Klasifikasi dan Morfologi Burung Kenari (Serinus canaria)

Klasifikasi dan Morfologi Burung Kenari (Serinus canaria) Burung kenari adalah salah satu jenis burung kicau yang memiliki kicauan yang sangat menarik dan khas. Burung kenari termasuk kedalam suku Fringgillidae, ordo Passeriformes dan genus Serinus.

Baca: Klasifikasi dan Morfologi Pohon Angsana (Pterocarpus indicus)

Burung kenari pertama kali ditemukan oleh pelaut Perancis bernama Jean de Berthan Cout di Kepulauan Canary pada abad ke-15. Penyebaran cukup cepat diberbagai negara, terutamanya negara Belanda dikenal dibagai pengekspor kenari di Indoensia, semulanya mendatangkan kenari dari Inggris dan belgia. Kemudian kenari tersebut dikawinkan dengan kenari liar dan menghasilkan beberapa jenis kenari.

 Klasifikasi Burung Kenari

Klasifikasi burung kenari berdasarkan tingkat taksonomi adalah sebagai berikut:

Kingdom: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Aves

Ordo: Passeriformes

Famili: Fringillidae

Genus: Serinus

Spesies: Serinus canaria (Linnaeusm, 1758)

Morfologi Burung Kenari

Morfologi burung kenari dapat dilihat berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki, yaitu:

  • Bagian mulut, burung kenari memiliki bentuk agak meruncing dengan panjang mencapai 0.5-1,5 cm tergantung dengan jenis atau spesiesnya dan berwarna variasi mulaui dari warna hitam, kekuningan dan bahkan berwarna kecoklatan.
  • Bagian mata, memiliki bentuk bulat, berwarna hitam dan tidak memiliki bintik putih di bagian tengah.
  • Bagian kepala, berbentuk bulat memanjang dan di selimuti oleh bulu dengan warna yang bervariasi mulai dari warna kuning, abu-abu dan berwarna putih.
  • Bagian badan, berbentuk memanjang dan panjangnya mencapai 4-6 cm, memiliki dua sayap yang diselimuti oleh bulu tebal dengan kuning.
  • Bagian ekor, berbentuk memanjang dengan pangkal agak runcing dengan panjang mencapai 1-3 cm biasanya memiliki warna kuning dan putih.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Klasifikasi dan Morfologi Burung Kenari (Serinus canaria) . Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Jangan lupa share dan like. Terima kasih.

 

Klasifikasi dan Morfologi Angsa Putih (Cygnus olor)

Klasifikasi dan Morfologi Angsa Putih (Cygnus olor) Angsa putih merupakan salah satu burung air yang berasal dari suku Anatidae (bebek, dan itik), ordo Anseriformes. Angsa putih banyak ditemukan di Eropa, Asia, Amerika Utara, Australia dan Afrika Selatan. Angsa putih juga adalah salah satu spesies yang dilindungi oleh AEWA (Agreement on the Conservation of African-Eurasian Migratory Waterbirds).

Baca: Cara Beternak Angsa Dengan Mudah

Angsa putih pertama kali di golongkan oleh naturalis Jerman bernama Johan Friedrich Gmelin (1989) dengan nama laton Anas olor, dan diganti oleh Johann Matthaus Bechstein ke genus Cynus.

Klasifikasi Angsa Putih

Klasifikasi angsa putih, berdasarkan tingkat taksonomi sebagai berikut:

Kingdom: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Aves

Ordo: Anseriformes

Famili: Anatidae

Genus: Cynus

Spesies: Cynus olor

Morfologi Angsa Putih

Morfologi angsa putih dapat dilihat berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki, yaitu:

  • Angsa putih dewasa memiliki panjang berkisar 140-160 cm, dan lebar sayap mencapai 200-240 cm.
  • Angsa putih jantan lebih dari betina dan angsa putih terdapat tonjolan lebih besar dibagian kepala.
  • Berat angsa jantan bisa mencapai 11-12 kg dan betina 8-9 kg.
  • Angsa putih lebih dominan memiliki warna tubuh berwarna putih, bagian mulut berwarna, kekuningan, dan bahkan berwarna hitam atau gelap, dan terdapat dua lubang dekat mulut dibagian atas.
  • Panjang leher berkisar 30-40 cm, dan berbentuk bulat memanjang yang ditutupi oleh bulu dengan warna putih.
  • Panjang kaki 3-5 cm dan panjang ekor 20-25 cm bahkan lebih, dan ekor juga kebanyakan berwarna putih atau gelap tergantung spesies.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Klasifikasi dan Morfologi Angsa Putih (Cygnus olor). Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

 

 

Klasifikasi dan Morfologi Unta (Camelus sp)

Klasifikasi dan Morfologi Unta (Camelus sp)Unta atau onta merupakan hewan mamalia (menyusui), termasuk kedalam suku Cammelidae dengan ordo Artiodactyla. Unta ditemukan di wilayah kering dan gurun di Asia dan Afrika.

Baca: Klasifikasi dan Morfologi Musang Luwak (Paradoxurus hermaphroditus)

Unta pertama kali di domestikasikan oleh manusia kurang lebih 5.000 tahun lalu, dengan rata-rata umur hidup mencapai 30-50 tahun. Pemanfaatan unta biasanya diambil susu, daging dan juga digunakan sebagai hewan pekerja.

Klasifikasi Unta

Kingdom: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Mammalia

Ordo: Artiodactyla

Famili: Cammelidae

Genus: Camelus

Spesies: Camelus bactrianus, dan Camelus dromadrius

Morfologi Unta

Morfologi unta dapat dilihat berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki, yaitu:

  • Camelus bactrianus, memiliki ciri-ciri punuk dua tepat dibagian punggung, dengan warna tubuh kecoklatan, bahkan berwarna gelap.
  • Selain itu, memiliki bulu yang lebih tebal dibandingkan dengan jenis Camelus dromadrius. Bulu tersebut menyelimuti bagian leher, punuk, paha dan bagian atas kepala.
  • Camelus dromadrius, memiliki ciri-ciri punuk satau dibagian punggung, dengan warna tubuh putih kotor atau abu-abu.
  • Memiliki bulu tipis dan ukuran lebih kecil jika dibanidngkan dengan Camelus bactrianus.
  • Selian itu, punuknya di selimuti bulu halus berwarna hitam dan bagian leher diselimuti oleh bulu halus.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Klasifikasi dan Morfologi Unta (Camelus sp). Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat.

Klasifikasi dan Morfologi Musang Luwak (Paradoxurus hermaphroditus)

Klasifikasi dan Morfologi Musang Luwak (Paradoxurus hermaphroditus)  – Musang luwak adalah salah satu jenis hewan mamalia yang termasuk kedalam famili Viverridae, dengan ordo Carnivora yang memiliki nama latin Paradoxurus hermaphroditus.

Baca: Klasifikasi dan Morfologi Burung Merak Hijau (Pavo muticus)

Musang memiliki beberapa sebutan daerah, seperti musang (Betawi), careuh bulan (Sunda), luak atau luwak (Jawa), common palm civet, common musang, houses musang atau  toddy cat (dalam bahasa Inggris) dan musang pulut (Malasyia).

 Klasifikasi Musang Luwak

Klasifikasi musang berdasarkan tingkat taksonomi, secara umum adalah sebagai berikut:

Kingdom: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Mamalia

Ordo: Carnivora

Famili: Viverridaea

Genus: Paradoxurus

Spesies: Paradoxurus hermaphroditus

Morfologi Musang Luwak

Morfologi musang dapat dilihat berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki, yaitu:

  • Panjang tubuh musang rata-rata berkisar 90-100 cm, bahkan lebih.
  • Tubuh musang memiliki warna abu-abu kecoklatan, dan ekor berwarna hitam mulus.
  • Pada bagian punggung musang terdapat jalur dengan warna gelap, namun ada juga berwarna terang.
  • Dibagian tubuh sebagian besar terdapat bintik-bintik putih dan bagian perut berwarna lebih pucat.
  • Bagian wajah, ekor dan kaki berwana coklat hingga berwarna kehitaman.
  • Bagian dahi dan sisi samping wajah hingga telinga berwarna abu-abu dan berwarna putih.
  • Untuk bagian posisi alat kelamin betina berada dekat bagian anus dan memiliki tiga puting susu.
  • Dan bagian posisi alat kemalin jantan dekat dengan bagian pusar.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Klasifikasi dan Morfologi Musang Luwak (Paradoxurus hermaphroditus)  . Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Klasifikasi dan Morfologi Burung Merak Hijau (Pavo muticus)

Klasifikasi dan Morfologi Burung Merak Hijau (Pavo muticus) –  Merak hijau termasuk ke dalam suku Phasianidae dari ordo Galliformes, dengan nama latin Pavo muticus. Populasi burung merak hijau tersebar dihutan terbuka di padang rumput, seperti Republik Rakyat Tiongkok, Indonesia, lebih tepatnya di Pulau Jawa. Awal mulanya burung merak hijau ditemukan di India, Bangladesh dan Malasyia, namun telah punah di sana.

Baca: Klasifikasi dan Morfologi Burung Cenderawasih (Paradiseae sp)

 Klasifikasi Burung Merak Hijau

Berdasarkan tingkat taksonomi, burung merak hijau di klasifikasikan sebagai berikut:

Kingdom: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Aves

Ordo: Galliformes

Famili: Phasianidae

Genus: Pavo

Spesies: Pavo muticus

Morfologi Burung Merak

Morfologi burung merak hijau dapat dilihat berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki, yaitu:

  • Merak hijau memunyai bulu yang indah, bulunya berwarna hijau kemesan
  • Burung jantan dewasa berukuran relatif besar, panjangnya mencapai 300 cm dengan penutup ekor yang sangat panjang, serta memiliki jambul tegak.
  • Burung betina berukuran kecil berkisar 100-200 cm, bulu kurang mengkilap, berwarna hijau keabu-abuan dan tanpa dihiasi bulu penutup ekor.
  • Bagian ekor jantan bila terbuka akan berbentuk, seperti kipas dengan bintik berbentuk mata.
  • Walaupun burung merak hijau memiliki ukuran sangat besar, namun burung merak hijau adalah burung yang pandai terbang.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Klasifikasi dan Morfologi Burung Merak Hijau (Pavo muticus). Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Klasifikasi dan Morfologi Burung Cenderawasih (Paradiseae sp)

Klasifikasi dan Morfologi Burung Cenderawasih (Paradiseae sp)Burung cenderawasih termasuk ke dalam anggota famili Paradisaeidae dari ordo Passeriformes. Burung cenderawasih ditemukan di Indonesia timur, Pulau-Pulau Selat Torres, Papua Nugini dan Australia timur.

Baca: Klasifikasi dan Morfologi Ikan Platy (Xyphophorus maculatus)

Klasifikasi Burung Cenderawasih

Berdasarkan tingkat taksonomi, burung cenderawasih diklasifikasikan sebagai berikut:

Kingdon: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Aves

Famili: Paradisaedae

Genus : Paradisaea

Spesies: Paradisaea minor, Paradisaea rubra, Paradisaea apoda, Paradisaea raggiana, Paradisaea decora, Paradisaea guillelmi, Paradisaea rudolphi.

Morfologi Burung Cenderawasih

Morfologi dapat dilihat berdasarkan ciri-cirinya, umumnya yaitu:

  • Memiliki bulu panjang, dan berwarna varian tergantung dengan jenisnya, biasanya berwarna merah kecoklatan, merah darah, kukuningan, putih, dan kombinasi.
  • Memiliki paru agak runcing, dan berwarna kecoklatan, kebiruan dan bahkan berwarna hitam.
  • Memiliki sayap seperti kipas, ketika terbang.
  • Memiliki bulu ekor panjang rata-rata berkisar 20-30 cm.
  • Memiliki kaki 1 pasang, berwarna gelap dan memiliki kuku yang cukup tajam.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Klasifikasi dan Morfologi Burung Cenderawasih (Paradiseae sp). Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Klasifikasi dan Morfologi Ikan Platy (Xyphophorus maculatus)

Klasifikasi dan Morfologi Ikan Platy (Xyphophorus maculatus) Ikan platy adalah salah satu jenis ikan hias air tawar yang banyak di gemari dan diminati oleh berbagai kalangan. Ikan platy termasuk keluarga Poecilidae dari Urutan Cyprinodontiformes, dan memiliki marga Xiphopharus.

Baca: Klasifikasi dan Morfologi Kucing (Felis catus)

Ikan platy adalah ikan hias asli dari Amerika Tengah dan daerah utara (Clidad Veracruz, Meksiko Utara Belize).

Klasifikasi Ikan Platy

Menurut Marie (2010), klasifikasi ikan platy adalah sebagai berikut:

Kingdom: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Acnopterygii

Ordo: Cyprinodontiformes

Famili: Poeciliidae

Genus: Xiphophorus

Spesies: Xiphophorus maculates

Morfologi Ikan Platy

Morfologi ikan platy dapat dilihat berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki, sebagai berikut:

  • Ukuran maksimum ikan plati, yaitu 5 cm, dan memiliki sifat ramah dan tidak agresif.
  • Ikan platy memiliki banyak sekali bentuk varian warna, seperti dari jenis spotted, gold comet, red wag, black, blue coral, leopard, mickey mouse, dan sebagainya.
  • Rip Memiliki gonopodium pada jantan terletak di sirip analnya, dan betina tidak memiliki gonopodium.
  • Ikan platy memiliki ekor seperti kipas, dengan warna bervariasi tergantung jenisnya.
  • Ikan platy memiliki mulut agak meruncing, dan dibagian kepala terdapat mata berbentuk bulat berwarna hitam, serta diarea mata terdapat warna bervarian tergantung jenisnya.
  • Selain itu, ikan ini memiliki bentuk tubuh memanjang untuk jantan dan betina tampak buntal atau bulat.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Klasifikasi dan Morfologi Ikan Platy (Xyphophoru maculatus). Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Klasifikasi dan Morfologi Kucing (Felis catus)

Klasifikasi dan Morfologi Kucing (Felis catus) – Kucing adalah salah satu jenis ternak peliharaan yang banyak diminati, dan di sukai oleh berbagai macam kalangan. Kucing termasuk ke dalam keluarga Felidaea, dengan ordo Karnivora.

Baca: Klasifikasi dan Morfologi Keong Sawah (Pila ampullace)

Kucing memang sangat beragam dan bervariasi, namun yang paling banyak di minati adalah kucing persia, kucing anggora, kucing maine coon, kucing russian blue, dan kucing kampung. Kucing tersebut memiliki keindahaan pada warna, bulu dan bahkan tingka lakunya yang sangat unik.

Klasifikasi Kucing

Klasifikasi kucing, berdasarkan tingkat taksonomi adalah sebagai berikut:

Kingdom: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Mamalia

Ordo: Karnivora

Famili: Felidae

Genus: Felis

Spesies: Felis catus, atau Felis silvestris catus L.

Morfologi Kucing

Morfologi kucing dapat dilihat berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki, yaitu:

  • Kucing rata-rata memiliki panjang tubuh sekitar 25-40 cm, tergantung jenisnya.
  • Warna kucing sangat bervariasi, mulai dari warna putih, orange, coklat, hitam, dan kombinasi hitam putih dan sebagainya.
  • Dibawah hidung terdapat kumis, sekitar 3-6 helai masin-masing panjangnya sekitar 1-1,5 cm.
  • Selain itu, kucing memiliki ekor bulat di selimuti oleh bulu halus dan panjang ekor mencapai 5-8 cm.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Klasifikasi dan Morfologi Kucing (Felis catus). Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Klasifikasi dan Morfologi Keong Sawah (Pila ampullace)

Klasifikasi dan Morfologi Keong Sawah (Pila ampullace) Keong sawah merupakan salah satu jenis siput air yang banyak ditemukan diperairan Asia tropis, seperti sawah, aliran parit dan danau.  Keong sawah juga dikenal sebagai keong gondang, siput sawah, siput air atau tutut.

Baca: Cara Membuat Pakan Fermentasi Bebek dari Batang Pisang

Keong sawah termasuk dalam kelompok Operculata yang hidup di perairan dangkal berdasarkan lumpur serta ditumbuhi air,  dan aliran lambat. Selain itu, ada dua jenis keong yang hidup di perairan sawah, yaitu tutut Jawa (Bella javanica) dan tutut Sumatra (Bella  sumatrensis).

Klasifikasi Keong sawah

Secara umum, klasifikasi keong sawah sebagai berikut:

Kingdom: Animalia

Filum: Mollusca

Kelas: Gastropoda

Superfamili: Ampullariodea

Famili: Ampullariidae

Subfamili: Ampullariinae

Bangsa: Ampullariini

Genus: Pila

Spesies: Pila ampullacea

Morfologi Keong Sawah

Morfologi keong sawah dapat dilihat berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki, sebagai berikut:

  • Memiliki bentuk kerucut membulat dengan warna hijau kecoklatan atau kuning kehijauan.
  • Puncak cangkang agak runcing, tepi cangkang menyiku tumpul pada yang muda, jumlah seluk 6-7, agak cembung dan seluk akhir besar.
  • Cangkang memiliki tinggi sampai 40 mm dengan diameter 15-25 mm.
  • Mulut membundar, tepinya bersambung, dan tidak melebar.
  • Memiliki Operculum (pelindung) agak bundar telur, agak cekung, dan berwarna coklat kehitaman.
  • Memiliki pelindung/penutup tubuh yang lunak ketuika menyembunyikan diri di dalam cangkangnya.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Klasifikasi dan Morfologi Keong Sawah (Pila ampullace). Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Klasifikasi dan Morfologi Ikan Pari (Dasyatis sp)

Klasifikasi dan Morfologi Ikan Pari (Dasyatis sp) Ikan pari atau dikenal dengan ikan pare termasuk kedalam suku Dasyitidae, dengan ordo Myliobatiformes.  Selain itu, ikan ini juga dikenal dengan ikan batoid, yaitu ikan yang bertulang rawan yang mempunyai ekor seperti cambuk.

Baca: Klasifikasi dan Morfologi Burung Kakaktua (Cacatuidae)

Klasifikasi Ikan Pari

Berdasarkan tingkat taksonomi, ikan pari secara umum diklasifikasikan sebagai berikut:

Kingdom: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Chondrichthyes

Sub kelas: Elasmobranchii

Ordo: Myliobatiformes

Famili: Dasyatidae

Genus: Dasyatis

Spesies: Dasyatis sp.

Morfologi Ikan Pari

Morfologi ikan pari, dapat dilihat berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki adalah:

  • Ikan pari memiliki bentuk gepeng dan melebar (depressed), jika dilihat secara seksama berbentuk bulat atau bundar.
  • Ikan pari memiliki ekor panjang, seperti cambuk.
  • Ekor ikan pari dilengkapi dengan duri penyengat yang mengandung racun yang disebut
  • Memiliki sirip dada melebar dan bersatu dengan sisi kiri-kanan dikepalanya.
  • Mata ikan pari terletak di kepala pada bagian samping.
  • Mulut ikan pari berbentuk ventral.
  • Alat parnapasan ikan pari, berupa celah insang berjumlah 5-6 pasang dan posisi celah insang terletak di dekat mulut pada bagian ventral.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Klasifikasi dan Morfologi Ikan Pari (Dasyatis sp). Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.