Cara Budidaya Kambing

By On Kamis, Mei 4th, 2017 Categories : Jenis Ternak, Kambing, Tips Ternak

Cara Budidaya Kambing Selain daging sapi, banyak masyarakat Indonesia yang gemar mengkonsumsi daging kambing. Walau di kenal dengan bau dagingnya yang kurang sedap, namun jika diolah dengan baik maka akan mengahasilkan olahan makanan yang enak dan bikin ngiler walau cuma dengan membayangkannya saja.

Semakin banyak konsumen, tentu saja permintaan daging kambing semakin meningkat. Oleh karena itu, usaha budidaya kambing ini menjadi salah satu usaha yang menguntungkan. Selain itu beternak kambing tidaklah sulit, hanya dibutuhkan yang baik dan benar untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Berikut cara-cara budidaya kambing bagi anda para pemula.

Baca: Jenis-jenis Majas dan Contoh Majas

Cara Budidaya Kambing

1.   Pemilihan bibit induk

Ada beberapa jenis kambing potong yang sering diternakkan dan paling populer di Indonesia yaitu kambing kacang atau kambing jawa dan kambing etawa. Setelah anda menentukan kambing apa yang akan dibudidayakan, barulah memilih bibit yang bagus dengan membutuhkan ketelitian.

Sama seperti berternak yang lainnya, pemilihan bibit sangat penting. karena akan menentukan hasil yang akan kita dapatkan. Untuk penggemukan sebaiknya memilih bibit kambing antara lain

  • Pilihlah kambing yang berumur 8-12 bulan
  • Badan berukuran normal, bulu bersih dan mengkilap, garis pinggang dan punggung lurus.
  • Sehat, tidak ada cacat, dan tidak buta
  • Mata tajam, hidung dan anus bersih.

2.   Kandang kambing

Kandang kambing pada umumnya dibuat dalam bentuk panggung atau memiliki kolong. Kolong pada kandang kambing ini berfungsi untuk menampung kotoran kambing. Selain itu, juga berfungsi untuk menghindari kontak langsung antara kambing dengan tanah becek, karena bisa saja menyebabkan penyakit. Lantai kandang ditinggikan sekitar 0,5 sampai 2 meter. Tempat menyimpan makanan bisa ditempel di bagian depan dinding kandang yang diberi lubang yang bisa memuat kepala kambing untuk menjangkau ke tempat makanan dengan tinggi minimal sebahu kambing.

3.   Ukuran kandang

Ukuran kandang kambing bervariasi, harus disesuaikan dengan jumlah dan umur kambing. Antara lain :

  • Anak kambing : 1 x 1,2 m / 2 ekor (anak kambing yang sudah disapih)
  • Jantan dewasa : 1,2×1,2 m / ekor
  • Betina dewasa : 1 x 1,2 m / ekor
  • Induk dan 2 anak kambing : 1,5 x 1,5 m / ekor

4.   Pakan

Makanan utama kambing adalah tumbuhan hijau seperti rumput, daun-daunan hijau dan legum. Untuk legum dan daun-daun hijau sebaiknya dijemur terlebih dahulu selama 2 sampai 3 jam agar racun di daun hilang.

Untuk makanan tambahan biasanya diberikan konsentrat. Konsentrat yang umum digunakan antara lain ampas tahu, bekatul dan ketela pohon (diparut  kasar). Setiap ekornya kira-kira membutuhkna 3 kg konsentrat / hari dengan komposisi 40 % ampas tahu, 40 % bekatul dan 20 % ketela pohon.

Pemberian pakan tumbuhan hijau dalam sehari dilakukan 2 kali yaitu pagi dan sore hari. Berikan konsentrak ketika kambing sudah banyak mengkonsumsi tumbuhan hijau dan terlihat belum kenyang. Namun jangan berikan bersamaan dengan pakan tumbuhan hijau. Karena memiliki perbedaan nutrisi dan daya cerna.

5.   Reproduksi kambing

Kambing dapat melahirkan anak setiap 7 bulan sekali. Setelah satu bulan setelah melahirkan, kambing dapat dikawinkan kembali. Anak kambing disapih pada usia 3-4 bulan.  Kambing sudah dapat dikatakan dewasa pada umur 8 bulan. Siklus birahi kambing terjadi selama 12-21 hari. Lama birahi kambing selama  24-40 jam. Jadi ketika kambing mulai birahi, maka segera kawinkan, paling lambat keesokan harinya. Masa kehamilan kambing sekitar 5 bulan.

Baca Juga:

Demikianlah ulasan singkat mengenai Cara Beternak Kambing. Semoga berguna dan bermanfaat, bagi para peternak Indonesia. Terima Kasih.

 

Cara Budidaya Kambing | ilmupeternakan | 4.5
Link Alternatif Agen Sakong Bandar Poker Judi BandarQ itu99