan dewasa. Pengendalian hama ini bisa dilakukan dengan membuat pagar, memasang jaring dan melakukan penangkapan.

4. Ucrit (Larva cybister)

Ucrit adalaha hama ini juga sangat berbahaya dan sekaligus memakan benih ikan kecil dan ikan dewasa. Hama ini memakan ikan dengan cara menjepit badan ikan dengan taringnya hingga badan ikan nila robek. Pengendalian sangat sulit, cukup dengan menghindari penumpukan bahan organik yang ada disekitar kolam.

5.Bebeasan (Notonecta)

Bebeasan adalah hama yang mengkonsumsi benih ikan nila, melalui sengatannya. Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan menuangkan minyak tanah, kepermukaan air 500 cc.100 meter persegi.

6. Linsang

Linsang adalah binatang yang sangat menyukai ikan, linsang ini menyerang ikan pada malam hari. Pengendalian hama linsang dapat dilakukan dengan memasang jebakan berumpun dan memagari kolan dengan menggunakan jaring.

B. Penyakit Utama Ikan Nila dan Pengendaliannya

1. Penyakit Bercak Merah

Penyebab: Bakteri Aeromonas dan Pseudomonas

Gejala serangan: Pendarahan pada bagian tubuh yang terserang, sisik ikan nila terkelupas, menimbulkan borok, perut membusung dan terjadi pendarahan pada hati, ginjal dan limpa serta ikan akan muncul kepermukaan kolam.

Pengendalian: Menjaga kualitas air, menganti air kolam secara teratur,  memberi pakan tidak berlebihan, dan mencampurkan pakan dengan Oxytetracylin 50 mg/kg pakan, diberikan setiap hari selama 7-10 hari.

Pengobatan: Penyuntikan dengan Tetramysin 0,05 ml/100 gram bobot badan ikan  atau Kanamysin 20-40 mg/kg bobot ikan dan merendam ikan yang sakit dengan larutan Kalium permanganat 10-20 mg/liter selama 30-60 menit.

2. Penyakit Parasit Epistylis spp

Penyebab: Parasit Epistylis spp

Gejala Serangan: Perubahan warna insang menjadi merah kecoklatan, gangguan pernapasan/sulut bernapas, gerakan ikan lambat dan pertumbuhan ikan terhambat.

Pengendalian: Menjaga kualitasa air, penggunaan benih unggul dan padat tebar tidak melebihi kapasitas kolam.

Pengobatan: Merendam ikan dalam larutan formalin 200 mg/liter selama 40 menit atau KmnO4 20 mg/liter selama 15-20 menit.

3. Penyakit Parasit Trichodina sp

Penyebab: Parasit Trichodina sp

Gejala serangan: Terdapat luka dan pendarahan pada kulit, sirip dan insang.

Pengendalian: Menganti air kolam secara teratur, memasang filter pada instalasi pengairan kolam, dan melakukan pemisahan ikan yang terserang.

Pengobatan: Merendam ikan yang sakit dalam larutam garam (NaCl) sebanyak 500-1000 mg/liter selama 24 jam atau dengan menggunakan larutan formalin sebanyak 25 mg/liter.

4. Penyakit Jamur Saprolegniasis

Penyebab: Jamur Saprolegniasis

Gejala serangan: Menyerang pada telur ikan nila, larva dan benih ikan nila, ditandai dengan terlihat jelas benang-benang halus berwarna putih sampai putih kecoklatan.

Pengendalian: Menjaga kualitas air yang digunakan, melakukan pemisahan yang terserang dan membersihkan kolam dengan teratur setelah digunakan sebelumnya.

Pengobatan: Merendam telur atau ikan yang terserang dengan larutan Malachite green 1 mg/liter selama 1 jam atau larutan formalin 200-300 mg/liter selama 1-3 jam.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Nila. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Lele

Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan LeleBeternak Ikan lele adalah salah satu usaha yang sangat menjanjikan dan menguntungkan, namun kendala dalam budidaya lele adalah hama dan penyakit. Hama dan penyakit tersebut, akan menyebabkan kerugian dan bahkan mengakibatkan kegagalan dalam budidaya ikan lele.

Baca: Cara Mengobati Penyakit Cacingan (Pinworm) Pada Kelinci

Maka itu, hama dan penyakit harus segera di tanggani dan dikendali dengan tepat dan benar. Berikut cara pengendalian hama dan penyakit ikan lele dengan tepat dan benar yang harus diketahui oleh para peternak ikan lele.

Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Lele

Pengendalian Hama Ikan Lele

Ada beberapa jenis hama yang sering menyerang ikan lele, diantaranya adalah:

  • Hama predator: ular, biawak, katak, linsang, ikan gabus dan musang.
  • Hama pesaing: ikan mujair
  • Hama penganggu: belut

Pengendalian hama:

  • Pemasangan jaring pada pada kolam.
  • Pemasangan pagar yang rapat pada area kolam
  • Membuat dan melakukan penyaringan jalan masuk dan keluar air.

Pengendalian Penyakit Ikan Lele

1. Penyakit Tuberculosis

Penyebab: Bakteri Mycobacterium fortoitum

Gejala: Tubuh ikan berwarna gelap, perut bengkak, bintik putih disekitar mulut dan sirip dan posisi ikan berdiri dipermukaan air.

Pengendalian: Menjaga kualitas air dengan baik, dan lakukan pembersihan kolam secara berskala.

Pengobatan: Berikan terramycine dengan dosis 50 mg/kg/ikan, diberikan selama 7-10 hari berturut-turut dan berikan juga sulphonamid sebanyak 100 mh/kg/ikan selama 3-4 hari.

2. Penyakit Bintik putih dan gatal (Trichodiniasis)

Penyebab: Parasite golongan Ciliata, dan mempunyai inti berbentu tapat kuda, disebut juga Ixthyophthirius multifilis.

Gejala: Terdapat bintik berwarna putih pada kulit, sirip dan insang, ikan sering mengosokan tubuh pada dasar dan dinding kolam.

Pengendalian: Menjaga kualitas dan kuantitas air dengan baik.

Pengobatan: Perendaman dengan formalin 25 cc/m3 dengan larutan Malxhyte Green Oxale 0,1 gram/m3 selama 12-14 jam, kemudian ikan diberi air segar dan lakukan secara berulang kali setelah 3 hari.

3. Penyakit Cacing Trematoda

Penyebab: Grodactylus dan Dactylogyrus.

Gejala: Insang terdapat luka, kemudian timbulnya pendarahan akibat pernafasan terganggu.

Pengendalian: Pengapuran dan Pembersihan kolam setelah masa pemanenan ikan.

Pengobatan: Penggunaan Formalian 250 cc/m3 direndam selama 15 menit, Methyline Blue 3 ppm selama 24 jam, Larutan Kalium Permanat 0,001% selama 30 menit, dan juga bisa menggunakan larutan Nacl 2% dan NH4OH 0,55 selama 10-30 menit.

4. Penyakit Jamur/Cendawan Saprolegnia

Penyebab: Jamur/cendawan Saprolegnia

Gejala: Terdapat benang halus seperti kapas, dan  sering menyerang pada daerah insang, kepala dan sirip serta menyerang pada telur ikan yang baru menetas.

Pengendalian: Benih gelondongan dan ikan dewsaa  direndam pada Malcthyle Green Oxlate 2,5-3 pp, selama 30 menit dan telur juga direndam Malcthyle Green Oxlate 0,1-0,2 ppm selama 1 jam atau 15 menit.

5. Penyakit Aeromonas hydrophilla dan Pseudomonas hydrophilla

Penyebab: Bakteri Aeromonas hydrophilla dan Pseudomonas hydrophilla

Gejala: Ikan berwarna gelap, kulit kasar dan timbul pendarahan, pernafasan ikan tidak stabil.

Pengendalian: Menjaga lingkungan perairan agar tetap bersih dan kualitas air.

Pengobatan: Pemberian Terramycine dengan dosis 50 mg/kg/ikan, selama 7-10 hari berturutan dan beri Sulphonamid sebanyak 100 mg/kg/ikan selama 3-4 hari.

6. Parasite Hirudinae

Penyebab: Lintah Hirudinae, cacing berwarna merah kecokelatan.

Gejala: Ikan kurus, pertumbuhan terhambat, dan terdapat luka kecil diakibatkan hisapan linta tersebut.

Pengendalian: Membersihkan area kolam dan menjaga kebersihan kolam, serta melakukan penyaringan secara manual.

Baca Juga : 

Demikianlah informasi tentang Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Lele. Semoga artikel diatas berguna dan bermanfaat, kurang dan lebih mohon maaf. Terima kasih.

Cara Mengobati Kembung (Masuk Angin) Pada Kelinci

Cara Mengobati Kembung (Masuk Angin) Pada Kelinci Salah satu penyakit yang sering menyerang kelinci adalah kembung atau dikenal dengan tympani. Walaupun penyakit ini tergolong penyakit yang tidak berat namun sering kali penyakit kembing akan menyebabkan kematian mendadak pada kelinci.

Penyebab utama penyakit kembung biasanya disebabkan oleh faktor perubahan cuaca atau suhu lingkungan tidak stabil, dan pakan yang di berikan banyak mengandung air. Hal tersebut harus segera di tanggani dan di obati dengan tepat agar tidak terjadi kematian pada kelinci. Berikut ciri-ciri kelinci kembung dan cara mengobati kembung pada kelinci.

Ciri-Ciri Kelinci Kembung (Masuk Angin) atau Tympani

Ada beberapa ciri-ciri kelinci kembung, diantaranya adalah:

  • Perut terdengar bunyi yang agak berisik, atau malah diam sama sekali.
  • Kelinci berprilaku berbeda dari biasanya.
  • Kelinci lebih suka menyendiri.
  • Mata kelinci setengah tertutup.
  • Bergerak lebih sedikit, dan telinga terasa dingin.
  • Sulit berjalan dengan posisi tiarap, dan menjauhi pakan dan minum.
  • Bernapas dengan cepat dan kelinci memiliki perut besar tetapi tidak ada isinya bila di pegang.

Cara Mengobati Kelinci Kembung (Masuk Angin)

  • Menggunakan obat tradisional, biasanya menggunakan bahan alami, seperti temu lawak, bawang putih dan jahe. Buatlah dengan cara menumbuh jahe atau di parut lalu campurkan gula merah dan rebus dengan air secukupnya, saring dan minumkan ke kelinci.
  • Mennggunakan cara manual, biasanya melakukan pemijahan halus dengan menggunakan tangan dan tumbukan dari bawang putih. Bertujuan untuk mengeluarkan angin yang berada di dalam tubuh kelinci.
  • Menggunakan obat kimiawi, misalnya Permanthyl 5%, Rebung, atau Enroten (TMC) dengan dosis yang telah ditentukan. Biasanya obat-obatan tersebut, dicampurkan ke media pakan dan minum kelinci.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Mengobati Kembung (Masuk Angin) Pada Kelinci. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.