Klasifikasi dan Morfologi Kucing (Felis catus)

Klasifikasi dan Morfologi Kucing (Felis catus) – Kucing adalah salah satu jenis ternak peliharaan yang banyak diminati, dan di sukai oleh berbagai macam kalangan. Kucing termasuk ke dalam keluarga Felidaea, dengan ordo Karnivora.

Baca: Klasifikasi dan Morfologi Keong Sawah (Pila ampullace)

Kucing memang sangat beragam dan bervariasi, namun yang paling banyak di minati adalah kucing persia, kucing anggora, kucing maine coon, kucing russian blue, dan kucing kampung. Kucing tersebut memiliki keindahaan pada warna, bulu dan bahkan tingka lakunya yang sangat unik.

Klasifikasi Kucing

Klasifikasi kucing, berdasarkan tingkat taksonomi adalah sebagai berikut:

Kingdom: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Mamalia

Ordo: Karnivora

Famili: Felidae

Genus: Felis

Spesies: Felis catus, atau Felis silvestris catus L.

Morfologi Kucing

Morfologi kucing dapat dilihat berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki, yaitu:

  • Kucing rata-rata memiliki panjang tubuh sekitar 25-40 cm, tergantung jenisnya.
  • Warna kucing sangat bervariasi, mulai dari warna putih, orange, coklat, hitam, dan kombinasi hitam putih dan sebagainya.
  • Dibawah hidung terdapat kumis, sekitar 3-6 helai masin-masing panjangnya sekitar 1-1,5 cm.
  • Selain itu, kucing memiliki ekor bulat di selimuti oleh bulu halus dan panjang ekor mencapai 5-8 cm.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Klasifikasi dan Morfologi Kucing (Felis catus). Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Sistem Pencernaan Kucing dan Fungsinya

Sistem Pencernaan Kucing dan Fungsinya – Kucing adalah salah satu peliharaan yang banyak di temukan dan ditemukan di berbagai macam kalangan masyarat. Hal tersebut karena keunikan kucing, terutamnya memiliki sifat yang mudah dijinakan, memiliki warna beragam dan bervariasi, bulu halus dan lembut serta mudah dikembangbiakan.

Baca: Klasifikasi dan Morfologi Ikan Nilem (Ostheochillus vittatus)

Kucing memiliki organ pencernaan yaitu, mulut, kerongkongan, perut, usus halus, rektum dam anus.Berikut penjelasan sistem pencernaan kucing dan fungsi organ pencernaan.

Sistem Pencernaan Kucing dan Fungsiny

1. Mulut

Mulut adalah organ pertama dalam sistem pencernaan, dan awal masuknya makanan. Didalam mulut kucing terdapat 12 gigi seri kecil dibagian depan, 10 gigi taring dan 10 gigi geraham depan dan memiliki lidah. Fungsi utama mulut adalah sebagai tempat untuk menggiling makanan dan melumas makanan hingga bentuk menjadi mudah dicerna.

2. Kerongkongan

Kerongkongan (Esophagus) adalah organ penyalur atau penghubung antara mulut dengan organ lambung, berbentuk seperti selang kecil. Fungsi utama organ kerongkongan digunakan sebagai tempat saluran makanan dari mulut menuju organ lambung.

3. Perut

Perut (stomach) adalah organ tempat penyimpanan makanan, dengan struktur dalam berbentuk lipatan. Fungsi utama organ perut digunakan sebagai membantu proses pengelolahan makanan dan mencerna makanan.

4. Usus Halus

Usus halus (Small instestine) atau usus kecil adalah organ bagian terpanjang dalam sistem pencernaan. Usus halus terbagi menjadi 3 yaitu: dudenum (usus yang menempel pada perut), jejenum (usus bagian tengah dan terpanjang), dan ileum (usus terpendek dan sebagai penghubung usus halus dan usus besar). Fungsi utama organ usus halus digunakan sebagai proses penceranaan dan penyerapan nutrisi makanan.

5. Usus Besar

Usus besar (Large instestine) adalah organ yang dikenal sebagai penghubung antara usus halus dan anus. Fungsi utama organ usus besar digunakan sebagai penyerapan air dari tinja dan sebagaian penyimpanan kotoron yang akan dikeluarkan.

6. Rektum dan Anus

Rektum dan Anus adalah organ terakhir didalam sistem pencernaan kucing. Fungsi rektum dalah sebagai tempat penyimpanan sementara bagi kotoran sebelum dieliminasi dari tubuh melalui anus. Fungsi utama anus digunakan sebagai proses defekasi, dan mengatur keluarnya kotoran.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Sistem Pencernaan Kucing dan Fungsinya. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

7 Ciri-Ciri Kucing Terkena Rabies Berbahaya

7 Ciri-Ciri Kucing Terkena Rabies Berbahaya | Tanda-tanda Kucing Terkena Rabies – Penyakit rabies umumnya menyerang pada binatang anjing, namun penyakit ini bisa menular keberbagai binatang, terumatanya kucing anggora, kucing persia, dan bahkan kucing peliharaan lainnya. Apabila kucing kamu terserang atau terkena penyakit rabies akan menyebabkan kucing kamu memiliki perubahan tingkah laku yang sangat tidak stabil.

Penyakit rabies umumnya dikenal dengan istilah anjing gila, sehingga hewan yang terserang akan menyebabkan kehilangan tingkah lakunya dan menjadi gila. Hal ini dikarenakan penyakit rabies menyerang sistem syaraf dan merusaknya sehingga hewan akan memiliki tingkah laku yang aneh. Penyakit ini tergolong sangat berbahaya dan bahkan mematikan, dari beberapa kasus kucing yang terkena penyakit menular ini memiliki tingkat kematian yang cukup tinggi. Bila kamu belum mengetahui, ciri-ciri kucing terkena penyakit rabies. Berikut kami jelaskan 7 ciri –ciri kucing terkena rabies berbahaya adalah sebagai berikut.

Baca: Tanda-Tanda Sapi Hamil (Bunting) Muda-Tua

Tanda – Tanda Kucing Terkena Rabies Berbahaya

1. Bertingkah dan bereaksi tak wajar

Jika kucing kamu memiliki sifat yang berubah dari pada sebelumnya, maka kucing kamu mulai terserang penyakit yang berbahaya. Misalnya kucing kamu mencakar, mengigit dan menyerang makhluk hidup atau benda yang bergerak.  Hal tersebut menunjukan bahwa sistem syaraf kucing kamu mulai rusak.

2. Selalu Gelisah

Jika kucing kamu selalu gelisah, tanpa disebabkan apapun kemungkinan kucing kamu terserang penyakit rabies, misalnya selalu berlarian tanpa jelas apa yang diinginkan. Namun, bila gelisah yang ditimbulkan oleh siklus birahi maka hal tersebut sangatlah wajar.

3. Takut Air (Hidropobia)

Jika kucing kamu takut dengan air, kemungkinan sudah terserang penyakit rabies yang sangat berbahaya. Bila kucing kamu mandikan akan berdampak kejang-kejang dan bagian otot kucing akan mengeras.

4. Kucing Memiliki Warna Kusam

Jika kucing kamu, biasanya memiliki warna yang lebih lembut dan indah. Namun, ketika sudah terserang penyakit rabies akan mengalami perubahan menjadi lebih kusam dan pucat sehingga menandakan bahwa kucing kamu sudah terkena rabies.

5. Kucing Mengalami Gatal” dan Sembelit

Bila kucing kamu sering gatal-gatal dengan cara menempelkan ke dinding atau benda sekitar itu menandakan bahwa kucing kamu terkena penyakit rabies. Selain itu, di imbangi dengan penyakit sembelit kucing kamu juga dikatakan terkena penyakir rabies.

6. Kucing Selalu Kehausan

Bila Kucing kamu sering kehausan, meskipun sudah beberapa kamu beri air minum maka dapat di disebabkan karena kucing kamu terkena rabies berbahaya.

7. Adapun Rabies Tanpa Bentuk

Rabies ini di sebabkan dengan kucing yang selalu bertingkah normal, dan juga di awali dengan ketegangan otot pada bagian kaki, serta lebih diam dibandingkan biasanya.

Baca Juga:

Demikianlah Informasi tentang 7 Ciri-Ciri Kucing Terkena Rabies Berbahaya. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Jangan lupa like dan share.

Cara Merawat Kucing Anggora Dengan Tepat

Cara Merawat Kucing Anggora Dengan TepatKucing Anggora merupakan salah satu jenis kucing yang paling banyak diminati oleh para pecinta kucing untuk dipelihara. Namun, bagi para pecinta kucing anggora yang sudah memelihara dalam waktu yang lama tentu sudah mengerti betapa susah dan merepotkannya memelihara kucing anggora yang menggemaskan ini. Pasti anda bagi para pemula yang ingin memulai memelihara kucing ini jadi merasa malas dan menjadi ingin memelihara kucing jenis lain yang mudah untuk dipelihara.

Maka dari itu, pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang cara merawat kucing anggora bagi anda para pecinta kucing anggora ini atau bagi anda yang masih pemula untuk memelihara kucing ini. Yuk simak informasi selengkapnya berikut ini.

Baca: Cara Beternak Ikan Lele di Terpal

1. Menjaga kebersihan kucing anggora

Dalam memelihara kucing anggora, faktor yang penting adalah menjaga kebersihan kucing anggora. Yang pertama adalah mandikan kucing anggora dengan rutin dan jangan menggunakan bahan-bahan kimia yang tidak dianjurkan untuk kucing. Pakailah shampoo dan sabun mandi khusus untuk kucing, karena jika menggunakan shampoo atau sabun untuk manusia dapat merusak keindahan bulu kucing.

Yang kedua, sisirlah bulu kucing setiap hari dengan tujuan untuk meluruskan bulu-bulu kucing dan menyingkirkan bulu-bulu yang telah mati agar bulu tidak menjadi kusut atau gimbal. Selain itu, bulu mati juga dapat menyebabkan hairball yaitu gumpalan bulu yang masuk ke dalam system pencernaan yang terjadi saat kucing menjilati badannya dan bulu mati tersebut masuk kedalam mulut kucing hingga tertelan dapat mengakibatkan gangguan pencernaan.

2. Kebersihan kandang kucing anggora

Kebersihan kandang kucing anggora juga dapat mendukung faktor kesehatan kucing. Karena dengan kandang yang bersih, kucing akan terhindar dari bahaya penyakit bahkan dalam kondisi tertentu juga dapat membahayakan pemiliknya. Pembersihan kandang yang baik sebaiknya dilakukan dengan rutin, maksimal 3 minggu sekali dibersihkan atau jika ada jamur-jamur yang menempel di kandang segera bersihkan. Dan gunakan kandang yang berukuran sesuai dengan ukuran kucing.

3. Porsi makanan kucing anggora

Porsi makanan yang tepat dan ideal dapat menunjang pertumbuhan dan kesehatan kucing anggora. Jika kita memberikan makanan dengan gizi yang kurang atau berlebihan, maka berat badan kucing akan terganggu. Maka dari itu, berikan makanan khusus kucing anggora dengan takaran yang sesuai dengan umurnya tapi jangan berikan makanan kucing yang berkaleng, karena makanan kucing berkaleng tidak baik untuk kesehatan kucing dan dapat berpengaruh pada bulu dan umur kucing.

Untuk minumannya, anda bisa memberikan air minun yang sudah matang. Sesekali berikan susu namun jangan terlalu sering. Untuk pemberian susu, jangan anda berikan susu untuk manusia namun berikan susu khusus kucing seperti royal canin.

4. Pemeriksaan dan pemberian vaksin kucing anggora

Kucing anggora juga membutuhkan pemberian vaksin dan pemeriksaan kesehatan yang rutin seperti layaknya manusia. Biasanya, kucing diberikan vaksin saat umur 8-9 minggu. Namun, sebelum pemberian vaksin kita harus memperhatikan kesehatannya, jika kucing dalam keadaan kurang sehat sebaiknya pemberian vaksin ditunda terlebih dahulu hingga kucing benar-benar dalam keadaan sehat.

Pemberian vaksin bertujuan untuk memelihara daya tahan tubuh kucing akan virus. Dan jangan lupa periksakan kucing anda jika mengalami gangguan kesehatan kepada dokter hewan agar cepat ditangani dan tidak menularkan penyakit berbahaya seperti virus rabies kepada pemiliknya.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Merawat Kucing Anggora Dengan Tepat. Semoga berguna dan bermanfaat bagi para pecinta kucing peliharaan. Terima Kasih.