Cara Ternak Belut Untuk Pemula

By On Sabtu, April 1st, 2017 Categories : Jenis Ternak

Cara Ternak Belut Untuk Pemula – Kali ini kita akan membahas mengenai ternak belut, beternak belut, budidaya belut dan istilah-istilah lainnya. Langsung saja kita masuk ke pembahasan sebagai berikut:

Belut adalah salah satu ternak yang termasuk kedalam jenis ikan konsumsi air tawar dengan bentuk bulat panjang, berwarna coklat kemerahan dan memiliki tubuh yang sangat licin. Belut sudah lama dikenal oleh kalangan masyarakat yang memiliki kandungan gizi tinggi dan memiliki harga jual yang cukup mahal dipasaran.

Baca: Ciri ciri kambing Bunting (Hamil)

Banyak petani yang berpeluang usaha/bisnis ternak belut, namun belum mendapatkan hasil yang maksimal dan juga sukses dalam beternak belut tersebut. Untuk itu, kami disini akan membahas cara beternak belut untuk pemula yang mudah dan mendapatkan hasil maksimal serta sukses.

Panduan Ternak Belut Untuk Pemula

1.Persiapan Kolam Belut

Budidaya belut tergantung dengan media yang anda gunakan, misalnya penggunaan kolam terbuat dari terpal, beton, drum atau tong juga bisa dimanfaatkan. Namun, untuk pemula kami merekomendasikan untuk menggunakan drum/tong besar yang memudahkan untuk pemula memulai pengembangan belut. Hal yang harus disediakan untuk kolam drum/tong untuk beternak belut adalah sebagai berikut:

  • Drum bekas/tong bekas anti karat.
  • Lumpur dengan tekstur lembut (lumpur sawah)
  • Air
  • Tambahan: tambahkan kedebog pisang dicacah dalam bentuk partikel kecil, dan batang keladi/lompong dicacah, kompos, tanah humus, pupuk kandang dan lain-lain.
  • Kemudian masukan semua bahan tersebut kedalam drum bekas/tong bekas yang sudah disediakan. Diamkan 2-3 hari.

2.Pemilihan Bibit Belut

Pemilihan bibit belut dalam fase pembesaran  harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

  • Berumur sekitar 2-3 bulan atau bahkan 4 bulan.
  • Panjang rata-rata berkisar 10-12 cm.
  • Memiliki ukuran dan bentuk seragam.
  • Memiliki gerakan lincah dan aktif.
  • Tidak abnormal (cacat).
  • Tidak dalam terserang penyakit.

3.Pemeliharaan Belut

Selanjutnya, ketika bibit sudah dibeli dan didapatkan masukan kedalam media drum bekas tersebut dan lakukan pemeliharaan sebagai berikut:

  • Melakukan pengaturan air dengan baik, jangan sampai berlebihan di dalam drum tersebut.
  • Pemberian pakan dilakukan 1-2 kali dalam sehari, pakan yang diberikan seperti bekicot, limbah ikan, sisa-sisa cincangan ayam, dan pelet serta dapat juga menggunakan pakan alternatif lainnya.
  • Pengendalian hama dan penyakit harus dilakukan dengan teratur, karena dapat mempengaruhi tingkat keberhasilan ternak belut. Hama yang sering menyerang adalah ular,berang-berang, tikus sawah. Penyakit yang sering diserang pada belut ini disebabkan oleh jamur, bakteri dan virus serta protozoa berukuran kecil.
  • Melakukan sanitasi dan menjaga kebersihan drum bekas/tong bekas agar jauh dari serangan berbagai macam binatang yang akan memakan belut dan menggulingkan/menjatuhkan drum bekas tersebut.

4.Pemanenan Belut

Pemanenan belut bisa dilakukan kapan pun peternak inginkan, tergantung kebutuhan peternak. Namun pemanenan yang paling efektif dilakukan 3-4 bulan setelah fase pembesaran berlangsung. Pemanenan tersebut dapat dilakukan dengan membuang lumpur dalam drum, lalu penjaringan (jaring) belut tersebut dan siap untuk dipasarkan/dikonsumsi sendiri.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Ternak Belut Untuk Pemula semoga berguna dan bermanfaat. Terima Kasih.

Cara Ternak Belut Untuk Pemula | ilmupeternakan | 4.5
Link Alternatif Agen Sakong Bandar Poker Judi BandarQ itu99