15 Cara Mengatasi Penyakit Flu Burung Pada Ayam

15 Cara Mengatasi Penyakit Flu Burung Pada Ayam Penyakit Flu Burung merupakan salah satu penyakit mematikan yang sudah dikenal sejak tahun 2003 silam, dari beberapa kasus penyakit menyebabkan banyak ternak mati, terutamanya ternak unggas seperti ayam (ayam Bangkok, ayam buras, broiler dan sebagai), bebek, itik, angsa dan sebagainya.

Baca: 5 Cara Ampuh Mengobati Penyakit Gumboro Pada Ayam

Penyakit ini bukan hanya menyebar di Asia saja, melainkan juga menyebar di Eropa dan Afrika. Penyakit ini dikenal dengan sebutan Avian Influenza (AI),  tipe yang sering menyerang unggas adaah tipe A yaitu penyakit H5N1. Penularan bisa dilakukan secara kontak langsung, pakan, tempat minum, peralatan dan juga petugas ternak. Jika anda peternak, untuk mencegah dan memusnahkan penyakit flu burung ini dengan cepat. Berikut 15 cara mengatasi penyakit flu burung pada ayam.

1. Menjauhkan Ayam Yang Dari Media Penularan

Jauhkan ayam yang terserang dari media penularan, berupa kotoran, peralatan, tempat pakan dan minum serta transportasi yang sudah terkontaminasi.

2. Mengisolasi Ayam Yang Terserang Flu Burung

Jauhkan atau pindahkan ayam yang terserang penyakit flu burung, bertujuan agar tidak menular ternak ayam lainnya.

3. Pahami Gejala Klinis

Sebelum dilakukan hal diatas, pahami terlebih gejala klinis yang dtitimbulkan oleh penyakit burung, berupa;

  • Adanya cairan pada mata dan hidung (gangguan pernafasan)
  • Jengger dan pial akan membengkak serta tampak berwarna kebiruan
  • Lebih cendrung diam atau tidak aktif
  • Pendarahan pada kaki, berupa bintik merah
  • Tingkat kematian sangat tinggi mendekati 100% (dalam kurung waktu 2 hari, maksimal 1 minggu)
4. Pengobatan dengan Ramuan Herbal (Alami)

Pengobatan ayam terkena penyakit flu burung hingga saat ini belum ada yang bisa diobati sembuh secara total. Namun dapat dicegah atau dihentikan ketika gejala belum akut sehingga penyakit flu burung pada ayam tidak berlanjut ketahap yang lebih parah. Untuk itu, bisa menggunakan obat alami atau herbal dari berbagai macam tanaman, seperti;

  • Kunyit
  • Temulawak
  • Bawang putih
  • Daun pepayah
  • Dll

Tanaman tersebut di tumbuk atau diblender hingga halus dan berikan air sedikit serta tambahkan teluh puyuh (jika ada) dan minumkan sehari dua kali sehingga ayam akan fit dan nafsu makan bertambah.

5. Menggunakan Kunyit

Dilakukan sama seperti diatas, kunyit ini memiliki kandungan kurmin yang tinggi sehingga sangat baik untuk meningkatkan kekebalan dan anti mun berguna juga  sebagai anti peradangan pada ternak ayam (baca juga mengenai pengendalian hama dan penyakit ayam petelur ).

6. Menggunakan Bawang Putih

Ramuan bawang putih memiliki kandungan anti biotic yang tinggi sehingga sangat membantu melawan penyakit flu burung. Bawang putih ini sangat banyak digunakan untuk mengobati penyakit flu burung karena memiliki khasiat yang baik.

7. Menggunakan Bubuk Cabai

Bubuk cabai juga sangat efektif digunakan sebagai obat alternative untuk mengatasi penyakit flu burung. Kandungan didalam bubuk cabai akan membantu menghilangkan racun dan meningkatkan system kekebalan tubuh sehingga sangat baik diberika setiap hari.

8. Menggunakan Astragalus

Astragalus merupakan salah satu tanaman yang banyak digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit, terutamanya masyarakat Tiongkok. Tanaman ini dapat meningkatkan sel darah dan melawan penyakit flu burung secara efektif.

9. Menggunakan Echinacea

Echinacea adalah salah satu obat flu burung alami herbal yang berasal dari Amerika serikat, yang berguna untuk membersihkan darah dan dapat juga meningkatkan system kekebalan tubuh ternak ayam. Herbal ini banyak digunakan sebagai kandungan jamu anti flu atau flu burung pada ayam.

10. Menggunakan Forysthia

Forysthia ini adalah satu obat herbal yang banyak digunakan untuk mengatasi flu burung. Hal ini dilakukan dengan menambahkan lemon sehingga akan memperkuat system kekebaan tubuh ayam (baca juga mengenai cara mengobati penyakit CRD pada ayam).

11.Menggunakan Minyak Oregano dan Kamperfuli

Kedua ramuan sangat efektif untuk membunuh bakteri atau virus yang terdapat dalam tubuh ayam. Selain itu, juga dapat digunakan sebagai antibiotic alami untuk mencegah perkembangan atau penyebaran flu burung pada ayam.

12. Menggunakan Ekstrak Daun Zaitun

Kandungan yang terdapat pada daun zaitun, berupa anti bakteri sangat bermanfaat untuk memperkuat system kekebalan tubuh. Selain itu, daun ini juga membantu system limfatik untuk melawan penyakit flu burung pada ayam.

13. Pemusnahan Ayam Terserang

Bila ayam terserang dalam jumlah besar dan juga mengalami kematian sebaiknya lakukan pemusnahan dengan dua cara yaitu, menguburkan ayam yang mati dan juga membakar ayam yang mati hingga habis.

14. Melakukan Vaksinasi Secara Teratur

Vaksinasi memang sangat baik digunakan untuk mencegah berbagai macam penyakit. Sehingga sangat disarankan untuk melakukan vaksinasi secara teratur sebelum mulainya penyebaran penyakit flu burung.

15. Perlunya Pertolongan Dokter Hewan

Ada beberapa hal yang harus dilakukan, untuk mengatasi penyakit flu burung menurut beberapa dokter hewan, yaitu:

  • Melakukan biosekurity
  • Depopulasi
  • Pengendalian lalulintas keluar masuk ternak ayam
  • Surveilans dan penulusuran
  • Pengisian kandang kembali
  • Stramping out
  • Monitoring dan evaluasi
  • Menjaga kebersihan dan kesehatan ternak ayam.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang 15 Cara Mengatasi Penyakit Flu Burung Pada Ayam. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih. Jangan Lupa Share, Like dan Komen. TERIMA KASIH.

 

5 Cara Ampuh Mengobati Penyakit Gumboro Pada Ayam

5 Cara Ampuh Mengobati Penyakit Gumboro Pada AyamPenyakit  Gumboro atau Penyakit Infectios Bursal Disease (IBD) merupakan salah satu penyakit yang menyerang dan merusak system kekebalan tubuh ayam melalui virus dari genus Avibirnavirus. Penyakit ini pertama kali dilaporkan dan ditemukan oleh Cosgrove pada tahun 1962, berdasarkan kasur yang terjadi pada tahun 1957 di desa Gumboro-Delaware, Negara bagian Amerika Serikat. Sesuai dengan asal daerah ditemukan, penyakit ini dikenal juga dengan sebutan Gumboro.

Baca: Mengenal Karakteristik Kambing Saanen (Capra aegagrus hircus)

Penyebaran penyakit ini melalui air minum, kontak langsung, pakan, peralatan dan udara yang tercemar. Penyakit ini menyerang pada berbagai unggas, seperti ayam Bangkok, ayam broiler, bebek dan sebagainya.  Penyakit ini juga merupakan penyakit menular akut dan tidak ada obatnya, namun dapat diatasi dengan obat herbal maupun obat kimia.

Gejala Terserang Penyakit Gumboro Pada Ayam

Adapun gejala atau ciri-ciri ayam terserang penyakit gumboro, antara lain:

  1. Kurang nafsu makan
  2. Ayam menjadi lesu, atau tidak agresif
  3. Terjadi peradangan di bagian dubur.
  4. Mencret putih serta berlendir.
  5. Suhu tubuh badan ayam akan tidak stabil.
Cara Mengobati Penyakit Gumboro Ayam

Berikut ini cara mengatasi dan mengobati penyakit gumboro pada ayam, sebagai berikut:

1. Melakukan Brooding

Brooding atau induk Buatan adalah salah satu alat yang dipakai untuk penghangat DOC atau DOD. Dalam hal ini brooding bisa juga digunakan untuk mengobati ayam terserang penyakit gumboro, namun pengobatan ini hanya dapat dilakukan ketika ayam atau unggas lainnya berusia dibawah satu bulan (baca juga: Cara Mengobati Penyakit Kaki Bengkak Burung Kacer).

2. menggunakan Antibiotikg

Penyakit Gumboro adalah penyakit yang disebabkan oleh virus, jadi dengan memberkan obat antibiotic dapat menyembuhkan penyakit ini. Ada beberapa obat yang bisa digunakan diantaranya adalah Doxcilin dan Ampicilin. Berikan obat tersebut sesuai dengan dosis dan petunjuk yang tertulis di kemasan tersebut.

3. Menggunakan Obat Herbal

Obat Herbal yang harus diberikan bila memiliki tanda-tanda atau cirri-ciri diatas terdiri dari gula merah sebanyak 100 gram, kunyit 100 gram, lempuyang 100 gram dan air sebanyak 1 liter. Ramuan herbal tersebut bisa dicampurkan dan digunakan selama 7 hari berturut-turut.

4. Mengunakan Obat Kimiawi

Obat kimia ini hampir sama dengan obat antibiotic, namun memiliki peran yang lebih efektif dalam upaya pencegaham. Biasanya menggunakan obat-obatan, seperti Vaksinobilis, Delvax gumboro dan Bursavac (baca juga: Pengendalian Hama dan Penyakit Ayam Petelur ).

5. Pencegahan Penyakit Gumboro

Ada beberapa upaya pencehan penyakit gumboro, agar unggas tidak mudah terserang oleh penyakit ini antara lain:

  • Melakukan sanitasi area peternakan dengan menyemprotkan larutan disinfektan.
  • Melakukan vaksinasi pada ayam yang berusia 7-9 hari, bertujuan untuk meningkatkan system kekebalan tubuh dan menghindari beberapa penyakit yang akan menyerang.
  • Menjaga kebersihan kandang, pakan, minum dan peralatan kandang dengan teratur.
  • Memberikan multivitamin atau vitamin tambahan agar dapat membantu meningkatkan system kekebalan tubuh dan mempercepat pertumbuhan.

Baca juga:

Demikianlah ulasan tentang 5 Cara Ampuh Mengobati Penyakit Gumboro Pada Ayam. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat serta menambah wawasan anda dalam mengatasi dan mengobati penyakit gumboro serta mengantisipasi penyakit gumboro. Jangan Lupa Like, dan Share. TERIMA KASIH.

12 Jenis-Jenis Ayam Birma (Burma) Beserta Ciri-Cirinya

12 Jenis-Jenis Ayam Birma (Burma) Beserta Ciri-Cirinya Ayam birma atau dikenal dengan sebutan ayam Burma merupakan salah satu ayam bangkok yang banyak dicari dan digemari oleh berbagai kalangan untuk dijadikan koleksi maupun untuk ayam aduan.

Ayam Burma berasal dari Negara Burma, atau dikenal dengan Negara Myanmar sehingga diberi nama Burma sesuai dengan asalnya. Penyebaran ayam Burma pertama kali disebarkan oleh Negara Thailand yang dijadikan sebagai ayam aduan yang dapat memenangkan setiap pertandingan di Negara tersebut, sehingga ayam ini sangat dikenal dan diternak diberbagai Negara. Adapun jenis-jenis ayam Burma yang harus diketahui sebelum membeli atau beternak ayam Burma ini, baik ayam Burma asli maupun crossbreeding(persilangan) dari beberapa ayam lainnya, yaitu sebagai berukut:

1. Ayam Burma (Birma) Asli 100%

Baca: 10 Cara Mudah Membuat Silase Jerami Padi Untuk Pakan Ternak Ruminansia

Ciri-cirinya:

  • Bobot badan jantan dan betina dewasa mencapai 2,0 kg-2,6 kg
  • Berbulu lebat dan berwarna kehitaman, dan mera bata
  • Ukuran dan kerangka tulang kecil
  • Kaki lebih ramping, bulat dan berwarna gelap
  • Gaya tarung ternak terbang, sehingga akan mengenai bagian kepala, tenggorokan dan mata.
2. Ayam Burma Gostan

Ciri-Cirinya:

  • Bobot badan mencapai 2,5 kg-3,0 kg
  • Ukuran dan kerangka tulang lebih besar dibandingkan ayam Burma asli
  • Berbulu lebat dan berwarna kemerahan, hitam, kelabu dan kombinasi
  • Kaki kecil, bulat dan berwarna kekuningan dan cokelat
  • Gaya bertarung defensive, selalu bergerak mundur dan memukul tanpa mematuk
3. Ayam Burma Rambong

Ciri-cirinya:

  • Bobot badan mencapai 2,5-3,0 kg
  • Ukuran dan kerangka tulang agak besar dari ayam Burma asli
  • Bulu lebat dna berwarna kelabi, kehitaman dan kombinasi
  • Kaki kecil, bulat dan berwarna kecoklatan atau kehitaman agak gelap
  • Gaya bertarung agresif dan lincah, bergerak kekanan dan kekiri serta memukul pada bagian kepala.
4. Ayam Burma Mabin

Ciri-cirinya:

  • Bobot badan mencapai 3,0-3,2 kg
  • Ukuran dan kerangka tulang lebih besar dari ayam Burma asli
  • Bulu lebat dan dominan berwarna merah pada pada bagian tubuh
  • Kaki kecil, bulat dna berwarna kecoklatan kotor
  • Gaya bertarung memukul sambil melompat lalu menghindari serta memukul pada bagian kepala
5. Ayam Burma Malow

Ciri-cirinya:

  • Bobot badan mencapai 3,1-3,2 kg
  • Ukuran dan kerangka tulang lebih besar dari ayam Burma asli
  • Bulu lebat dan berwarna putih kekuningan atau kelabu dibagian atas tubuh
  • Kaki kecil, bulat dan berwarna kecoklatan atau gelap
  • Gaya bertarung devensif dan agresif, yaitu menghindari sambil memukul tanpa mematuk serta memiliki pergerakan yang aktif
6. Ayam Burma Kradungtong

Baca: 12 Ciri-Ciri Ayam Cemani Asli Yang Harus Diketahui

Ciri-ciri:

  • Bobot badan mencapai 3,1-3,2 kg
  • Ukuran dan kerangka agak besar dari ayam Burma asli
  • Bulu lebat dan berwarna putih kekuningan pada bagian leher, punggun, sayap dan paha
  • Kaki kecil, bulat dna berwarna gelap
  • Gaya bertarung sama dengan ayam Burma malow devensif dan agresif, menghindar sambil memukul dan memiliki pergerakan yang aktif
7. Ayam Burma Drunk

  • Bobot badan mencapai 2,9-3,0 kg
  • Ukuran dan kerangka agak besar dari ayam Burma asli
  • Bulu lebat dan berwarna hitam gelap pada keseluruhan badan
  • Kaki kecil, bulat dan berwarna agak kehitaman
  • Gaya bertarung sama dengan ayam Burma malow devensif dan agresif, menghindar sambil memukul dan memiliki pergerakan yang aktif, namun tidak beraturan seperti mabuk
8. Ayam Burma Mata Katak

  • Mata ayam ini seperti katak, sehingga ayam ini dikenal ayam mata katak
  • Bobot badan mencapai 2,9-3,0 kg
  • Ukuran dan kerangka agak besar dari ayam Burma asli
  • Bulu lebat dan berwarna hitam pada bagian keseluruan badan
  • Kaki kecil, bulat dan berwarna gelap
  • Gaya bertarung bergerak kekiri dan kekanan maju serta mundur sambil memukul pada bagian kepala dan badan
9. Ayam Burma Thai (Mathai)

  • Mathai adalah persilangan ayam Burma asli dengan ayam Bangkok Thailand
  • Bobot badan mencapai 3,1-3,5 kg
  • Ukuran dan kerangka agak besar dari ayam Burma asli
  • Bulu lebat dan berwarna merah bata pada bagian leher, punggung dan sayap
  • Kaki kecil, bulat dan berwarna kekuningan kotor
  • Gaya bertarung selalu menempel lawan pada sisi kiri dan kana, serta mengunci lawannya sehingga mempermudahkan memukul ayam lawan tersebut
10. Ayam Burma Saigon (Magon)

  • Ayam saigon ini hasil persilangan ayam Burma asli dengan ayam Bangkok Vietnam
  • Bobot badan mencapai 3,1-4,0 kg
  • Ukuran dan kerangka agak besar dari ayam Burma asli
  • Bulu lebat dan berwarna putih kekuningan pada bagian leher, punggung, dan berwarna kemerahan pada bagian sayap
  • Kaki kecil, bulat dna berwarna gelap
  • Gaya bertarung sama dengan ayam Burma malow devensif dan agresif, menghindar sambil memukul dan memiliki pergerakan yang aktif
11. Ayam Burma Makhoy (Pakhoy)

  • Ayam Burma makhoy ini hasil persilangan ayam Burma asli dengan ayam bangkok Malaysia
  • Bobot badan mencapai 3,1-3,2 kg
  • Ukuran dan kerangka agak besar dari ayam Burma asli
  • Bulu lebat dan berwarna merah pada leher dan punggung, serta sayap dan ekor berwarna kehitaman
  • Gaya bertarung mematuk ke bagian semua badan lawan dan menguncinya lalu memukulnya dengan keras kearah badan dan kepala
12. Ayam Burma Brasilian  (Masil)

  • Ayam brasilian ini hasil persilangan ayam Burma asli dengan ayam Bangkok Brazil
  • Bobot badan mencapai 3,1-3,5 kg
  • Ukuran dan kerangka agak besar dari ayam Burma asli
  • Bulu lebat dan berwarna putih kekuningan pada bagian leher, punggung, sayap berwarna kebiruan gelap serta ekor berwarna kombinasi putih dan hitam
  • Gaya bertarung sering melakukan pergerakan di bagian sisi kanan dan kiri serta lock lawan sehingga mempermudahkan melakukan pemukulan.

Baca Juga:

Itulah ulasan singkat tentang 12 Jenis-Jenis Ayam Birma (Burma) Beserta Ciri-Cirinya . Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat, serta menambah wawasan anda mengenai ternak ayam Bangkok aduan birma. Jangan Lupa Share dan Like. TERIMA KASIH.

12 Cara Sukses Ternak Ayam Arab Petelur Bagi Pemula

12 Cara Sukses Ternak Ayam Arab Petelur Bagi PemulaBeternak ayam arab merupakan salah satu peluang usaha peternakan yang sangat menarik dan juga menguntungkan, terutamanya ternak ayam petelur.

Baca: 12 Ciri-Ciri Ayam Cemani Asli Yang Harus Diketahui

Meskipun masih sedikit yang budidaya atau beternak ayam arab petelur, namun permintaan pembeli masih cukup tinggi. Beternak ayam arab bisa dilakukan dalam skala kecil ataupun rumahan. Bila anda masih pemula untuk ternak ayam arab petelur skala kecil dan rumahan, untuk itu perhatikan langkah-langka  ternak ayam arab petelur dibawah ini.

1. Analisis Usaha

Analisa usaha peternak ayam arab petelur sangat penting dilakukan, untuk mengetahui target dan keuntungan yang akan diproleh. Misalnya analisa modal utama, analisa peralatan, dan juga analisa pengeluaran.  Dengan begitu akan mempermudah untuk melakukan pengembangan atau beternak ayam arab petelur dengan mudah. Biasanya modalnya utama bisa dilakukan dengan modal yang relatif kecil atau besar tergantung badget yang dimiliki.

2. Memilih Bibit Unggul

Bibit ayam arab petelur yang unggul dan berkualitas sangat menentukan hasil yang akan di proleh, pilihlah bibit ayam yang unggul, seperti tidak cacat, gerakan lincah, nafsu makan tinggi, bentuk fisik sempurna, dan tidak dalam terserang penyakit.

3. Pembuatan Kandang

Kandang ayam arab petelur harus dibuat menghadap ke barat atau timur, hal tersebut bertujuan untuk mendapatkan udara yang baik dan sinar matahari yang baik. Agar ayam arab dapat menghasilkan telur yang berkualitas, peternak harus mempersiapkan 3 kandang, yaitu Box Indukan, Kandang pembesaran dan kandang produksi telur.

4. Proses Pemeliharaan

Untuk menghasilkan telur dan produksi yang baik, sebaiknya peternak melakukan pemeliharaan yang baik, seperti menjaga kebersihan kandang (tempat pakan), menyemprotkan larutan insektisida atau bakterisia secara berskala, dan menjaga kesehatan ayam arab petelur.

5. Pemberian Pakan

Pemberian pakan ini masuk dalam proses pemeliharaan, perhatikan kualitas dan nutrisi pakan yang akan diberikan oleh ayam arab petelur. Hal tersebut sangat membantu untuk meningkatkan hasil produksi telur. Pemberian pakan bisa dilakukan 2 kali dalam sehari, pada pagi dan siang hari dengan ukuran 80-90 gram/hari untuk masing-masing ayam.

6. Jenis Pakan yang Diberikan

Jenis pakan yang diberikan dalam beternak ayam arab petelur cara intensif ini,  yaitu harus memiliki kandungan protein sekitar 16%-18%, sehingga kandungan tersebut dapat memenuhi asupan protein yang membantu meningkatkan produksi ayam arab petelur. Biasanya memberikan pakan yang terbuat dari sayuran dan umbi-umbian, sedangkan pakan buatan berbentuk voor atau dedak.

7. Perhatikan Kualitas Telur

Memperhatikan kualitas telur ayam bagus atau tidak, ini merupakan hal yang harus dilakukan peternak dalam menseleksi ayam maupun telur yang dihasilkan. Dan juga bertujuan untuk mengetahui, bahwa ayam arab tersebut memerlukan kandungan nutrisi tambahan dan proses pemeliharaan yang khusus, berguna untuk memperbaiki kondisi telur yang dihasilkan.

8. Pengendalian Penyakit

Pengendalian penyakit ini sangat penting dilakukan untuk menghambat penyebarluasan penyakit yang menyerang ayam arab petelur. Pengendalian tersebut, bisa dilakukan dengan melakukan vaksinasi terhadap ayam arab petelur yang belum terkontaminasi atau terserang penyakit.

9. Jenis Vaksin

jenis vaksin yang diberikan untuk pencegahan virus, seperti Newscastel diseases (ND), Gumboro, Infektius bronchitis, Egg drop syndrome (Eds 76), Avian Influenza (flu burung) dan Mare’k  Fowl fols. Beberapa jenis vaksin bukan untuk virus, seperti Coriza, Kolera dan Koksidiosis.

10. Faktor Keberhasilan Vaksin

Factor keberhasilan vaksin ditentukan oleh, alat yang digunakan aman, vaksin aman dan penangananan serta cara pencampuran vaksin yang digunakan tepat dan benar, sehingga akan dapat menentukan tingkat keberhasilan yang tinggi.

11. Metode vaksinasi

Cara vaksinasi dapat dilakukan dengan cara suntik (injeksi), tetes ( tetes mata atau mulut) dan air minum.

12. Pemanenan Telur

Pemanenan telur ini dapat dilakukan dengan cara manual, yaitu melakukannya secara bertahap dengan menggunakan tangan, kemudian memasukan kedalam box telur. Dalam pemanenan ini harus dilakukan pengecekan terlebih dahulu, berdasarkan ukuran, bentuk dan kualitas telur yang dihasilkan.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang 12 Cara Sukses Ternak Ayam Arab Petelur Bagi Pemula. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. TERIMA KASIH.

12 Ciri-Ciri Ayam Cemani Asli Yang Harus Diketahui

12 Ciri-Ciri Ayam Cemani Asli Yang Harus DiketahuiAyam cemani atau ayam kedua merupakan sala satu jenis ras ayam lokal yang awalnya banyak dikembangkan di wilayah Kedu, Desa Kedu, Kecamatan Temanggung dan Desa Kalikuto, Kecamatan Grabag, Magelang.

Baca: 7 Cara Membedakan Ikan Mas Koki Jantan dan Betina

Ayam ini sangat dikenal dan populer karena memiliki warna hitam pada sebagian tubuh, dan banyak pula dimanfaat untuk hewan ritual. Sehingga banyak sekali yang beternak ayam cemani atau yang membelinya guna untuk mengkoleksi karena keunikan dari warna ayam tersebut. Sebelum membeli atau beternak ayam cemani, sebaiknya terkebih dahulu mengetahui ciri-ciri ayam cemani asli dan palsu, antara lain:

1. Kepala

Kepala ayam cemani berbentuk bulat memanjang, ketika berumur 7-8 hari. Namun bila ayam cemani berumur 6 bulan sampai 1 tahun berbentuk bulat dan dilengkapi dengan jengger, paruh dan lidah dan sebagainya. Dominan kepala memiliki warna hitam pekat, sepeerti arang.

2. Mata

Mata ayam cemani memiliki bentuk bulat dan beriamter sekitar 2-3 mm, tergantung umur. Mata ayam cemani memiliki warna hitam dan area mata juga berwarna hitam.

3.Paruh

Paruh ayam cemani memiliki warna hitam dan agak putih di bagian pangkal ujung, karena ayam cemani sering mematuk pakan sehingga warna bagian pangkal ujung pudar.

4. Jengger Atas

Jengger bagian atas pada ayam cemani juga memiliki warna hitam, namun dengan seiringinnya waktu dan bertambah umur jengger bagian atas akan mulai mudar berwarna kemerahan.

5. Jengger Bawah

Jengger bagian bawah pada ayam cemani, yang terdapat di dekat leher ini memiliki warna hitam. Hal ini sama dengan jengger bagian atas, akan mudar seiring waktu dan bertambahnya umur berwarna kemerahan.

6. Bulu

Bulu ayam cemani memiliki warna hitam dominan, namun tingkat keaslian biasanya tidak ada sedikitpun warna yang berbeda di setiap bulu yang dihasilkan ayam tersebut.

7. Kulit dan Ketiak

Kulit dan ketiak ayam cemani asli, biasanya berwarna hitam. Sudah dipastikan bila ayam cemani palsu akan menghasilkan ketiak dan kulit berwarna seperti ayam biasa lainnya.

8. Dubur

Dubur ayam cemani yang asli biasanya memiliki warna yang tidak hitam, seperti yang digosipkan. Melainkan dubur ayam cemani asli memiliki dubur seperti ayam lainnya.

9. Kaki

Kaki ayam cemani memiliki warna hitam tidak pekat atau agak kusam, dikarenakan sisik pada kaki ayam sering ditemukan kering sehingga memiliki warna hitam agak putih.

10. Tenggorokan

Tenggorokan ayam cemani asli tetap berwarna hitam, dengan panjang sama seperti ayam kampong. Bagian hitam ini juga terdapat dibagian dalam walaupun tidak secerah dibandingkan bagian luar.

11. Lidah

Lidah ayam cemani berwarna abu-abu atau terkadang berwarna putih. Tetapi ada juga beberapa lida ayam cemani berwarna hitam.

12. Darah

Menurut beberapa peternak ayam cemani darah ayam cemani memiliki darah merah, belum sampai saat ini menemukan ayam cemani memiliki darah hitam.walaupun sudah dilakukan percobaan dengan memberikan pakan ayam cemani dengan beras hitam, kluwak dan lainnya.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang 12 Ciri-Ciri Ayam Cemani Asli Yang Harus Diketahui. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat, serta memberikan wawasan anda mengenai ayam cemani. Terima kasih.

13 Hal Yang Harus dilakukan Ketika DOC Baru Datang

13 Hal Yang Harus dilakukan Ketika DOC Baru Datang – DOC (Day Old Chicken) atau dapat diartikan ayam berumur satu hari, yang baru datang harus segera ditangani dengan tepat dan juga benar. Hal tersebut bertujuan untuk menghindari kematian atau abnormalitas terhadap ayam tersebut.

Baca: Ciri-Ciri DOC Ayam Yang Baik dan Berkualitas

Biasanya anak ayam yang baru datang akan mengalami tingkat stress relative tinggi, Karena dalam perjalanan mengalami benturan, hentakan, atau lainnya sehingga dapat menyebabkan stress. Untuk itu, anda harus segera menanggani dengan beberapa hal yang harus dilakukan untuk menghindari hal yang tidak di inginkan.

1. Penimbangan DOC

Pertama hal yang harus dilakukan adalah penimbangan, rata-rata berat yang dihasilkan berkisar 40-50 gram atau juga 60%-68% dari berat telur yang ditetaskan.

2. Penghitungan DOC

Kedua hal yang harus dilakukan adalah penghitungan, biasanya dalam satu boxs berisi 100-102.

3. Penyeleksian DOC

Ketiga yang harus dilakukan adalah seleksi, karena seleksi ini bertujuan untuk mendapatkan DOC yang bagus dan berkualitas. Dalam penyeleksian ini harus dilakukan dengan tepat dan benar, pilihlah DOC sehat, tidak cacat, lincah dan memiliki nafsu makan tinggi.

4. Masukan DOC ke Brooding (tempat penghangat)

Brooding adalah dimana anak ayam membutuhkan tempat yang hangat, baik itu indukan maaupun buatan.  Suhu optimalnya adalah 32-33 derajat celcius, dengan kelembaban 30-50%.

5. Berikan Minum Air Gula 2-5 %

Hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah memberikan air minum (air gula). Pemberian air minum biasanya hanya di berikan 2%-5% pada DOC yang baru datang, untuk menghindari stress, dehidrasi, dan memberikan energy DOC agar tidak lemas.

6. Jangan Berikan Pakan dan Ransum

Hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah memberikan pakan dan ransum sedikit demi sedikit untuk melatih pencernaan DOC. Biasanya pemberian pakan untuk DOC yang baru datang tidak disarankan, namun bisa dilakukan hanya dengan memberikan sedikit saja.

7. Perhatikan DOC Secara Detail

Hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah memperhatikan DOC secara detail, seperti nafsu makan, gerakan, dan bahkan kesehatan. Bila mengalami gangguan lakukan pemisahan atau isolahan DOC yang terserang.

8.Pelebaran Brooding

Jika anak ayam sudah berumur 3 hari lakukan pelebaran sekat brooding, hal tersebut untuk menghindari pemadatan anak ayam. Lakukan setiap 2-3 kali sekali.

9.Vaksinasi

Jika umur ayam 4 hari lakukan vaksinasi ND, dengan dosis yang di anjurkan.

Adapun tambahan, manajemen pemeliharaan yang baik dan benar di mulai dari persiapan kandang sebelum DOC datang, yaitu:

  1. Awali dengan membersihkan feses dan desinfeksi kandang dengan gavprotec.
  2. Tiga hari sebelum datang, pasang litter (alas kandang) dengan ketebalan 7-8 cm, sebelum di desinfeksi.
  3. Siapkan Gas Broder atau Gasolec, dan pasangh TMA dan NRDOC.
  4. Saat 1-3 sebelum DOC datang, Gasolec sudah dinyalakan dan siapkan air minum ditambah gula 2-5% serta Gavin E untuk mempercepat pemulihan.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang 13 Hal Yang Harus dilakukan Ketika DOC Baru Datang. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Pengendalian Hama dan Penyakit Ayam Petelur

Pengendalian Hama dan Penyakit Ayam Petelur – Hama dan Penyakit adalah salah satu penyebab penurunan produktivitas ternak, terutamanya produktivitas yang dihasilkan oleh ternak ayam petelur. Bukan hanya itu, hama dan penyakit juga mengakibatkan ketidakstabilan hormon dan organ pembentuk telur sehingga telur akan mengakibatkan tidak normal dan ternak ayam petelur akan mati secara mendadak.

Baca: Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Gumboro Pada Ayam

Untuk mengatasi hal tersebut, peternaka ayam petelur perlu mengetahui hama dan penyakit yang sering menyerang ayam petelur sehingga dapat menetralisir dan melakukan pengendalian hama dan penyakit dengan tepat. Berikut hama dan penyakit yang sering menyerang ayam petelur.

Hama dan Penyakit Ayam Petelur

Hama Ayam Petelur

1. Ular

Ular adalah hama pertama biasanya masuk kekandang, melalui celah kecil ataupun besar dan mengkonsumsi telur atau indukannya. Sehingga hama ini harus diwaspadai.

Pengendalian: Harus dilakukan sanitasi area kandang dan membersihkan gulma disekitar kandang dengan baik.

2. Berkicot

Bekicot adalah hama yang akan muncul bila kelembaban diarea terlalu tinggi. Kandang yang terlalu lembab atau habis hujan. Biasanya akan muncul bekicot yang akan menempel di telur dan akan menyebabkan telur terdapat lendir. Namun hama ini jarang terjadi.

Pengendalian: Menjaga kelembaban area kandang, membuat drainase untuk menghindari banjir pada kandang. Dan pembasmian dilakukan secara manual dengan cara mengambilnya satu persatu.

3. Semut atau Kutu

Semut atau kutu adalah hama yang sering kerap terjadi. Hama ini sering menyerang indukan yang sedang ingin bertelur atau masih mengerami telurnya.

Pengendalian: Menjaga kebersihan kandang, melakukan penyemprotan dengan Insektisida berbahan aktif,

Penyakit Ayam Petelur

1. Afian Influenza (AI)

Penyebab: Virus Orthomixso H5N1

Gejala: Telapak kaki merah dan tampak bengkak, pial berwarna gelap, kelopak mata terdapat benjolan putih dan mati mendadak

Pengendalian: melakukan sanitasi kandang dan peralatan  yang digunakan, dan lakukan vaksinasi area yang terkangkit. Pengobatan tidak ada hanya dapat diberikan multivitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

2. Berak Darah (Cacidiocis)

Penyebab: Protozoa, genus Eimeria

Gejala: Sayap akan tergelantung kebawah, tampak lesu atau kusam, kotoran terdapat darah dan berlendir.

Pengendalian: Menjaga kebersihkan kandang, melakukan penyemprptan Bakterisida diarea perkandangan.

Pengobatan: Mengunakan obat-obatan, seperti Trisulfa, Sulfa-Mezathin dan Bifuran. Pemberian dicampurkan ke media pakan ataupun minum.

3. Berak Kapur (Pullorum)

Penyebab: Bakteri Salmonella pullorum

Gejala: Selalu menutup mata, sayap akan terluka, kotoran akan berwarna putih dan resiko kematian ayam tinggi.

Pengendalian: Melakukan pemilihan anakan unggulan dan sudah divaksin sehingga tahan terhadap penyakit tersebut.

Pengobatan: Pemberian obat-obatan, seperti Sulfaquinoxaline, Nitrofurazalidone dll.

4. Cacar Ayam (Fowl pox)

Penyebab: Virus Borreliota avium

Gejala: Jengger ayam akan terdapat bercak berwarna abu-abu, dan terkadang berair, dan terdapat benjolan kecil diarea muka ayam.

Pengendalian: Menjaga kebersihan kandang, peralatan kandang, dan penggunakan anakan tahan terhadap penyakit tersebut atau sudah dilakukan vaksinisasi.

Pengobatan: Tidak ada obatnya, hanya diberikan obat antibiotik dan multivitamin untuk mencegah penyebaran penyakit dan meningkatkan daya dahan tubuh.

5. Choronic Respiratory Disease (CRD)

Penyebab: Bakteri Mikoplasma synoviae

Gejala: Getah radang pada keluar dari hidunh, nafas akan mengorok dan bersin serta keluar cairan busa pada mata.

Pengendalian: Penggunaan bibit anakan unggulan dan sudah divaksinasi, serta menjaga kebersihan kandang dan peralatan yang digunakan dengan baik.

Pengobatan: Menggunakan obat-obatan, seperti Basitrasin erthromisin, Tilosin, Septinomisin dan Linkomisis.  Pemberian dilakukan dengan mencampurkannya dalam minum dan pakan.

6. Gumboro (Infectious Bursal Disease)

Penyebab: Virus Birnaviridae

Gejala: Bursa fabrusius membesar, nafsu makan menurun, ayam akan mengigil atau gemetaran dan kotoran berwarna putih.

Pengendalian: Penggunaan bibit anakan tahan terhadap penyakit tersebut, dilakukan vaksinasi dan menjaga kebersihan kandang dan peralatan yang digunakan.

Pengobatan: Pemberian obat-obatan, seperti vitaminelektrolit dan antibiotik ringan (Ampicillin, Doxiciclin dan Neomicin)

7. Infectious Bronchitis (IB)

Penyebab: Virus golongan Corona virus dan mempunyai struktur DNA serta dikenal dengan 8 serotipe, yaitu Australian T, Conecticut, Delaware, New Hampshire, Georgia, Lowa 97, Lowa 97 dan Massachusetts.

Gejala: Sesak pada pernafasan, ngorok, bersin dan batuk, terdapat lendiri pada hidung dan nafsu makan menurun.

Pengendalian:  Menjaga kebersihan kandang, peralatan yang digunakan dan melakukan penyemprotan Insektisida dan Bakterisida diarea perkandangan.

Pengobatan: Tidak ada obatnya, hanya diberikan multivitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan Antibiotiobit broad spectrum untuk mencegah infeksi secara sekunder.

8. Infectious coryza (Snot)

Penyebab: Bakteri Hemophlus gallinarum

Gejala: Pernafasan relatif cepat, pembengkakan pada muka dan nafsu makan menurun sehingga mengakibatkan kematian tinggi.

Pengendalian: Memperhatikan tatalaksana perkandangan, sanitasi kandang dan area perkandangan.

Pengobatan: Pemberian obat-obatan, seperti Sulfatiasol, Sulfa dimetoksin. Pemberian dilakukan dengan mencampurkan pakan ataupun minumnya.

9. Tetelo (Newscastle Disease)

Penyebab: Virus Paramiyxo

Gejala: Leher akan memutar , sesak nafas, bersih dan ngorok dan nafsu makan menurun mengakibatkan resiko kematian tinggi.

Pengendalian: Menjaga kebersihan kandang, peralatan kandang dan melakukan vaksinasi ketika masih anakan.

Pengobatan: Tidak ada obatanya, hanya pemberian Antibiotik untuk mencegah adanya sekunder oleh bakteri dan berikan multivitamin untuk meningkatkan daya dahan tubuh serta mempercepat proses penyembuhan.

10. Omphalitis

Penyebab: Bakteri Califor, Staphyloccu dan Pseodomonas.

Gejala: Kepala menunduk, tampak lesu atau kusam dan mengantuk. Selain itu, akan mengalami peradangan pada pusar.

Pengendalian: Menjaga suhu dan kelembaban dengan baik pada kandang, penggunaan bibit unggul dan sudah dilakukan vaksinasi.

Pengobatan: Tidak ada obatnya, hanya pemberian antibiotik ringan dan pemberian multivitamin.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Pengendalian Hama dan Penyakit Ayam Petelur. Semoga dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Cara Membuat Pakan Alternatif Ayam Petelur

Cara Membuat Pakan Alternatif Ayam Petelur – Pakan merupakan salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi oleh ternak ayam petelur atau unggas lainnya. Kebutuhan yang sangat besar dalam budidaya ayam petelur dan meningkatnya harga jual pakan. Para peternak bisa membuat pakan pakan sendiri atau pakan alternatif.

Baca: Cara Mengobati Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Pada Hewan

Dengan membuat pakan alternatif, akan membantu mengurangi pengeluaran dan menghemat biaya yang dikeluarkan. Namun dalam pembuatan pakan ini, sebaiknya harus mengetahui penyusunan pakan dan kebutuhan kandungan nutrien, seperti energi, protein, lemak, mineral dan lainnya.

Ada beberapa bahan yang digunakan dalam pembuatan pakan ayam petelur, diantaranya adalah sebagai berikut:

Bahan-Bahan Pembuatan Pakan Ayam Petelur

  • Ampas tahu, Ampas kelapa, Ampas kedelai
  • Bekatul
  • Jagung giling
  • Dedak padi
  • Kacang tanah
  • Sorgum
  • Tepung ikan
  • Singkong
  • Limbah pertanian dan rumah tanggah, seperti sawi, kangkung, kubis, dan sebagainya

Peralatan Yang digunakan

  • Terpal
  • Bak/tong berukuran besar
  • Plastik
  • Pengaduk
  • Air dan sebagainya

Cara Membuat Pakan Alternatif Ayam Petelur

  1. Lakukan pengeringan semua bahan baku yang digunakan, sekitar 1-2 minggu bahkan lebih. Lalu kemudian digiling hingga menjadi tepung.
  2. Setelah itu, campurkan semua bahan yang digiling hingga merata didalam bak atau tong besar atau menggunakan mesin pencampuran.
  3. Lalu cetakan dengan menggunakan mesin pelleter, atau bisa juga tidak menggunakan mesin.
  4. Kemudian, lakukan penjemuran selama 1-2 hari bahkan lebih hingga pakan kering.
  5. Dalam pembuatan, pakan ini bisa juga menambahkan vitamin dan obat antibiotik dalam bentuk cairan untuk membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan menghambat serangan beberapa penyakit.
  6. Pemberian pakan dilakukan 2 kali dalam sehari, dengan memberikan ½ – ¼  dari tempat pakan yang berukuran sedang dan tambah air sedikit.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang  Cara Membuat Pakan Alternatif Ayam Petelur.  Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat, terima kasih.

Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit CRD Pada Ayam

Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Chronic Respiratory Desease (CRD) Pada Ayam  – Penyakit CRD atau dikenal dengan penyakit ngorok adalah salah satu penyakit yang berbahaya yang menyerang pada ayam anakan dan ayam remaja. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycoplasma gallisepticum dan Mycoplasma synoviae. Penyakit ini bersifat kronis dimana menyerang saluran pernafasan, secara terus menerus dalam jangka waktu lama (menahun) dan sehingga ayam tidak sembuh-sembuh.

Baca: Cara Mengatasi Penyakit Scabies Pada Kelinci

Akibat dari penyakit CRD adalah lambatnya laju pertumbuhan, tingkat kematian ayam tinggi, dan tingginya konversi ransum. Kerugian lainnya mengakibatkan keseragaman bobot badan tidak tercapai  dan banyak ayam yang harus diafkir.

Gejala dan Ciri Ayam Terserang Penyakit CRD

Adapun gejala dan ciri-ciri ayam terserang penyakit CRD, umumnya adalah sebagai berikut:

  • Ayam menunjukan batuk, bersin, gangguan pernafasan, dan ayam ngorok
  • Sinusitis pada sinus infraorbitalis (bengkak pada bagian muka)
  • Jika disertai dengan infeksi M. Synoviae ayam akan menunjukan gejala pincang, bengkak pada sendi, dan bahkan akan mengakibatkan kelumpuhan

Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit CRD Pada Ayam

Pengendalian:

  • Menjaga kebersihan kandang, peralatan yang digunakan dan kebersihan pada peternak.
  • Mengurangi kepadatan kandang, memperhatikan kondisi kandang, memperhatikan tatalaksana litter, ventilasi kandang dan pengaruh lingkungan.
  • Pemeliharaan harus dilakukan secara all in all out
  • Melakukan isolasi ayam yang terkena penyakit CRD
  • Penggunaan bibit unggul, terseleksi dan tahan terhadap beberapa penyakit terutamnya CRD.
  • Menghindari penggunaan lahan perkandangan yang tercemar dan terkontaminasi bakteri.

Pengobatan:

  • Memberikan larutan dari obat seperti Basitrasin, Erthromisin, Tilosin, Sepktinomisin, dan Linkomisis. Dilakukan dengan dosis yang sudah ditentukan, biasanya diaplikasikan dengan cara mencampurkan pada pakan atau minum ayam.
  • Bila sudah akut, sebaiknya lakukan pemusnahan secara masal baik di buang, pendam dalam tanah (1/2 meter) maupun dibakar.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit CRD Pada Ayam. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Kolera Pada Ayam

Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Kolera Pada AyamPenyakit kolera adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh bakteri  Pasteurela gallnarum atau Pasteurella multocida yang menyerang ayam pada umur 12 minggu. Penyakit ini menyerang pada ayam pelelur dan ayam pedaging (broiler).

Baca: Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Gumboro Pada Ayam

Penularan penyakit ini bisa melalui pernafasan, pencernaan dan bahkan melalui kontak langsung pada ayam sakit dapat juga melalui udara, pakan, minum yang diberikan, peralatan kandang, petugas peternakan, dan lingkungan yang terkontaminasi.

Gejala Klinis dan Ciri-ciri Ayam Terserang Penyakit Kolera

Ada beberapa gejala klinis dan ciri-ciri ayam terinfeksi penyakit kolera, umumnya adalah sebagai berikut:

  • Pernafasan ayam terlihat sesak, dan bahkan mengorok
  • Kotoran berwarna hijau, kuning ataupun coklat dan berlendir (mencret)
  • Kepala ayam suka menggelengkan kepala
  • Bagian sayap menggantung, bengkak dan bahkan mengakibatkan kelumpuhan
  • Nafsu makan menurun
  • Lesu, lemah dan bahkan mengalami kematian mendadak.

Gejala subklinis dan Ciri-ciri Ayam Terserang Penyakit Kolera

Ada beberapa gejala subklinis dan ciri-ciri ayam terinfeksi penyakit kolera, umumnya adalah sebagai berikut:

  • Inflamasi pada 1/3 pada bagian atas usus kecil
  • Pembesaran dan pembengkakan pada limpa
  • Terdapat material berbentuk cream atau solid pada persendian
  • Pendarahan pintpont pada membran mukosa dan serosa atau pada lemak abdominal

Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Snot pada Ayam

Pengendalian:

  • Menjaga kebersihan kandang, tempat pakan, minum dan peralatan kandang dengan teratur.
  • Melakukan sanitasi perkandangan dan lingkungan, serta menyemprotkan insektisida dan baktersida berbahan aktif.
  • Mengusahakan sinar matahari masuk langsung kekandang, upaya menghindari kelembaban berlebihan pada kandang
  • Penggunaan anakan yang sudah terseleksi, unggul dan sudah divaksinasi
  • Mengisolasi ayam sakit dengan cepat atau melakukan pemusnahan ayam agar tidak menular pada ayam lainnya.

Pengobatan:

  • Bisa dengan diberikan obat antibiotik atau prepat sulfat seperti Ampisol, Inequill, Sq Plus, Tetrasulfa B plex, Corydon, Ceamium 99 atau Embacox.
  • Bisa juga mencampurkan larutan Cocicdiostat pada air minum ayam, 3 hari sekali.
  • Bisa juga menggunakan injeksi dari larutan obat Terramcyn

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Kolera Pada Ayam. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.