Cara Membuat Pakan Fermentasi Kambing Dari Jerami Padi Kering

Cara Membuat Pakan Fermentasi Kambing Dari Jerami Padi KeringJerami Padi adalah salah satu limbah yang sangat potensial sebagai pakan penganti hijauan.  Sebagian besar, limbah jerami padi tidaklah dimanfaatkan dan dibakar begitu saja, namun dapat memiliki efek pada struktur tanah.  Padahal jerami padi dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif ternak kambing, dengan melakukan fermentasi. Kandungan pada jerami padi mengandung sedikit protein, lemak, dan pati serta serat kasar yang tinggi karena lignin dan silikanya tinggi.

Baca: Cara Membuat Pakan Alternatif Bebek/Itik Petelur

Fermentasi adalah suatu proses pemecahan senyawa organik menjadi sederhana dengan melibatkan mikroorganisme dengan tujuan untuk menghasilkan suatu produk yang memiliki kandungan nutrisi, tekstur yang lebih baik, memperpanjang masa penyimpanan, mengendalikan pertum uhan mikroba kontaminan.  Berkut cara membuat pakan alternatif fermentasi kambing jerami padi kering.

Bahan-Bahan Yang Digunakan:

  • Jerami padi yang sudah kering sebanyak 1 ton atau ½ ton.
  • Em4 atau SOC 1 botol.
  • Molase 1 botol plastik
  • Terpal plastik atau plastik lembaran.
  • Ember plastil
  • Alat penyiram atau gembor.
  • Air secukupnya.

Cara Membuat Pakan Fermantasi Kambing Jerami Padi

  1. Siapkan tempat yang terlindung dari sinar matahari, genangan air secara langsung dan terlindung dari air hujan.
  2. Siapkan jerami padi yang sudah kering, apabila masih dalam keadaan basa lakukan penjemuran 1-2 minggu pada sinar matahari secara langsung terlebih dahulu.
  3. Ambil ember plastik, isi dengan air secukupnya dan tuangkan EM4 atau SOC dan molase kedalam ember, aduk hingga merata.
  4. Mulai mengelar jerami pada lapisan pertama setinggi 15-20 cm dan mulai menyemprotan dengan larutan adonan air, EM4 atau SOC, molase pada tumpukan dan padatkan. Usahan penyemprotan merata dan jerimi basah.
  5. Setelah jerami sudah selesai, tutup tumpukan dengan menggunakan terpal plastik.
  6. Lakukan pengikatan dan usahakan udara jangan masuk, diamkan selama 12 -15 hari supaya terjadi penguraian.
  7. Setelah 12-15 hari, kemudian jerami padi siap diberikan untuk pakan ternak kambing, sebelum diberikan pada ternak kambing silakan angin-anginkan terlebih dahulu.
  8. Mohon perhatikan minuman air bersih selalu tersedia, sehingga akan membantu metabolisme kambing.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang “Cara Membuat Pakan Fermentasi Kambing Dari Jerami Padi”.  Semoga informasi diatas dapat membantu dan bermanfaat, bagi para peternak. Terima kasih.

Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Surra Pada Sapi

Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Surra Pada SapiPenyakit surra  adalah salah satu jenis penyakit yang disebabkan oleh parasit Trypanosoma evansi. Parasit ini hidup dalam darah induk semang dan memproleh glukosa sehingga dapat menurunkan kadar glukosa induk semangnya.

Baca: Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit CRD Pada Ayam

Penyakit surra sering menyerang sapi pada musim hujan, dimana kondisi kekebalan sapu menurun dan melemah. Penularan penyakit ini biasanya terjadi secara mekanis dengan perantara lalat penghisap seperti Tabanidae, Stomoxys, Lyperosia, Charysops, dan Hematobia  serta jenis arthopoda seperti kutu dan pinjal.

Gejala dan Ciri Penyakit Surra Pada Sapi

Gejala dan ciri-ciri penyakit surra pada sapi, umumnya adalah sebagai berikut:

  • Gerakan sapi tidak beraturan (sempoyongan, jalan berputar-putar, bahkan kejang-kejang)
  • Nafsu makan menurun, sehingga kondisi tubuh melemah, dan lesu
  • Bulu rontok, dan kusam
  • Selaput lendir berwarna kekuningan
  • Kondisi tubuh panas (demam) dan cepat mengalami kelelahan
  • Terdapat bekas atau luka kecil pada isapan lalat penghisap

Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Surra Pada Sapi

Pengendalian:

  • Lakukan pengasiangan ternak sapi, dikandang tertentu agar tidak tertular dengan yang lainnya.
  • Bila lokasi atau lingkungan terjangkit penyakit surra, sebaiknya lakukan pemblokiran ternak lain agar tidak masuk ke lokasi yang sudah terkontaminasi.
  • Semua ternak yang sudah terjangkit, sebaiknya di bunuh atau dibakar, serta dikubur.

Pencegahan:

  • Pencegahan sering menggunakan obat-obatan, seperti Qumapyrame atau Aritrycide prosalt dengan konsentrasi 10% pada dosis 1,7 m/kg dari bobot badan secara subcutan
  • Pemberian naganol atau suramin pada ternak dengan dosis 3 gram sesuai dengan berat badan hewan
  • Pemberian siometamidium dengan dosis 0,5-1 m/kg dari berat badan secara intrarnuskuler

Pengobatan:

  • Secara mekanis, yaitu menggunakan binatang, seperti sebangsa burung yang menjadi musu dan serangga.
  • Secara biologis, yaitu membuat drainase dengan tujuan untuk merusak sarang atau tempat perkembangbiakan lalat yang biasanya hidup dipermukaan air yang tergenang.
  • Secara kimiawi, yaitu menggunakan larutan insektisida, seperti DDT 0,5-1%, Toxaphene 0,5%, Pyrehnlne 1 %, dan lain-lain. Biasanya juga yang paling banyak untuk membrantas penyakit surra adalah suramin (Bayer), Ismetamidium chiorida (Trypamldium, specia)

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Surra Pada Sapi.  Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat, terima kasih.

Cara Mengobati Penyakit Orf Pada Kambing dan Domba

Cara Mengobati Penyakit Orf Pada Kambing dan Domba – Penyakit orf atau Ektima kantagiosa adalah salah satu jenis penyakit kulit yang sangat menular yang disebabkan oleh virus dari genus parapox dari keluarga poxviridae (Fauquest dan Mayo, 1991). Penyakit ini seraing menyerang ternak kambing dan domba, serta dapat menular ke manusia (zoonosis).

Di beberapa daerah Indonesia penyakit ini disebut berbeda-beda, terutamanya di Bali penyakit ini dikenal dengan dakangan, Sumatra Utara dikenal dengan puru atau muncung, Jawa Barat dikenal dengan bintumen.

Gejala Klinis Penyakit Orf Kambing dan Domba

Ada beberapa gejala yang akan ditimbulkan dari penyakit orf, umumnya adalah:

  • Lesi-lesi pada bagian sekitar bibir/mulut, terutamanya sudut bibir.
  • Munculnya bintik-bintik merah pada kulit kambing/domba.
  • Bintik-bintik merah berubah menjadi vesikel dan pustula (terjadinya penanahan).
  • Bila sudah akut, tonjolan-tonjolan akan berkerak dan berbau busuk.
  • Mulut akan menjadi bengkak disertai dengan bau busuk.
  • Bagian tubuh lain juga akan mengalami hal tersebut, terutamanya bagian hidung, sekitar mata, telinga, peru/lipatan perut, kaki, ambing, puting usus atau vulva (Abjid, 1989, dan Watt, 1983).

Cara Penularan Penyakit Orf Kambing dan domba

Penyakit orf dapat menular dari hewan yang sakit ke hewan lain secara kontak langsung maupun tidak langsung. Secara tidak langsung penyakit ini akan menular melalui peralatan, atau lingkungan yang tercemar virus orf. Masuknya virus orf ini kedalam tubuh hewan melalaui luka kecil, seperti goresan yang terjadi akibat rumput yang tajam/duri atau luka karena proses mekanik lainnya (McKeever dkk.,1988).

Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Orf

Ada beberapa cara mengatasi dan mengobati/memberantas penyakit orf, berdasarkan petunjuk Direktorat Kesehatan Hewan (1986) adalah sebagai berikut:

  1. Daerah yang masih bebas dari penyakit orf, dilakukan penolakan penyakit dan tindakan karantina yang ketat. Pemusnahan hewan yang sakit, apabila hewan masih sedikit yang terjangkit. Bisa dilakukan ring vaksinasi dan sanitasi, namun bisa sudah menyebar luas lakukan tindakan pemusnahan.
  2. Pada daerah tertular, lakukan tindakan pencegahan penyakit dengan cara sanitasi kandang dan lingkungan pemeliharaan, pencegahan pengembalaan hewan sehat bersama hewan sakit atau tempat bekas hewan penderita.
  3. Pengendalian penyakit pada daeraj tertular daat dilakukan dengan cara vaksinasi teratur, sedangkan hewan sakit dilakukan isolasi secara ketat dan terpisah dari hewan lainnya.
  4. Apabila penyakit bersifat wabah, maka lakukan tindakan lain terutamanya pembuatan papan dilarang masuk, karena penyakit menular. Lalu peralatan yang sudah terjangkit sebaiknya dilakukan pemusnahan dan tidak digunakan kembali.
  5. Khusus bagi peternakan pembibitan sebaiknya menggunakan daerah bebas penyakit orf/dakangan.
  6. Pengobatan penyakit ini bisa dilakukan dengan manual dan menggunakan obat-obatan, bila manual dapat dilakukan pengelupasan/pengerokan keropeng dan penyemprotan antibiotik/desinfeksi dengan menggunakan alcohol untuk mencegah perluasan dan penyebaran penyakit.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Mengobati Penyakit orf Kambing dan Domba.  Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Cara Mengatasi Penyakit Mastitis Ternak Kambing dan Domba Perah

Cara Mengatasi Penyakit Mastitis Ternak Kambing dan Domba PerahPenyakit mastitis atau dikenal dengan istilah radang ambing adalah salah satu penyakit yang menyerang kelenjar susu, sehingga terjadi pembengkakan dan kesakitan pada ambing ternak.

Penyakit mastitis penyerang pada kambing perah, domba perah dan bahkan sapi perah penyakit ini juga menyerang. Mastitis akan menyebabkan produkti susu akan menurun, dan bahkan susu yang dikeluarkan akan berupa nanah, bukan susu lagi.

Baca: Cara Mempercepat Kambing dan Domba Betina Birahi

Penyebab Mastitis Kambing dan Domba Perah

Penyebab utama penyakit mastitis disebabkan oleh bakteri dan jamur, seperti Streptococcus agalactiae, Staphylooccus aureus, Staphylooccus aureus Epidermis,  Streptococcus dyglactiae, Streptococcus uberis, Klebsiella dan Escheria colli, sedangkan penyebab utama yang disebabkan oleh jamur, adalah Actynomices sp, dan Candida sp.

Gejala dan Ciri-ciri Kambing/Domba Terkena Mastitis

Ada beberapa gejala klinis atau ciri-ciri kambing/domba terkena penyakit mastitis, umumnya adalah:

  • Pembengkakan pada salah satu kuartir/ambing bagian kiri atau kanan.
  • Bagian ambing akan mengeras, memerah dan terasa panas.
  • Bila diperah susu akan berubah bening dan encer, bila sudah akut akan berubah menjadi darah dan bernanah.
  • Perubahan bentuk pada ambing, dan mengakibatkan kambing gelisah.
  • Bila tidak ditangani, kambing akan mati mendadak.

Pengendalian Penyakit Mastitis Kambing dan Domba Perah

  • Membersihkan kandang dengan teratur.
  • Membersihkan peralatan yang digunakan, dalam pemerahan.
  • Melakukan pemerahan dengan tepat, agar tidak terkontaminasi bakteri dan menyebabkan penyakit menyerang ternak.
  • Membersihkan kambing atau domba, dengan cara memandikan ternak dengan teratur sebelum melakukan pemerahan.
  • Melakukan vaksinasi secara berskala, bertujuan untuk menghindari serangan dari beberapa penyakit.

Cara Mengatasi dan Mengobati  Penyakit Mastitis Kambing dan Domba Perah

  1. Memisahkan kambing atau domba yang terserang, penyakit mastitis dikandang tertentu.
  2. Lakukan pemeriksaan dengan baik, selain itu juga mencelupkan antiseptik pada ambing. Berguna untuk mengurangi penyebaran penyakit dan mengurangi peradangan.
  3. Bisa juga menggunakan larutan atau cairan iodium dan klorin, untuk mencegah bakteri masuk ke ambing ternak.
  4. Pengobatan untuk penyakit mastitis, bisa dengan memberikan antibiotic berspectrum misalnya Peniciline-streptomicine, antibiotic long musular dan Spiramycine.
  5. Jika pengobatan dilakukan, untuk mendapatkan hasil yang maksimal semprotkan antiseptic seperti Gusanex, untuk menghindari infeksi yang lebih parah dan terkontaminasi bakteri berasal dari luar.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Mengatasi Penyakit Mastitis Kambing dan Domba Perah.  Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat, terima kasih.

Cara Mempercepat Kambing dan Domba Betina Birahi

Cara Mempercepat Kambing dan Domba Betina BirahiBirahi kambing/domba  adalah keadaan dimana kambing/domba untuk menghasilkan individu baru, atau anakan baru dengan tanda-tanda ingin mau kawin kembali. Beternak kambing/domba adalah salah usaha yang banyak dilakukan oleh peternak Indonesia dikarenakan sangat menguntungkan.

Namun, yang harus diperhatikan adalah bagaimana cara menghasilkan anakan dengan cepat dengan cara mempercepat kambing/domba birahi. Berikut beberapa hal yang harus diketahui cara mempercepat kambing/domba birahi dengan tepat dan benar.

Cara Mempercepat Kambing/Domba Birahi

  1. Melakukan flushing untuk mempercepat birahi kambing/domba, flushing adalah perbaikan kondisi ternak melalui pemberian pakan dengan kualitas gizi yang tinggi pada waktu yang tertentu.
  2. Penyuntikan hormon, hormon yang digunakan misalnya Prostaglandin F2 alpa merk Reprodin dari bayer atau Lutalyse, Dinoprost tromethamine 100 ml Pharmacia & Upjohn Company Kalamzoo, Ml 49001, USA.
  3. Bisa juga memberikan hormon estrogen yang dapat mudah diserap di organ reproduksi betina, misalnya Estrogen berasal daro Oestradiol Benzoate (OB).
  4. Mencampurkan ternak betina dengan pejantan, dikandang tertentu sehingga akan meningkatkan birahi secara perlahan.
  5. Setelah mempercepat birahi, anda bisa juga menyerentakan birahi semua kambing/domba dengan cara menggunakan senyawa kimia yang memiliki sifat seperti progesteron, misalnya Prostagen (Progesteron sintetik) yang ditanamkan dalam vagina selama 12-14 hari.

Faktor Penyebab Kambing/Domba Tidak Birahi

  • Faktor Lingkungan
  • Suhu Lingkungan
  • Genetik
  • Umur ternak

Baca Juga

 

Demikianlah informasi tentang Cara Mempercepat Kambing/Domba Birahi. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Cara Alternatif Meningkatkan Nafsu Makan Kambing

Cara Alternatif Meningkatkan Nafsu Makan Kambing – Ternak Kambing adalah salah satu usaha yang banyak dikembangkan di berbagai daerah. Beternak kambing memang harus memerlukan pengalaman dan juga wawasan, sehingga dapat mempercepat produksi yang akan dihasilkan.

Dalam beternak kambing haruslah memperhatikan, kondisi kesehatan, manajemen pemeliharaan serta nafsu makan kambing. Hal yang penting dalam pemeliharaan kambing adalah nafsu makan kambing, dikarenakan akan sangat mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan kambing. Jika kambing anda, memiliki nafsu makan menurun? Berikut cara alternatif meningkatkan nafsu makan kambing dengan tepat. Namun, sebelum memasukan hal tersebut, berikut penyebab nafsu makan kambing menurun adalah sebagai berikut:

Baca: Sistem Pencernaan Kambing/Domba dan Fungsinya

Penyebab Nafsu Makan Kambing Menurun

Ada beberapa penyebab nafsu makan kambing, umumnya adalah sebagai berikut:

  • Kambing dalam keadaan terserang penyakit, misalnya penyakit scabies, cacingan, kembung, orf dan sebagainya.
  • Kambing memiliki penyakit turunan dari indukan.
  • Kambing dalam keadaan stress, akibat perjalanan jauh atau lainnya
  • Pakan yang digunakan tidak sesuai atau tidak biasanya diberikan.
  • Pakan yang diberikan sudah tidak layak dikonsumsi.
  • Pakan dalam keadaan basah, kering dan sebagainya
  • Dan Tempat pakan kurang bersih.

Cara Meningkatkan Nafsu Makan Kambing

1. Temulawak

Cara membuatnya:

  • Rebuslah temulawak 1-2 buah,
  • Kemudian, tumbuk dan saring air temulawak.
  • Lalu, bisa diberikan pada kambing dengan aplikasi pencekokan.

2. Temu Ireng + Temulawak + Kunyit + Lempuyung + Mengkudu

Cara Membuatnya:

  • Tumbuk semua bahan diatas, dengan perbandingan 1:1
  • Kemudian, bisa diaplikasi dengan pakan ransum.
  • Dan juga bisa dicekokan dengan tambahan air hangat.

3. Daun Pepaya

Cara Membuatnya:

  • Gunakan 1-2 Lembar, ditumbuk hingga halus dan merata.
  • Kemudian, peras air daun pepaya yang sudah ditumbuk.
  • Lalu tambahan air dan langsung berikan (bisa juga ditambahkan telur ayam)

4. Asam Jawa + Gula Jawa

Cara Membuatnya:

  • Asam jawa direbus hingga hancur dan menjadi larutan.
  • Kemudian, saring larutan dan tambahkan gula jawa.
  • Lalu aplikasikan ke kambing dengan cara pencekokan.

5. Mentimun

Cara membuatnya:

  • 2 buah mentimun diparut dan campurkan dengan garam, asam jawa dan air.
  • Kemudian bisa di aplikasi secara langsung.

6. Daun Talas

Cara Membuatnya:

  • Gunakan daun talas 3 lembar, garam 3 sendok. Lalu direbus hingga mendidih.
  • Jika sudah matang, gunakan larutan tersebut untuk minum kambing atau pencekokan.

7. Kencur

Cara membuatnya:

  • Kencur sebanyak 1 ons, diparut dan tambahkan kuning telur 1 butir.
  • Kemudian berikan kambing setiap 3 hari sekali.

8. Daun Buni

Cara membuatnya:

  • Gunakan buni sebanyak 5 lembang, lengkuas sebesar ibu jari, garam dapur, terasi dan air.
  • Kemudian ditumbuk hingga halus, dan tambahkan air secukupnya.
  • Lalu ramuan ini diperas dan airnya disaring dan berikan 3 hari sekali.

9. Pucuk Daun Durian

Cara membutanya:

  • Gunakan pucuk daun durian 5 lembar, daun buni 5 lembar, daun dadap serep 5 lembar, teratasi dan garam dapur.
  • Lalu haluskan, tambahkan air secukupnya dan airnya di saring.
  • Kemudian, berikan perasan tersebut kekambing 1 minggu 2 kali.

10. Obat-obatan Penambah Nafsu Makan Kambing

Jika kamu, tidak ingin menggunakan cara alternatif bisa juga menggunakan obat-obatan penambah nafsu makan kambing, misalnya Drembo Obat Penabah Nafsu Makan Kambing dan sapi, Herbadok, Gayemi dan sebagainya.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Alternatif Meningkatkan Nafsu Makan Kambing. Semoga artikel diatas berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Cara Mengatasi Penyakit Cacingan Pada Kambing

Cara Mengatasi Penyakit Cacingan Pada Kambing | Mengobati Cacingan Pada Kambing – Penyakit cacingan memang terdengar sangat menyepelekan, namun memiliki dampak yang sangat besar bagi ternak. Penyakit cacingan ini bisa menyebabkan produksi daging menurun dan bahkan mengakibatkan kematian dari beberapa kasus.

Penyebab penyakit cacingan ini di sebabkan oleh cacing gilig (Haemonchus contortus), cacing pita (Taena)  dan cacing pipih (Platyhelminthes).  Biasanya cacing tersebut melakukan penularan melalui pakan, minum, terkontaminasi telur cacing dan juga penularan melalui induk ke anaknya.

Baca: Cara Mengobati dan Mengatasi Penyakit Snot Pada Ayam

Ciri-Ciri Kambing Terkena Cacingan

Ada beberapa ciri-ciri atau kriteria kambing terkena penyakit cacingan adalah sebagai berikut:

  • Kambing akan mengalami anemia (kekurangan darah), misalnya mata berair, hidung berair, mulur berair dan kambing tampak pucat atau kusam.
  • Bobot badan kambing menurun, diakibatkan nafsu makan berkurang.
  • Gerakan kambing tidak agresif (lincah), dan tampak lesu.
  • Kambing akan selalu menundukan bagian kepalanya.
  • Bulu kambing kusam, dan mengalami kerontokan.
  • Perut tampak besar, namun bila diketuk akan kosong seperti masuk angin.
  • Kambing akan kesulitan membuang kotoran, dan akan mengalami pula mencret/diare secara terus menerus.
  • Kambing terkena penyakit cacingan akan memiliki tubuh lemah, dan selalu berbaring dilantai kandang.

Cara Mencegah/Pengendalian Penyakit Cacingan

  • Memisahkan ternak terserang penyakit cacingan di kandang tertentu.
  • Membersihkan kandang dengan optimal, baik membersihkan tempat pakan, tempat minum maupun peralatan yang digunakan untuk kambing.
  • Menyemprot insektisida, bakterisi dan fungisida berbahan aktif secara berskala bertujuan untuk menghindari penyebaran penyakit lain.
  • Membuat tempat atau lubang khusus pembuangan kotoran kambing yang tidak berdekatan dengan kandang kambing.
  • Kandang kambing sebaiknya menggunakan model panggung, untuk menghindari kelembaban, kebanjiran dan penyebaran penyakit.
  • Melakukan vaksinasi dan pemberian obat cacing secara berskala untuk menghindari penyakit yang akan menyerang kambing.

Cara Mengobati Penyakit Cacingan Pada Kambing

1. Obat Cacingan Tradisional Kambing

a. Buah Pinang

Cara membuatnya:

  • Buah pinang dihaluskan hingga halus, dan menjadi tepung.
  • Kemudian, diayak dan dijemur hingga mengering.
  • Setelah itu, berikan pada ternak kambing berumur 3 -4 bulan ke atas sebanyak 5 gr dan 10 gr untuk kambing dewasa.
  • Pemberian bisa diaplikasikan, dengan air minum.

b. Daun Kelor

Cara membuatnya:

  • 3-4 helai daun kelor yang sudah tua di bakar hingga menjadi abu,
  • Kemudian, abu tersebut di tampung di wadah.
  • Lalu bisa diaplikasikan keternak yang terserang penyakit cacingan tersebut,
  • Dicampurkan dengan air minum.

c. Daun Nenas

Cara membuatnya:

  • 2-3 daun nenas di jemur hingga kering.
  • Lalu dihaluskan hingga halus.
  • Kemudian aplikasikan dengan dosis 300 mg/ 1kg bobot kambing.
  • Yang dicampurkan kedalam air minum.
  • Jangan berikan pada kambing yang bunting.

2. Obat Cacing Kimia Kambing

Selain dapat menggunakan obat-obatan yang tradisional atau alami, kamu juga bisa menggunakan obat cacing kimia seperti obat cacing komplit,  verma-O, kalbazen-C, wormzol- B, albendazole, febendazole, oxfandazole dan sebagainya. Pemberian dilakukan dengan dosis yang sudah ditentukan.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Mengatasi Penyakit Cacingan Kambing, semoga artikel diatas dapat membantu dan bermanfaat untuk para peternak. Terima kasih.

Pengertian dan Defenisi Transfer Embrio Pada Ternak

Pengertian dan Defenisi Transfer Embrio Pada Ternak | Transfer Embrio Sapi/Kambing/domba – Pengertian transfer embrio adalah generasi kedua bioteknologi reproduksi setelah inseminasi buatan (IB). Transfer embrio merupajan salah satu proses dimana embrio (fertilized ova) dikoleksi dari alat kemanm ternak betina menjelang nidasi dan transplantasi kedalam saluran reproduksi betina lain untuk melanjutkan kebuntingan hingga sempurna, misalnya seperti konsepsi, implantasi/nidasi dan kelahiran.

Pengertian transfer embrio secara umum adalah suatu proses, mulai dari pemilihan donor, sinkronisasi birahi, superovulasi, inseminasi, koleksi embrio, penangganan dan evaluasi embrio, tranfers embrio ke ke resipien hingga sampai pemeriksaan kebuntingan dan kelahiran.

Baca: Pengertian dan Defenisi Inseminasi Buatan (IB) Pada Hewan

Transfer embrio diproduksi dapat dilakukan dua cara yaitu secara in vivo dan in vitro, adalah sebagai berikut:

1.Teknik In Vivo

Hewan betina donor akan menjalani superovulasi, yakni penyuntkan hormon gonadotropin (FSH, PMSG/CG atau HMG) berguna untuk mengandakan produksi sel telur. Sel telur yang diovulasi tersebut, akan mengalami pembuahan dan perkembangan menjadi embrio lalu ditampung atau dikoleksi untuk ditransfer pada betina resipien.

Kemudian, embrio dapat dibekukan atau dimanipulasi guna menghasilkan kembar identik/meningkatkan mutu genetik.

2.Teknik In Vitro

Pada teknik ini, sumber sel telur umumnya berasal dari ovarium yang berasal dari hewan yang telah dipotong. Dari beberapa penelitian limbah rumah potong hewan (RPH), juga dapat gunakan dalam teknik ini. Namun, bisa juga menggunakan teknik ini dengan bantuan alat ultrasonografi teknik “ ovum pick up” berguna untuk menyediakan oosit ternak unggil yang masih produktif tanpa harus menggunakan ternak yang sudah dipotong.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Pengertian dan Defenisi Transfer Embrio Ternak Sapi, Kambing dan Domba. Semoga berguna dan bermanfaat. Terima kasih

Cara Mengatasi Kambing Kembung/Masuk Angin

Cara Mengatasi Kambing Kembung/Masuk Angin – Penyakit Kembung atau masuk angin dan dikenal dengan istilah Bloat atau Tympani adalah salah satu penyakit berbahaya yang banyak dihadpi oleh peternak kambing yang disebabkan oleh beberapa faktor lingkungan, pakan dan lainnya. Penyakit tersebut akan mengakibatkan fatas bila tidak segera ditangi dengan baik.

Permasalahan penyakit masuk angin pada kambing mengakibatkan angka kematian relatif cepat, ternak kambing akan mati dengan singkat 1-2 jam setelah kambing mengalami gejala masuk angin. Perut kembung pada kambing disebabkan oleh penimbunan gas dalam perut dan akan mengakibatkan kambing merasa kesakitan, frekuensi pernafasan meningkat dan seringnya buang air besar sehingga mengakibatkan kematian relatif cepat dibandingkan dengan penyakit lain.

Baca: Cara Merawat Burung Kenari Mabung Agar Cepat Selesai

Gejala/Tanda-Tanda dan Ciri-ciri Kambing Menderita Kembung/masuk angin

  • Kambing gelisah, sakit dan sulit bernapas
  • Nafsu makan menurun
  • Perut bagian kiri akan membesar, bila di tepuk bunyi hampir menyerupai bedug/kendang
  • Ternak akan selalu mengeluarkan suara
  • Pergerakan akan melambat
  • Ketika beristirahat ternak kambing akan mengulurkan leher, agar angin dalam tubuh keluar
  • Ternak kambing akan sulit bangun ketika jatuh, dan bila dibiarkan akan mati mendadak
  • Denyut jantung melemah, selaput lendir berwarna kebiruan pada mulut

Penyebab Kambing Menderita Kembung/Masuk Angin

  • Pakan mengandung kadar air yang cukup tinggi.
  • Mengkonsumsi pakan hijauan terlalu muda
  • Mengkonsumsi pakan berasal dari biji-bijian/kacang-kacangan yang sudah dihaluskan.
  • Ternak kambing terkena hujan, saat pengembalaan.
  • Tidak adanya fasilitas penghangat di kandang.
  • Perubahan iklim musim hujan dan kemarau, sehingga kondisi suhu meningkat dan menurun mengakibatkan ternak memiliki kondisi tidak stabil.

 Cara Mengobati Kambing Masuk Angin/Kembung

  1. Cara Pertama: Lakukan pencekokan kambing dengan minuman bersoda, seperti sprite, coca cola dan sebagainya. Tambahkan dalam minuman bersoda tersebut dengan obat masuk angin, yang biasa di minum oleh manusia. Dengan perbandingan 1 botol : 2 obat masuk angin dalam bentuk pil, pencekokan dilakukan seminggu 1-2 kali sampai ternak sembuh.
  2. Cara Kedua: Lakukan pencekokan kambing dengan menggunakan jamu, biasanya menggunakan jamu sachet atau kemasan yang di konsumsi oleh manusia. Pencekokan jamu masuk angin hanya membutuhkan satu sachet/botol aqua kecil, pencekokan dilakukan seminggu 1-2 kali hingga ternak sembuh.
  3. Cara Ketiga: Lakukan pencekokan kambing dengan obat tympasol berkisar antara 30-50 ml, yang sudah dicampurkan oleh larutan air dan disikan dengan botol plastik/kaca. Pencekokan dilakukan 2 kali dalam seminggu. Bila ternak kambing belum sembuh.
  4. Cara Keempat: Lakukan pencekokan kambing dengan menggunakan minyak kelapa, dengan takaran 100-200 ml/gelas.
  5. Cara Kelima: Pemberian minyak angin/minyak kayu putih di bagian perut yang kembung/masuk angin, pemberian tidak dilakukan pemijatan tertentu melainkan hanya mengoleskan saja.

Baca Juga

 

Itulah informasi tentang Cara Mengatasi Kambing Kembung/Masuk Angin. Semoga berguna dan bermanfaat bagi para peternak kambing. Terima kasih.

Tanda-Tanda Kambing dan Domba Mau Kawin (Birahi)

Tanda-Tanda Kambing dan Domba Mau Kawin (Birahi) – Tanda kambing dan domba siap kawin memang harus diketahui oleh peternak, namun sebagian peternak belum memahami/mengetahui ternak kambing dan domba siap kawin. Oleh sebab itu, dalam kesempatan ini kami akan menjelaskan ciri-ciri kambing atau domba siap kawin baik untuk peternak pemula maupun peternak yang sudah lama beternak kambing, namun belum mengetahui/memahami  tanda kambing dan domba siap untuk dikawinkan (birahi).

Baca: Tanda-Tanda Kambing Yang Akan Melahirkan

Berikut Tanda dan Ciri Kambing dan Domba Siap Untuk Kawin (Birahi)

  1. Secara umum, kambing dan domba jantan dewasa berumur 6-8 bulan dan kambing dan domba betina dewasa 9-12 bulan sudah siap untuk dikawinkan.
  2. Alat kelamin betina terlihat membengkak dan basah.
  3. Alat kelamin betina berwarna kemarahan, berbau dan hangat bila disentuh.
  4. Nafsu makan menurun.
  5. Kambing dan domba tampak gelisah daripada biasanya.
  6. Kadang kambing dan domba menaiki sesama jenis.
  7. Dinaiki ternak pejantan kambing atau domba diam saja.
  8. Tingkah laku lebih agresif.
  9. Perlu diketahui durasi birahi hanya 18-20 jam.
  10. Apabila tidak segera dikawinkan atau tidak terjadi kebuntingan, maka birahi akan muncul kembali dalam jangka waktu 19-21 hari kemudian.

Baca Juga:

 

Demikianlah informasi tentang Tanda-Tanda Kambing dan Domba Birahi/ingin kawin, semoga informasi yang disampaikan berguna dan bermanfaat. Terima kasih