Cara Budidaya Kerbau

By On Kamis, April 27th, 2017 Categories : Jenis Ternak, Kerbau

Cara Budidaya Kerbau – Dalam usaha pernakan memiliki banyak ragam jenisnya, salah satunya adalah budidaya ternak kerbau ini. Apakah kalian pernah mendengar seekor kerbau yang cukup menghebohkan bernama Horizon ? Sebab kerbau dari Afrika Selatan ini memiliki harga yang tidak main-main. Horizon saat ini memiliki nilai yang ditaksir sebesar 8,5 juta pounsterling atau sekitar Rp. 153 Miliar.

Lalu, untuk menghasilkan kerbau yang bernilai tinggi bagaimana ? Karena jika kita perhatikan, diwilayah Indonesia khususnya daerah pedesaan banyak sekali orang yang memelihara kerbau. Untuk itu mari kita bahas satu-persatu langkah-langkah dalam beternak kerbau yang baik.

Baca: Cara Mengatasi Berak Kapur Pada Ayam

Cara Budidaya Kerbau


1. Pemilihan bibit induk

Betina kerbau dapat melahirkan anak setiap tahun. Selang waktu beranak adalah 12-18 bulan. Anak yang lahir merupakan produksi potensial bagi pengembang usaha. Dalam pemilihan bibit kerbau banyak sekali jenisnya antara lain :

  1. Kerbau Murrah è berasal dari India, berwarna hitam atau kelabu kehitaman.
  2. Kerbau Nilli / Kerbau Ravi è berasal dari India, berwarna coklat atau coklat tua.
  3. Kerbau Surti è berasal dari India, berwarna hitam atau coklat.
  4. Kerbau Belang / Kerbau Todong Bonga è berasal dari Sulawesi Selatan / Toraja, memiliki produksi susu ± 3 liter / hari.
  5. Kerbau Lokal è berwana abu-abu, berasal dari Sumba, Bali, Kalimantan dan Sumatera, produksi susu ± 2 liter / hari.

Untuk pemilihan bibit kerbau yang bagus, anda harus memperhatikan beberapa faktor antara lain berat badan saat lahir, berat saat sapih, pertambahan berat dan kriteria lainnya seperti jumlah menang perlombaan. Namun, hal yang paling penting adalah dari segi kesehatannya yang memiliki ciri-ciri seperti di bawah ini :

  • Matanya terlihat putih bersih
  • Kulitnya terlihat bercahaya dan tidak terlihat luka di kulitnya seperti kurap.
  • Tubuhnya terlihat gemuk yang menandakan kerbau itu sehat dan doyan makan.
  • Hidungnya tidak beringus, ya walaupun beringus usahakan cari yang sedikit ingusnya.
  • Tidak terlihat cacat baik itu fisik maupun mental.
  • Kerbau yang jantan memiliki alat kelamin dan kakinya harus yang kuat.
  • Kerbau betina mempunyai alat kelamin yang normal serta ambingnya baik.

2. Kandang Kerbau

Kandang yang baik untuk kerbau terletak jauh dari pemukiman yang ramai penduduk untuk menghindari bau kotoran kerbau. Kandang juga harus mampu melindungi kerbau dari serangan hama dan lengkapi kandang dengan tempat makan dan minum serta tempat pembuangan dan penampungan kotoran.

Ukuran kandang kerbau bervariasi antara lain :

  • Dewasa = 1,5 x 3 meter / ekor
  • Anak = 1 x 0,8 meter / ekor
  • Kandang jepit = 1,2 x 0,55 x 1,5 meter / ekor

3. Pemberian Pakan

Ada beberapa macam makanan untuk kerbau yakni pakan hijauan dan pakan tambahan / konsentrat. Berikut beberapa jenis pakan hijau adalah :

  • Rumput Gajah
  • Rumput Raja
  • Rumput Setaria
  • Rumput Benggala
  • Rumput Lapangan

Kacang-kacangan antara lain :

  • Lamtoro
  • Glirisidia (Gamal)
  • Turi

Limbah pertanian antara lain :

  • Jerami Padi
  • Jerami Jagung
  • Jerami Kedelai
  • Jerami Kacang buah

Ransum Campuran juga bisa diberikan sebagai pakan:

  • Hijauan = 35 – 50 Kg (terdiri dari 70% rumput-rumputan dan 30% kacang-kacangan)
  • Konsentrat = 2- 5 Kg/hr/ekor (terdiri dari dedak halus, bungkil-bungkilan)

4. Kesehatan kerbau

Walau pada umumnya kerbau lebih tahan penyakit, namun kesehatan kerbau juga harus kita perhatikan. Karena ada beberapa penyakit khusus yang sering mengincar kerbau antara lain antrax, brucellosis, penyakit ngorok dan penyakit kuku dan mulut.

5. Panen dan pasca budidaya ternak kerbau

Kerbau di panen saat sudah cukup umur dan mencapai berat maksimal dan menghasilkan produk berupa daging, kulit, susu dan lain-lain. Penanganan pascapanen berternak kerbau adalah dengan memelihara anak kerbau setelah umur penyapihan untuk dijadikan bibit (induk). Sementara anak yang kurang baik dapat dibesarkan atau langsung dijual.

6. Hasil panen tambahan

Kotoran ternak kerbau dapat dijual sebagai pupuk organik, pupuk kompos dan sumber energi.

Baca Juga:

Demikianlah ulasan singkat mengenai Cara Budidaya Ternak Kerbau, semoga berguna dan Bermanfaat. Terima Kasih.

Cara Budidaya Kerbau | ilmupeternakan | 4.5
Link Alternatif Agen Sakong Bandar Poker Judi BandarQ itu99