Cara Beternak Angsa Dengan Mudah

Cara Beternak Angsa Dengan Mudah – Banyak orang mengira bahwa beternak angsa merupakan hal yang tidak mudah dan kurang menguntungkan. Namun hal ini tidaklah benar, karena angsa sangat mudah beradaptasi dengan lingkungannya yang membuatnya sangat mudah diternakkan. Selain itu, angsa juga lebih tahan terhadap serangan penyakit dan virus yang menyerang ternak-ternak unggas.

Disisi lain, angsa dapat dijadikan peliharaan yang baik dipekarangan rumah. Nah, apakah anda sudah mulai tertarik dengan bisnis angsa setelah membaca sedikit pengenalan  tentang angsa ? Jika anda tertarik, silahkan anda simak ulasan berikut ini tentang cara beternak angsa untuk menghasilkan kualitas yang baik.

Baca: Klasifikasi dan Morfologi Musang (Paradoxurus hermaphroditus)

1.   Lakukan pemilihan bibit induk

Dalam pemilihan bibit induk angsa sebernarnya tergantung dari tujuan anda dalam mengembangbiakkannya. Jika anda ingin melakukan ternak angsa hanya sebagai hobi saja maka anda hanya perlu memilih bibit induk sesuai dengan keinginan anda. Namun jika anda ingin mengembangbiakkannya untuk produksi telur atau daging, maka sebaiknya anda memilih bibit dari induk yang memiliki pertumbuhan paling cepat dan dapat menghasilkan telur yang banyak.

2.   Kandang angsa

Angsa merupakan hewan unggas yang tidak betah tinggal di dalam kandang yang terbatas dan sempit seperti ayam. Oleh karena itu, sebaiknya anda membiarkan angsa berkeliaran di belakang rumah dan diberikan pembatas yang mengelilingi area yang anda gunakan untuk memelihara angsa. Yang anda butuhkan dalam pembuatan kandang angsa yaitu area tanah yang luas, pagar yang mengelilingi area ternak, kandang sebagai tempat berteduh maupun tidur serta jangan lupa meberikan tempat pakan dan minum. Sebagai acuan volume ternak dalam satu kandang, anda dapat mengira-ngira jumlahnya sesuai dengan luas kandang anda yakni 1×1 meter / ekor.

3.   Pemberian pakan angsa

Pemberian pakan angsa dapat anda lakukan 2 hingga 3 kali dalam satu hari.  Dengan komposisi pakan 15% protein ditambah dengan vitamin untuk unggas. Makanan pokok yang bisa anda berikan untuk angsa yaitu dedak atau bekatul yang dicampur dengan sayuran atau sisa makanan lainnya.

Jika anda memelihara angsa dengan tujuan untuk diambil dagingnya, sebaiknya pada saat angsa berumur 6 bulan diletakkan pada kandang yang lebih kecil. Dan porsi makanan penuh dari 3 sampai 4 minggu sebelum dikonsumsi.

Baca Juga:

Demikianlah informasi mengenai Cara Budidaya Angsa Dengan Mudah. Semoga berguna dan bermanfaat, jangan lupa share/like/komen jika anda menyukainya.

Cara Beternak Ikan Lele di Terpal

Cara Beternak Ikan Lele di Terpal Permintaan konsumen akan ikan lele saat ini terus mengalami peningkatan, apalagi dengan adanya program pemerintah yang mendukung melalui penelitian dan kampanye benih lele unggul. Sehingga, hal ini memicu banyak petani ikan untuk mengembangbiakkan ikan lele ini. Untuk menghasilkan hasil yang maksimal, budidaya ikan lele tidak bisa dilakukan hanya untuk kegiatan subsistensi saja.

Ditambah lagi dijaman modern seperti saat ini, ternak lele tidak perlu menggali tanah untuk membuat kolam ikan lele, melainkan menggunakan terpal yang lebih simpel, cepat dan mudah. Namun anda harus tahu cara-cara dan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas ikan lele. Untuk mengetahui cara-cara beternak ikan lele di kolam terpal anda dapat menyimbak penjelasan singkat berikut ini.

Baca: Cara Betenak Burung Lovebird Dengan Mudah

1. Persyaratan Kolam Terpal

Tahap pertama pembuatan kolam terpal ini adalah pencucian terpal dengan sabun untuk menghilangkan bau lem dan zat kimia lainnya yang dapat membunuh bibit ikan lele. Setelah itu dibilias dan dikeringkan. Setelah itu letakkan terpal pada area kolam da nisi dengan air hingga kedalaman 20 cm dan diamkan selama satu minggu untuk proses pembentukan lumut.

Tambahkan daun-daun seperti daun singkong atau papaya dalam kolam yang telah dibiarkan selama satu minggu tersebut. Hal ini dilakukan agar air berwarna hijau yang berguna untuk mencegah bau yang disebabkan oleh penguapan air kolam. Kemudian tambahkan air lagi hingga mencapai kedalaman 80 cm setelah ikan tumbuh dewasa. Dan jangan lupa untuk melakukan penambahan dan pergantian air.

2. Pemilihan benih

Untuk mengetahu ciri-ciri benih unggul ikan lele dapat anda simak sebagai berikut :

  • Induk terlihat aktif melakukan oksigenasi.
  • Gesit dan agresif.
  • Warna kulit lebih terang.
  • Ukuran terlihat sama rata / ideal.

3. Kapasitas benih

Untuk melakukan budidaya ikan lele dalam kolam terpal ini. Anda harus memperhatikan jumlah bibit ikan lele yang akan anda kembangbiakkan. Jangan menempatkan kapasitas ikan yang terlalu banyak dalam satu kolam, anda harus memastikan bahwa dalam kolam tersebut ikan lele dapat bergerak dan berpindah secara leluasa yakni dengan acuan 1000 benih lele / kolam yang berukuran 1,5-2 inci.

Untuk benih yang baru dibeli, jangan langsung dimasukkan ke dalam kolam tapi harus dimasukkan ke dalam wadah atau kolam budidaya selama 30 menit agar lele beradaptasi dengan lingkungan yang baru dan tidak stress. Sebaiknya penebaran benih dilakukan saat pagi atau sore hari. Karena pada waktu itu kondisi air lebih stabil. Dan jangan lupa melakukan penyortiran ikan lele yang berusia 20 hari, hal ini bertujuan untuk memisahkan antara lele yang kekurangan makanan sehingga dapat kita letakkan pada kolan yang lain agar pertumbuhan tidak terganggu.

4. Pengaturan air

Pengaturan air kolam ikan lele sangatlah penting. Karena air kolam akan berkurang karena proses penguapan akibat sinar matahari maka dari itu anda harus menambahkan volume air agar sesuai dengan posisi semula. Warna air yang baik bagi ikan lele adalah warna hijau  karena ikan lele tidak menyukai warna air yang jernih. Dan air akan berubah menjadi merah ketika ikan sudah dewasa dan siap panen.

5.  Pakan ikan

Pemberian pakan ikan lele dapat anda lakukan tiga hingga empat kali sehari tergantung dengan kebutuhan ikan lele. Biasanya ikan lele diberikan pakan berjenis sentrat ikan 781-1 yang mengandung protein 35%, lemak 10-16%, karbohidrat 15-25%, vitamin dan mineral. Namun, pemberian pakan tidak boleh berlebihan karena dapat menimbulkan berbagai macam jenis penyakit akibat pakan yang tidak termakan yang mengendap dalam air yakni ammonia beracun.

6.   Pemanenan ikan

Ikan lele dapat dipanen setelah berumur kurang lebih 90 hari. Pemanenan ikan dilakukan dengan menyortir ikan yang layak konsumsi yang berukuran 4-7 ekor / kg. Jika ukuran terlalu kecil, maka akan dipelihara kembali.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Budidaya Ikan Lele Di Terpal. Semoga berguna dan bermanfaat. Terima Kasih.

Cara Beternak Ayam Kalkun

Cara Beternak Ayam Kalkun – Ayam kalkun merupakan salah satu jenis unggasa yang bukan asli dari Indonesia, melainkan berasal dari Kanada dan sebagian dari benua Eropa. Ayam kalkun memiliki beraneka jenis dan warna bulu yang bermancam-macam. Keindahan bulu dan bentuk ayam kalkun membuatnya terkenal untuk dijadikan unggas hias. Namun, dengan posturnya yang besar juga banyak dimanfaatkan untuk ayam penghasil daging.

Ayam kalkun yang banyak di jumpai di Indonesia saat ini memiliki banyak sekali ragamnya antara lain kalkun Bronze, kalkun Putih, kalkun Royal Palm, kalkun Golden Palm, kalkun Bourbon Red, kalkun Self Buff dan kalkun yang paling mahal dibandingkan kalkun yang lainnya adalah kalkun Black Spanish. Bagaimana? Apakah anda mulai tertarik untuk berbisnis kalkun ? Untuk info lebih lengkap silahkah simak ulasan berikut ini.

Baca: Cara Beternak Ayam Pedaging (Broiler)

Cara Beternak/Budidaya Ayam Kalkun

1. Pemilihan lokasi kandang

Pemilihan lokasi kandang kalkun sebaiknya berada di daerah dengan sinar matahari yang cukup terutama waktu pagi hari. Jadi saat membuat kandang, usahakan kandang menghadap ke timur. Untuk membuat keadaan kandang selalu kering, gunakan kulit padi sebagai alas lantai dan  bersihkan sesuai dengan kebutuhan dan akan lebih baik lagi jika lantai kandang di plester dengan semen.

2. Pemeliharaan anak kalkun

Pemeliharaan anak kalkun biasanya dilakukan saat kalkun berusia 1 hari sampai 2,5 bulan. Pada usia ini, kalkun diberikan pemanas tambahan berupa lampu bolam dengan suhu kandang berkisar 30-45oC.

Jenis pakan yang diberikan adalah BR1 full pada usia 1-20 hari. Pada usia lebih dari 20 hari, anak kalkun sudah bisa diberi pakan BR1 yang dicampur dengan nasi atau dedak yang dicampurkan dengan air panas dan diberi potongan sayuran / rumput-rumputan hiaju kemudian diaduk.

3. Memelihara kalkun lanjutan

Jika kalkun sudah mencapai usia lebih dari 2,5 bulan, ayam kalkun secara fisik sudah tumbuh besar dan sudah bisa dilihat perbedaan jenis kelaminnya. Pada usia ini, kalkun sebaiknya di pindahkan di kandang yang lebih luas agar ayam kalkun lebih bebas bergerak. Lebih baik lagi jika ayam kalkun dipelihara secara bebas. Untuk pakan yang diberikan yakni untuk BR1 jumlahnya bisa dikurangi dan diganti dengan porsi bekatul dan hijauan yang diperbesar.

4. Memelihara kalkun dewasa

Pada masa ini secara seksual mulai dewasa dan siap untuk bereproduksi. Tidak jarang ada perkelahian antar kalkun jantan. Oleh karena itu, tiap pejantan kalkun harus dipisahkan. Sedangkan pada ayam kalkun betina, jika sudah terlihat menunduk maka kalkun siap untuk dikawinkan dan bertelur.

Baca Juga: 

Demikian penjelasan tentang Cara Beternak Ayam Kalkun, secara umum pemberian makan dan pemeliharaan sama saja dengan unggas-unggas ayam pada umumnya. Semoga artikel ini dapat membantu anda dalam memulai bisnis anda.

Cara Beternak Ayam Pedaging (Broiler)

Cara Beternak Ayam Pedaging (Broiler) – Beternak ayam merupakan salah satu bisnis ternak yang menguntungkan. Salah satu jenis ternak ayam yang paling menguntungkan adalah ternak ayam pedaging (broiler). Karena rasa ayam ini mampu tumbuh dengan cepat sehingga dapat menghasilkan daging dalam waktu yang relative singkat yakni antara 5-7 minggu.

Namun dari iming-iming hasil yang menguntungkan, dalam bisnis ternak ini tak lepas dari 3 faktor, yaitu: bibit, pakan dan manajemen pemeliharaan. Oleh karena itu, ketiga faktor ini perlu diperhatikan. Untuk cara-cara agar hasil lebih maksimal, mari kita simak ulasan berikut ini.

Baca: Cara Budidaya Domba

Cara Beternak

1.   Pemilihan bibit induk

Dalam pemilihan indukan ayam boiler, pilih bibit yang baik dengan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

  • Sehat dan aktif bergerak.
  • Tubuh gemuk dan bentuk tubuh bulat.
  • Bulu bersih dan terlihat mengkilat.
  • Hidung bersih.
  • Mata tajam dan bersih.
  • Lubang kotoran (anus) bersih.

2.   Kandang Ayam

Tipe kandang ayam pedaging ada 2 yaitu

  1. Bentuk Panggung

Untuk kandang tipe panggung ini lebih mudah dan lebih terjamin kebersihannya. Karena, kotoran akan langsung jatuh ke tanah dan tidak memerlukan alas kandang. Pengelolaan lebih efisien tetapi memakan biaya pembuatan kandang yang lebih besar.

  1. Tanpa Panggung (Litter)

Tipe kandang ini lebih banyak digunakan oleh peternak. Selain biaya pembuatan lebih murah, kandang jenis ini juga lebih mudah dibuat. Pada pemeliharaan, kandang ditutupi plastik untuk menjaga kehangatan sehingga energi yang diperoleh dari pakan seluruhnya digunakan dalam pertumbuhan. Kapasitas ideal kandang yaitu 8-10 ekor / m2.

3.   Pemberian Pakan

Sekitar 65-68% biaya produksi ayam broiler habis untuk biaya pakan. Dan pakan ternak yang diberikan merupakan pakan dengan rasio lengkap. Umumnya pakan ayam broiler yang diberikan berbentuk crumble untuk fase starter dan pellet untuk periode pertumbuhan (grower).

Selain pakan, ketersediaan air juga sangat penting bagi pertumbuhan ayam broiler. Oleh karena itu, anda harus menjada ketersediaan air minum. Selain itu air merupakan komponen zat gizi, pemberiannya secara khusus dipisahkan dari pakan walaupun pakan itu sendiri masih mempunyai kadar air. Air menduduki porsi 55-75 % dari berat badan ayam broiler.

4.   Manajemen kesehatan

Setiap hewan pasti ada penyakit yang menyerangnya. Oleh karena itu dalam mencegah penyakit dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu :

  1. Biosekuriti, Prinsipnya ada 3 yaitu :
  • Meminimalkan kesempatan penyakit berhubungan dengan hewan unggas,
  • Meminimalkan keberadaan penyebab penyakit dan
  • Membuat lingkungan tidak kondusif untuk kehidupan penyakit.

Biosekuriti dapat dilakukan dengan cara pemakaian masker, sarung tangan, wearpack dan sepatu, mencuci tangan dengan desinfeksi sebelum dan sesudah kontak dengan unggas, sanitasi kandang,  pembatasan lalu lintas orang yang keluar masuk kandang, pemusnahan unggas sakit / mati dengan cara dibakar kemudian dikubur 1,5 m, pemasakan daging dan telur dengan sempurna.

  1. Vaksinasi dan Vitamin

Vaksin yang digunakan adalah vaksin inaktif dengan subtipe yang sama kepada unggas sehat. Ayam broiler diberikan vaksin pada umur 4 hari dengan suntikan subkutan. Cara pemberian vaksin dapat dilakukan dengan melalui tetes mata, tetes hidung, injeksi/suntikan, atau dengan metode spray (penyemprotan halus).

5.   Sanitasi kandang

Hal yang harus dilakukan setelah panen adalah sanitasi kandang. Hal ini dilakukan agar kandang terjaga kebersihannya dan ternak tetap sehat. Sanitasi kandang dilakukan dalam beberapa tahap yaitu pencucian kandang dengan air hingga bersih dari kotoran ternak sebelumnya. Tahap kudia yaitu pengapuran di dinding dan lantai kandang. Untuk sanitasi yang sempurna selanjutnya dilakukan penyemprotan formalin untuk membunuh bibit penyakit. Setelah itu, biarkan minimal selama 10 hari sebelum ditempatkan lagi ternak yang baru untuk memutus siklus hidup virus dan bakteri yang belum mati pada proses sanitasi sebelumnya.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Budidaya Ayam Pedaging (Broiler) semoga berguna dan bermanfat. Terima Kasih.

Cara Budidaya Domba

Cara Budidaya Domba – Dengan permintaan pasar yang semakin tinggi dan modal usaha yang relative kecil, menjadikan bisnis budidaya domba menjadi salah satu peluang yang menjanjikan. Selain itu, domba juga sangat cepat dalam berkembang biak yakni dalam satu tahun bisa beranak hingga 3 kali dan sekali beranak dapat menghasilkan sampai 3 ekor.

Namun, sebelum anda mencoba budidaya domba, anda harus menetukan terlebih dahulu domba apa yang akan anda budidayakan mengingat jenis domba yang beredar banyak. Setelah anda sudah memutuskan, anda bisa menyimak cara berikut dalam budidaya domba.

Baca: Cara Budidaya Kambing

Cara Budidaya Domba

1.   Pemilihan bibit induk

Dalam memilih induk, kita haris memperhatikan indukan betina yang berkualitas, sehat, aktif bergerak, pertumbuhan bagus dan bebas dari cacat. Bibit adalah faktor penting dalam mendukung peternak agar mampu menghasilkan domba-domba berkualitas baik sehingga harga jual tinggi. Untuk lebih jelasnya, berikut syarat-syarat indukan jantan dan betina domba:

Syarat Calon Induk Betina

  • Indukan yang dibeli harus berasal dari peternak langsung.
  • Memiliki ukuran badan yang besar, dada dalam dan lebar, garis punggung dan pinggang lurus, serta bulu bersih dan mengkilap.
  • Memiliki kaki yang lurus dan kokoh, serta memiliki tumit yang tinggi.
  • Berumur lebih dari satu tahun dan telah mengalami birahi sebelum umur satu tahun.
  • Bentuk dan ukuran alat vital normal, ambingnya tidak terlalu menggantung, tidak infeksi, serta memiliki dua puting susu dengan ukuran dan posisi yang simetris.
  • Tidak ada cacat pada domba tersebut.
  • Memiliki sifat keibuan, dapat terlihat dari tingkat kejinakkan ternak dan sorot mata yang ramah.
  • Pilihlah domba yang jumlah giginya lengkap antara rahang atas dan rahang bawah. Tujuannya agar induk dapat memamah biak dengan sempurna.

Syarat Calon Induk Jantan

  • Domba jantan harus memiliki tubuh yang normal, panjang, dan besar.
  • Mempunyai dada dalam yang lebar serta kaki yang kokoh dan lurus kuat.
  • Pertumbuhannya relatif cepat.
  • Memiliki gerakan yang lincah dan terlihat ganas.
  • Alat vital normal dan simetris serta sering terlihat ereksi.
  • Tidak pernah memiliki penyakit yang serius.
  • Umur domba jantan kurang lebih 1,5 – 5 tahun.
  • Pilihlah calon induk jantan dari kelahiran kembar dan berasal dari induk dengan jumlah anak lebih dari dua ekor.

2.   Kandang Domba

Sistem kandang ternak domba ada dua tipe, yaitu kandang koloni dan kandang tunggal. Untuk kandang koloni biasanya berukuran 1 x 3 meter dan dapat menampung sebanyak 10 ekor domba. Sedangkan kandang tunggal biasanya memiliki ukuran yang sesuai dengan ukuran tubuh domba dan domba tidak bisa berbalik arah. Dan kandang ini sangat cocok untuk usaha penggemukan domba.

3.   Pemberian Pakan

Dalam pemberian makan domba yang harus diperhatikan adalah komposisi pakan. Biasanya dalam sehari domba mengkonsumsi pakan hijau seperti daun, rumput atau jerami sebanyak 10-20% dari bobot tubuhnya dan minum sebanyak 3-4 liter sehari.

Selain itu, pakan pendamping dapat menggunakan pakan konsentrat. Konsentrat berfungsi sebagai pelengkap kebutuhan sumber protein. Pakan konsentrat bisa berupa biji-bijian dan umbi-umbian atau biasanya menggunakan ampas tahu atau bekatul.

4.   Cara merawat domba

Berikut ini hal-hal yang harus anda perhatikan dalam merawat domba.

  • Menjaga kebersihan kandang secara teratur. Kotoran domba bisa dijadikan sebagai sumber pemasukan sampingan untuk dijual sebagai pupuk kandang
  • Memandikan domba agar bersih dan terhindar dari serangan penyakit, seperti cacingan dan kudis. Mandikan domba setiap satu minggu sekali. Domba yang bersih akan berdampak pada kesehatan dan nafsu makannya.
  • Mencukur bulu domba, pencukuran bisa dilakukan setiap 6 bulan sekali. Sisakan bulu dipermukaan kulit setebal 0,5 cm.
  • Merawat dan memotong kuku dengan pisau tajam yang bersih. Pemotongan kuku ini dilakukan setiap 4 bulan sekali.

 Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Beternak Domba. Semoga berguna dan bermanfaat. Terima Kasih.

Cara Budidaya Kambing

Cara Budidaya Kambing Selain daging sapi, banyak masyarakat Indonesia yang gemar mengkonsumsi daging kambing. Walau di kenal dengan bau dagingnya yang kurang sedap, namun jika diolah dengan baik maka akan mengahasilkan olahan makanan yang enak dan bikin ngiler walau cuma dengan membayangkannya saja.

Semakin banyak konsumen, tentu saja permintaan daging kambing semakin meningkat. Oleh karena itu, usaha budidaya kambing ini menjadi salah satu usaha yang menguntungkan. Selain itu beternak kambing tidaklah sulit, hanya dibutuhkan yang baik dan benar untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Berikut cara-cara budidaya kambing bagi anda para pemula.

Baca: Jenis-jenis Majas dan Contoh Majas

Cara Budidaya Kambing

1.   Pemilihan bibit induk

Ada beberapa jenis kambing potong yang sering diternakkan dan paling populer di Indonesia yaitu kambing kacang atau kambing jawa dan kambing etawa. Setelah anda menentukan kambing apa yang akan dibudidayakan, barulah memilih bibit yang bagus dengan membutuhkan ketelitian.

Sama seperti berternak yang lainnya, pemilihan bibit sangat penting. karena akan menentukan hasil yang akan kita dapatkan. Untuk penggemukan sebaiknya memilih bibit kambing antara lain

  • Pilihlah kambing yang berumur 8-12 bulan
  • Badan berukuran normal, bulu bersih dan mengkilap, garis pinggang dan punggung lurus.
  • Sehat, tidak ada cacat, dan tidak buta
  • Mata tajam, hidung dan anus bersih.

2.   Kandang kambing

Kandang kambing pada umumnya dibuat dalam bentuk panggung atau memiliki kolong. Kolong pada kandang kambing ini berfungsi untuk menampung kotoran kambing. Selain itu, juga berfungsi untuk menghindari kontak langsung antara kambing dengan tanah becek, karena bisa saja menyebabkan penyakit. Lantai kandang ditinggikan sekitar 0,5 sampai 2 meter. Tempat menyimpan makanan bisa ditempel di bagian depan dinding kandang yang diberi lubang yang bisa memuat kepala kambing untuk menjangkau ke tempat makanan dengan tinggi minimal sebahu kambing.

3.   Ukuran kandang

Ukuran kandang kambing bervariasi, harus disesuaikan dengan jumlah dan umur kambing. Antara lain :

  • Anak kambing : 1 x 1,2 m / 2 ekor (anak kambing yang sudah disapih)
  • Jantan dewasa : 1,2×1,2 m / ekor
  • Betina dewasa : 1 x 1,2 m / ekor
  • Induk dan 2 anak kambing : 1,5 x 1,5 m / ekor

4.   Pakan

Makanan utama kambing adalah tumbuhan hijau seperti rumput, daun-daunan hijau dan legum. Untuk legum dan daun-daun hijau sebaiknya dijemur terlebih dahulu selama 2 sampai 3 jam agar racun di daun hilang.

Untuk makanan tambahan biasanya diberikan konsentrat. Konsentrat yang umum digunakan antara lain ampas tahu, bekatul dan ketela pohon (diparut  kasar). Setiap ekornya kira-kira membutuhkna 3 kg konsentrat / hari dengan komposisi 40 % ampas tahu, 40 % bekatul dan 20 % ketela pohon.

Pemberian pakan tumbuhan hijau dalam sehari dilakukan 2 kali yaitu pagi dan sore hari. Berikan konsentrak ketika kambing sudah banyak mengkonsumsi tumbuhan hijau dan terlihat belum kenyang. Namun jangan berikan bersamaan dengan pakan tumbuhan hijau. Karena memiliki perbedaan nutrisi dan daya cerna.

5.   Reproduksi kambing

Kambing dapat melahirkan anak setiap 7 bulan sekali. Setelah satu bulan setelah melahirkan, kambing dapat dikawinkan kembali. Anak kambing disapih pada usia 3-4 bulan.  Kambing sudah dapat dikatakan dewasa pada umur 8 bulan. Siklus birahi kambing terjadi selama 12-21 hari. Lama birahi kambing selama  24-40 jam. Jadi ketika kambing mulai birahi, maka segera kawinkan, paling lambat keesokan harinya. Masa kehamilan kambing sekitar 5 bulan.

Baca Juga:

Demikianlah ulasan singkat mengenai Cara Beternak Kambing. Semoga berguna dan bermanfaat, bagi para peternak Indonesia. Terima Kasih.

 

Cara Beternak Ayam Bangkok Super

Cara Beternak Ayam Bangkok Super – Jika anda saat ini ingin dan berminat mencoba bisnis ternak, cobalah untuk beternak ayam Bangkok. Jangan meremehkan ternak yang satu ini, karena jika anda menekuninya apalagi hingga menghasilkan ayam Bangkok yang berkualitas, anda bisa memikat orang-orang untuk membeli ayam anda apalagi bagi orang yang hobi melakukan sambung ayam.

Cara beternak ayam Bangkok sebenarnya cukup mudah, yang perlu diperhatikan hanyalah saat pemilihan induk dan penjantan ayam Bangkok yang bagus. Untuk menghasilkan keturunan ayam dengan kualitas yang  baik, sebaiknya mengawinkan induk dan penjantan ayam Bangkok harus dalam keadaan sehat. Karena jika dalam pengawinan tersebut ada salah satu ayam sakit atau kelainan, maka akan menyebabkan keturunan ayam tersebut kurang bagus atau memiliki kelainan dan menyebabkan harga ayam Bangkok menjadi murah. Untuk mengetahui cara-cara beternak ayam Bangkok lebih lanjut, silahkan simak ulasan berikut ini.

Baca: Klasifikasi dan Morfologi Kapang

Cara Beternak Ayam Bangkok

1.   Memilih induk

Dalam pemilihan induk ayam Bangkok, kita harus memilih induk dengan kualitas yang baik. Induk dengan kualitas baik yang dimaksud adalah induk ayam dalam keadaan baik (tidak stress) dan dalam kondisi sehat serta tidak memiliki kelainan. Untuk ciri spesifik betina yang bagus yaitu memiliki bentuk kepala seperti ular.

2.   Memilih pejantan

Dalam pemilihan penjantan ayam Bangkok yang akan di kawinkan, sama saja dengan memilih induk ayam Bangkok dan selain itu, pilih ayam jantan yang memiliki permainan tarung yang bagus. Jadi pilihlah pejantan ayam Bangkok yang biasanya menang dalam laga pertarungan ayam. Untuk ciri spesifik ayam jantan yang bagus yaitu memiliki kepala ayam seperti buah pinang.

3.   Siapkan kendang umbaran

Perkawinan di kendang umbaran lebih baik dari pada di kendang dodogan, karena proses perkawinan lebih alami. Cara mengawinkan induk bisa dilakukan dengan cara kendang umbaran atau system kawin tembak yang disebut dogdogan. Cara dogdogan adalah induk betina dipegangi, lalu induk jantan akan mengawini si betina. Cara ini terkenal paling efektif dan cepat dalam menghasilkan keturunan. Induk jantan yang baik biasanya tidak terlalu sulit dikawinkan dengan cara dogdogan. Tapi jika induk jantan tidak mau dengan cara tersebut, sebaiknya induk jantan dan betina dikawinkan di dalam kendang umbaran.

Saat ayam Bangkok mulai mengengkrami telurnya, siramkan sedikit air ke induknya agar ayam Bangkok mau kawin lagi. Sehingga telur yang dihasilkan bisa lebih banyak. Tapi batas maksimal dalam satu kali pengengkraman telur adalah 3 kali. Karena jika hal itu dilakukan berlebihan akan membuat induk ayam Bangkok tidak mau mengengkrami telurnya. Pindahkan segera anak ayam jika sudah menetas, agar induk ayam Bangkok mau kawin lagi dan mulai mengengkrami telur yang baru.

4.   Menyiapkan kandang ayam

Kandang adalah salah satu kunci sukses dalam bisnis ternak ini. Kandang anak ayam sebaiknya di buat sebelum induk ayam dikawinkan, dengan tujuan agar saat menetas nanti anak ayam bisa langsung dipindahkan.

Untuk kandang ayam dewasa anda bisa membuat dalam bentuk petakan. Setiap petakan memiliki tengger, karena ayam Bangkok suka sekali bertengger. Untuk tinggi kandang sekitar 50 cm dan atapnya berongga untuk ayam Bangkok berumur 3 bulan keatas. Jangan lupa memberikan tempat makan dan minum dalam kandang.

5.   Memilih pakan ayam

Ketika anda terjun ke dunia bisnis ternak ini, jangan pernah pelit soal dana yang dibutuhkan untuk membeli pakan. Karena pemberian pakan pada ayam Bangkok harus sesuai dengan usia ayam agar tetap sehat.

Baca Juga:

Sekian penjelasan Cara-cara Beternak  Ayam Bangkok Super. Semoga artikel ini dapat membantu anda dalam memulai bisnis ternak ayam Bangkok anda.

Cara Betenak Burung Kacer

Cara Beternak Burung Kacer – Bagi kalian yang memiliki hobi memelihara burung, tidak ada salahnya kalian mengembangkan hobi menjadi sebuah bisnis. Salah satunya adalah bisni berternak burung kacer ini. Bahkan belakangan ini mulai banyak orang melakukan ternak burung kacer.

Beberapa varietas atau jenis burung kacer yang sering diusahakan antara lain kacer jawa atau Chopsycus Sechellarum, serta ternak kacek poci atau Chopsycus Saulary. Perbedaan kedua jenis kacer tersebut terletak pada bagian warna bulunya. Kacer jawa dominan memiliki bulu berwarna hitam dari mulai wilayah dada sampai kloaka. Dementara kacer poci memiliki bulu hitam hanya sampai bagian dada, sedangkan dekat kloaka pada kacer poci berwarna putih.

Baca: Teknik Pengawetan dan Pengenceran Semen

Cara Beternak Burung Kacer

1.   Persiapkan kandang ternak kacer

Dalam pembuatan kandang ternak kacer, buatlah kandang dengan ukuran panjang 100 cm, lebar 100 cm, serta tinggi 200 cm. Untuk pemilihan bahan kandang yang baik, sebaiknya menggunakan kayu balo. Karena kayu ini memiliki karakter yang keras, tahan hama rayap, serta lebih ekonomis daripada kayu jati.

Komponen yang harus ada dalam pembuatan kandang antara lain :

  1. Adanya pangkringan untuk kacer bertengger.
  2. Tempat makan dan minum yang higienis.
  3. Glodok sarang.
  4. Tumbuh-tumbuhan kecil.
  5. Tulang sotong.
  6. Kolam kecil (dapat dibuat dari cawan tanah liat atau kaleng bekas roti diisi air).

2.   Indukan ternak kacer

Untuk mendapatkan indukan yang berkualitas akan sangat menentukan hasil anakan ternak kacer anda yan berkualitas pula. Berikut ciri-ciri dari indukan kacer yang berkualitas :

  • Tidak terdapat cacat fisik.
  • Berbadan besar dan panjang.
  • Gerakan induk aktif, atraktif, gesit dam sorot mata tajam.
  • Usahakan mendapat indukan yang sedang mengalami periode kawin yaitu kurang lebih berusia 10 bulan.
  • Usahakan memilih indukan yang rajin berkicau.

3.   Tahap perjodohan ternak kacer

Setelah memilih calon indukan yang berkualitas, tahap selanjutnya adalah proses perjodohan indukan jantan dan betina. Masukkan indukan kacer jantan dan betina dalam satu kandang penangkaran. Biarkan mereka melakukan proses perkawinan dan amati sampai kedua induk terlihat akur. Di dalam perihal ini, si jantan dapat berkicau terus-terusan dan ditanggapi oleh si betina yang hinggap di dasaran sangkar.

4.   Periode bertelur ternak kacer

Setelah kedua indukan dimasukkan ke dalam penangkaran yang sama, maka indukan betina akan mulai bertelur dengan jumlah kurang lebih 2 – 3 telur dalam sekali periode musim bertelur burung kacer.

Pada periode setelah perjodohan dan sebelum bertelur, kandang harus selalu tersedia tulang sotong karena tulang sotong sangat baik dalam pembentukan cangkang telur kacer agar kuat dan piyik kacer tidak lahir cacat. Umunya, indukan kacer mengerami telurnya selama kurang lebih 2 minggu. Setelah piyik menetas, jangan lupa menambahkan kroto dan juga jagkrik di dalam kandang ternak kacer agar si betina dapat memberikan makan kepada piyik tersebut.

5.   Tahap meloloh piyik

Bagi anak kacer atau piyik membutuhkan waktu 3 – 4 minggu untuk mendapatkan makanan dari induknya hingga piyik bisa makan sendiri. Jadi pada tahap ini, jangan sampai anda kehabisan stok kroto, belalang, maupun jangkrik agar si betina tidak kebingungan untuk mencari makan piyik.

6.   Tahap mensapih piyik

Pada tahap ini, pastikan piyik sudah bisa makan sendiri serta indukan mulai ematuki anaknya saat anaknya mendekat. Karena itu menandakan bahwa indukan siap untuk bertelur dan piyik harus dipisahkan dari induknya.

Setelah dipisahkan, beri makan anak kacer dengan voor, kroto, jangkrik, maupun belalang. Setelah dewasa dan kacer mulai berkicau, menandakan bahwa kacer siap untuk dipanen.

Baca Juga:

Demikian informasi mengenai Cara Beternak Burung Kacer yang dapat kami sampaikan, semoga dapat menambah wawasan bagi anda yang ingin memulai usaha burung kacer ini.

Cara Beternak Ayam Petelur

Cara Beternak Ayam Petelur – Telur ayam merupakan salah satu sumber protein hewani yang sangat baik dan murah untuk dikonsumsi sehari-hari. Usaha bisnis telur ayam juga sangat menjanjikan mengingat tingkat permintaan pasar selau tinggi perharinya. Tingginya permintaan kebutuhan telur merupakan tantangan bagi peternak ayam petelur sebagai usaha untuk bisa menyuplai kebutuhan tersebut.

Bagi anda yang tertarik untuk memulai bisnis ini, apakah anda sudah mengerti cara-cara memelihara ternak ayam petelur untuk menghasilkan telur dengan hasil yang memuaskan? Jika belum anda akan sangat terbantu dengan menyimak artikel berikut ini.

Baca: Cara Budidaya Kerbau 

Cara Beternak Ayam Petelur

Dalam beternak ayam petelur ada beberapa hal yang harus anda perhatikan, antara lain :

1. Bibit ayam petelur

Bibit ayam petelur ada dua macam jenis bibit yang sudah lama dibudidayakan oleh peternak-peternak ayam petelur. Yang pertama adalah ayam jenis gemuk atau berat atau yang biasa  disebut dengan ayam medium. Jenis yang kedua adalah ayam petelur putih dengan ciri-ciri memiliki bobot yang lebih ringan, kurus dan ramping. Ayam petelur biasanya dapat memproduksi hingga 300 butir telur / ekor dalam satu tahun. Selain itu, ayam petelur juga memiliki kelemahan yaitu sangat sensitive dengan keributan hingga membuat ayam mudah kaget dan stress sehingga mengakibatkan jumlah produksi telurnya menurun.

2. Kandang ayam petelur

Kandang ayam petelur harus dilengkapi berbagai hal pendukung yang dipakai untuk memudahkan aktifitas ayam petelur. Hal yang harus ada di kandang ayam petelur yaitu dibuat dengan system panggung, terdapat tempat untuk pengumpulan telur, tempat pakan dan minum ayam. Selain itu, anda harus memperhatikan kebersihan kandang ayam agar tidak mempengaruhi kesehatan ayam dan mencegah hal-hal yang menimbulkan bibit penyakit pada ayam.

3. Pakan ayam petelur

Pakan ayam petelur merupakan salah satu faktor terpenting dalam usaha ini. Pemberian pakan dapat anda lakukan dengan durasi 3 kali sehari dan jangan lupa untuk memberikan minum juga. Untuk pakan ayam petelur, anda bisa memberikan jagung yang sudah digiling, sentrat atau tepung ikan. Selain itu anda juga harus memberikan takaran makan dengan tepat dan sesuai dengan umur ayam.

4. Pemberian vaksin dan obat

Pemberian vaksin dan obat pada ayam berfungsi untuk menjaga ayam agar tetap sehat dan terhindar dari serangan bibit penyakit. Pemberian vaksin pada ayam petelur dibagi menjadi 2 macam yaitu :

  1. Vaksin aktif yaitu vaksin yang mengandung virus hidup. Vaksin ini memiliki kelebihan membuat kekebalan tubuh lebih lama dibandingkan vaksin inaktif.
  2. Vaksin inaktif yaitu vaksin yang mengandung virus yang telah dimatikan tanpa merubah struktur antigenik hingga mampu membentuk zat kebal. Vaksin ini lebih baik disuntikkan pada ayam yang diduga sakit.

5. Hasil panen

Telur ayam sebaiknya dipanen selama 3 kali dalam sehari. Hal ini bertujuan agar kerusakan yang disebabkan oleh virus dan bakteri dapat diminimalisirkan. Pengambilans pertama pada pukul 10.00-11.00, kedua pukul 13.00-14.00 dan pengambilan ketiga pukul 15.00-16.00 sambil mengecek keadaan seluruh kandang. Selain itu, ayam petelur dapat menghasilkan daging ayam dari ayam yang sudah tua dan kotoran ayam yang dijual dalam bentuk organic.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Beternak/Budidaya Ayam Petelur semoga berguna dan Bermanfaat. Terima Kasih.

Cara Budidaya Kerbau

Cara Budidaya Kerbau – Dalam usaha pernakan memiliki banyak ragam jenisnya, salah satunya adalah budidaya ternak kerbau ini. Apakah kalian pernah mendengar seekor kerbau yang cukup menghebohkan bernama Horizon ? Sebab kerbau dari Afrika Selatan ini memiliki harga yang tidak main-main. Horizon saat ini memiliki nilai yang ditaksir sebesar 8,5 juta pounsterling atau sekitar Rp. 153 Miliar.

Lalu, untuk menghasilkan kerbau yang bernilai tinggi bagaimana ? Karena jika kita perhatikan, diwilayah Indonesia khususnya daerah pedesaan banyak sekali orang yang memelihara kerbau. Untuk itu mari kita bahas satu-persatu langkah-langkah dalam beternak kerbau yang baik.

Baca: Cara Mengatasi Berak Kapur Pada Ayam

Cara Budidaya Kerbau


1. Pemilihan bibit induk

Betina kerbau dapat melahirkan anak setiap tahun. Selang waktu beranak adalah 12-18 bulan. Anak yang lahir merupakan produksi potensial bagi pengembang usaha. Dalam pemilihan bibit kerbau banyak sekali jenisnya antara lain :

  1. Kerbau Murrah è berasal dari India, berwarna hitam atau kelabu kehitaman.
  2. Kerbau Nilli / Kerbau Ravi è berasal dari India, berwarna coklat atau coklat tua.
  3. Kerbau Surti è berasal dari India, berwarna hitam atau coklat.
  4. Kerbau Belang / Kerbau Todong Bonga è berasal dari Sulawesi Selatan / Toraja, memiliki produksi susu ± 3 liter / hari.
  5. Kerbau Lokal è berwana abu-abu, berasal dari Sumba, Bali, Kalimantan dan Sumatera, produksi susu ± 2 liter / hari.

Untuk pemilihan bibit kerbau yang bagus, anda harus memperhatikan beberapa faktor antara lain berat badan saat lahir, berat saat sapih, pertambahan berat dan kriteria lainnya seperti jumlah menang perlombaan. Namun, hal yang paling penting adalah dari segi kesehatannya yang memiliki ciri-ciri seperti di bawah ini :

  • Matanya terlihat putih bersih
  • Kulitnya terlihat bercahaya dan tidak terlihat luka di kulitnya seperti kurap.
  • Tubuhnya terlihat gemuk yang menandakan kerbau itu sehat dan doyan makan.
  • Hidungnya tidak beringus, ya walaupun beringus usahakan cari yang sedikit ingusnya.
  • Tidak terlihat cacat baik itu fisik maupun mental.
  • Kerbau yang jantan memiliki alat kelamin dan kakinya harus yang kuat.
  • Kerbau betina mempunyai alat kelamin yang normal serta ambingnya baik.

2. Kandang Kerbau

Kandang yang baik untuk kerbau terletak jauh dari pemukiman yang ramai penduduk untuk menghindari bau kotoran kerbau. Kandang juga harus mampu melindungi kerbau dari serangan hama dan lengkapi kandang dengan tempat makan dan minum serta tempat pembuangan dan penampungan kotoran.

Ukuran kandang kerbau bervariasi antara lain :

  • Dewasa = 1,5 x 3 meter / ekor
  • Anak = 1 x 0,8 meter / ekor
  • Kandang jepit = 1,2 x 0,55 x 1,5 meter / ekor

3. Pemberian Pakan

Ada beberapa macam makanan untuk kerbau yakni pakan hijauan dan pakan tambahan / konsentrat. Berikut beberapa jenis pakan hijau adalah :

  • Rumput Gajah
  • Rumput Raja
  • Rumput Setaria
  • Rumput Benggala
  • Rumput Lapangan

Kacang-kacangan antara lain :

  • Lamtoro
  • Glirisidia (Gamal)
  • Turi

Limbah pertanian antara lain :

  • Jerami Padi
  • Jerami Jagung
  • Jerami Kedelai
  • Jerami Kacang buah

Ransum Campuran juga bisa diberikan sebagai pakan:

  • Hijauan = 35 – 50 Kg (terdiri dari 70% rumput-rumputan dan 30% kacang-kacangan)
  • Konsentrat = 2- 5 Kg/hr/ekor (terdiri dari dedak halus, bungkil-bungkilan)

4. Kesehatan kerbau

Walau pada umumnya kerbau lebih tahan penyakit, namun kesehatan kerbau juga harus kita perhatikan. Karena ada beberapa penyakit khusus yang sering mengincar kerbau antara lain antrax, brucellosis, penyakit ngorok dan penyakit kuku dan mulut.

5. Panen dan pasca budidaya ternak kerbau

Kerbau di panen saat sudah cukup umur dan mencapai berat maksimal dan menghasilkan produk berupa daging, kulit, susu dan lain-lain. Penanganan pascapanen berternak kerbau adalah dengan memelihara anak kerbau setelah umur penyapihan untuk dijadikan bibit (induk). Sementara anak yang kurang baik dapat dibesarkan atau langsung dijual.

6. Hasil panen tambahan

Kotoran ternak kerbau dapat dijual sebagai pupuk organik, pupuk kompos dan sumber energi.

Baca Juga:

Demikianlah ulasan singkat mengenai Cara Budidaya Ternak Kerbau, semoga berguna dan Bermanfaat. Terima Kasih.