10 Cara Merawat Anakan Merpati Agar Cepat Besar dan Terbang

10 Cara Merawat Anakan Merpati Agar Cepat Besar dan TerbangPiyik merpati (anakan merpati) yang barus menetas harus segera di lakukan perawatan dan pemeliharaan yang tepat dan benar. Jika tidak piyik merpati akan mati, dan juga mengalami beberapa gangguan kesehatan.

Baca: 10 Cara Memilih Bibit Ikan Nila Bagus dan Cepat Besar

Merawat piyik merpati memang terlihat sangat muda, namun bagi beberapa peternak akan sangat menyulitkan sehingga anakan burung merpati mudah mati dengan cepat. Berikut ini kami akan membantu cara merawat anakan burung merpati agar cepat besar dan terbang dengan baik.

1. Pisahkan Induk Betina

Hal pertama yang harus dilakukan setelah fase penetasan adalah memisahkan induk betina kekandang lain, namun pejantan tetap berada di kandang. Hal tersebut karena induk betina, agar bisa mengerami dan bertelur kembali di kandang lainnya.

2. Buatlah Sangkar Dengan Baik

Hal kedua yang harus diperhatikan dalam merawat anak merpati adalah sangkar. Buatlah sangkar atau perbaiki sangkar yang dibuat oleh indukan yang lebih tebal atau terlapisi oleh jerami atau rumput kering agar lebih hangat untuk anakan merpati.

3. Menjaga Suhu Sangkar Tetap Hangat

Hal ketiga yang harus diperhatikan dalam merawat anak merpatai adalah menjaga suhu sangkar agar tetap hangat. Oleh karena itu, anda sebaiknya meletakan thermometer kedalam kandang area anakan merpati.

4. Menghindari Kontak Sinar Matahari Secara Langsung

Hal Keempat yang harus diperhatikan dalam merawat anakan merpati adalah menghindari kontak langsung sinar matahari. Hindari kandang atau sangkar dari paparan secara langsung, karena anakan belum memiliki bulu dan memiliki permukaan tubuh yang relative besar terhadap bereat badannya.

5. Menghindari Ketidaknyamanan Anakan Burung

Hal kelima yang harus diperhatikan dalam merawat anak merpati adealah menciptakan kenyamanan anak merpati. Biasanya letakan kandang yang jauh dari keramaian, jauhkan dari burung atau binatang lainnya dan menjaga kebersihan kandang.

6. Mancatat Perkembangan Anak Merpati

Hal keenam yang harus diperhatikan dalam merawat anak merpati adalah memantau perkembangan dengan cara mencatatan. Menimbang berat badan dan memastikan bahwa anakan merpati memiliki berat serta perkembangan yang meningkat.

7. Membiarkan Anakan belajar Terbang

Hal ketujuh yang harus diperhatikan dalam merawat anak merpati adalah membiarkan anakan terbang di kandang, namun sebaiknya berilah kandang besar untuk agar anakan merpati dapat belar terbang dengan baik. Biasanya burung belajar terbang selama 5-15 hari.

8. Cara Pemberian Pakan

Hal kedelapan yang harus diperhatikan dalam merawat merparti  adalah cara  pemberian pakan anak merpati, biasanya pemberian pakan bisa dilakukan setelah 10-15 hari setelah penetasan. Untuk 0-10 hari, pemberian pakan terhadap anakan diberikan langsung oleh induknya. cara pemberian pakan, biasanya disuapin atau dilolohin dengan cara manual sedikit demi-sedikit. Pemberian pakan ini dilakukan 2 kali dalam sehari pada pagi hari dan sorte hari.

9. Jenis Pakan yang diberikan

Hal kesembilan yang harus diperhatikan dalam merawat anak merpati adalah jenis pakan yang diberikan. Biasanya memnberikan pakandengan kandungan tinggi seperti millet (campuran beras merah dengan jagung, kacang tanah, kedelai, kacang hijau dan juga pellet burung yang dilembutkan dengan air).

10. Pemberian Antibiotik dan Suplemen

Hal kesepuluh yang harus diperhatikan dalam merawat anakan merpati adalah pemberian antibiotic yang dapat diterapkan pada air minum maupun mencampurkan ke pakan. Pemberian antibiotic ini biasanya ketika umur anakan  merpati 3-4 minggu. Sedangkan, suplemen pemberian pakan bisa dilakukan 1 minggu 1 kali atau 2 kali, yang bertjuan untuk meningkatkan nafsu makan, mempercepat pertumbuhan dan juga mempercepat burung terbang dalam jangka pendek.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang 10 Cara Merawat Anakan Merpati Agar Cepat Besar dan Terbang. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

 

17 Ciri – Ciri Burung Kenari Mau Bertelur

Ilmupeternakan.web.id |17 Ciri – Ciri Burung Kenari Mau Bertelur – Peternak burung merupakan prospek yang sangat menjanjikan, dalam pemeliharaan hal yang sangat penting adalah mengetahui kapan burung peliharaannya bertelur. Dengan mengetahui, kapan burung akan bertelur maka perlu melakukan beberapa persiapan seperti, makanan, kandang, perawatan dan sebagainya untuk memudahkan dalam pemeliharaan.

Baca: Cara Ternak Burung Kenari Untuk Pemula

Untuk dapat memberikan kualitas telur yang baik harus melakukan persiapan yang baik juga, agar telur menetas dengan baik tidak busuk, pecah atau lainnya. Untuk itu, peternak burung harus mengetahui ciri –ciri burung kenari yang mau bertelur, antara lain;

1. Burung Kenari Betina Lebih Gelisa

Ketika burung kenari mau bertelur, dipastikan akan memiliki  perubahan  fisik atau lainnya. Perubahan fisik, ditandai dengan  perubahan bentuk tubuh, warna, atau penambahan bobot badan.  Perubahan tersebut membuat burung kenari betina akan cenderung gelisah dibanding biasanya. Misalnya, mondar-mandir dalam kandang, atau terbang tidak jelas dan selalu kicau.

2. Mengumpulkan Jerami

Burung kenari yang mau bertelur, juga akan memiliki sifat yang cenderung akan sering mengumpulkan jerami untuk membuat sangkar pengeraman dan penetasan telur. Hal tersebut bertujuan untuk membuat kehangatan, kenyaman untuk telur yang akan ditetaskan oleh induk betina.

3. Berkurangnya Aktivitas Gerak

Burung kenari betina yang ingin bertelur, akan terlihat tidak melakukan aktivitas gerak yang di lakukan biasanya. Penurunan aktivitas ini akan tampak, seperti berkurangnya aktivitas terbang, berlarian dan sebagainya.

4. Nafsu Makan Berkurang

 Burung kenari betina yang ingin bertelur, akan memiliki penurunan nafsu makan yang akan terlihat dalam penyantapan pakan yang diberikan. Walaupun ciri ini bukan ciri yang utama, dan bisa jarang terjadi, akan tetapi ini bisa menjadikan salah satu indikator bahwa burung kenari akan bertelur.

5. Perut Membesar

Buurng kenari betina yang ingin bertelur, jika sering dilakukan pengamatan seiring waktu akan tampak perubahan ukuran perut berbeda dari biasanya. Burung kenari yang akan bertelur akan memiliki perut yang tampak besar.

6. Menolak Untuk Kawin Kembali

Salah satu ciri burung kenari ingin bertelur adalah usaha untuk menolak perkawinan yang ingin dilakukan burung jantan. Hal tersebut dikarenakan di dalam perut betina sudah terdapat benih/telur dan sudah tidak mengalami birahi sehingga tidak ingin dikawini oleh burung kenari jantan.

7. Mencari Tempat Yang Aman

Salah satu ciri burung kenari ingin bertelur adalah indukan betina mencari tempat aman untuk melindungi telur atau anakan yang akan ditetaskan. Oleh sebab itu, burung kenari betina mencari tempat aman untuk menelurkan telur yang ada didalam perutnya.

8. Mencari Tempat Hangat

Salah satu ciri burung kenari ingin bertelur adalah indukan betina mempersiapkan pengeraman yang hangat dan nyaman sehingga akan mempermudahkan dalam peneluran, penetasan anakan yang akan ditetaskan. Oleh sebab itu, burung kenari mencari tempat hangat dan aman untuk menetaskan telur agar suhu tubuh anakan yang ditetaskan tetap dalam keadaan hangat.

9. Bersifat Lebih Agresif

Ciri lain burung kenari ingin bertelur adalah meningkatnya  agresivitas yang dimiliki pada lingkungan sekitar atau sesama jenis burung. Perubahan ini merupakan ciri kenari ingin bertelur, yang selalu berprilaku hati-hati guna untuk mengeluarkan telur, dan menetaskan telur.

10. Dikejar-kejar Bvurung Jantan  (Sudah Melalui Masa Giring)

Ciri burung kenari ingin bertelur adalah sudah melalui masa giring sebelumnya. Masa giring adalah masa ketika burung jantan mengejar burung betina untuk melakukan perkawinan tetapi sebelumnya sudah melakukan perkawinan. Biasanya tidak lama setelah masa giring burung kenarin betina akan mengeluarkan telurnya. Tetapi bisa jadi setelah masa giring burung kenari betina masih ingin melakukan perkawinan sehingga dia akan bertelur setelah masa perkawinan yang kedua.

Adapun Ciri-Ciri Lain Burung Kenari Ingin Bertelur;

  • Menyerang lingkungan sekitar bila tidak ada tempat yang cocok untuk bertelur
  • Menyerang binatang atau tangan manusia yang berusaha untuk menyakiti atau menjahilinya.
  • Lebih waspada dan selalu berhati-hati terhadap lingkungan.
  • Lebih sering duduk dan tampak diam di kandang.
  • Tidak mau terbang, khususnya burung kenari betina yang sulit mengeluarkan telur.
  • Mengalami konstipasi, khusunya burung kenari betina yang sulit mengeluarkan telur.
  • Terlihat seperti sakit, khusunya burung kenari yang sulit mengeluarkan telur.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang 17 Ciri – Ciri Burung Kenari Mau Bertelur . Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat serta menambah wawasan anda. Terima kasih.

6 Cara Meningkatkan Birahi Burung Kacer Agar Cepat Bertelur

6 Cara Meningkatkan Birahi Burung Kacer Agar Cepat Bertelur Istilah birahi adalah dimana keadaan burung sudah siap fisik atau mental untuk melakukan hubungan perkawinan/seksualitas antara burung jantan dan betina melalui perjodohan.

Baca: 6 Jenis Pupuk Dasar Untuk Tanaman Cabe

Dalam upaya peningkatan birahi terhadap burung kacer, peternak harus melakukan beberapa hal untuk dapat meningkatkan birahi secara optimal agar cepat bertelur, antara lain:

1. Jodohkan Kacer Jantan dan Betina

Cara ini memang sangat sederhana dilakukan, dalam upaya meningkatkan birahi burung kacer. Cara ini dilakukan dengan mendekatkan kandang jantan dan betina secara hadap-hadapan, bila sudah menunjukan tanda birahi lakukan penggabungan satu kandang untuk proses perkawinan.

2. Lakukan Penjemuran Burung Kacer

Penjemuran burung sangat efektif untuk dapat meningkatkan birahi, namun apabila penjemuran berlebihan dapat menyebabkan burung mengalami over birahi. Biasanya penjemuran dilakukan 1 jam/hari, namun bisa juga menambahkan durasi penjemuran burung kacer menjadi 1,5 – 2jam/hari.

3. Tambahkan Porsi Ekstra Food (EF)

Cara ini memang sederhana dan sangat efektif untuk meningkatkan birahi dalam waktu singkat. Biasanya dilakukan, dengan cara sebagai berikut:

  • Menambahkan EF sebesar 50%, dari biasanya.
  • Biasanya memberikan pakan 3 ekor jangkrik pada pagi dan soer hari, sekarang bisa memberikan 4-5 ekor pada pagi dan sore hari.
  • Jenis ekstra food yang diberikan, yaitu kroto, jangkrik, ulat hongkong, ulat bambu dan belalang hijau.

4. Memberikan Suplemen & Vitamin

Pemberian suplemen sangat membantu, untuk mempercepat birahi padsa burung kacer. Suplemen meningkatkan birahi burung kacer, biasanya yang diberikan yaitu; Sarang walet, Obat Macet Breeding Herbal, Hi-Vit Nutribird Vitamin, Teluro Embrio dan sebagainya.

5. Pemeriksaan Secara Medis

Untuk dapat meningkatkan birahi burung kacer, perlu dilakukan tindakan medis secara tepat mulai dari pemeriksaan, vaksinasi, dan penyuntikan obat-obatan untuk meningkatkan hormon seksualis burung kacer biasanya dilakukan pada dokter hewan khusus unggas.

Baca Juga: 

Demikianlah informasi tentang 6 Cara Meningkatkan Birahi Burung Kacer Agar Cepat Bertelur . Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

10 Cara Menambah Nafsu Makan Burung Murai Batu

10 Cara Menambah Nafsu Makan Burung Murai BatuBerkurangnya nafsu makan pada burung membuat, kualitas kicauan menurun dan bahkan kondisi burung tidak sehat. Sehingga harus segera dilakukan upaya meningkatkan nafsu makan burung murai batu dengan efektif.

Baca: 8 Cara Membedakan Bibit Kelapa Sawit Jantan dan Betina

Ada beberapa cara upaya meningkatkan nafsu makan burung murai batu, agar cepat makan atau nafsu makan, antara lain:

1. Menghindari Penggunaan Obat-Obatan

Pemilik burung biasanya membuat kesalahan, dalam penggunaan obat-obat sehingga membuat turunnya nafsu makan. Biasanya penggunaan obat-obatan yang terlalu keseringan akan membuat burung engan untuk memakan makanannya.

2. Kenali Jenis Makanan Burung Dengan Baik

Agak nafsu makan burung tetap terjaga dengan baik, sebaiknya pemiliki burung kicau mengenalai semua jenis makanan burung. Beberapa jenis makanan sehat burung, antara lain:

  • Biji-bijian
  • Milet
  • Jagung manis
  • Oats
  • Juwawut
  • Biji sawi
  • Jangkrik
  • Dan buah-bauahan

3. Memberikan Vitamin B Komplek

Vitamin B Komplek adalah jenis vitamin untuk meningkatkan nafsu makan, dan mencadangkan konsumsumsi karbohidrat sehingga menjadi energi.

4. Perhatikan Waktu Pemberian Makan

Waktu pemberian makan pada burung harus diatur dengan bai, sehingga kondisi burung akan tetap stabil. Biasanya pemberian pakan yang baik dilakukan pada pagi dan sore hari.

5.Pastikan Burung  Tidak Kekurangan Air

Burung yang dehidrasi atau kekurangan akan sangat berbahaya untuk kesehatan burung, namun juga akan menyebabkann berbagai penyakit muncul dan menurunkan nafsu makan. Pastikan air pada wadah burung tidak habis, agar burung tidak dehidrasi dan bila air sudah habis atau kotor lakukan pergantian air secara rutin.

6. Perhatikan Tanda Depresi Pada Burung

Burung yang tidak mau makan biasanya disebabkan oleh depresi atau stres, seperti keadaan kandang terlalu sempit, suara yang berlihan di areal kandang atau gangguan binatang sehingga menyebabkan nafsu makan menurun. Agar depresi hilang, lakukan perpindahan kandang di tempat aman dan nyaman sehingga nafsu makan burung akan tetap terjaga.

7. Menghindari Memberikan Makanan Tertentu

Burung adalah hewan yang snagat mudah menyukai jenis makanan tertentu, oleh sebab itu burung akan sangat sulit untuk mengkonsumsi makanan tertentu. Namun ada juga jenis burung yang menyukai jenis makanan, tetapi butuh adaptasi makanan terlebih dahulu.

8. Tidak Memberikan Makanan Yang Berlebihan

Pemberian makan yang berlebihan burung akan mudah melakukan penolakan, dan bosan. Sehingga lambat laun akan membuat burung engan untuk mengkonsumsinya kembali. Dalam hal ini perlu diperhatikan dalam takaran pemberikan makan pada burung.

9. Lakukan Pembersihan Kandang Secara Teratur

Kandang Burung yang terlalu kotor, sisa makanan yang menumpuk sehingga burung tidak nyaman dan menyebabkan nafsu makan menurun. Oleh sebab itu, sebaiknya perhatikan kandang agar tetap bersih. Bersihan 2-3 kali sehari dan semprot dengan larutan bakterisida  agar menghambat pertumbuhan atau seranggan penyakit.

10. Menggunakan Suplemen Penambah Nafsu Makan

Hal ini sangat mampu mengatasi untuk meningkatkan nafsu makan burung, biasanya  menggunakan suplemen ebot vit, vitavit, oriq jaya burung, vitagrow, moncer 1 dan sebagainya.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang 10 Cara Menambah Nafsu Makan Burung Murai Batu. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

 

14 Cara Membedakan Burung Gereja Jantan dan Betina

14 Cara Membedakan Burung Gereja Jantan dan BetinaBurung gereja (burung pingai) merupakan jenis burung pipt berukuran kecil yang berasal dari keluarga Passeridae.  Burung geraja berasal awal mulanya berasal dari Eropa, Afrika, dan Asia, kemudian menyebar di Australia dan Amerika Serikat.

Baca: 12 Cara Membedakan Burung Kutilang Jantan dan Betina

Habitat burung geraja umumnya di alam bebas, namun kebanyakan ditemukan dalam kota dalam jumlah yang sangat besar. Sehingga sangat sulit, dalam menentukan burung gereja jantan dan betina. Berikut ini ada beberapa ciri-ciri burung gereja jantan dan betina yang dapat mempermudahkan dalam menentukan jenis kelamin burung gereja.

Ciri-Ciri Burung Gereja Jantan

  1. Postur tubuh burung gereja jantan lebih ramping dan tampak panjang, dibandingkan gereja betina.
  2. Kicauan burung gereja jantan, lebih panjang apabila dilakukan pemasteran/pelatihanan.
  3. Bagian pada sayap dan berwarna kecoklatan, sisi tenggorokan berwarna kehitaman, sisi bagian bawah berwarna putih abu-abu, dan bagian kaki berwarna putih kekuningan,
  4. Memiliki paruh yang kuat dan berwarna hitam pekat, serta mata dan area berwarna hitam.
  5. Ekor burung gereja pendek, sekitar 2-4 cm.
  6. Memiliki sifat agresif, terhadap lawan jenis.
  7. Bila dilakukan perabaan organ reproduksi akan tampak menonjol dan tampak, bagian ini terdapat di dekat anus.

Ciri-Ciri Burung Gereja Betina

  1. Postur tubu burung gereja betina tampak gemuk, dibandingan gereja jantan.
  2. Kicuan burung gereja betina, lebih pendek mesti dilakukan pemasteran/pelatihanan.
  3. Bagian pada sayap dan berwarna coklat muda, sisi tenggorokan berwarna coklat kekuningan, sisi bagian bawah berwarna putih abu-abu, dan bagian kaki berwarna putih kekuningan,
  4. Memiliki paruh kutan dan berawarna hitam tidak terlalu pekat, serta mata dan area mata berawarna hitam.
  5. Ekor burung gereja betina pendek, sekitar 2-3 cm.
  6. Memiliki sifat tidak terlalu agresif, terhadap lawan jenis.
  7. Bila dilakukan perabaan organ reproduksi akan tampak lebih rata, dan tidak menonjol seperti burung gereja jantan.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang 14 Cara Membedakan Burung Gereja Jantan dan Betina. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

12 Cara Membedakan Burung Kutilang Jantan dan Betina

12 Cara Membedakan Burung Kutilang Jantan dan Betina Kutilang (Pycnonotus aurigaster)  atau dikenal dengan “Cucak kutilang” merupakan jenis burung pengicau yang berasal dari suku Pycnonotidae. Burung kutilang memiliki beberapa sebutan, orang Sunda menyebutnya cangkurileung  dan orang Jawa menyebutnya ketilang atau genthilang, sedangkan burung kutilang dalam bahasa Inggris disebut  Scooty headed Bulbul.

Baca: Cara Membuat Pakan Alternatif Kelinci dari Ampas Tahu

Ciri umumnya memiliku ukuran sedang dengan panjang total sekitar 20-30 cm, sisi atas tubuh ( pungggung, ekor) berwarna coklat kelabu, sisi bawah (tenggorokan, leher, dada dan perut) putih keabu-abuan dan bagian atas kepala, mulai dari dahi, topi atau jambul berwarna hitam serta bagian iris mata berwarna merah, paru dan kaki berwarna hitam. Adapun cara membedakan burung kutilang jantan dan betina, berdasarkan ciri-ciri lain yang dimiliki yaitu:

 Ciri-Ciri Burung Kutilang Jantan

  1. Postur tubuh kutilang jantan lebih ramping dan panjang, dibandingkan kutilang betina.
  2. Kicauan/suara kutilang jantan lebih panjang saat berkicauan dan tidak terputus-putus.
  3. Jambul pada kutilang jantan, lebih panjang dibandingkan kutilang betina.
  4. Bentuk kepala kutilang jantan lebih besar, dibandingkan kutilang betina.
  5. Bagian sisi atas tubuh (punggung, ekor), sisi bawah (tenggoroka, leher, dada dan perut), memiliki warna jelas berwarna coklat kelabu dan putih keabu-abuan serta bagian atas kepala, dahi, atau jambul berwerna hitam lebih terang dibandingkan dengan betina.
  6. Bila dilakukan perabaan organ reproduksi, kutilang jantan akan tampak menonjol dekat anus.

Ciri-Ciri Burung Kutilang Betina

  1. Postur tubuh kutilang betina tampak bulat dan gemuk, dibandingkan dengan kutilang jantan.
  2. Kicauan/suara kutilang betina lebih pendek saat berkicau dan terputus-putus.
  3. Jambul pada kutilang betina, lebih pendek dibandingkan kutilang jantan.
  4. Bentuk kutilang betina tampak kecil, dibandingkanb kutilang jantan.
  5. Bagian sisi atas tubuh (punggung, ekor), sisi bawah (tenggoroka, leher, dada dan perut), memiliki warna kurang jelas berwarna coklat kelabu dan putih keabu-abuan serta bagian ataskepala, dahi, atau jambul berwerna hitam kurang terang/agak kusam dibandingkan kutilang jantan.
  6. Bila dilakukan perabaan organ reproduksi, kutilang betina akan tampak datar dan bila diraba perlahan-lahan akan berlubang. Bagian organ reproduksi kutilang betina terdapat di dekat bagian anus.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang 12 Cara Membedakan Burung Kutilang Jantan dan Betina. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

 

Cara Ampuh Mengatasi Rontok Bulu (Ngurak) Pada Burung Kenari

Cara Ampuh Mengatasi Rontok Bulu (Ngurak) Pada Burung Kenari – Rontok bulu atau dikenal dengan ngurak adalah dimana keadaan burung mengalami kerontokan bulu atau kebotakan di bagian badan, kepala dan bahkan sayapnya.

Baca: Klasifikasi dan Morfologi Burung Kenari (Serinus canaria)

Penyakit ini memang tergolong ringan, namun memiliki efek yang sangat besar pada kenari. Penyakit rontok bulu menyebabkan burung menjadi lesu, kualitas suara menurun, daya tarik menurun dan bahkan menyebabkan kematian mendadak.

Penyebab Rontok Bulu

Ada beberapa penyebab  rontok bulu, adalah sebagai berikut:

  • Burung kenari mengalami stres, diakibatkan perpindahan lingkungan atau perubahan suhu lingkungan.
  • Mendapatkan gangguan kutu, tungau atau gurem yang menyebabkan burung gatal dan mematuk bulunya sendiri.
  • Kekurangan vitamin dan protein.
  • Bentuk sangkar kurang tepat atau kandang terlalu kecil atau besar.
  • Gangguan dari binatang lain sehingga menjadi ketakutan, sehingga menyebabkan burung kenari menjadi tidak tenang dan bulu akan mengalami kerontokan.

Cara Mengatasi dan Mengobati Burung Kenari Rontok Bulu

1. Cara Mengatasi Rontok Bulu Secara Tradisional

  • Menggunakan minyak kemiri atau zaitun, dilakukan dengan cara memandikan terlebih dahulu burung yang mengalami kerontokan, lalu diamkan hingga kering dan oleskan minyak kemiri atau zaitun minimal 6-7 hari secara rutin dan teratur.
  • Menggunakan lidah buaya, dilakukan dengan cara menyiapkan 1 lembar daun lidah buaya dan ambil bagian tengah atau dagingnya, lendir tersebut digunakan untuk mengobati kebotakan burung kenari. Oleskan kebagian burung yang mengalami kebotakan atau rontok bulu. Dilakukan selama 6-7 hari secara teratur.

2. Cara Mengatasi Rontok Bulu Secara Kimiawi

  • Pemberian obat-obatan, seperti Master-SP, Ebod Tox’s, Cant-Tax, Marvel Aid Oral Remedy, Hot deal vermec fumacyn nutribird dan lainnya. Digunakan sesuai dosis dan petunjuk dianjurkan tidak berlebihan dalam penggunaannya.

3. Cara Pencegahan Rontok Bulu Burung Kenari

  • Menciptakan suasana lingkungan yang nyaman dan tenang bagi burung.
  • Menjauhkan dari tempat keramainan.
  • Memperhatikan porsi makanan yang diberikan.
  • Menjaga kebersihan sangkar atau kandang serta menata konstruksi sangkar.
  • Melakukan penjemuran selama 20-30 menit secara teratur.
  • Pemberian nutrisi, seperti Methionin, Lysine dan Tritophan
  • Pemberian pakan tambahan, seperti sawi, selada, buah apel, peer, anggur dan lainnya.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Ampuh Mengatasi Rontok Bulu (Ngurak) Pada Burung Kenari. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat, jangan lupa share dan like. Terima kasih.

 

Klasifikasi dan Morfologi Burung Kenari (Serinus canaria)

Klasifikasi dan Morfologi Burung Kenari (Serinus canaria) Burung kenari adalah salah satu jenis burung kicau yang memiliki kicauan yang sangat menarik dan khas. Burung kenari termasuk kedalam suku Fringgillidae, ordo Passeriformes dan genus Serinus.

Baca: Klasifikasi dan Morfologi Pohon Angsana (Pterocarpus indicus)

Burung kenari pertama kali ditemukan oleh pelaut Perancis bernama Jean de Berthan Cout di Kepulauan Canary pada abad ke-15. Penyebaran cukup cepat diberbagai negara, terutamanya negara Belanda dikenal dibagai pengekspor kenari di Indoensia, semulanya mendatangkan kenari dari Inggris dan belgia. Kemudian kenari tersebut dikawinkan dengan kenari liar dan menghasilkan beberapa jenis kenari.

 Klasifikasi Burung Kenari

Klasifikasi burung kenari berdasarkan tingkat taksonomi adalah sebagai berikut:

Kingdom: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Aves

Ordo: Passeriformes

Famili: Fringillidae

Genus: Serinus

Spesies: Serinus canaria (Linnaeusm, 1758)

Morfologi Burung Kenari

Morfologi burung kenari dapat dilihat berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki, yaitu:

  • Bagian mulut, burung kenari memiliki bentuk agak meruncing dengan panjang mencapai 0.5-1,5 cm tergantung dengan jenis atau spesiesnya dan berwarna variasi mulaui dari warna hitam, kekuningan dan bahkan berwarna kecoklatan.
  • Bagian mata, memiliki bentuk bulat, berwarna hitam dan tidak memiliki bintik putih di bagian tengah.
  • Bagian kepala, berbentuk bulat memanjang dan di selimuti oleh bulu dengan warna yang bervariasi mulai dari warna kuning, abu-abu dan berwarna putih.
  • Bagian badan, berbentuk memanjang dan panjangnya mencapai 4-6 cm, memiliki dua sayap yang diselimuti oleh bulu tebal dengan kuning.
  • Bagian ekor, berbentuk memanjang dengan pangkal agak runcing dengan panjang mencapai 1-3 cm biasanya memiliki warna kuning dan putih.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Klasifikasi dan Morfologi Burung Kenari (Serinus canaria) . Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Jangan lupa share dan like. Terima kasih.

 

Klasifikasi dan Morfologi Burung Merak Hijau (Pavo muticus)

Klasifikasi dan Morfologi Burung Merak Hijau (Pavo muticus) –  Merak hijau termasuk ke dalam suku Phasianidae dari ordo Galliformes, dengan nama latin Pavo muticus. Populasi burung merak hijau tersebar dihutan terbuka di padang rumput, seperti Republik Rakyat Tiongkok, Indonesia, lebih tepatnya di Pulau Jawa. Awal mulanya burung merak hijau ditemukan di India, Bangladesh dan Malasyia, namun telah punah di sana.

Baca: Klasifikasi dan Morfologi Burung Cenderawasih (Paradiseae sp)

 Klasifikasi Burung Merak Hijau

Berdasarkan tingkat taksonomi, burung merak hijau di klasifikasikan sebagai berikut:

Kingdom: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Aves

Ordo: Galliformes

Famili: Phasianidae

Genus: Pavo

Spesies: Pavo muticus

Morfologi Burung Merak

Morfologi burung merak hijau dapat dilihat berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki, yaitu:

  • Merak hijau memunyai bulu yang indah, bulunya berwarna hijau kemesan
  • Burung jantan dewasa berukuran relatif besar, panjangnya mencapai 300 cm dengan penutup ekor yang sangat panjang, serta memiliki jambul tegak.
  • Burung betina berukuran kecil berkisar 100-200 cm, bulu kurang mengkilap, berwarna hijau keabu-abuan dan tanpa dihiasi bulu penutup ekor.
  • Bagian ekor jantan bila terbuka akan berbentuk, seperti kipas dengan bintik berbentuk mata.
  • Walaupun burung merak hijau memiliki ukuran sangat besar, namun burung merak hijau adalah burung yang pandai terbang.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Klasifikasi dan Morfologi Burung Merak Hijau (Pavo muticus). Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Klasifikasi dan Morfologi Burung Cenderawasih (Paradiseae sp)

Klasifikasi dan Morfologi Burung Cenderawasih (Paradiseae sp)Burung cenderawasih termasuk ke dalam anggota famili Paradisaeidae dari ordo Passeriformes. Burung cenderawasih ditemukan di Indonesia timur, Pulau-Pulau Selat Torres, Papua Nugini dan Australia timur.

Baca: Klasifikasi dan Morfologi Ikan Platy (Xyphophorus maculatus)

Klasifikasi Burung Cenderawasih

Berdasarkan tingkat taksonomi, burung cenderawasih diklasifikasikan sebagai berikut:

Kingdon: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Aves

Famili: Paradisaedae

Genus : Paradisaea

Spesies: Paradisaea minor, Paradisaea rubra, Paradisaea apoda, Paradisaea raggiana, Paradisaea decora, Paradisaea guillelmi, Paradisaea rudolphi.

Morfologi Burung Cenderawasih

Morfologi dapat dilihat berdasarkan ciri-cirinya, umumnya yaitu:

  • Memiliki bulu panjang, dan berwarna varian tergantung dengan jenisnya, biasanya berwarna merah kecoklatan, merah darah, kukuningan, putih, dan kombinasi.
  • Memiliki paru agak runcing, dan berwarna kecoklatan, kebiruan dan bahkan berwarna hitam.
  • Memiliki sayap seperti kipas, ketika terbang.
  • Memiliki bulu ekor panjang rata-rata berkisar 20-30 cm.
  • Memiliki kaki 1 pasang, berwarna gelap dan memiliki kuku yang cukup tajam.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Klasifikasi dan Morfologi Burung Cenderawasih (Paradiseae sp). Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.