Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Bawal

By On Sabtu, Agustus 11th, 2018 Categories : Ikan, Penyakit Ternak, Perikanan

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan BawalIkan Bawal (Brimidae) merupakan ikan air tawar yang banyak di budidayakan dan dikembangkan, oleh peternak ikan. Dalam budidaya ikan hal yang paling menghambat adalah kendala hama dan penyakit yang dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat, produksi menurun dan bahkan mengakibatkan ikan mati.

Baca: Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Arwana

Sehingga para peternak kan harus melakukan, pencegahan atau pengendalian terhadap hama dan penyakit yang menyerang. Berikut hama dan penyakit yang sering menyerang dalam budidaya ikan bawal serta cara pengendaliannya.

Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Bawal

A. Pengendalian Hama Ikan Bawal

  • Belut, menyebabkan ikan muda stres dan mati. Pengendalian, menggunakan kolam dari terpal dan semen, dan menangkapnya.
  • Ucrit (uceng), menyebabkan ikan mati dan terdapat bekas sengatan. Pengendalian, membersihkan kolam skala berskala, menggurangi penumpukan bahan organ akibat sisa pakan.
  • Ular, menyerang ikan besar, dan ikan kecil. Pengendalian, membuat perangkap (menangkapnya), memasang jaring dan membuat pagar.
  • Kodok, menyerang benih ikan. Pengendian, memasang jaring halus dan menangkapnya.
  • Burung, menyerang ikan kecil. Pengendalian, membuat perangkap, dan memasang jaring halus.
  • Biawak dan borang-borang, menyerang ikan besar dan ikan kecil. Pengendalian, membuat pagar, memasang jaring dan membuat perangkap.

B. Pengendalian Penyakit Ikan Bawal

1. Penyakit Bintik Putih (White spot)

Penyebab: Protozoa Ichthyphitirius multifiliis.

Gejala serangan: Bintik putih di bagian sirip, tutup insang, permukaan tubuh dan ekor, serta ikan malas berenang dan sering mengapung dipermukaan air.

Pengendalian:

  • Secara kimiawi, direndam dengan Formalin 400 ppm dan Malachyt green 0,1 ppm selama 1 jam.
  • Secara tradisional, direndam dengan daun miana 7-10 lembar yang direbus dengan 3 gelas air selama 3 kali dalam sehari.

2. Penyaki Parasit Trichodina sp

Penyebab: Parasit Trichodina sp

Gejala serangan: Sering mengosokan badan ke benda lain, kelihatan gatal, benih lemah dan tampak kurus.

Pengendalian:

  • Secara kimiawi, direndam dengan Formalin dengan dosis 200 ppm selama 30 menit atau juga bisa direndam dengan Malachyt green dengan dosis 0,1 ppm selama 24 jam.
  • Secara tradisional, direndam dengan daun miana 7-10 lembar dengan 3 gelas air selama 3 kali dalam sehari.

3. Penyakit Jamur Sprolognia sp

Penyebab: Jamur Sprolognia sp atau Achlya sp.

Gejala serangan: Permukaan ikan dibagian badan, dan ekor terdapat bintik putih halus seperti jamur.

Pengendalian:

  • Secara kimiawi, direndam dengan Formalin dengan dosis 400 ppm selama 30 menit atau juga bisa direndam dengan Malachyt green dengan dosis 0,1 ppm selama 24 jam.
  • Secara tradisional, direndam dengan daun miana 7-10 lembar dengan 3 gelas air selama 3 kali dalam sehari.

4. Penyakit disebabkan Bakteri

Penyebab: Bakteri Aeromonas sp. atau Pseudomnonas sp.

Gejala serangan: Ikan terserang akan tampak pucat, gerakan lambat dan nafsu makan turun.

Pengendalian:

  • Secara kimiawi, direndam dengan Formalin dengan dosis 400 atau 200 ppm selama 1 jam atau juga bisa direndam dengan Malachyt green dengan dosis 0,1 ppm selama 24 jam.
  • Secara tradisional, direndam dengan daun miana 7-10 lembar dengan 3 gelas air selama 3 kali dalam sehari.
  • Secara kimiawi, direndam dengan Formalin dengan dosis 200 ppm selama 30 menit atau juga bisa direndam dengan Malachyt green dengan dosis 0,1 ppm selama 24 jam.
  • Secara tradisional, direndam dengan daun miana 7-10 lembar dengan 3 gelas air selama 3 kali dalam sehari.

5. Penyakit disebabkan Virus

Penyebab: Koi Herves Virus (KHV)

Gejala Serangan: Ikan mati secara mendadak, sering muncul kepermukaan, dan gerakan lambat.

Pengendalian:

  • Secara kimiawi, direndam dengan Formalin atau Vaksinasi dengan dosis 200 ppm selama 30 – 60 menit atau juga bisa direndam dengan Malachyt green dengan dosis 0,1 ppm selama 24 jam.
  • Secara tradisional, direndam dengan daun miana 7-10 lembar dengan 3 gelas air selama 3 kali dalam sehari.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Bawal.  Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Bawal | ilmupeternakan | 4.5
Link Alternatif Agen Sakong Bandar Poker Judi BandarQ itu99