Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Gumboro Pada Ayam

Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Gumboro Pada Ayam  – Gumboro (Infectious Bursa Disease) adalah salah satu penyakit yang menyerang pada berbagai macam unggas, misalnya itik/bebek, ayam broiler, ayam petelur, burung dan sebagainya. Penyakit ini menyerang pada bagian kelenjar bulat (Bursa fabricii) yang terletak di atas kloaka.

Baca: Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Tetelo (ND) Pada Ayam

Penyakit ini juga disebut dengan penyakit AIDSnya ayam.  Penyakit ini disebabkan oleh virus dari genus Avibirnavirus yang dapat bertahan hidup selama 3-4 bulan atau lebih. Penyebaran penyakit ini melalui makanan, minuman, kotoran sendiri, alat peternakan, lingkungan tercemar dan orang yang terkena virus gumboro tersebut.

Penyakit ini menyerang ayam berusia mudah berkisar 9-60 hari, yang dapat menimbulkan beberapa gejala klinis dan subklinis, umumnya adalah sebagai berikut:

Gejala dan Ciri-ciri Ayam Terkena Penyakit Gumboro

  • Ayam tampak kusam, lesuh dan lemah.
  • Konsumsi makan dan minum menurun, sehingga mengakibatkan mata terpejam, bulu kusut dan tidak aktif.
  • Ayam dalam keadaan kondisi panas/demam, sehingga terkadang mengakibatkan kejang pada kedua kaki, kepala dan sayap.
  • Feses/kotoran ayam berwarna putih bening, lengket dan encer.
  • Kematian pada fase gejala klinis mencapai 2% – 5% setelah 3 hari terlihat gejala.
  • Kematian fase subklinis bisa mengakibatkan kematian yang cukup tinggi hampir 80% – 90%.

Cara Mengatasi/mencegah dan Mengobati Penyakit Gumboro Ayam

Ada beberapa cara mencegah dan mengobati penyakit gumboro pada ayam, adalah sebagai berikut:

Pencegahan:

  • Melakukan sanitasi lingkungan dan menjaga kebersihkan kandang dengan teratur.
  • Lakukan penyemprotan peralatan dan kandang secara berskala dengan mengunakan larutan desinfektan.
  • Menggunakan bibit anakan tahan tehadap penyakit atau sudah disuntikan vaksin gumboro pada umur 5-9 hari.
  • Pemberian pakan berkualitas, mengandung banyak vitamin komplek dan memberikan obat anti stress.
  • Menyesuaikan suhu kandang dengan baik, agar ayam dapat mudah menyesuaikan diri.
  • Melakukan manajemen pemeliharaan dengan tepat.

Pengobatan:

  • Berikan obat vitaminelektrolit, glukosa (gula aren diencerkan sebanyak 2%).
  • Bisa juga memberikan obat antiviotic ringan, misalnya Ampicillin, Doxiciclin, Neomicin.
  • Bila ayam masih berumur kurang dari 25 hari, sebaiknya dilakukan pemanasan atau brooding “namun harus perlu diperhatikan bahwa ventilasi harus lancar karena ayam membutuhkan banyak oksigen”.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Gumboro Ayam Broiler. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat, terima kasih.

Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Tetelo (ND) Pada Ayam

Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Tetelo (ND) Pada AyamPenyakit tetelo (Newcastle Disease) atau dikenal dengan sebutan penyakit samper ayam atau pes cekak. Penyakit ini menyerang pada setiap jenis unggas, ayam (ayam kampung, broiler, petelur, bangkok), itik, angsa, burung dan lain-lain.

Penyakit ini akan menyebabkan gangguan saraf pernafasan, penyebab utama penyakit adalah virus Paramyxo,  yang biasanya dapat dikualifikasikan berdasarkan tipe sebagai berikut:

Baca: Cara Mengatasi Penyakit Scabies Pada Kelinci

  • Tipe lemah (lentogenik) merupakan stadium yang hampir tidak menyebabkan kematian pada ayam. Namun dapat menyebabkan produktivitas telur dan daging menurun.
  • Tipe sedang (mesogenik) merupakan stadium yang menyebkan kematian anak ayam mencapai 10% tetapi ayam dewasa jarang mengalami kematian.
  • Tipe berbahaya (Velogenik) atau dikenal dengan Viscerotropic Velogenic Newcastle Disease (VVND) yang dapat menyebabkan kematian ayam mencapi 100%.

Gejala dan Ciri-Ciri Terkena Penyakit Tetelo

Ada beberapa ciri-ciri penyakit tetelo pada ayam, umumnya adalah:

  • Bernafasan ayam akan terganggu, sulit bernafas, megap-megap, batuk, ngorok dan sebagainya.
  • Ayam tampak kusam, lesu dan kurang stamina.
  • Napsu makan semakin menurun.
  • Produksi daging dan telur menurun.
  • Terjadinya excessive mucouc di trakea
  • Kotoran agak kehijauan dan bahkan berdarah
  • Sayap turun, tubuh gemetaran, jengger dan kepala kebiruan, kelumpuhan hingga gangguan saraf yang dapat menyebabkan ayam kejang-kejang.
  • Kematian mendadak.

Penularan Penyakit Tetelo  Pada Ayam

Penularan penyakit tetelo pada ayam biasany sering menyerang pada masa pancaroba atau pada musim kemarau ke musim hujan. Penularan melalaui ludah, feses, sisa makanan dan minuman, peralatan yang digunakan, udara dan lingkungan  yang sudah terkontaminasi virus.

Cara Mengatasi Penyakit Tetelo Ayam

Pencegahan penyakit tetelo:

  • Membersihkan kandang dengan teratur, 2 kali dalam sehari.
  • Membersihkan sisa makanan atau minuman dari wadah.
  • Membersihkan pelatan yang digunakan, dengan larutan antiseptik.
  • Menghindari penggunaan wilayah atau lingkungan tercemar.
  • Penggunaan bibit anakan ayam yang sudah divaksin ND.

Pengobatan Penyakit Tetelo:

  • Memisahkan dan memindahkan ayam yang terkena serangan penyakit tetelo dikandang tertentu.
  • Lakukan pemvaksinisasi dengan obat tetes atau disuntik pada intramuskuler pada bagian otot dada.
  • Penggunaan obat tradisional dari daun pepaya, temu ireng, temu lawak kulit bawang putih, kulit bawang merah, daun teh dan daun salam.
  • Bisa juga menggunakan obat tradisional dari campuran kunyit, kencur dan bawang putih setiap 3 kali seminggu.
  • Bila tidak ampuh bisa menggunakan obat-obatan kimiawi, misalnya Tetelo Plus (Anti tetelo –NDV), Ampivet dan sebagainya

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Tetelo Ayam. Semoga dapat membantu dan bermanfaat. Terima kasih.

Cara Mengobati dan Mengatasi Penyakit Snot Pada Ayam

Cara Mengobati dan Mengatasi Penyakit Snot Pada Ayam – Penyakit snot atau dikenal dengan penyakit Coryza  adalah salah satu penyakit yang sangat berbahaya dan bahkan mengakibatkan kematian. Penyakit snot dapat menyerang pada unggas apapun, seperti ayam bangkok, ayam broiler, ayam buras, burung kenari, itik/bebek dan lainya.

Penyakit snot/flu ini disebabkan oleh bakteri Haemophillus galloinarum yang dapat menyerang pada semua umur unggas, biasanya menyerang pada anakan ayam, dan saat pemanenan ayam. Adapun penyebab lain yang dapat penyakit snot menyerang ayam/unggas diantaranya adalah sebagai berikut:

Baca: Cara Membuat Pakan Alternatif Ayam Pedaging (Broiler)

Penyebab Penyakit Snot Ayam

  • Keadaan temperatur udara dalam kandang tidak stabil, umumnya dipengaruhi oleh cuaca.
  • Lingkungan kandang yang sudah tercemar oleh bakteri Haemophillus galloinarum.
  • Tidak dilakukannya vaksinasi, dan tidak menggunakan bibit anakan ayam bersifat tahan penyakit snot.

Ciri-Ciri Ayam Terkena Snot/Coryza

  • Ayam kesulitan bernafas dan ngorok
  • Keluarnya lendir dari hidung, berwarna putih bening-kotor yang mengental
  • Ayam kurang agresif, dan terlihat kusam serta lesu
  • Bagian sayap mengantung kebawa
  • Nafsu makan menurun
  • Ayam suka bersin-bersin dan mengerekan bagian kepala.
  • Dan mengeluarkan lendir di bagian mata hingga mengumpal

Cara Mencegah Penyakit Snot Ayam

  • Mengusahakan menjaga kebersihan kandang, tempat pakan dan minum
  • Melakukan penyemprotan insektisida dan bakterisida berbahan aktif, di sekitar kandang.
  • Mengusahakan kandang agar terkena matahari, bertujuan untuk mengurangi kelembaban.
  • Menghindari pemeliharaan ayam dengan umur yang berbeda.
  • Menggunakan bibit anakan ayam yang unggul dan sudah dilakukan vaksinisasi.

Cara Mengobati Penyakit Snot Pada Ayam

1. Cara Mengobati Snota Ayam Dengan Bahan Kimia

Untuk mengobati penyakit snot ayam dengan bahan kimia, adalah obat yang paling ampuh namun memiliki efek yang berbahaya. Obat-obatan yang digunakan berupa sulfatiaasol, streptomisin, sulfarmerasin, eritromisin, sulfadumetoksin, dan vibravet dengan dosis dan takaran yang sudah ditentukan.

2. Cara Mengobati Snot Ayam Dengan Obat Herbal

Selain, dapat mengobati dengan bahan kimia dapat pula mengobati penyakit snot ayam dengan menggunakan bahan alami yang dapat ditemukan. Berikut bahan dan cara pembuatannya:

  • 200 gram kunyit
  • 100 gram kencur
  • 100 gram jahe

Cara membuatnya: campurkan semua bahan yang sudah didapatkan, menjadi satu dengan cara ditumbuk atau diblender, kemudian beri air hangat dan bisa langsung diberikan ke ayam yang terkena snot. 1 minggu 2-3 kali.

3. Cara Mengobati Penyakit Snot Dengan Kombinasi Obat Kimia dan Obat Herbal

Cara ini memang sangat ampuh, dan sudag terbukti. Namun, tingkat bahaya dan tingkat kematian ayam cukup tinggi. Hal ini ketidak biasanya penggunaan obat kimia dan obat herbal. tetapi untuk penggunaan dapat dilakukan dengan hasil yang maksimal biasanya penggunaan dilakukan pagi menggunakan obat herbal dan sore hari menggunakan obat kimia dengan dosis yang sudah ditentukan.

Baca Juga:

 

Demikianlah informasi tentang Cara Mengobati dan Mengatasi Penyakit Snot Pada Ayam. Semoga informasi artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Cara Membuat Pakan Alternatif Ayam Pedaging (Broiler)

Cara Membuat Pakan Alternatif Ayam Pedaging (Broiler) – Pakan adalah salah satu kebutuhan utama yang harus tersedia dalam setiap usaha budidaya ayam pedaging. Namun, pakan yang kerap kita beli membeli harga relatif yang cukup tinggi sehingga para peternak mencari solusi untuk membuat pakan alternatif ayam pedaging.

Pakan alternatif tersebut, tetapi harus memiliki kandungan nutrisi yang cukup lengkap seperti karbohidrat, protein, vitamin dan mineral serta mudah didapatkan. Jika kamu selaku peternak ingin membuat pakan alternatif, simak berikut cara membuat pakan alternatif ayam broiler agar cepat tumbuh dengan cepat dan maksimal.

Baca: Cara Membuat Pakan Alternatif Ikan Lele Dari Ampas Tahu

Cara Membuat Pakan Alternatif Ayam Pedaging (Broiler)

1. Cara Membuat Pakan Alternatif Konsentrat Ayam Pedaging

Untuk membuat kosentrat 50 kg, memerlukan bahan sebagai berikut:

Bahan:

  • Tepung Ikan 13 kg
  • Bungkil Kedelai 10,5 kg
  • Daun Turi 14 Kg
  • Tepung ikan/bulu ayam 7 kg
  • Tepung Tulang 0,25 kg
  • Sorgum 5,25 kg

Cara Membuatnya:

  • Semua bahan digiling hingga halus dan menjadi tepung.
  • Kemudian, campurkan dengan jagung halus dan bekatul yang sudah dihaluskan.
  • Lalu konsentrat bisa di aplikasikan ke ternak ayam pedaging.

2. Cara Membuat Pakan Alternatif Organik Ayam Pedaging

Bahan:

  • Kosentrat 39 kg
  • Bekatul 5,5 kg
  • Jagung giling 55 kg
  • Suplemen organik, yang mengandung protein, mineral, vitamin dan karbohidrat yang tinggi.

Cara Membuatnya:

  • Semua bahan dicampurkan hingga merata
  • Menggunakan ember atau wadah tertentu
  • Jika sudah dicampurkan semua bahan, bisa dibentuk dalam bentuk tepung, crumble atau pellet. Tergantung dengan ketersediaan peternak.
  • Bisa langsung diaplikasikan/diberikan ke ternak.

3. Cara Membuat Pakan Alternatif Fermentasi Ayam Pedaging

Bahan:

  • Dedak Halus 30-40 kg (tergantung peternak)
  • Asam amino 1 liter
  • Air 10-20 liter
  • EM4 atau molases 1 kg
  • Tambahan seperti jagung giling, bekatul, daun padi/jagung dan lainnya yang memiliki serat tinggi.

Cara Membuatnya:

  • Campurkan semua bahan dalam satu wadah.
  • Kemudian, tuangkan molases atau EM4 secara bertahap sambil dilakukan pengadukan.
  • Lalu tutup wadah hingga rapat atau tanpa udara, bertujuan agar pertumbuhan bakteri dalam fermentasi dapat optimal.
  • Simpan dan diamkan, selama 15 hari.
  • Bila masa fermentasi sudah selesai, dan memiliki ciri berbau harum dan ada terdapat gumpalan maka fermentasi berhasil.
  • Jika sudah, keringkan pakan tersebut hingga kering. Lalu cetak sesuai dengan keinginan dalam bentuk tepung, crumble atau pellet.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Membuat Pakan Alternatif Ayam Pedaging (Broiler). Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Ciri-Ciri DOC Ayam Yang Baik dan Berkualitas

Ciri-Ciri DOC Ayam Yang Baik dan Berkualitas – DOC  dikenal dengan istilah “Day Old Chicken” atau dengan bahasa kita disebut  ayam berumur satu hari, anakan ayam yang baru saja menetas. Dalam beternak ayam pedaging haruslah menentukan DOC yang unggul dan berkualitas, dikarenakan DOC sangat menetukan tingkat keberhasilan dalam beternak ayam pedaging.

Sehingga dalam memilih DOC ayam yang baik dan berkualitas harus dilakukan dengan tepat dan benar. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih DOC ayam yang baik dan berkualitas, yaitu sebagai berikut:

Cara Memilih DOC Ayam Yang Bagus dan Berkualitas 

  1. DOC ayam memiliki bobot atau berat ayam normal rata-rata berkisar 35-40 gram per ekornya.
  2. DOC ayam diambil dari indukan yang baik dan berkualitas.
  3. DOC ayam harus sehat, misalnya mata cerah tidak sayu, bulu cerah, kering dan mengkilap, terlihat aktif dan tidak ada kotoran di anus ayam DOC.
  4. DOC ayam harus memiliki tingkat warna yang seragam.
  5. DOC tidak mengalami cacat bawaan lahir atau cacat yang terjadi dalam kecelakaan seperti jatuh ketika saat membawa, terjepit, atapun mata buta, kaki pincang, paruh tertutup dan kelainan (abnormalitas) yang tidak kasat mata.
  6. DOC yang baik diambli dari indukan yang efesiensi penggunaan pakan, namun memounyai produktivitas daging tinggi dan pertumbuhan yang relatif cepat, sehingga akan menghemat pakan dan waktu pemanenan.
  7. Sebaiknya memilih DOC ayam yang sudah dberikan vaksin terlebih dahulu agar ayam tidak mudah terkena penyakit dan mudah stress, salah satu vaksin yang diberikan seperti vaksin ND.

Baca Juga:

 

Demikianlah artikel tentang Ciri-Ciri DOC Ayam Yang Baik dan Berkualitas. Semoga berguna dan bermanfaat bagi para peternak ayam pedaging. Terima kasih.

Cara Mengatasi Induk Ayam Sulit Bertelur

Cara Mengatasi Induk Ayam Susah Bertelur – Induk ayam atau dikenal dengan istilah babon ayam yang sulit bertelur adalah salah satu masalah yang banyak di hadapi oleh peternak, hal tersebut bisa disebabkan oleh faktor keturunan maupun faktor lingkungan. Jika tidak segera ditanggani oleh peternak akan mengakibatkan kerugian dan kegagalan dalam beternak.

Untuk itu, dalam mengatasi masalah induk ayam yang tidak produktif atau tidak menghasilkan keturunan tersebut. Harus terlebih dahulu mengetahui faktor penyebab, baru bisa mengatasi ayam sulit bertelur tersebut. Berikut ini penjelasan penyebab dan cara mengatasi induk ayam sulit bertelur.

Baca: Cara Merawat Burung Kenari Mabung Agar Cepat Selesai

Penyebab Induk Ayam Sulit Bertelur

Ada beberapa penyebab induk ayam tidak mau bertelur atau sulit bertelur, diantaranya adalah:

  • Faktor keturunan juga menyebabkan induk ayam tidak bisa bertelur, hal itu disebabkan indukan ayam sebelumnya tidak pernah bertelur.
  • Faktor lingkungan berupa suhu/cuaca, dan lingkungan yang tidak mendukung ternak ayam untuk kawin.
  • Kondisi induk ayam kurang sehat/dalam keadaan sakit.
  • Kondisi induk ayam dalam keadaan stres/depresi, disebabkan lingkungan baru atau terkena tekanan dari ayam lainnya.
  • Induk ayam betina tidak menyukai induk ayam jantan.
  • Belum cukup umur induk ayam untuk bertelur, biasa ayam siap bertelur pada umur 7-8 bulan.

Cara Mengatasi Induk Ayam Susah Bertelur

  1. Pilihlah induk ayam yang sudah siap kawin/sudah bisa bertelur.
  2. Siapkan kandang tertentu, untuk proses pengawinan.
  3. Bila induk ayam jenis tipe petelur berikan obat vitamin cair seperti Strong n Fit dengan dosis yang ditentukan.
  4. Memberikan pakan tambahan hijaun berupa daun pepaya, daun pisang atau rumput-rumputan.
  5. Memberikan pakan yang memiliki kandungan gizi tinggi untuk memenuhi kebutuhan gizinya.
  6. Dan melakukan perawatan indukan dengan baik dan benar.

Baca Juga:

Demikianlah informasi singkat tentang Cara Mengatasi Induk Ayam Sulit Bertelur, semoga dapat membantu dan berguna bagi para pembaca. Bila ada kesalahan dalam penulisan mohon maaf, apabila bermanfaat share dan like.

Cara Beternak Ayam Kalkun

Cara Beternak Ayam Kalkun – Ayam kalkun merupakan salah satu jenis unggasa yang bukan asli dari Indonesia, melainkan berasal dari Kanada dan sebagian dari benua Eropa. Ayam kalkun memiliki beraneka jenis dan warna bulu yang bermancam-macam. Keindahan bulu dan bentuk ayam kalkun membuatnya terkenal untuk dijadikan unggas hias. Namun, dengan posturnya yang besar juga banyak dimanfaatkan untuk ayam penghasil daging.

Ayam kalkun yang banyak di jumpai di Indonesia saat ini memiliki banyak sekali ragamnya antara lain kalkun Bronze, kalkun Putih, kalkun Royal Palm, kalkun Golden Palm, kalkun Bourbon Red, kalkun Self Buff dan kalkun yang paling mahal dibandingkan kalkun yang lainnya adalah kalkun Black Spanish. Bagaimana? Apakah anda mulai tertarik untuk berbisnis kalkun ? Untuk info lebih lengkap silahkah simak ulasan berikut ini.

Baca: Cara Beternak Ayam Pedaging (Broiler)

Cara Beternak/Budidaya Ayam Kalkun

1. Pemilihan lokasi kandang

Pemilihan lokasi kandang kalkun sebaiknya berada di daerah dengan sinar matahari yang cukup terutama waktu pagi hari. Jadi saat membuat kandang, usahakan kandang menghadap ke timur. Untuk membuat keadaan kandang selalu kering, gunakan kulit padi sebagai alas lantai dan  bersihkan sesuai dengan kebutuhan dan akan lebih baik lagi jika lantai kandang di plester dengan semen.

2. Pemeliharaan anak kalkun

Pemeliharaan anak kalkun biasanya dilakukan saat kalkun berusia 1 hari sampai 2,5 bulan. Pada usia ini, kalkun diberikan pemanas tambahan berupa lampu bolam dengan suhu kandang berkisar 30-45oC.

Jenis pakan yang diberikan adalah BR1 full pada usia 1-20 hari. Pada usia lebih dari 20 hari, anak kalkun sudah bisa diberi pakan BR1 yang dicampur dengan nasi atau dedak yang dicampurkan dengan air panas dan diberi potongan sayuran / rumput-rumputan hiaju kemudian diaduk.

3. Memelihara kalkun lanjutan

Jika kalkun sudah mencapai usia lebih dari 2,5 bulan, ayam kalkun secara fisik sudah tumbuh besar dan sudah bisa dilihat perbedaan jenis kelaminnya. Pada usia ini, kalkun sebaiknya di pindahkan di kandang yang lebih luas agar ayam kalkun lebih bebas bergerak. Lebih baik lagi jika ayam kalkun dipelihara secara bebas. Untuk pakan yang diberikan yakni untuk BR1 jumlahnya bisa dikurangi dan diganti dengan porsi bekatul dan hijauan yang diperbesar.

4. Memelihara kalkun dewasa

Pada masa ini secara seksual mulai dewasa dan siap untuk bereproduksi. Tidak jarang ada perkelahian antar kalkun jantan. Oleh karena itu, tiap pejantan kalkun harus dipisahkan. Sedangkan pada ayam kalkun betina, jika sudah terlihat menunduk maka kalkun siap untuk dikawinkan dan bertelur.

Baca Juga: 

Demikian penjelasan tentang Cara Beternak Ayam Kalkun, secara umum pemberian makan dan pemeliharaan sama saja dengan unggas-unggas ayam pada umumnya. Semoga artikel ini dapat membantu anda dalam memulai bisnis anda.

Cara Beternak Ayam Pedaging (Broiler)

Cara Beternak Ayam Pedaging (Broiler) – Beternak ayam merupakan salah satu bisnis ternak yang menguntungkan. Salah satu jenis ternak ayam yang paling menguntungkan adalah ternak ayam pedaging (broiler). Karena rasa ayam ini mampu tumbuh dengan cepat sehingga dapat menghasilkan daging dalam waktu yang relative singkat yakni antara 5-7 minggu.

Namun dari iming-iming hasil yang menguntungkan, dalam bisnis ternak ini tak lepas dari 3 faktor, yaitu: bibit, pakan dan manajemen pemeliharaan. Oleh karena itu, ketiga faktor ini perlu diperhatikan. Untuk cara-cara agar hasil lebih maksimal, mari kita simak ulasan berikut ini.

Baca: Cara Budidaya Domba

Cara Beternak

1.   Pemilihan bibit induk

Dalam pemilihan indukan ayam boiler, pilih bibit yang baik dengan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

  • Sehat dan aktif bergerak.
  • Tubuh gemuk dan bentuk tubuh bulat.
  • Bulu bersih dan terlihat mengkilat.
  • Hidung bersih.
  • Mata tajam dan bersih.
  • Lubang kotoran (anus) bersih.

2.   Kandang Ayam

Tipe kandang ayam pedaging ada 2 yaitu

  1. Bentuk Panggung

Untuk kandang tipe panggung ini lebih mudah dan lebih terjamin kebersihannya. Karena, kotoran akan langsung jatuh ke tanah dan tidak memerlukan alas kandang. Pengelolaan lebih efisien tetapi memakan biaya pembuatan kandang yang lebih besar.

  1. Tanpa Panggung (Litter)

Tipe kandang ini lebih banyak digunakan oleh peternak. Selain biaya pembuatan lebih murah, kandang jenis ini juga lebih mudah dibuat. Pada pemeliharaan, kandang ditutupi plastik untuk menjaga kehangatan sehingga energi yang diperoleh dari pakan seluruhnya digunakan dalam pertumbuhan. Kapasitas ideal kandang yaitu 8-10 ekor / m2.

3.   Pemberian Pakan

Sekitar 65-68% biaya produksi ayam broiler habis untuk biaya pakan. Dan pakan ternak yang diberikan merupakan pakan dengan rasio lengkap. Umumnya pakan ayam broiler yang diberikan berbentuk crumble untuk fase starter dan pellet untuk periode pertumbuhan (grower).

Selain pakan, ketersediaan air juga sangat penting bagi pertumbuhan ayam broiler. Oleh karena itu, anda harus menjada ketersediaan air minum. Selain itu air merupakan komponen zat gizi, pemberiannya secara khusus dipisahkan dari pakan walaupun pakan itu sendiri masih mempunyai kadar air. Air menduduki porsi 55-75 % dari berat badan ayam broiler.

4.   Manajemen kesehatan

Setiap hewan pasti ada penyakit yang menyerangnya. Oleh karena itu dalam mencegah penyakit dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu :

  1. Biosekuriti, Prinsipnya ada 3 yaitu :
  • Meminimalkan kesempatan penyakit berhubungan dengan hewan unggas,
  • Meminimalkan keberadaan penyebab penyakit dan
  • Membuat lingkungan tidak kondusif untuk kehidupan penyakit.

Biosekuriti dapat dilakukan dengan cara pemakaian masker, sarung tangan, wearpack dan sepatu, mencuci tangan dengan desinfeksi sebelum dan sesudah kontak dengan unggas, sanitasi kandang,  pembatasan lalu lintas orang yang keluar masuk kandang, pemusnahan unggas sakit / mati dengan cara dibakar kemudian dikubur 1,5 m, pemasakan daging dan telur dengan sempurna.

  1. Vaksinasi dan Vitamin

Vaksin yang digunakan adalah vaksin inaktif dengan subtipe yang sama kepada unggas sehat. Ayam broiler diberikan vaksin pada umur 4 hari dengan suntikan subkutan. Cara pemberian vaksin dapat dilakukan dengan melalui tetes mata, tetes hidung, injeksi/suntikan, atau dengan metode spray (penyemprotan halus).

5.   Sanitasi kandang

Hal yang harus dilakukan setelah panen adalah sanitasi kandang. Hal ini dilakukan agar kandang terjaga kebersihannya dan ternak tetap sehat. Sanitasi kandang dilakukan dalam beberapa tahap yaitu pencucian kandang dengan air hingga bersih dari kotoran ternak sebelumnya. Tahap kudia yaitu pengapuran di dinding dan lantai kandang. Untuk sanitasi yang sempurna selanjutnya dilakukan penyemprotan formalin untuk membunuh bibit penyakit. Setelah itu, biarkan minimal selama 10 hari sebelum ditempatkan lagi ternak yang baru untuk memutus siklus hidup virus dan bakteri yang belum mati pada proses sanitasi sebelumnya.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Budidaya Ayam Pedaging (Broiler) semoga berguna dan bermanfat. Terima Kasih.

Cara Beternak Ayam Bangkok Super

Cara Beternak Ayam Bangkok Super – Jika anda saat ini ingin dan berminat mencoba bisnis ternak, cobalah untuk beternak ayam Bangkok. Jangan meremehkan ternak yang satu ini, karena jika anda menekuninya apalagi hingga menghasilkan ayam Bangkok yang berkualitas, anda bisa memikat orang-orang untuk membeli ayam anda apalagi bagi orang yang hobi melakukan sambung ayam.

Cara beternak ayam Bangkok sebenarnya cukup mudah, yang perlu diperhatikan hanyalah saat pemilihan induk dan penjantan ayam Bangkok yang bagus. Untuk menghasilkan keturunan ayam dengan kualitas yang  baik, sebaiknya mengawinkan induk dan penjantan ayam Bangkok harus dalam keadaan sehat. Karena jika dalam pengawinan tersebut ada salah satu ayam sakit atau kelainan, maka akan menyebabkan keturunan ayam tersebut kurang bagus atau memiliki kelainan dan menyebabkan harga ayam Bangkok menjadi murah. Untuk mengetahui cara-cara beternak ayam Bangkok lebih lanjut, silahkan simak ulasan berikut ini.

Baca: Klasifikasi dan Morfologi Kapang

Cara Beternak Ayam Bangkok

1.   Memilih induk

Dalam pemilihan induk ayam Bangkok, kita harus memilih induk dengan kualitas yang baik. Induk dengan kualitas baik yang dimaksud adalah induk ayam dalam keadaan baik (tidak stress) dan dalam kondisi sehat serta tidak memiliki kelainan. Untuk ciri spesifik betina yang bagus yaitu memiliki bentuk kepala seperti ular.

2.   Memilih pejantan

Dalam pemilihan penjantan ayam Bangkok yang akan di kawinkan, sama saja dengan memilih induk ayam Bangkok dan selain itu, pilih ayam jantan yang memiliki permainan tarung yang bagus. Jadi pilihlah pejantan ayam Bangkok yang biasanya menang dalam laga pertarungan ayam. Untuk ciri spesifik ayam jantan yang bagus yaitu memiliki kepala ayam seperti buah pinang.

3.   Siapkan kendang umbaran

Perkawinan di kendang umbaran lebih baik dari pada di kendang dodogan, karena proses perkawinan lebih alami. Cara mengawinkan induk bisa dilakukan dengan cara kendang umbaran atau system kawin tembak yang disebut dogdogan. Cara dogdogan adalah induk betina dipegangi, lalu induk jantan akan mengawini si betina. Cara ini terkenal paling efektif dan cepat dalam menghasilkan keturunan. Induk jantan yang baik biasanya tidak terlalu sulit dikawinkan dengan cara dogdogan. Tapi jika induk jantan tidak mau dengan cara tersebut, sebaiknya induk jantan dan betina dikawinkan di dalam kendang umbaran.

Saat ayam Bangkok mulai mengengkrami telurnya, siramkan sedikit air ke induknya agar ayam Bangkok mau kawin lagi. Sehingga telur yang dihasilkan bisa lebih banyak. Tapi batas maksimal dalam satu kali pengengkraman telur adalah 3 kali. Karena jika hal itu dilakukan berlebihan akan membuat induk ayam Bangkok tidak mau mengengkrami telurnya. Pindahkan segera anak ayam jika sudah menetas, agar induk ayam Bangkok mau kawin lagi dan mulai mengengkrami telur yang baru.

4.   Menyiapkan kandang ayam

Kandang adalah salah satu kunci sukses dalam bisnis ternak ini. Kandang anak ayam sebaiknya di buat sebelum induk ayam dikawinkan, dengan tujuan agar saat menetas nanti anak ayam bisa langsung dipindahkan.

Untuk kandang ayam dewasa anda bisa membuat dalam bentuk petakan. Setiap petakan memiliki tengger, karena ayam Bangkok suka sekali bertengger. Untuk tinggi kandang sekitar 50 cm dan atapnya berongga untuk ayam Bangkok berumur 3 bulan keatas. Jangan lupa memberikan tempat makan dan minum dalam kandang.

5.   Memilih pakan ayam

Ketika anda terjun ke dunia bisnis ternak ini, jangan pernah pelit soal dana yang dibutuhkan untuk membeli pakan. Karena pemberian pakan pada ayam Bangkok harus sesuai dengan usia ayam agar tetap sehat.

Baca Juga:

Sekian penjelasan Cara-cara Beternak  Ayam Bangkok Super. Semoga artikel ini dapat membantu anda dalam memulai bisnis ternak ayam Bangkok anda.

Cara Beternak Ayam Petelur

Cara Beternak Ayam Petelur – Telur ayam merupakan salah satu sumber protein hewani yang sangat baik dan murah untuk dikonsumsi sehari-hari. Usaha bisnis telur ayam juga sangat menjanjikan mengingat tingkat permintaan pasar selau tinggi perharinya. Tingginya permintaan kebutuhan telur merupakan tantangan bagi peternak ayam petelur sebagai usaha untuk bisa menyuplai kebutuhan tersebut.

Bagi anda yang tertarik untuk memulai bisnis ini, apakah anda sudah mengerti cara-cara memelihara ternak ayam petelur untuk menghasilkan telur dengan hasil yang memuaskan? Jika belum anda akan sangat terbantu dengan menyimak artikel berikut ini.

Baca: Cara Budidaya Kerbau 

Cara Beternak Ayam Petelur

Dalam beternak ayam petelur ada beberapa hal yang harus anda perhatikan, antara lain :

1. Bibit ayam petelur

Bibit ayam petelur ada dua macam jenis bibit yang sudah lama dibudidayakan oleh peternak-peternak ayam petelur. Yang pertama adalah ayam jenis gemuk atau berat atau yang biasa  disebut dengan ayam medium. Jenis yang kedua adalah ayam petelur putih dengan ciri-ciri memiliki bobot yang lebih ringan, kurus dan ramping. Ayam petelur biasanya dapat memproduksi hingga 300 butir telur / ekor dalam satu tahun. Selain itu, ayam petelur juga memiliki kelemahan yaitu sangat sensitive dengan keributan hingga membuat ayam mudah kaget dan stress sehingga mengakibatkan jumlah produksi telurnya menurun.

2. Kandang ayam petelur

Kandang ayam petelur harus dilengkapi berbagai hal pendukung yang dipakai untuk memudahkan aktifitas ayam petelur. Hal yang harus ada di kandang ayam petelur yaitu dibuat dengan system panggung, terdapat tempat untuk pengumpulan telur, tempat pakan dan minum ayam. Selain itu, anda harus memperhatikan kebersihan kandang ayam agar tidak mempengaruhi kesehatan ayam dan mencegah hal-hal yang menimbulkan bibit penyakit pada ayam.

3. Pakan ayam petelur

Pakan ayam petelur merupakan salah satu faktor terpenting dalam usaha ini. Pemberian pakan dapat anda lakukan dengan durasi 3 kali sehari dan jangan lupa untuk memberikan minum juga. Untuk pakan ayam petelur, anda bisa memberikan jagung yang sudah digiling, sentrat atau tepung ikan. Selain itu anda juga harus memberikan takaran makan dengan tepat dan sesuai dengan umur ayam.

4. Pemberian vaksin dan obat

Pemberian vaksin dan obat pada ayam berfungsi untuk menjaga ayam agar tetap sehat dan terhindar dari serangan bibit penyakit. Pemberian vaksin pada ayam petelur dibagi menjadi 2 macam yaitu :

  1. Vaksin aktif yaitu vaksin yang mengandung virus hidup. Vaksin ini memiliki kelebihan membuat kekebalan tubuh lebih lama dibandingkan vaksin inaktif.
  2. Vaksin inaktif yaitu vaksin yang mengandung virus yang telah dimatikan tanpa merubah struktur antigenik hingga mampu membentuk zat kebal. Vaksin ini lebih baik disuntikkan pada ayam yang diduga sakit.

5. Hasil panen

Telur ayam sebaiknya dipanen selama 3 kali dalam sehari. Hal ini bertujuan agar kerusakan yang disebabkan oleh virus dan bakteri dapat diminimalisirkan. Pengambilans pertama pada pukul 10.00-11.00, kedua pukul 13.00-14.00 dan pengambilan ketiga pukul 15.00-16.00 sambil mengecek keadaan seluruh kandang. Selain itu, ayam petelur dapat menghasilkan daging ayam dari ayam yang sudah tua dan kotoran ayam yang dijual dalam bentuk organic.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Beternak/Budidaya Ayam Petelur semoga berguna dan Bermanfaat. Terima Kasih.