Mengenal Karakteristik Kerbau Murrah

Mengenal Karakteristik Kerbau Murrah – Kerbau Murrah merupakan salah satu jenis kerbau sunggai yang paling banyak dikembangkan di Negara India dan beberapa Negara lainnya. Kerbau Murrah ini berasal dari Negara India dibagian Uttar, Pradesh, Haryana, Punyab dan Delhi (Fahimuddin, 1975). Kerbau Murrah ini juga ditemukan di Indonesia, yang banyak dipelihara di Sumatra Utara.

Baca: Klasifikasi Bunga Bakung

Kerbau Murrah ini termasuk kerbau yang paling efesien dalam menghasilkan susu. Produksi susunya bisa mencapai 1.800 kg/laktasi dengan kadar lemak 7-8%, sedangkan lama laktasi sekitar 9-10 bulan.

Karakteristikatau Ciri-Ciri Kerbau Murrah

Karakteristik atau ciri-ciri kerbau murah, adalah sebagai berikut:

  • Tanduk Melengkung kebelakang, berwarna kecoklat gelap hingga kehitaman.
  • Bentuk kepala lebih kecil, dibandingkan dengan badan.
  • Leher memiliki ukuran panjang, berkisar 40-50 cm.
  • Kaki pendek, berwarna kehitaman gelap.
  • Kerangka tubuh berbentuk kompak, seperti sapi perah.
  • Bagian ambing betina besar, dan mengantung serta memiliki puting ambing berbentuk simetris.
  • Bagian ekor panjang, dan tampak ramping panjangnya mencapai pergelangan kaki (tarsus).
  • Bobot badan jantan dewasa mencapai 544 kg dan betina dewasa 450 kg.
  • Ukuran kerbau murrah jantan dewasa, dengan Panjang badan jantan 129,5 cm, tinggi pundak 126,38 cm, tinggi pinggul 125,56 cm dan lingkar dada 182,16 cm (Sitorus, 2008).
  • Ukuran kerbau murrah betina dewasa, dengan panjang badan 131,87 cm, tinggi pundak 133,13 cm, tinggi pinggul 132,5 cm dan lingkar dada 202,52 cm (Sitorus, 2008).
Keuntungan Beternak Kerbau Murrah
  • Adaptasi lingkungan sangat baik, meskipun hanya dibeberapa tempat.
  • Produksi susu yang dihasilkan sangat tinggi.
  • Produksi daging yang dhasilkan unggul dan berkualitas.
  • Proses pemelihraan sangat mudah, seperti sapi perah lainnya.
  • Harga jual sangat relative tinggi.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang  Mengenal Karakteristik Kerbau Murrah. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat, serta menambawa wawasan anda. TERIMA KASIH.

Cara Membuat Pakan Silase Untuk Pakan Ternak

Cara Membuat Pakan Silase Untuk Pakan TernakSilase merupakan salah satu pakan hijauan yang sudah diolah dan diawetkan didalam kantong plastik, silo, atau drum yang kedap udara. Proses silase ini juga melibatkan mikroba atau bakteri yang akan membentuk asam susu, seperti Streptoccus dan Lactis acidi yang hidup secara anerob dengan derajat keasaman 4 (pH 4).

Baca: Cara Membuat Pakan Fermentasi Kambing Dari Jerami Padi Kering

Dengan membuat pakan silase, akan sangat menghemat penggunaan pakan hijauan yang biasa diberikan dan juga bisa tahan lama. Ketika musim hujan atau kemarau panjang, tidak perlu repot memotong rumput melainkan bisa memberikan pakan silase tersebut pada ternak. Biasanya pakan ternak yang diberikan silase adalah ternak ruminansia, seperti kambing, domba, sapi, kerbau dan sebagainya.

Bahan-Bahan Yang digunakan:

  • Molases (Air tebu) 3%.
  • EM4 1 Botol.
  • Dedak halus 5%.
  • Menir 3,5%.
  • Onggok 3%.
  • Rumput gajah atau hijauan lain sebagai bahan silase.
  • Silo, drum atau kantong plastik

Cara Membuat Silase Pakan Ternak

  1. Lakukan pemotongan rumput yang digunakan sebagai bahan pembuatan silase, dengan ukuran 5-10 cm atau lebih. Bertujuan agar mempermudahkan untuk penyerapan mikroba, pencampuran bahan dan mempermudahkan dalam pemasukan ke silo, drum atau kantong plastik.
  2. Lakukan pencampuran semua bahan yang digunakan sampai merata.
  3. Setelah itu, masukan bahan tersebut kedalam silo, drum atau plastik dan padatkan hingga udara tidak masuk.
  4. Setelah dimasukan semua bahan silase, selanjutnya tutup rapat dengan menggunakan plastik sampai kedap udara dan berikan pemberat, seperti batu atau kantong plastik berisi tanah supaya wadah tidak mengeser ke tempat lain.
  5. Kemudian diamkan selama 6-8 minggu hingga proses fermentasi selesai dan dapat dibongkar serta tutup kembali dengan rapat.
  6. Pengambilan silase hanya secukupnya untuk pakan ternak, misalnya untuk 3-5 hari.
  7. Hindari membuka silo atau kantong plastik, agar silase yang dibuat tidak mudah rusak.

Baca Juga:

Demikianlah informasi mengenai “Cara Membuat Silase Untuk Pakan Ternak”.  Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Cara Budidaya Kerbau

Cara Budidaya Kerbau – Dalam usaha pernakan memiliki banyak ragam jenisnya, salah satunya adalah budidaya ternak kerbau ini. Apakah kalian pernah mendengar seekor kerbau yang cukup menghebohkan bernama Horizon ? Sebab kerbau dari Afrika Selatan ini memiliki harga yang tidak main-main. Horizon saat ini memiliki nilai yang ditaksir sebesar 8,5 juta pounsterling atau sekitar Rp. 153 Miliar.

Lalu, untuk menghasilkan kerbau yang bernilai tinggi bagaimana ? Karena jika kita perhatikan, diwilayah Indonesia khususnya daerah pedesaan banyak sekali orang yang memelihara kerbau. Untuk itu mari kita bahas satu-persatu langkah-langkah dalam beternak kerbau yang baik.

Baca: Cara Mengatasi Berak Kapur Pada Ayam

Cara Budidaya Kerbau


1. Pemilihan bibit induk

Betina kerbau dapat melahirkan anak setiap tahun. Selang waktu beranak adalah 12-18 bulan. Anak yang lahir merupakan produksi potensial bagi pengembang usaha. Dalam pemilihan bibit kerbau banyak sekali jenisnya antara lain :

  1. Kerbau Murrah è berasal dari India, berwarna hitam atau kelabu kehitaman.
  2. Kerbau Nilli / Kerbau Ravi è berasal dari India, berwarna coklat atau coklat tua.
  3. Kerbau Surti è berasal dari India, berwarna hitam atau coklat.
  4. Kerbau Belang / Kerbau Todong Bonga è berasal dari Sulawesi Selatan / Toraja, memiliki produksi susu ± 3 liter / hari.
  5. Kerbau Lokal è berwana abu-abu, berasal dari Sumba, Bali, Kalimantan dan Sumatera, produksi susu ± 2 liter / hari.

Untuk pemilihan bibit kerbau yang bagus, anda harus memperhatikan beberapa faktor antara lain berat badan saat lahir, berat saat sapih, pertambahan berat dan kriteria lainnya seperti jumlah menang perlombaan. Namun, hal yang paling penting adalah dari segi kesehatannya yang memiliki ciri-ciri seperti di bawah ini :

  • Matanya terlihat putih bersih
  • Kulitnya terlihat bercahaya dan tidak terlihat luka di kulitnya seperti kurap.
  • Tubuhnya terlihat gemuk yang menandakan kerbau itu sehat dan doyan makan.
  • Hidungnya tidak beringus, ya walaupun beringus usahakan cari yang sedikit ingusnya.
  • Tidak terlihat cacat baik itu fisik maupun mental.
  • Kerbau yang jantan memiliki alat kelamin dan kakinya harus yang kuat.
  • Kerbau betina mempunyai alat kelamin yang normal serta ambingnya baik.

2. Kandang Kerbau

Kandang yang baik untuk kerbau terletak jauh dari pemukiman yang ramai penduduk untuk menghindari bau kotoran kerbau. Kandang juga harus mampu melindungi kerbau dari serangan hama dan lengkapi kandang dengan tempat makan dan minum serta tempat pembuangan dan penampungan kotoran.

Ukuran kandang kerbau bervariasi antara lain :

  • Dewasa = 1,5 x 3 meter / ekor
  • Anak = 1 x 0,8 meter / ekor
  • Kandang jepit = 1,2 x 0,55 x 1,5 meter / ekor

3. Pemberian Pakan

Ada beberapa macam makanan untuk kerbau yakni pakan hijauan dan pakan tambahan / konsentrat. Berikut beberapa jenis pakan hijau adalah :

  • Rumput Gajah
  • Rumput Raja
  • Rumput Setaria
  • Rumput Benggala
  • Rumput Lapangan

Kacang-kacangan antara lain :

  • Lamtoro
  • Glirisidia (Gamal)
  • Turi

Limbah pertanian antara lain :

  • Jerami Padi
  • Jerami Jagung
  • Jerami Kedelai
  • Jerami Kacang buah

Ransum Campuran juga bisa diberikan sebagai pakan:

  • Hijauan = 35 – 50 Kg (terdiri dari 70% rumput-rumputan dan 30% kacang-kacangan)
  • Konsentrat = 2- 5 Kg/hr/ekor (terdiri dari dedak halus, bungkil-bungkilan)

4. Kesehatan kerbau

Walau pada umumnya kerbau lebih tahan penyakit, namun kesehatan kerbau juga harus kita perhatikan. Karena ada beberapa penyakit khusus yang sering mengincar kerbau antara lain antrax, brucellosis, penyakit ngorok dan penyakit kuku dan mulut.

5. Panen dan pasca budidaya ternak kerbau

Kerbau di panen saat sudah cukup umur dan mencapai berat maksimal dan menghasilkan produk berupa daging, kulit, susu dan lain-lain. Penanganan pascapanen berternak kerbau adalah dengan memelihara anak kerbau setelah umur penyapihan untuk dijadikan bibit (induk). Sementara anak yang kurang baik dapat dibesarkan atau langsung dijual.

6. Hasil panen tambahan

Kotoran ternak kerbau dapat dijual sebagai pupuk organik, pupuk kompos dan sumber energi.

Baca Juga:

Demikianlah ulasan singkat mengenai Cara Budidaya Ternak Kerbau, semoga berguna dan Bermanfaat. Terima Kasih.