Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Nila

By On Sabtu, Maret 24th, 2018 Categories : Ikan, Penyakit Ternak

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Nila –  Hama dan Penyakit merupakan salah satu masalah yang besar dalam budidaya ikan nila. Hama dan penyakit biasanya disebabkan oleh binatang predator, bakteri, jamur atau parasit yang akan menyebabkan ternak ikan nila sakit, dan bahkan mati karena hama dan penyakit tersebut.

Baca: Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Lele

Dalam upaya pencegahan dan pengendalian hama dan penyakit ikan nila, harus terlebih dahulu mengetahui penyebab hama dan penyakit apa saja yang sering menyerang ikan nila. Berikut hama dan penyakit ikan nila dan cara pengendaliannya.

Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Nila

A. Hama Utama Ikan Nila dan Pengendaliannya

1. Burung

Burung adalah hama predator yang suka menyerang dan memakan benih ikan-ikan kecil. Pengendalian hama burung pada budidaya ikan dengan cara memasang jaring pada permukaan kolam agar burung sulit untuk mengincar dan memakan benih ikan.

2. Kodok

Kodok adalah hama predator bagi telur-telur ikan, hama ini suka mengkonsumsi telur ikan hingga tidak ada sisa. Pengendalian hana kodok dilakukan dengan cara membuang telur kodok yang terdapat dikolam, menangkap dan membuang kodok yang terdapat dikolam.

3. Ular

Ular adalah hama yang sangat berbahaya dan sekaligus dapat memakan benih ikan kecil dan ikan dewasa. Pengendalian hama ini bisa dilakukan dengan membuat pagar, memasang jaring dan melakukan penangkapan.

4. Ucrit (Larva cybister)

Ucrit adalaha hama ini juga sangat berbahaya dan sekaligus memakan benih ikan kecil dan ikan dewasa. Hama ini memakan ikan dengan cara menjepit badan ikan dengan taringnya hingga badan ikan nila robek. Pengendalian sangat sulit, cukup dengan menghindari penumpukan bahan organik yang ada disekitar kolam.

5.Bebeasan (Notonecta)

Bebeasan adalah hama yang mengkonsumsi benih ikan nila, melalui sengatannya. Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan menuangkan minyak tanah, kepermukaan air 500 cc.100 meter persegi.

6. Linsang

Linsang adalah binatang yang sangat menyukai ikan, linsang ini menyerang ikan pada malam hari. Pengendalian hama linsang dapat dilakukan dengan memasang jebakan berumpun dan memagari kolan dengan menggunakan jaring.

B. Penyakit Utama Ikan Nila dan Pengendaliannya

1. Penyakit Bercak Merah

Penyebab: Bakteri Aeromonas dan Pseudomonas

Gejala serangan: Pendarahan pada bagian tubuh yang terserang, sisik ikan nila terkelupas, menimbulkan borok, perut membusung dan terjadi pendarahan pada hati, ginjal dan limpa serta ikan akan muncul kepermukaan kolam.

Pengendalian: Menjaga kualitas air, menganti air kolam secara teratur,  memberi pakan tidak berlebihan, dan mencampurkan pakan dengan Oxytetracylin 50 mg/kg pakan, diberikan setiap hari selama 7-10 hari.

Pengobatan: Penyuntikan dengan Tetramysin 0,05 ml/100 gram bobot badan ikan  atau Kanamysin 20-40 mg/kg bobot ikan dan merendam ikan yang sakit dengan larutan Kalium permanganat 10-20 mg/liter selama 30-60 menit.

2. Penyakit Parasit Epistylis spp

Penyebab: Parasit Epistylis spp

Gejala Serangan: Perubahan warna insang menjadi merah kecoklatan, gangguan pernapasan/sulut bernapas, gerakan ikan lambat dan pertumbuhan ikan terhambat.

Pengendalian: Menjaga kualitasa air, penggunaan benih unggul dan padat tebar tidak melebihi kapasitas kolam.

Pengobatan: Merendam ikan dalam larutan formalin 200 mg/liter selama 40 menit atau KmnO4 20 mg/liter selama 15-20 menit.

3. Penyakit Parasit Trichodina sp

Penyebab: Parasit Trichodina sp

Gejala serangan: Terdapat luka dan pendarahan pada kulit, sirip dan insang.

Pengendalian: Menganti air kolam secara teratur, memasang filter pada instalasi pengairan kolam, dan melakukan pemisahan ikan yang terserang.

Pengobatan: Merendam ikan yang sakit dalam larutam garam (NaCl) sebanyak 500-1000 mg/liter selama 24 jam atau dengan menggunakan larutan formalin sebanyak 25 mg/liter.

4. Penyakit Jamur Saprolegniasis

Penyebab: Jamur Saprolegniasis

Gejala serangan: Menyerang pada telur ikan nila, larva dan benih ikan nila, ditandai dengan terlihat jelas benang-benang halus berwarna putih sampai putih kecoklatan.

Pengendalian: Menjaga kualitas air yang digunakan, melakukan pemisahan yang terserang dan membersihkan kolam dengan teratur setelah digunakan sebelumnya.

Pengobatan: Merendam telur atau ikan yang terserang dengan larutan Malachite green 1 mg/liter selama 1 jam atau larutan formalin 200-300 mg/liter selama 1-3 jam.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Nila. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Nila | ilmupeternakan | 4.5
Link Alternatif Agen Sakong Bandar Poker Judi BandarQ itu99