Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Guppy

By On Minggu, September 2nd, 2018 Categories : Ikan, Penyakit Ternak, Perikanan

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan GuppyIkan guppy (Poecilia reticulata) adalah satu jenis ikan hias air tawar yang sangat populer, karena mudah dipeliharaan dan diternakan. ikan guppy dalam perdaganagan ikan hias dikenal juga sebagai millionfish.  Selain itu, ikan guppy juga dikenal didaerah-daerah lain, seperti cethul atau cithul (Jawa), gepi (Betawi), bungkreung (Sunda), klataw (Banjar) dan lain-lain.

Baca: Cara Ampuh Mengatasi Ikan Cupang Stress

Dalam beternak ikan guppy, haruslah terlebih dahulu mengetahui hama dan penyakit yang menyerang serta cara penangganannya. Hal tersebut akan membantu mengurangi resiko kegagalan dalam budidaya ikan guppy. Berikut cara pengendalian atau pencegahan hama dan penyakit ikan guppy.

Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Guppy

1. Hama Ikan Guppy

  • Kodok atau telur kodok, memangsa ikan guppy yang masih kecil. Jika pemeliharaan dilakukan dikolam. Pengendalian dengan cara membuangnya secara manual dan membuat jaring dibagian atas kolam.
  • Ular, memangsa ikan besar dan kecil. Pengendalian dengan cara memasan jaring dibagian atas kolam dan menangkapnya.
  • Borang-borang, memangsa ikan besar dan kecil hingga habis. Pengendalian membuat perangkap, dan memasang jaring.
  • Burung, memangsa ikan kecil. Pengendalian dengan cara membuat perangkap burung dan memasang jaring.

2. Penyakit Ikan Guppy

a. Penyakit Sukar Pernapasan

Penyebab: Cacing golongan Trematoda, yaitu Dactylogyrus sp.

Gejala: tutup insang akan terbuka lebar, pernafasan ikan terganggu, dan berenang tidak beraturan di permukaan air.

Pengendalian:

  • Menjaga kualitas air dengan baik, dan membersihkan secara teratur.
  • Merendam ikan kedalam larutan PK dengan dosis 0,5 gr/5 liter air, direndam selama 5-10 menit.

b. Penyakit Borok atau Pendarahan

Penyebab: Bakteri Aeromonas salmonicida

Gejala serangan: Ikan terserang akan terdapat luka diinsang, kulit dan borok serta menyebabkan pendarahan pada ikan.

Pengendalian:

  • Menjaga kualitas air agar tetap bersih.
  • Menggunakan antibiotik yang diberikan melalui pakan dan dicampurkan dengan air.
  • Menggunakan garam dapur 1% sebanyak 100 gr/liter dan dilakukan perendaman selama 15-20 menit.

C. Penyakit Bintik Putih

Penyebab: Protozoa Ichthyphitirius multifilliis.

Gejala serangan: Terdapat bintik putih di bagian sirip, insang, permukaan tubuh dan ekor.

Pengendalian:

  • Merendamkan larutan Chloromine 1% 4-5 ml dalam air besrih 4,5 liter selama 24 jam.
  • Bisa juga merendam dengan larutan formalin 400 ppm dan malachyt green 0,1 ppm selama 1 jam.

d. Penyakit Parasit Trichodina sp

Penyebab: Parasite Trichodina sp.

Gejala serangan: Ikan sering mengosokan kedinding atau benda lain, kelihatan gatal, benih tidak aktif dan ikan tampak kurus.

Pengendalian:

  • Menggunakan bubuk Sodium Chlorida sebanyak 75-150 gr dilarutkan kedalam setiap 4 liter air besih, direndam selama 15-30 menit.
  • Menggunakan larutan formalin dengan dosis 200 ppm, direndam selama 30 menit atau menggunakan malachyt green dengan dosis 0,1 ppm, direndam selama 24 jam.

e. Penyakit Parasit Lernea dan Argulus

Penyebab: Parasit Lernea cyiprinacea dan Argulus indicus.

Gejala serangan: Kedua parasit merusak sisik dan kulit, serta menghisap darah ikan. Sehingga ikan terserang akan lemah dan bahkan mati.

Pengendalian:

  • Menggunakan larutan Blitz icth atau Tetra Medica Fungistop dengan cara meneteskan 1-2 tetes/2 liter air.
  • Menggunakan larutan formalin dengan kadar 25 ppm, dengan lama perendaman tidak lebih dari 10 menit.

f. Penyakit Parasit Velvet

Penyebab: Parasit Oodinium pilularis atau Oodinium limneticum.

Gejala serangan: Ikan terserang akan mengosokan tubuhnya kebenda lain, pernafasan menjadi cepat, pergerakan insang lambat dan terdapat bintuk putih kekuningan pada kulit.

Pengendalian:

  • Menggunakan larutkan Methaline Blue 1% sebanyak 10 mg ke dalam 4,5 liter air bersih. Perendaman dilakukan minimal 24 jam.
  • Menggunakan larutan Potasium permanganate 1 % sebanyak 45 ml, dicampurkan kedalam air bersih sebanyak 4,5 liter. Lama perendaman minimal 24 jam.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang  Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Guppy.  Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Guppy | ilmupeternakan | 4.5
Link Alternatif Agen Sakong Bandar Poker Judi BandarQ itu99