Tanda-Tanda Kambing Yang Akan Melahirkan

Tanda-Tanda Kambing Yang Akan Melahirkan – Kelahiran ternak adalah salah hal yang sangat ditunggu oleh peternak, dikarenakan kelahiran akan menambah jumlah ternak yang dibudidayakan dariapada yang sebelumnya. Beternak kambing memanglah tidak mudah, untuk memproleh hasil yang diinginkan harus terlebih dahulu memahami rincian selok beluk dalam ternak kambing.

Salah satu yang akan dibahas dalam artikel ini yaitu tentang ciri-ciri kambing yang akan melahirkan, dengan ulasan informasi tersebut akan menambah ilmu dan pemahaman ciri-ciri kambing yang mau melahirkan dan proses kelahiran/melahirkan kambing . Berikut penjelasan ciri-ciri kambing yang mau melahirkan dan proses melahirkan kambing.

Baca: Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Manggis

Ciri-Ciri Kambing Yang Akan Melahirkan

Ada beberapa ciri-ciri kambing yang akan melahirkan yang harus di diketahui yaitu sebagai berikut:

  • Ambing mengalami perubahan menjadi keras, dan lebih kencang
  • Kambing mengelami tingkat kegelisaan tinggi
  • Kambing sering mengeluarkan urine/air kencing
  • Bibir kemaluan akan membesar dan terjadi pembengkakan
  • Perut mengalami relaksai bagian pelvis, sehingga menyebabkan pengendoran bagian urat daging
  • Kolestrum sudah mulai mencair, bahkan keluar
  • Menjelang kelahiran akan mengeluarkan cairan berwarna kekuningan jernih, dan berlendir

Adapun ciri-ciri menjelang kelahiran 2-3 minggu (1 bulan)  terakhir

  • Kambing akan mengalami rotansi kebuntingan
  • Mengalami perluasan dan pelebaran pelvis
  • Bagian vulva akan menjadi lunak
  • Dan mengalami pertumbuhan kelenjar mammae

Proses Kambing Melahirkan 

Dalam sekali melahirkan induk kambing bisa melahirkan 1 ekor, 2 ekor bahkan 3 ekor/kelahiran. Namun, biasanya kambing melahirkan hanya bisa 1 ekor/kelahiran. Proses awal kelahiran ditandai dengan keluarnya ketuban dari vagina kambing. Berbentuk seperti balon yang berisi air, setelah beberapa menit terjadinya pemecehan ketuban.

Kelahiran normal yang pertama akan ditandai dengan keluarnya kedua ujungkaki depan dan diikutu dengan kepala diatas kedua kaki. Kemudian, jika tidak mengalami permasalahan dalam kelahiran biar kan anakan yang baru lahir menyentuh tanah dan kemudian secara otomatis akan memutuskan tali pusarnya sendiri.

Setelah itu, anda juga bisa mengoleskan Lodium tintrue  kebekas tali pusar yang putus tersebut bertujuan untuk menghindari infeksi dari bakteri/virus. Kemudian indukan akan menghilangkan bekas cairan yang menempel dengan cara menjilat/anda menindaknya dengan mengelapkan dengan kain bersih.

Baca Juga:

 

Demikianlah informasi tentang Tanda-tanda Kambing Mau Melahirkan. Semoga berguna dan bermanfaat, apabila dalam penulisan terdapat kesalahan mohon maaf. Terima kasih, jangan lupa share dan like.

Sistem Organ Reproduksi Ternak Kambing Jantan Beserta Fungsinya

Sistem Organ Reproduksi Ternak Kambing Jantan Beserta Fungsinya– Organ reproduksi ternak kambing jantan terdiri dari dua bagian yaitu bagian dalam testis, epididimis, uretrha dan vas deferens (Ductus Dereferens) dan bagian luar terdiri dari penis, dan scorotum.

Dalam melakukan pengamatan perlu diketahui beberapa peranan atau fungsi serta penjelasan bagian-bagian organ reproduksi tersebut. Berikut Organ reproduksi ternak kambing jantan dan fungsinya.

Baca: Cara Beternak Ikan Lele di Terpal

1. Testis

Testis terletak dibagian prepubis yang terbungkus oleh kantung scrotum dan digantung oleh Feniculus spermaticus Feniculus spermaticus  yang mengandung beberapa unsur yang terbawa dan berpindah melalui canalis inguinalis kedalam scrotum.

Fungsi scrotum:

  • Menghasilkan spermatozoa/sel-sel kelamin jantan.
  • Menimbulkan nafsu seksual, sehingga dapat menimbulkan keinginan untuk kawin.
  • Memelihara kedewasaan.
  • Mengeksresikan hormon kelamin jantan
  • Menimbulan ciri dan sifat kelamin sekunder.

2. Epididimis

Epididimis adalah bagian organ reproduksi yang berada didalam testes berbentuk tabung  yang bergulung-begulung.

Fungsi epididimis:

  • Tempat penyimpanan spermatozoa
  • Sebagai transportasi spermatozoa
  • Tempat keluarnya cairan yang membantu memberikan bahan makanan pada spermatozoa.
  • Tempat pematangan atau pemasakan spermatozoa (matusasi).

3. Vas Deferens (Ductus Deferens)

Vad deferens adalah tempat saluran yang memiliki bentuk bulat dan panjang yang menghubungkan antara epididimis dan uretrha.

Fungsi Vad Deferens:

  • Membantu membawa sperma kedalam uretrha saat ejakulasi.

4. Uretrha

Uretrha adalah bagian alat organ reproduksi yang menghubungkan antara air kencing dengan glan penis.

Fungsi uretrha:

  • Membantu mengalirkan air kencing dan semen.

Organ Reproduksi Luar

1. Penis

Penis adalah alat reproduksi luar pada kambing yang memiliki bentuk kerucut memanjang, berwarna merah mudah, dengan panjang rata-rata 3-5 cm.

Fungsi penis:

  • Sebagai alat untuk menyalurkan sperma dalam organ reproduksi betina.
  • Mengeluarkan urine/air kencing.

2. Scrotum

Scrotum adalah bagian organ reproduksi luar, yang berbentuk bulat lonjong, dilapisi dengan kulit halus terletak didekat penis.

Fungsi scrotum:

  • Pengatur suhu testi, mempertahankan suhu testisi
  • Dan sebagai pelindung testis.

Baca Juga:

 

Demikianlah informasi tentang Sistem Organ Reproduksi Ternak Kambing Jantan Beserta Fungsinya. Semoga dapat membantu dan bermanfaat bagi para pembaca.

Cara Budidaya Kambing

Cara Budidaya Kambing Selain daging sapi, banyak masyarakat Indonesia yang gemar mengkonsumsi daging kambing. Walau di kenal dengan bau dagingnya yang kurang sedap, namun jika diolah dengan baik maka akan mengahasilkan olahan makanan yang enak dan bikin ngiler walau cuma dengan membayangkannya saja.

Semakin banyak konsumen, tentu saja permintaan daging kambing semakin meningkat. Oleh karena itu, usaha budidaya kambing ini menjadi salah satu usaha yang menguntungkan. Selain itu beternak kambing tidaklah sulit, hanya dibutuhkan yang baik dan benar untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Berikut cara-cara budidaya kambing bagi anda para pemula.

Baca: Jenis-jenis Majas dan Contoh Majas

Cara Budidaya Kambing

1.   Pemilihan bibit induk

Ada beberapa jenis kambing potong yang sering diternakkan dan paling populer di Indonesia yaitu kambing kacang atau kambing jawa dan kambing etawa. Setelah anda menentukan kambing apa yang akan dibudidayakan, barulah memilih bibit yang bagus dengan membutuhkan ketelitian.

Sama seperti berternak yang lainnya, pemilihan bibit sangat penting. karena akan menentukan hasil yang akan kita dapatkan. Untuk penggemukan sebaiknya memilih bibit kambing antara lain

  • Pilihlah kambing yang berumur 8-12 bulan
  • Badan berukuran normal, bulu bersih dan mengkilap, garis pinggang dan punggung lurus.
  • Sehat, tidak ada cacat, dan tidak buta
  • Mata tajam, hidung dan anus bersih.

2.   Kandang kambing

Kandang kambing pada umumnya dibuat dalam bentuk panggung atau memiliki kolong. Kolong pada kandang kambing ini berfungsi untuk menampung kotoran kambing. Selain itu, juga berfungsi untuk menghindari kontak langsung antara kambing dengan tanah becek, karena bisa saja menyebabkan penyakit. Lantai kandang ditinggikan sekitar 0,5 sampai 2 meter. Tempat menyimpan makanan bisa ditempel di bagian depan dinding kandang yang diberi lubang yang bisa memuat kepala kambing untuk menjangkau ke tempat makanan dengan tinggi minimal sebahu kambing.

3.   Ukuran kandang

Ukuran kandang kambing bervariasi, harus disesuaikan dengan jumlah dan umur kambing. Antara lain :

  • Anak kambing : 1 x 1,2 m / 2 ekor (anak kambing yang sudah disapih)
  • Jantan dewasa : 1,2×1,2 m / ekor
  • Betina dewasa : 1 x 1,2 m / ekor
  • Induk dan 2 anak kambing : 1,5 x 1,5 m / ekor

4.   Pakan

Makanan utama kambing adalah tumbuhan hijau seperti rumput, daun-daunan hijau dan legum. Untuk legum dan daun-daun hijau sebaiknya dijemur terlebih dahulu selama 2 sampai 3 jam agar racun di daun hilang.

Untuk makanan tambahan biasanya diberikan konsentrat. Konsentrat yang umum digunakan antara lain ampas tahu, bekatul dan ketela pohon (diparut  kasar). Setiap ekornya kira-kira membutuhkna 3 kg konsentrat / hari dengan komposisi 40 % ampas tahu, 40 % bekatul dan 20 % ketela pohon.

Pemberian pakan tumbuhan hijau dalam sehari dilakukan 2 kali yaitu pagi dan sore hari. Berikan konsentrak ketika kambing sudah banyak mengkonsumsi tumbuhan hijau dan terlihat belum kenyang. Namun jangan berikan bersamaan dengan pakan tumbuhan hijau. Karena memiliki perbedaan nutrisi dan daya cerna.

5.   Reproduksi kambing

Kambing dapat melahirkan anak setiap 7 bulan sekali. Setelah satu bulan setelah melahirkan, kambing dapat dikawinkan kembali. Anak kambing disapih pada usia 3-4 bulan.  Kambing sudah dapat dikatakan dewasa pada umur 8 bulan. Siklus birahi kambing terjadi selama 12-21 hari. Lama birahi kambing selama  24-40 jam. Jadi ketika kambing mulai birahi, maka segera kawinkan, paling lambat keesokan harinya. Masa kehamilan kambing sekitar 5 bulan.

Baca Juga:

Demikianlah ulasan singkat mengenai Cara Beternak Kambing. Semoga berguna dan bermanfaat, bagi para peternak Indonesia. Terima Kasih.

 

Cara Mengobati Penyakit Kudis (Scabies) Pada Kambing

Cara Mengobati Penyakit Kudis (Scabies) Pada Kambing – Penyakit scabies atau dikenal dengan dengan penyakit gudik adalah salah satu  penyakit kulit yang disebabkan oleh parasit tungau. Penyakit kambing tersebut adalah penyakit yang bersifat menular. Ditandai dengan adanya kerontongan pada bulu, bopeng dan radang pada kulit.

Penyakit yang disebabkan oleh parasite scabies ini akan menginfeksi  kulit, menghisap cairan limfe dan juga mengkonsumsi sel epidermis (lapisan luar) hewan. Penyakit ini akan menimbulkan rasa gatal yang sangat luar biasa, sehingga kambing yang terserang akan mengosokan badannya ke kandang/dinding. Akan tetapi jika dilakukan pengosokan penyakit ini akan semakin gatal.

Cara Mengobati Penyakit Kudis (Scabies) Pada Kambing

Baca: Cara Mengatasi Kambing Mencret/Diare

Tanda-Tanda Kambing Terserang Kudis/Scabies/Gudik

  • Kambing akan menggosokan badannya yang gatal di kandang atau dinding.
  • Kerontokan pada bulu pada bagian terserang.
  • Gejala awal bisanya akan muncul pada area telinga dan muka pada kambing.
  • Kambing yang terserang akan mengalami penurunan nafsu makan.
  • Akan menimbulkan keropeng dan kulit menebal.
  • Kambing akan mengalami ketidaknyaman, gelisah dan stress.
  • Jika sudah akut, kambing terserang akan mengakibatkan luka, bernanah dan bahkan terjadi keabnomalitasan pada kulit.

Pengobatan Penyakit Scabies Kambing

Pengobatan penyakit scabies dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan cara modern/medis dan dengan cara tradisional.

1. Pengobatan Penyakit Dengan Medis (Obat-Obatan)

  • Pengobatan dilakukan dengan memberikan obat Ivermectin dengan cara penyunyikan secara subcutan. Dosis yang diberikan tergantung bobot berkisar 1 ml untuk 20 kg bobot kambing. Penyuntikan dilakukan secara berulang kali, dengan injeksi 10-14 hari hingga telur tungau yang berada di kambing tersebut tidak tersisa.
  • Pemberian obat amitraz untuk pembasmian parasit tungau. Obat ini adalah salah satunya obat yang memiliki senyawa golongan formaldehid yang digunakan untuk ektoparasit. Penggunaan obat ini dilakukan sama dengan obat diatas, namun perhatikan dosis pemberian dalam injeksi penyuntikan.

2. Pengobatan Penyakit Scabies Dengan Alternatif

  • Untuk kasus ringan pengobatan alternatif dengan memberikan atau menggunakan oli bekas. Dengan cara mengoleskan ke bagian yang terserang penyakit scabies.
  • Bisa juga menggunakan tambahan dengan memberikan oli bekas + belerang + minyak goreng dimasak lalu didinginkan dan pengaplikasian dengan mengoleskannya2 kali dalam sehari.
  • Untuk kasus parah dapat menggunakan minyak goreng + Decis (obat serangga/insectisida) + oli bekas. Pemberian dilakukan secara teratur dan pengaplikasian dioleskan kebagian yang terserang.

Pencegahan Penyakit Scabies Kambing

  • Menjaga kebersihan kandang, peralatan dan membuang sisa-sisa makanan yang berjatuhan/masih ada ditempat pakan.
  • Menjaga kebersihan kambing, dengan cara mendikan kambing.
  • Menjaga kandang agar tidak lembab.
  • Melakukan isolasi dan obeservasi kambing yang baru dibeli.
  • Melakukan isolasi dan pengoabatan kambing yang terserang penyakit.
  • Menjaga kebutuhan pakan kambing agar tetap terpenuhi.
  • Melakukan vaksinasi dengan teratur.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Mengobati Penyakit Scabies Pada Kambing semoga berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Cara Mengobati Kambing Mencret/Diare Dengan Mudah

Cara Mengobati Kambing Mencret/Diare Dengan Mudah – Dalam kesempatan ini admin ilmupeternakan.web.id akan berbagi informasi mengenai mengobati/mengatasi kambing mencret/cara alternatif/tradisional mengatasi mencret. Berikut penjelasannya.

A. Penyebab Kambing Mencret/Diare

Mencret merupakan salah satu gangguan penyakit yang terjadi di sistem pencernaan pada kambing. Ada beberapa penyebab yang menyebabkan kambing mencret/diare diantaranya adalah:

Baca: Cara Mengobati Berak Kapur Ayam 

  • Pakan yang bersifat toksit (racun), misalnya konsumsi rumput yang sudah tercemar dan konsumsi daun singkong yang berlebihan.
  • Pakan yang bersifat sulit dicerna, misalnya karet/plastik yang sangat sulit dicerna oleh pencernaan sehingga mengakibatkan mencret atau bahkan kematian pada kambing.
  • Disebabkan oleh bakteri, virus dan parasit seperti, acidosis rumen, E-Coli, Aflotoxin dan sebagainya.
  • Tidak menjaga kebersihan seperti pakan, tempat minum, peralatan kandang, kebersihan pada kambing dan lain-lainnya.
  • Dan manajemen pakan yang tidak baik, misalnya penyimpanan pakan kurang baik, kualitas pakan kurang dan juga pakan sudah tidak layak dikonsumsi serta kandungan nutrisi sudah hilang.
  • Suhu/lingkungan yang tidak tepat juga menyebabkan kambing mudah mencret.

B. Gejala Kambing Mencret/Diare

Gejala atau ciri-ciri kambing mencret yang ditimbulkan adalah sebagai berikut:

  • Feses/kotoran bersifat cair dan tidak mengumpal.
  • Warna feses kehijauan/seperti rumput yang ia konsumsi.
  • Feses akan menempel pada bagian anus.
  • Kondisi tubuh kambing agak panas dan lemah. Jika dilakukan perabaan.

C. Cara Alternatif Mengobati Kambing Mencret

Cara alternatif untuk mengobati kambing mencret dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Pemberian dengan obat-obatan: dilakukan dengan memberikan obat-obatan diare pada manusia dengan label dosis 2 x lipat atau diberi 2 pil yang dilarutkan dalam air dan lakukan pencekokan. Atau pun dengan menggunakan larutan obat elektrolyt yang dapat ditemukan di apotek terdekat.
  • Pemberian dengan cara alternatif: dilakukan dengan memanfaatkan dedaunan yang memiliki serat kasar yang cukup tinggi, misalnya daun jambu biji, daun nangka, daun bambu muda, daun buni dan lain sebagainya. Pengaplikasian dapat dilakukan dengan beberapa lembar daun tersebut, dihaluskan hingga merata dan tambahkan larutan air serta garam yang sudah larut. Kemudian aduk hingga merata, lakukan pencekokan pada kambing tersebut.

D. Pencegahan Kambing Mencret/Diare

Cara mencegah kambing mencret dapat dilakukan dengan menghindari beberapa hal ini:

  • Memberikan pakan yang tidak mengandung toksit (racun)
  • Memberikan pakan yang bersifat kering (tidak basah)
  • Memberikan pakan yang tidak tercemar oleh patogen/bakteri.
  • Menghindari konsumsi pakan yang bersifat sulit dicerna.
  • Manajemen pakan harus baik, dari segi penyimpanan, nutrisi/kandungan dan kualitas pakan.
  • Pemberian pakan harus dilakukan secara teratur, agar organ pencernaan selalu membaik.
  • Melakukan penyemprotan insektisida, bakterisida dengan baik dan teratur.
  • Melakukan vaksinasi dengan baik.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Mengobati Kambing Mencret/Diare semoga berguna dan bermanfaat. Terima Kasih.