Cara Beternak Puyuh Untuk Pemula

By On Kamis, Maret 23rd, 2017 Categories : Jenis Ternak

Cara Beternak Puyuh Untuk Pemula – Ternak burung puyuh atau budidaya burung puyuh adalah hal yang tidak sudah tidak biasanya lagi. Dikarenakan hewan ini sudah bisa di ternak oleh berbagai penjuru yang ada di indonesia

Namun, bagi pemula pastinya akan sangat kesulitan dalam budidaya burung puyuh dikarenakan pengatahuan belum memadai atau belum berpengalaman dalam budidaya puyuh.  Jika anda masih permula dan ingin berhasil untuk usaha/bisnis puyuh. berikut ada beberapa tahapan yang harus diketahui untuk beternak burung puyuh dengan hasil yang maksimal dan sukses yaitu sebagai berikut.

Baca: Cara Membuat Pakan Alternatif Kelinci

Budidaya/Beternak Burung Puyuh

1.Pemilihan Lokasi

Lokasi yang baik dan efektif untuk budidaya burung puyuh harus memenuhi kriteria, diantaranya adalah:

  • Tempat jauh dari keramaian dan pemukiman penduduk.
  • Memiliki sirkulasi udara bersih dan baik
  • Lokasi kandang mudah dijangkau/strategis
  • Tidak tempat wabah penyakit
  • Bukan daerah yang sering banjir

2.Penyiapan sarana dan Peralatan

a.Persiapan Kandang

Kandang yang baik digunakan memiliki temperatur nomal berkisar 20-25 derajat celcius. Kelembaban kandang berkisar 30-80 %, penerangan kandang 25-40 watt untuk siang hari dan malam hari 40-60 watt. Tata letak kandang sebaiknya diatur agar terkena sinar matahari pagi dapat masuk kedalam kandang.

Kandang puyuh dibedakan dua jenis yaitu kandang litter (lantai sekam) dan sistem sangkar (batere). Ukuran kandang umumnya adalah 1 m2 dapat diisi sekitar 90-100 ekor anak puyuh, selanjutnya 60 ekor untuk 10 hari sampai lepas masa anakan dan terakhir menjadi 40 ekor/m2 sampai masa betelur.

Ada beberapa tahapan dalam budidaya burung puyuh, masing-masig tahapan memerlukan persiapan kandang sesuai dengan:

  • Kandang untuk induk pembibitan : kandang untuk induk ini yang paling ideal memerlukan luas kandang sekitar 200 m2.
  • Kandang untuk induk petelur: kandang ini mempunyai bentuk, ukuran dan keperluan peralatan yang sama, kepadatan kandang lebih besar dan juga bisa sama.
  • Kandang untuk anak puyuh/fase stater : kandang ini digunakan untuk anakan berumur 1 hari – 1 minggu yang berfungsi untuk menjaga agar anak puyuh yang masih memerlukan pemanasan agar tetap terlindungi dan mendapat panas sesuai yang dibutuhkan. Kandang yang baik untuk anakan biasanya berukuran 100 cm x 100 cm x 40 cm.
  • Kandang untuk puyuh umur grower (3-6 minggu) : jenis kandang ini memiliki bentuk, ukuran, maupun peralatan sama dengan kandang untuk induk petelur,  alas kandang biasanya berupa kawat ram.

b.Peralatan Kandang

peralatan atau perlengkapan kandang yang digunakan adalah tempat makan, tempat minum, tempat telur dan tempat obat-obatan.

2.Penyediaan Bibit Unggul

Penyediaan bibit unggul ini tergantung dengan tujuan pemeliharaan, ada tiga tujuan dalam pemeliharaan burung puyuh diantaranya:

  • Untuk produksi telur konsumsi, membutuhkan bibit puyuh jenis jenis ketam betina sehat dan bebas dari berbagai penyakit.
  • Untuk produksi daging puyu, membutuhkan bibit puyuh jenis jantan dan puyuh petelur afkiran.
  • Untuk pembibitan atau produksi telur tetas, memerlukan bibit puyuh betina yang baik produksi telurnya dan puyuh jantan yang sehat sehingga telur yang dihasilkan berkualitas.

3.Pemeliharaan

Dalam pemeliharaan burung puyuh ada beberapa point penting harus diperhatikan, sebagai berikut:

  • Pemberian pakan dan minum, pemberian pakan dilakukan 2 kali dalam sehari dengan memberikan pakan berupa pellet, remaah-remah dan tepung, sedangkan pemberian minum dapat dilakukan 1 kali dalam sehari atau 2 hari sekali.
  • Sanitasi dan pencegahan penyakit, untuk mencegah datangnya penyakit burung puyuh sebaiknya dilakukan sanitasi lingkungan kanfang harus dijaga dengan baik dn agar tidak menyebabkan penyakit yang tidak diinginkan menyerang puyuh.
  • Penerangan dan sirkulasi kandang, harus diperhatikan dengan baik. Karena burung puyuh harus mendapatkan vitamin D yang cukup dan alami dari sinar matahari.
  • Pemberian vaksinasi, dilakukan pada umur 4-7 hari degan dosis setengah dari ayam. Vaksin tersebut bisa diberikan melalui tetes mata dan air  minum

4.Panen dan Pascapanen

Pemanenan ini tergantung tujuan pemeliharaan burung puyuh biasanya yang dapat dipanen berupa telur, daging dan anakan dari burung puyuh. Bukan hanya itu saja, produk sampingan dari burung puyuh juga bisa dilakukan pemanenan yaitu berupa bulu puyuh, feses puyuh, dan daging afkiran burung puyuh.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Beternak Burung Puyuh Untuk Pemula semoga berguna dan bermanfaat.

Cara Beternak Puyuh Untuk Pemula | ilmupeternakan | 4.5
Link Alternatif Agen Sakong Bandar Poker Judi BandarQ itu99