Cara Mengobati Kembung (Masuk Angin) Pada Kelinci

Cara Mengobati Kembung (Masuk Angin) Pada Kelinci Salah satu penyakit yang sering menyerang kelinci adalah kembung atau dikenal dengan tympani. Walaupun penyakit ini tergolong penyakit yang tidak berat namun sering kali penyakit kembing akan menyebabkan kematian mendadak pada kelinci.

Penyebab utama penyakit kembung biasanya disebabkan oleh faktor perubahan cuaca atau suhu lingkungan tidak stabil, dan pakan yang di berikan banyak mengandung air. Hal tersebut harus segera di tanggani dan di obati dengan tepat agar tidak terjadi kematian pada kelinci. Berikut ciri-ciri kelinci kembung dan cara mengobati kembung pada kelinci.

Ciri-Ciri Kelinci Kembung (Masuk Angin) atau Tympani

Ada beberapa ciri-ciri kelinci kembung, diantaranya adalah:

  • Perut terdengar bunyi yang agak berisik, atau malah diam sama sekali.
  • Kelinci berprilaku berbeda dari biasanya.
  • Kelinci lebih suka menyendiri.
  • Mata kelinci setengah tertutup.
  • Bergerak lebih sedikit, dan telinga terasa dingin.
  • Sulit berjalan dengan posisi tiarap, dan menjauhi pakan dan minum.
  • Bernapas dengan cepat dan kelinci memiliki perut besar tetapi tidak ada isinya bila di pegang.

Cara Mengobati Kelinci Kembung (Masuk Angin)

  • Menggunakan obat tradisional, biasanya menggunakan bahan alami, seperti temu lawak, bawang putih dan jahe. Buatlah dengan cara menumbuh jahe atau di parut lalu campurkan gula merah dan rebus dengan air secukupnya, saring dan minumkan ke kelinci.
  • Mennggunakan cara manual, biasanya melakukan pemijahan halus dengan menggunakan tangan dan tumbukan dari bawang putih. Bertujuan untuk mengeluarkan angin yang berada di dalam tubuh kelinci.
  • Menggunakan obat kimiawi, misalnya Permanthyl 5%, Rebung, atau Enroten (TMC) dengan dosis yang telah ditentukan. Biasanya obat-obatan tersebut, dicampurkan ke media pakan dan minum kelinci.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Mengobati Kembung (Masuk Angin) Pada Kelinci. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Cara Membedakan Kelinci Jantan dan Betina

Cara Membedakan Kelinci Jantan dan BetinaKelinci adalah hewan mamalia yang termasuk  kedalam famili Leporidae, yang banyak di pelihara dan diminati oleh berbagai macam kalangan. Kelinci terbagi menjadi dua kelompok yaitu kelinci hias dan kelinci pedaging. Kedua tipe kelinci tersebut sangat banyak diternakan dan dipelihara karena memiliki ciri khusus, terutamnya memiliki bulu indah, memiliki sifat lucu dan dapat memproduksi daging dengan kualitas tinggi.

Dalam memelihara kelinci tentunya harus juga memperhatikan langka awal yang harus di perhatikan, misalnya  membedakaan kelinci jantan dan betina, hal tersebut sangat diperlukan dalam perkembangbiakan kelinci. Jika anda belum mengetahui, cara membedakan kelinci jantan dan betina. Berikut cara membedakan kelinci jantan dan betina, berdasarkan ciri-cirinya.

Cara Membedakan Kelinci Jantan dan Betina

Ciri –Ciri Kelinci Jantan

Ada beberapa ciri-ciri kelinci jantan, diantaranya adalah:

  • Organ reproduksi akan tampak menonjol, bila dilakukan perabaan dibagian pangkal ekor tepat di bawah anus, terdapat testikel (tabung mengantung).
  • Bentuk tubuh dewasa umumnya memiliki bentuk kepala yang bulat lonjong dan terlihat unik, serta  ukuran tubuh lebih kecil dibandingkan dengan betina.
  • Memiliki sifat agresif terhadap lawan jenis dan lebih aktif (lincah) dibandingkan betina.
  • Perilaku kelinci jantan lebih rama terhadap hewan lainnya, karena pejantan memiliki rasa penasaran yang tinggi.

Ciri-Ciri Kelinci Betina

Ada beberapa ciri-ciri kelinci betina, diantaranya adalah:

  • Organ reproduksi akan tampak, bila dilakukan pengecekan di pangkal ekor atau di bawah anus akan tampak gundukan. Agar terlihat jelas bila sambil meniup bulu disekitar area tersebut.
  • Bentuk dan ukuran tubuh kelinci rata-rata memiliki ukuran yang lebih besar jika dibandinkan dengan pejantan. Hal tersebut dipengaruhi oleh banyaknya lemak yang ada pada tubuh kelinci betina.
  • Bentuk kepala kelinci betina terlihat bulat dengan leher yang nampak berlipat-lipat penuh bulu.
  • Memiliki sifat pasif, dan gerakan tidak terlalu aktif.
  • Perilaku kelinci betina cendrung lebih pendiam jika dibandinkan dengan kelinci pejantan. Biasanya ketika kelinci sudah berusia dewasa dan siap berreproduksi akan lebih aktif untuk membuat sarang berkembang biaknya.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Membedakan Kelinci Jantan dan Betina.  Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Ciri-Ciri Kelinci Hamil Muda dan Tua

Ciri – Ciri Kelinci Hamil Muda dan TuaKelinci merupakan hewan peliharaan yang banyak diminati oleh beberapa kalangan,  dikarenakan memiliki ciri khusus dan keunikan tersendiri. Misalnya memiliki sifat yang lucu, dan unik, memiliki bulu lembut dan cantik dan sebagainya.

Dalam memelihara kelinci perlunya juga mengetahui siklus birahi dan juga fase kehamilan. Hal tersebut tentunya akan sangat menguntungkan bagi pemiliki dalam perkembang biakan kelinci. Namun, kebanyakan pemilik kurang mengetahui ciri – ciri kelinci dalam fase kehamilan. Berikut kami jelaskan tanda-tanda dan ciri-ciri kelinci dalam fase kehamilan muda.

Ciri-Ciri Kelinci Hamil Muda

  • Siklus birahi sudah berhenti (tidak mau kawin lagi).
  • Memiliki sifat lebih agresif terhadap kelinci lain.
  • Bagian perut membesar dan berisi.
  • Nafsu makan meningkat dan mudah sekali lapar.
  • Terdapat benjolan bila dilakukan palpasi.
  • Mulut dan hidung mulai berwarna kemerahan.
  • Bila kandang tanah, kelinci akan menggali-gali
  • Hamil muda ini terjadi 1-2 minggu setelah fase perkawinan

Ciri-Ciri Kelinci Hamil Tua

  • Bulu kelinci mulai mengalami rontok.
  • Memiliki sifat yang agresif dari sebelumnya.
  • Kelinci mulai tampak gelisah, mondar – mandir dikandang.
  • Bagian pinggul pada kelinci mulai melebar.
  • Kolestrum telah mencair, bila dipencet sentuhan kecil akan keluar
  • Terdapat lendir berwarna putih kental di serviks
  • Vulva mengalami pembengkakan, dan terjadi edama
  • Kelahiran pada kelinci terjadi berkisar 29-31 hari setelah fase perkawinan, kelinci melahirkan sebanyak 5-6 kali dengan jumlah anakan 5-15 pada setiap kelahiran.

Baca Juga:

Demikianlah informasi singkat mengenai “Ciri – Ciri Kelinci Hamil Muda dan Tua”.  Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Ciri Ciri Kelinci Mau Melahirkan

Ciri Ciri Kelinci Mau Melahirkan – Kelinci merupakan hewan peliharaan yang sangat favorit bagi semua kalangan. Kelinci umumnya, terbagi menjadi dua bagian yaitu kelinci hias dan kelinci pedaging. Kelinci hias ini biasanya paling banyak dipelihara dikarenakan memiliki bulu lembut, warna bagus, lucu dan mengemaskan, sedangkan kelinci pedaging hanya memfokuskan pertumbuhan bobot badannya saja.

Jika masih pemula untuk membudiyakan kelinci, perlu diketahui cara mengetahui ciri ciri kelinci mau melahirkan setelah masa kawin. Hal tersebut sangatlah menentukan agar tidak terjadi keabnormalitas dan memperlancar proses kelahir.

Kelinci umumnya melahirkan jumlah anakan 1-3, bahkan bisa mencapai 5 ekor anakan tergantung spesies kelinci. Kelinci juga akan bunting selama 28-35 hari.  Adapun ciri-ciri kelinci hamil yang harus diketahui adalah sebagai berikut:

Ciri dan Tanda-Tanda Kelinci Bunting

  • Kelinci tidak mau kawin lagi dengan pejantan
  • Bersifat agresif terhadap pejantan dan merusak sebagian kandanf yang ditempati
  • Bagian perut bila dirabah, tampak menonjol berbentuk bola
  • Kelinci tampak gemuk, ketika dilihat secara seksama
  • Kelinci selalu kelaparan, dikarenakan anakan dalam perut membutuhkan asupan nutrisi dan makanan yang tinggi.

Ciri dan Tanda-Tanda Kelinci Mau Melahirkan

  • Bulu kelinci akan rontok
  • Vulva (vagina) akan membengkak
  • Keadaan kelinci akan tampak gelisah
  • Kelenjar susu mulai tampak membesar
  • Kelinci melahirkan ketika sudah 28-35 hari selesainya fase kebuntingan

Baca Juga:

Demikianlah informasi mengenai “Ciri Ciri Kelinci Mau Melahirkan”.  Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Ciri-Ciri Kelinci Siap Kawin (Birahi)

Ciri-Ciri Kelinci Siap Kawin (Birahi) Kelinci adalah salah ternak yang banyak dibudidayakan diberbagai macam kalangan. Dikarenakan kelinci memiliki daya kemampuan reproduksi tinggi dan memiliki harga jual yang tinggi juga. Kelinci ini umumnya, melahirkan anak jauh melebihi kemampuan ternak sapi yang umumnya melahirkan 1 setiap periode  dan bahkan juga melebihi kemampuan kambing yang bisa beranak 2-3 ekor dalam satu periode.

Umumnya kelinci yang siap dikawinkan berumur 6-12 bulan dengan umur dewasa 4-10 bulan, namun kebanyakan kelinci betina sipa dikawinkan pada umur 6-7 bulan dan kelinci jantan 12 bulan. Siklus birahi pada kelinci berkisar 14 hari atau 2 minggu dan terjadi ovulasi sekitar 9-13 jam kemudian.

Baca: Cara Ampuh Mengatasi Kelinci Tidak Mau Kawin

Tanda-tanda dan Ciri-ciri Kelinci Jantan dan Betina Siap dikawinkan

Ciri Kelinci Jantan Siap Kawin (Birahi)

  • Gerakan lebih lincah dan aktif
  • Kelakuan lebih agresif terhadap lawan jenisnya
  • Memiliki postur tubub lebih besar, ramping, dan tidak abnormol (cacat)
  • Organ reproduksi bagus dan baik
  • Prilaku khas selalu menendang kandang atau alas kandang, untuk memancing ternak kelinci betina

Ciri Kelinci Betina Siap Kawin (Birahi)

  • Memiliki gerakan lincah, namun tidak selincah jantan
  • Berprilaku tidak biasanya, seperti berputar-putar untuk menarik pejantan agar mendekatinya
  • Organ reproduksi, yaiu vulva berwana merah muda, basa dan bahkan terdapat lendir
  • Prilaku khas, yaitu mengosokan dagunya ke dinding atau area kandang

Baca Juga:

Demikianlah informasi mengenai “Ciri-Ciri Kelinci Siap Kawin (Birahi)”.  Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Cara Mengobati Kelinci Mencret atau Diare

Cara Mengobati Kelinci Mencret atau DiarePenyakit Mencret atau diare merupakan penyakit sederhana, namun sangat berbahaya kalau tidak ditanggi dengan tepat dan benar bagi ternak kelinci. Apabila kelinci yang sudah menderita tidak dilakukan tindakan pengobatan dengan segara, kasus berat membuat kelinci akan mati secara mendadak.

Secara umumnya, penyakit mencret atau diare ditandai dengan kotoran lembut,dan cair. Penyebab diare biasanya karena pergantian makanan, tidak ada serat makanan, stress atau juga pakan yang terlalu cair. Selain itu, ada beberapa jenis diare yang sering menyerang kelinci dan cara mengobatinya, diantaranya adalah sebagai berikut:

Baca: Cara Membuat Pakan Silase Untuk Pakan Ternak

Jenis Penyakit Diare Yang Sering Menyerang Kelinci dan Cara Mengobatinya

1. Kokidiasis

Penyebab: Disebabkan oleh parasiet eimera, yang timbul karena tempat terlalu padat, kurang bersih, dan lembab. Parasite ini sering menyerang sistem pencernaan.

Gejala: Feses menjadi cair, lembut, dan banyak. Tampak lebih lesu, kusam dan nafsu makan menurun sehingga menyebabkan berat badan turun.

Pencegahan Kokidiasis:  Mengusahakan agar kandang tetapt bersih, tidak lembab, bebas dari air, berikan vaksin secara teratur sebelum kelinci dipindahkan dari tempat lain.

Cara Mengobati Kelinci Terkena Diare Kokdiasis

  • Berikan obat trimethoprim/sulfamethoxazole sesuai dengan dosis yang ditentukan.
  • Cara mengobati kelinci secara alami menggunakan: 3 daun pupus jambu klutuk, 2 pupus daun pepaya, daun pupus pepaya secukupnya, garam 1 sendok, madu 1 sendok teh. Kemudian haluskan semua bahan tersebut ambil airnya,campurkan dengan garam dan madu dengan air hangat. Aplikasikan dengan cara dicekokan ke kelinci.

2. Mucoid Enteropathy

Penyebab: Kelinci stress, diakibatkan perjalanan jauh, gangguan binatang atau serangan binatang, dan suara terlalu ribut, seperti suara kendaraan, pabrik dan sebagainya.

Gejala: Diare berlendir, badan kelinci akan membungkuk, kelinci kurang agresif atau lincah dan perut kelinci akan kembung.

Pengobatan: jika pencegahan dilakukan sama tetap tidak memberikan efek, maka lakukan pengobatan sama dengan obat kokidiasis atau menggunakan penangganan penyakit kembung.

Baca juga:

Demikianlah informasi mengenai “Cara Mengobati Kelinci Mencret atau Diare”.  Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Cara Ampuh Mengatasi Kelinci Tidak Mau Kawin

Cara Ampuh Mengatasi Kelinci Tidak Mau KawinTernak Kelinci memang sangat menguntungkan, tetapi terkadang kendala utama dalam beternak kelinci adalah kelinci tidak mau kawin. Hal ini tentunya adalah permasalahan yang sangat besar dalam budidaya kelinci. Dikarenakan perkembang biakan sangatlah penting dalam beternak kelinci, jika hal ini terjadi maka perlu ditangani segera agar tidak merugikan bagi peternak kelinci.

Tidak mau kawin disebabkan oleh beberapa faktor, baik jantan maupun betina. Biasanya faktor umur dan genetik sangatlah mempengaruhi sehingga kelinci tidak mau kawin. Namun, ada beberapa faktor lain juga yang menyebabkan kelinci tidak mau kawin, diantaranya adalah sebagai berikut:

Baca: Cara Mengobati Penyakit Cacingan (Pinworm) Pada Kelinci

Penyebab Kelinci Tidak Mau Kawin

  • Umur kelinci yang masih muda, membuat kelinci tidak mau kawin. Biasanya umur kelinci yang siap dikawinkan berumur 6-12 bulan.
  • Belum birahi atau usai birahi, membuat kelinci tidak mau kawin. Biasanya siklus birahi kelinci sekitar 2 minggu, dan ovulasi terjadi sekitar 9-13 jam.
  • Gentika atau gen, keturunan yang tidak baik akan membuat kelinci tidak mau kawin.
  • Kelinci betina dalam keadaan bunting atau menyusui, sehingga membuat kelinci tidak mau kawin. Tunggu sampai anakan lepas sapih berkisar 15-20 hari.
  • Kelinci tidak tertarik terhadap lawan jenisnya, terkadang membuat kelinci tidak mau kawin.
  • Kandang atau waktu perkawinan tidak sesuai membuat kelinci tidak mau kawin. Biasanya kandang yang digunakan lebih nyaman, suhu sesuai, sedangkan waktu perkawinan yang ideal dilakukan pada pagi dan sore hari.

Cara Mengatasi Kelinci Tidak Mau Kawin

  1. Lakukan penjodohan terlebih dahulu, pada kelinci jantan dan betina selama 2-3 jam. Jika menunjukan ketertarikan maka lanjutkan perkawinan.
  2. Penggunaan kandang yang ideal, atau kandang yang nyaman, seperti terdapat tempat pakan dan minum, terdapat jerami kering (kain) dan kandang bersih.
  3. Jika pada kandang tersebut, tidak juga mau kawin. Lakukan perkawinan dikandang terbuka dan luas. Sehingga mempermudahkan proses perkawinan. Namun, harus disertai dengan pengawasan oleh peternak.
  4. Dalam proses perkawinan, sebaiknya jauhkan dari tempat keramaian. Sehingga tidak akan menganggu proses perkawinan yang berlangsung.
  5. Diimbangi dengan pemberian vitamin dan nutrisi, untuk mempercepat proses kebuntingan setelah perkawinan.
  6. Perkawinan ini berlangsung selama 10-25 menit, jika ditandai kelinci jantan sudah menaiki betina. Lakukan pengistirahatan selama 15 menit, dan pisahkan sementara kelinci betina dikandang lainnya.
  7. Setelah itu, masukan kembali dan ketika kelinci betina tidak mau kawin kembali. Masukan kembali kekandang biasanya.

Baca Juga:

Demikianlah informasi menganai “Cara Ampuh Mengatasi Kelinci Tidak Mau Kawin”.  Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat, terima kasih.

Cara Mengobati Penyakit Cacingan (Pinworm) Pada Kelinci

Cara Mengobati Penyakit Cacingan (Pinworm) Pada KelinciPenyakit Cacingan merupakan penyakit yang sangat sulit dideteksi oleh manusia, penyakit ini disebabkan oleh parasit di tubuh. Cacing ini akan memakan nutrisi yang dibutuhka oleh tubuh sehingga akan merugikan pada ternak yang terinfeksi. Penyakit ini sering menyerang pada semua jenis ternak, seperti kambing, sapi, ayam petelur/pedaging, kucing, kelinci dan sebagainya.

Penularan penyakit ini umumnya masuk kedalam tubuh ternak kelinci melalui makanan yang tidak bersih, kondisi kandang yang kotor dan lembab, lingkungan tercemar dan melalui kontak langsung. Ada beberapa jenis cacing yang sering menyerang kelinci diantaranya disebabkan oleh Cacing dan Protozoa (Intracelluler Parasite).

Baca: Cara Mengobati Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Pada Hewan

Jenis Cacing dan Protozoa Yang Menyebabkan Kelinci Cacingan

1. Cacing

  • Cacing Perut (Trichostrongylidae), cacing ini tumbuh didalam perut kelinci dan penyebaran penyakit ini tidak memiliki tanda sedikit pun.
  • Cacing Kremi (Passalurus ambiguus), penyebaran penyakit ini juga tidak disertai tanda-tanda walaupun penyakit ini sudah akut.
  • Cacing Pita (Taenia pisiformis/serealis, Cittotaenia variabilis), penyakit ini berada di pencernaan kecil, liver dan sambungan otot. Cacing ini tertular melalui makanan yang terkontaminasi oleh larva cacing pita.

2. Protozoa

  • Eimeria stiedae (Monocystis stiedae, Coccidium oviforme dan Coccidium cuniculi), penyakit ini menyerang pada hati, merusak empedu dan resiko pencernaan sedikit. Penyakit ini sering menyerang anakan kelinci.
  • Eimeria irresudua, E Magna, E Media, E perforans dan Other, penyakit ini menyerang pada bagian usus kelinci, biasanya sangat sulit diketahui. Namun, menyebabkan kelinci akan sering kehausan (dehidrasi) pada malam hari sehingga menyebabkan mati mendadak.

Gejala dan Ciri-Ciri Cacingan Pada Kelinci

Ada beberapa gejala dan ciri-ciri cacingan pada kelinci, umumnya adalah sebagai berikut:

  • Kelinci kurus, pucat atau lesu.
  • Nafsu makan menurun, mengakibatkan begitu lemah
  • Bulu kelinci terlihat kusam dan kasar.
  • Kelinci suka mengarukan bulu disekitar duburnya.
  • Kelinci akan diare, dan terdapat lendir dan darah.
  • Bila akut kelinci akan mati mendadak, pada malam hari.

Cara Mengatasi dan Mengobati Cacingan Pada Kelinci

  1. Isolasi kelinci yang terserang dengan kelinci lainnya, dikandang tertentu bertujuan agar tidak menyebar ke ternak kelinci lain dan mempermudahkan dalam penyembuhan atau pengobatan.
  2. Menjaga kebersihkan kandang, peralatan kandang, tempat pakan dan minum, areal kandang dan sebagainya.
  3. Melakukan vaksinasi, bertujuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan menghindari penyakit lain masuk kedalam tubuh ternak kelinci.
  4. Penyemprotan insektisida atau bakterisida, untuk memutuskan perkembangan dan penyebaran panyakit di areal perkandang atau kandang kelinci.
  5. Penggunaan obat kimiawi, seperti Fenbendazole (untuk obat cacing perut), Piperazine (untuk cacingan kremi) dan wormex (untuk segala cacing) dilakukan 3-5 hari dengan takaran 1-1,5 sendok sesuai dengan bobot badan dan umur kelinci.

Baca Juga:

Demikianlah informasi mengenai “Cara Mengobati Penyakit Cacingan (Pinworm) Pada Kelinci”.  Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat, terima kasih.  

Cara Mengobati Penyakit Berak Darah (Coccidiosis) Pada Kelinci

Cara Mengobati Penyakit Berak Darah (Coccidiosis) Pada Kelinci Penyakit Berak Darah (Coccidiosis) adalah salah penyakit pada ternak yang disebabkan oleh protozoa dari genus Eimeria. Penyakit ini biasa disebut juga diare berdarah, dikarena ternak yang terserang penyakit Cocciadiosis akan mengalami diare disertai dengan radang usus (entriris).

Baca: Cara Mengobati Penyakit Cacingan Pada Sapi Bali

Ada beberapa spesies yang dapat menyebabkan berak darah, diantaran Eimeria bovis, Eimeria zuernii, Eimeria acervulina, Eimeria nectratix, Eimeria Tenella dan Eimeria brunetti. Penularan dan penyebaran penyakit ini disebabkan, dari kondisi kandang yang lembab dan hangat, pakan dan minum, kotoran ternak, dan peralatan yang digunakan.

Gejala dan Ciri-Ciri Penyakit Berak Darah Pada Kelinci

  • Kelinci akan diare/mencret, dan kotoran berdarah
  • Kelinci akan lesu, lemah dan bulu akan tampak kusam
  • Gerakan lambat, atau tidak agresif seperti biasa
  • Nafsu makan menurun, sehingga kelinci tampak kurus
  • Terkadang diimbangi dengan demam/panas tinggi pada tubuh ternak kelinci

Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Berak darah Kelinci

Pengendalian Berak Darah:

  • Menjaga kebersihan kandang, tempat pakan dan minum, peralatan yang digunakan dan menerapkan biosecurity skala mini untuk menghindari terinfeksi penyakit lain.
  • Isolasi, ternak kelinci terserang penyakit dikandang tertentu dan lakukan perawatan serta pengobatan dengan tepat.
  • Pemberian obat antibiotik dan vitamin, untuk meningkatkan kekebalan tubuh ternak dan menghindari serangan berbagai penyakit.
  • Melakukan penyemrotan Insektisida/Bakterisida/Desinfektan berbahan aktif, bertujuan untuk mengurangi penyebaran dan memusnahan berbagai penyakit disekitar areal kandang.
  • Melakukan vaksinasi, berguna untuk menghindari dan mencegah penyakit yang akan menyerang ternak kelinci.
  • Penggunaan anakan unggulan, terseleksi dan sudah divaksinasi sebelum di budidayakan.
  • Melakukan manajemen pemeliharaan dengan tepat dan benar.

Pengobatan Berak darah:

  • Obat tradisional, biasanya diberikan arang botak, kunyit dan pakan yang memiliki serat tinggi.
  • Obat kimia, biasanya diberikan obat, seperti Sulfaquinxalin 12 ml/Liter, Pyrimethamin, Prepat furazolidone, Sulfonamide (Sulfa grup) dan  Rebung- K 30 Ml.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Mengobati Penyakit Berak Darah (Coccidiosis) Pada Kelinci.  Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat, terima kasih.

Cara Mengatasi Penyakit Scabies Pada Kelinci

Cara Mengatasi Penyakit Scabies Pada KelinciPenyakit scabies atau dikenal dengan gudik, kudis atau kurap adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh kutu ­Sarcoptes scabiei  yang akan menimbulkan gatal-gatal pada bagian seluruh tubuh ternak kelinci, terutamnya bagian kepala, kaki, area mata, dan sebagainya.

Kutu ini juga disebut dengan Scabesiosis Scabesiosis  yang memiliki bentuk bulat, berkaki empat, berukuran 0,24 – 0,6 mm. Penularan biasanya disebabkan alat yang digunakan, lingkungan terkontaminasi, pakan atau minum sisa tidak dibuang dan kurangnya menjaga kebersihan kandang.

Gejala Klinis Penyakit Scabies Kelinci

Ada beberapa ciri-ciri kelinci terkena penyakit scabies, umumnya adalah:

  • Gatal disela-sela kaki kelinci
  • Gatal pada organ reproduksi.
  • Iritasi pada kulit pada bagian permukaan.
  • Kulit akan berubah warna kemerahan, dan bulu akan rontok
  • Bila akut kelinci akan mengosokan diri kekandan/dinding sekitarnya
  • Dan menyebabkan kematian mendadak.

Cara Mengatasi dan Mengobati Scabies Pada Kelinci

  1. Mengisolasi kelinci terserang dikandang tertentu, dan cukur bagian terserang bersihkan dan olesin dengan menggunakan obat salep kudis, misalnya Caviam, Scabicid Cream, Salep Belerang. Dilakukan 2 hari sekali.
  2. Memandikan dengan sabun sulfur/belerang yang bersifat antiseptik dan antiparasit.
  3. Menaburkan bedak pada bagian terkena scabies, misalnya bedak doris, atau bedak salicyl atau bedak yang mengadnung salicylicum.
  4. Penyuntikan dengan obat anti scabies, misalnya Avimec, Bivermectin, Wormectin, Ivermectin, atau lainnya dengan dosis dan takaran yang ditentukan.
  5. Penggunaan obat salep kulit anti scabies, misalnya pepatek, Daktarin, Canesten, Scavicidi Cream dan lain-lain.
  6. Bisa juga diolesin dengan campuran alkohol dan minyak tanah, dan kelinci dibebaskan selama 4 jam.
  7. Selain itu, bisa juga olesi dengan minyak cap tawon, dilakukan 1 minggu 2 kali atau 3 kali.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Mengatasi Penyakit Scabies Pada Kelinci.  Semoga artikel diatas dapat membantu dan berguna bagi para peternak kelinci. Terima kasih.