Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Arwana

By On Minggu, Agustus 5th, 2018 Categories : Ikan, Penyakit Ternak, Perikanan

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan ArwanaKendala dalam beternak Ikan arwana (Scleropages formosus) adalah hama dan penyakit yang dapat menyebabkan produksi menurun, pertumbuhan terhambat dan bahkan ikan akan mati.

Baca: Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Patin

Kendala tersebut harus segara diatas dan dilakukan pencegahan dengan melihat gejala-gejala serangan yang tampak pada ikan terserang. Berikut hama dan penyakit yang sering menyerang ikan arwana.

Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Arwana

A. Pengendalian Hama Ikan Arwana

  • Kodok, menyerang benih atau ikan kecil. Pengendalian menggunakan pagar, jaring dan menangkapnya.
  • Burung, menyerang benih, ikan besar dan kecil. Pengendalian membuat perangkap, dan memasang jaring pada kolam.
  • Ular, menyerang ikan besar dan kecil. Pengendalian menjaga kebersihan kolam, memasang jaring pada kolam dan menangkapnya.
  • Biawak atau borang-borang, menuerang ikan besar dan kecil. Pengendalian membuat pagar, memasang jaring, membuat perangkap dan menangkapnya.

B. Pengendalian Penyakit Ikan Arwana

a. Penyakit disebabkan oleh Parasit

1. Pentayit Bintik Putih

Penyebab: Protozoa Ichthiopthirius multifiliis.

Gejala serangan: bintik putih pada insang, sirip, lapisan lendir rusak, dan terjadi pendarahan pada insang dan sirip.

Pengendalian:

  • Penggunaan bahan kimia, seperti Metylene blue 1%, Malacthite green gr/lt, dan formalin 20 ppm, diaplikasikan dengan cara direndam selama 12-24 jam.
  • Penggunaan bahan alami, seperti ekstrak sambiloto atau ekstrak dari sambang darah. Diaplikasikan dengan cara direndam selama 12-24 jam.

2. Penyakit Gatal

Penyebab: Parasite Trichodina sp.

Gejala serangan: Sering mengosokan tubuh ke dinding atau benda keras.

Pengendalian:

  • Penggunaan bahan kimia, seperti formalin 150-200 ppm atau 150 ml/m Diaplikasikan dengan cara direndam selama 15-20 menit.
  • Penggunaan bahan alami, seperti ekstrak sambiloto atau ekstrak dari sambang darah. Diaplikasikan dengan cara direndam selama 30-60 menit.

b. Penyakit disebabkan oleh Bakteri 

1. Penyakit Penducle

Penyebab: Bakteri Flexbacter psychropahila.

Gejala serangan: Muncul borok atau nekrosa kulit secara perlahan, tampak lemah karena nafsu makan menurun.

Pengendalian:

  • Penggunaan bahan kimia, seperti Oxytetracycline 10 ppm. Diaplikasikan dengan cara direndam selama 30-60 menit.
  • Penggunaan bahan alami, seperti ekstrak kunyit 0,5 ml. Diaplikasikan dengan cara direndam selama 30-60 menit.

2. Penyakit Edward siella

Penyebab: Bakteri Edward siella terda

Gejala serangan: Muncul luka kecil pada kulit dan daging disertai dengan pendarahan, lama

-kelamaan akan menjadi bisul dan mengeluarkan nana.

Pengendalian:

  • Penggunaan bahan kimia, seperti Sulfamerazine 100-200 mg. Diaplikasikan dengan cara menyemprotkan kedalam pakan ikan.
  • Penggunaan bahan alami, seperti ekstrak kunyit 0,5 ml. Diaplikasikan dengan cara ikan direndam setiap hari selama 30-60 menit.

C. Penyakit disebabkan oleh Lingkungan

  • Tutup insang melengkung, pengendalian dengan menjaga kadar oksigen dalam air, memberikan aerasu cukup dan tidak memberikan obat-obatan dengan dosis berlebihan.
  • Sisik berdiri, pengendalian dengan memberikan Amonium sulfat 100-200 mg/1kg berat ikan arwana.
  • Mata juling, pengendalian memberikan sinar matahari yang cukup dan menjaga kadar air.
  • Anus merah dan bengkak, pengendalian ikan dipuasakan selama 1-2 hari dan berikan Amonium sulfat 100-200 mg/1kg berat ikan.
  • dll.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Arwana.  Semoga artikel diatas berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Arwana | ilmupeternakan | 4.5
Link Alternatif Agen Sakong Bandar Poker Judi BandarQ itu99