Cara Memilih Indukan Ikan Guppy Bagus dan Berkualitas

Cara Memilih Indukan Ikan Guppy Bagus dan BerkualitasIkan guppy (Poecilia reticulata) adalah ikan jenis ikan hias yang banyak digemari dan disukai oleh berbagai kalangan masyarakat. Dalam budidaya ikan guppy memang sangat menguntungkan, dan juga prospek yang sangat menjanjikan dikarenakan memiliki harga jual relatif tinggi dan mudah dalam pemeliharaannya.

Baca: Cara Memilih Indukan Ikan Cupang Bagus dan Berkualitas

Namun dalam beternak ikan guppy harus mengetahui ciri-ciri indukan yang bagus dan berkualitas. Hal tersebut sangat menentukan benih-benih yang akan dihasilkan. Berikut cara memilih indukan ikan guppy berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki baik ikan guppy jantan dan betina.

Ciri-Ciri Indukan Ikan Guppy Bagus dan berkualitas

1.Ciri-Ciri Ikan Guppy Jantan

  • Postur tubuh ramping, dan memanjang jika dibandingkan betina.
  • Memiliki warna tubuh lebih cerah, jika dibandingkan betina. Tubuh ikan guppy berwarna putih, biru, hijau, merah, kuning, hitam, dan kombinasi warna.
  • Memiliki sirip dubur, sirip atas, dan sirip ekor yang mengembang serta melebar.
  • Terdapat bintik-bintik hitam khas berwarna hitam, pada sirip ekor, sirip atas dan sirip dubur
  • Tidak abnormal, dan berasal dari gen yang berkualitas serta terseleksi.
  • Memiliki gerakan lincah dan agresif terhadap lawan jenis.
  • Memiliki organ reproduksi normal dan sehat.
  • Berumur 4-5 bulan.

2.Ciri-Ciri Ikan Guppy Betina

  • Postur tubuh lebih gumpal, jika dibandingkan jantan.
  • Memiliki warna tampak kusam/kurang cerah. Biasanya indukan betina berwarna putih, biru, merah, kuning, hitam, hijau dan kombinasi warna.
  • Memiliki sirip dubur, sirip atas dan sirip ekor yang mengembang serta melebar.
  • Terdapat bintik-bintik hitam khas berwarna hitam, pada sirip ekor, sirip atas dan sirip dubur.
  • Tidak abnormal, dan berasal dari gen yang berkualitas dan terseleksi.
  • Memiliki organ reproduksi normal dan sehat.
  • Berumur 5-6 bulan.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Memilih Indukan Ikan Guppy Yang Bagus dan Berkualitas.  Semoga artikel diatas berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Cara Memilih Indukan Ikan Cupang Bagus dan Berkualitas

Cara Memilih Indukan Ikan Cupang Bagus dan BerkualitasDalam beternak ikan cupang, hal yang harus diperhatikan adalah dalam pemilihan indukan ikan cupang. Indukan ikan cupang sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan ikan cupang yang akan dihasilkan.

Baca: Klasifikasi dan Morfologi Ikan Cupang (Betta splendens)

Indukan ikan cupang yang bagus dan berkualitas ini dapat dilihat berdasarkan faktor genetik, warna, postur tubuh, dan lain-lainnya. Berikut cara memilih indukan ikan cupang bagus dan berkualitas berdasarkan ciri-cirinya.

Ciri-Ciri Indukan Ikan Cupang Bagus dan Berkualitas

1. Ciri-Ciri Induk Ikan Cupang Jantan

  • Postur tubuh lebih ramping, jika dibandingkan betina.
  • Memiliki warna tubuh lebih cerah, jika dibandingkan betina. Biasanya memiliki warna, antara lain biru, merah, hijau, putih, kuning dan kombinasi.
  • Sirip ekor, sirip dubur, dan sirip atas memiliki warna lebih cerah dan mengembang seperti kipas.
  • Tidak abnormal, dan berasal dari gen yang berkualitas.
  • Gerakan lincah dan agresif.
  • Umur indukan berumur 5-6 bulan.

2. Ciri-Ciri Induk Ikan Cupang Betina

  • Postur tubuh lebih gemuk, jika dibandngkan jantan.
  • Memiliki warna tubuh kusam, biasaya berwarna antara lain biru, merah, hijau, putih, kuning dan kombinasi.
  • Sirip ekor, sirip duburm dan sirip atas memiliki warna kusam dan tidak mengembang.
  • Tidak abnormal, dan berasal dari gen yang berkualitas.
  • Gerakan lincah dan agresif.
  • Umur indukan berumur 4-6 bulan

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Memilih Indukan Ikan Cupang Bagus dan Berkualitas.  Semoga artikel diatas berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Klasifikasi dan Morfologi Ikan Cupang (Betta splendens)

Klasifikasi dan Morfologi Ikan Cupang (Betta splendens) – Ikan cupang adalah jenis ikan hias air tawar yang sangat populer dan banyak diminati oleh kalangan masyarat. Ikan ini mempunyai bentuk dan karakter yang unik serta memiliki warna yang sangat beragam.

Baca: Cara Ampuh Mengatasi Ikan Cupang Stress

Ikan cupang habitat asalnya dari beberapa negara di Asia Tenggara, seperti Indonesia, Thailand, Malaysia Brunai Darussalam, Singapura dan Vietnam. Ikan cupang masih dalam famili Antibantidae, dengan ordo Percomorphoidei yang memiliki nama latin Betta splendens.

Klasifikasi Ikan Cupang

Berdasarkan tingkat taksonomi ikan cupang, diklasifikasikan sebagai berikut:

Kingdom: Animalia

Filum: Chordata

Subfilum: Graniata

Superkelas: Gnathostomata

Kelas: Osteichtyes

Subkelas: Actunopterygii

Superordo: Teleostei

Ordo: Percomorpheidei

Subordo: Anabantoidei

Famili: Antibantidae

Genus: Betta

Spesies: Betta splendens

Morfologi Ikan Cupang

Morfologi ikan cupang, dapat dilihat berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki sebagai berikut:

  • Memiliki bentuk pipih dan silinder, dengan panjang berkisar 6-7 cm bahkan lebih tergantung spesiesnya.
  • Memiliki sirip lengkap, seperti sirip insang (sirip vektoral), sirip perut (sirip ventral), sirip punggung (dorsal), sirip dubur (sirip anal) dan sirip ekor (sirip cauda).
  • Sirip dan tubuh ikan cupang memiliki warna bervariasi, mulai dari warna kuning, merah, biru, putih, hitam, hijau, dan kombinasi.
  • Bentuk ekor ikan cupang juga sangat beragam, berbentuk seperti kipas, selendang dan sebagainya.
  • Bagian mata ikan cupang bulat dan memiliki warna beragam, misalnya warna hitam, putih, merah, biru, hijau dan sebagainya.
  • Sisik ikan halus dan tampak mengkilap, terutamanya pada ikan cupang jantan akan terlihat jelas warnanya. Sisik ikan berbentuk persegi dan berukuran 0,2-0,3 mm.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Klasifikasi dan Morfologi Ikan Cupang (Betta splendens). Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Klasifikasi dan Morfologi Ikan Guppy (Poecilia reticulata)

Klasifikasi dan Morfologi Ikan Guppy (Poecilia reticulata) – Ikan guppy (Poecilia reticulata) adalah salah satu jenis ikan hias yang sangat banyak diminati oleh berbagai kalangan, ikan ini memiliki ciri khas dan memiliki warna yang sangat bervariasi sehingga sangat menarik serta memiliki harga jual yang relatif tinggi.

Baca: Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Guppy

Ikan guppy pertama kali ditemukan di Venezuela, Guyana dan di kepulauan Karibi tahun 1859.  Ikan ini memiliki masih dalam keluarga Poeciliidae, ordo Cyprinodontiformes dengan memiliki nama latin Poecilia reticulata.

Klasifikasi Ikan Guppy

Kingdom: Animalia

Filum: Actinopterygii

Ordo: Cyprinodontiformes

Famili: Poecilidae

Genus: Poecilia

Spesies: Poecilia reticulata

Morfologi Ikan Guppy

Morfologi ikan guppy dapat dilihat berdasarkan ciri-ciri yang dimilikinya sebagai berikut:

  • Bentuk tubuh ikan guppy lonjong dan memanjang silindris
  • Bentuk kepala kecil, dan bentuk agak kerucut tumpul
  • Memiliki sirip lengkap, seperti sirip dada, sirip punggung, sirip dubur dan sirip ekor
  • Sirip ekor mengembang berbentuk bulat seperti kipas
  • Sirip ekor dan tubuh ikan berwarna bervariasi, berwarna putih, biru, orange, hijau, dan kombinasi lainnya.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Klasifikasi dan Morfologi Ikan Guppy (Poecilia reticulata). Semoga artikel di atas dapat berguna dan bermanfat. Terima kasih.

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Guppy

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan GuppyIkan guppy (Poecilia reticulata) adalah satu jenis ikan hias air tawar yang sangat populer, karena mudah dipeliharaan dan diternakan. ikan guppy dalam perdaganagan ikan hias dikenal juga sebagai millionfish.  Selain itu, ikan guppy juga dikenal didaerah-daerah lain, seperti cethul atau cithul (Jawa), gepi (Betawi), bungkreung (Sunda), klataw (Banjar) dan lain-lain.

Baca: Cara Ampuh Mengatasi Ikan Cupang Stress

Dalam beternak ikan guppy, haruslah terlebih dahulu mengetahui hama dan penyakit yang menyerang serta cara penangganannya. Hal tersebut akan membantu mengurangi resiko kegagalan dalam budidaya ikan guppy. Berikut cara pengendalian atau pencegahan hama dan penyakit ikan guppy.

Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Guppy

1. Hama Ikan Guppy

  • Kodok atau telur kodok, memangsa ikan guppy yang masih kecil. Jika pemeliharaan dilakukan dikolam. Pengendalian dengan cara membuangnya secara manual dan membuat jaring dibagian atas kolam.
  • Ular, memangsa ikan besar dan kecil. Pengendalian dengan cara memasan jaring dibagian atas kolam dan menangkapnya.
  • Borang-borang, memangsa ikan besar dan kecil hingga habis. Pengendalian membuat perangkap, dan memasang jaring.
  • Burung, memangsa ikan kecil. Pengendalian dengan cara membuat perangkap burung dan memasang jaring.

2. Penyakit Ikan Guppy

a. Penyakit Sukar Pernapasan

Penyebab: Cacing golongan Trematoda, yaitu Dactylogyrus sp.

Gejala: tutup insang akan terbuka lebar, pernafasan ikan terganggu, dan berenang tidak beraturan di permukaan air.

Pengendalian:

  • Menjaga kualitas air dengan baik, dan membersihkan secara teratur.
  • Merendam ikan kedalam larutan PK dengan dosis 0,5 gr/5 liter air, direndam selama 5-10 menit.

b. Penyakit Borok atau Pendarahan

Penyebab: Bakteri Aeromonas salmonicida

Gejala serangan: Ikan terserang akan terdapat luka diinsang, kulit dan borok serta menyebabkan pendarahan pada ikan.

Pengendalian:

  • Menjaga kualitas air agar tetap bersih.
  • Menggunakan antibiotik yang diberikan melalui pakan dan dicampurkan dengan air.
  • Menggunakan garam dapur 1% sebanyak 100 gr/liter dan dilakukan perendaman selama 15-20 menit.

C. Penyakit Bintik Putih

Penyebab: Protozoa Ichthyphitirius multifilliis.

Gejala serangan: Terdapat bintik putih di bagian sirip, insang, permukaan tubuh dan ekor.

Pengendalian:

  • Merendamkan larutan Chloromine 1% 4-5 ml dalam air besrih 4,5 liter selama 24 jam.
  • Bisa juga merendam dengan larutan formalin 400 ppm dan malachyt green 0,1 ppm selama 1 jam.

d. Penyakit Parasit Trichodina sp

Penyebab: Parasite Trichodina sp.

Gejala serangan: Ikan sering mengosokan kedinding atau benda lain, kelihatan gatal, benih tidak aktif dan ikan tampak kurus.

Pengendalian:

  • Menggunakan bubuk Sodium Chlorida sebanyak 75-150 gr dilarutkan kedalam setiap 4 liter air besih, direndam selama 15-30 menit.
  • Menggunakan larutan formalin dengan dosis 200 ppm, direndam selama 30 menit atau menggunakan malachyt green dengan dosis 0,1 ppm, direndam selama 24 jam.

e. Penyakit Parasit Lernea dan Argulus

Penyebab: Parasit Lernea cyiprinacea dan Argulus indicus.

Gejala serangan: Kedua parasit merusak sisik dan kulit, serta menghisap darah ikan. Sehingga ikan terserang akan lemah dan bahkan mati.

Pengendalian:

  • Menggunakan larutan Blitz icth atau Tetra Medica Fungistop dengan cara meneteskan 1-2 tetes/2 liter air.
  • Menggunakan larutan formalin dengan kadar 25 ppm, dengan lama perendaman tidak lebih dari 10 menit.

f. Penyakit Parasit Velvet

Penyebab: Parasit Oodinium pilularis atau Oodinium limneticum.

Gejala serangan: Ikan terserang akan mengosokan tubuhnya kebenda lain, pernafasan menjadi cepat, pergerakan insang lambat dan terdapat bintuk putih kekuningan pada kulit.

Pengendalian:

  • Menggunakan larutkan Methaline Blue 1% sebanyak 10 mg ke dalam 4,5 liter air bersih. Perendaman dilakukan minimal 24 jam.
  • Menggunakan larutan Potasium permanganate 1 % sebanyak 45 ml, dicampurkan kedalam air bersih sebanyak 4,5 liter. Lama perendaman minimal 24 jam.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang  Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Guppy.  Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Cara Ampuh Mengatasi Ikan Cupang Stress

Cara Ampuh Mengatasi Ikan Cupang Stress | Ciri-Ciri Ikan Cupang Strees – Ikan cupang (Betta sp.) adalah jenis ikan air tawar yang dapat banyak digemari, umumnya mempunyai bentuk dan karakter yang unik dan lebih cendrung agresif mempertahankan wilayahnya. Dikalangan penggemar, ikan cupang umumnya terbagi atas tiga golongan, yaitu cupang hias, cupang aduan dan cupang liar.

Baca: Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Bawal

Berbicara mengenai budidaya ikan cupang, memang sangat menguntungkan. Namun hal yang jadi kendala dalam budidaya ikan cupang adalah ikan cupang mengalami stress, sakit, tidak mau mekar dan bahkan tidak mau kawin. Jika dibiarkan lama-kelamaan akan berdampak buruk bagi kesehatan ikan cupang. Berikut penyebab, ciri-ciri dan cara mengatasi ikan cupang stres.

Penyebab Utama Ikan Cupang Mudah Stress

Ada beberapa penyebab yang menyebabkan ikan cupang mudah stress, adalah sebagai berikut:

  • Penumpukan sisa makanan, sisa kotoran dan tidak dibersihkan dengan baik.
  • Tidak dilakukan pergantian air secara teratur.
  • Pemberiaan pakan yang tidak sesuai, dan terlalu monoton terhadap satu pakan, misalnya pemberian pakan pelet yang berlebihan.
  • Ikan cupang terlalu sering dipindah dari satu wadah kewadah lain.
  • Ikan cupang sering di adu.
  • Ikan cupang sudah waktunya birahi (kawin), tetapi tidak segera dikawinkan.

 Ciri-Ciri Ikan Cupang Stress

Ada beberapa ciri-ciri ikan cupang stress adalah sebagai berikut:

  • Nafsu makan ikan menurun.
  • Tingkat agresif menurun.
  • Jika stress disebabkan birahi, ikan cupang akan mondar mandir.
  • Ikan cupang tampak pucat dan lebih lesuh.

Cara Mengatasi Ikan Cupang Stress

  1. Melakukan evaluasi kualitas air dengan baik, agar ikan cupang lebih nyaman dan tidak gelisah.
  2. Memastikan air bebas chlorine, karena chlorine adalah air yang tidak ramah dan tidak baik untuk kesehatan ikan cupang.
  3. Menambahkan vitamin pada kolam dan pakan ikan cupang.
  4. Memperhatikan pemberiaan pakan, tidak berlebihan dan tidak terlalu sedikit.
  5. Melakukan pemisahaan ikan cupang, sesuai dengan jenis dan ukuran.
  6. Melakukan pengobatan dengan cepat dan tepat, biasanya menggunakan garam dan daun ketapang.
  7. Bila sudah waktunya siklus birahi (kawin), ikan cupang harus segera dikawinkan dengan lawan jenisnya.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang  Cara Ampuh Mengatasi Ikan Cupang Stress | Ciri-Ciri Ikan Cupang Strees.  Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

 

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Bawal

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan BawalIkan Bawal (Brimidae) merupakan ikan air tawar yang banyak di budidayakan dan dikembangkan, oleh peternak ikan. Dalam budidaya ikan hal yang paling menghambat adalah kendala hama dan penyakit yang dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat, produksi menurun dan bahkan mengakibatkan ikan mati.

Baca: Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Arwana

Sehingga para peternak kan harus melakukan, pencegahan atau pengendalian terhadap hama dan penyakit yang menyerang. Berikut hama dan penyakit yang sering menyerang dalam budidaya ikan bawal serta cara pengendaliannya.

Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Bawal

A. Pengendalian Hama Ikan Bawal

  • Belut, menyebabkan ikan muda stres dan mati. Pengendalian, menggunakan kolam dari terpal dan semen, dan menangkapnya.
  • Ucrit (uceng), menyebabkan ikan mati dan terdapat bekas sengatan. Pengendalian, membersihkan kolam skala berskala, menggurangi penumpukan bahan organ akibat sisa pakan.
  • Ular, menyerang ikan besar, dan ikan kecil. Pengendalian, membuat perangkap (menangkapnya), memasang jaring dan membuat pagar.
  • Kodok, menyerang benih ikan. Pengendian, memasang jaring halus dan menangkapnya.
  • Burung, menyerang ikan kecil. Pengendalian, membuat perangkap, dan memasang jaring halus.
  • Biawak dan borang-borang, menyerang ikan besar dan ikan kecil. Pengendalian, membuat pagar, memasang jaring dan membuat perangkap.

B. Pengendalian Penyakit Ikan Bawal

1. Penyakit Bintik Putih (White spot)

Penyebab: Protozoa Ichthyphitirius multifiliis.

Gejala serangan: Bintik putih di bagian sirip, tutup insang, permukaan tubuh dan ekor, serta ikan malas berenang dan sering mengapung dipermukaan air.

Pengendalian:

  • Secara kimiawi, direndam dengan Formalin 400 ppm dan Malachyt green 0,1 ppm selama 1 jam.
  • Secara tradisional, direndam dengan daun miana 7-10 lembar yang direbus dengan 3 gelas air selama 3 kali dalam sehari.

2. Penyaki Parasit Trichodina sp

Penyebab: Parasit Trichodina sp

Gejala serangan: Sering mengosokan badan ke benda lain, kelihatan gatal, benih lemah dan tampak kurus.

Pengendalian:

  • Secara kimiawi, direndam dengan Formalin dengan dosis 200 ppm selama 30 menit atau juga bisa direndam dengan Malachyt green dengan dosis 0,1 ppm selama 24 jam.
  • Secara tradisional, direndam dengan daun miana 7-10 lembar dengan 3 gelas air selama 3 kali dalam sehari.

3. Penyakit Jamur Sprolognia sp

Penyebab: Jamur Sprolognia sp atau Achlya sp.

Gejala serangan: Permukaan ikan dibagian badan, dan ekor terdapat bintik putih halus seperti jamur.

Pengendalian:

  • Secara kimiawi, direndam dengan Formalin dengan dosis 400 ppm selama 30 menit atau juga bisa direndam dengan Malachyt green dengan dosis 0,1 ppm selama 24 jam.
  • Secara tradisional, direndam dengan daun miana 7-10 lembar dengan 3 gelas air selama 3 kali dalam sehari.

4. Penyakit disebabkan Bakteri

Penyebab: Bakteri Aeromonas sp. atau Pseudomnonas sp.

Gejala serangan: Ikan terserang akan tampak pucat, gerakan lambat dan nafsu makan turun.

Pengendalian:

  • Secara kimiawi, direndam dengan Formalin dengan dosis 400 atau 200 ppm selama 1 jam atau juga bisa direndam dengan Malachyt green dengan dosis 0,1 ppm selama 24 jam.
  • Secara tradisional, direndam dengan daun miana 7-10 lembar dengan 3 gelas air selama 3 kali dalam sehari.
  • Secara kimiawi, direndam dengan Formalin dengan dosis 200 ppm selama 30 menit atau juga bisa direndam dengan Malachyt green dengan dosis 0,1 ppm selama 24 jam.
  • Secara tradisional, direndam dengan daun miana 7-10 lembar dengan 3 gelas air selama 3 kali dalam sehari.

5. Penyakit disebabkan Virus

Penyebab: Koi Herves Virus (KHV)

Gejala Serangan: Ikan mati secara mendadak, sering muncul kepermukaan, dan gerakan lambat.

Pengendalian:

  • Secara kimiawi, direndam dengan Formalin atau Vaksinasi dengan dosis 200 ppm selama 30 – 60 menit atau juga bisa direndam dengan Malachyt green dengan dosis 0,1 ppm selama 24 jam.
  • Secara tradisional, direndam dengan daun miana 7-10 lembar dengan 3 gelas air selama 3 kali dalam sehari.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Bawal.  Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Arwana

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan ArwanaKendala dalam beternak Ikan arwana (Scleropages formosus) adalah hama dan penyakit yang dapat menyebabkan produksi menurun, pertumbuhan terhambat dan bahkan ikan akan mati.

Baca: Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Patin

Kendala tersebut harus segara diatas dan dilakukan pencegahan dengan melihat gejala-gejala serangan yang tampak pada ikan terserang. Berikut hama dan penyakit yang sering menyerang ikan arwana.

Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Arwana

A. Pengendalian Hama Ikan Arwana

  • Kodok, menyerang benih atau ikan kecil. Pengendalian menggunakan pagar, jaring dan menangkapnya.
  • Burung, menyerang benih, ikan besar dan kecil. Pengendalian membuat perangkap, dan memasang jaring pada kolam.
  • Ular, menyerang ikan besar dan kecil. Pengendalian menjaga kebersihan kolam, memasang jaring pada kolam dan menangkapnya.
  • Biawak atau borang-borang, menuerang ikan besar dan kecil. Pengendalian membuat pagar, memasang jaring, membuat perangkap dan menangkapnya.

B. Pengendalian Penyakit Ikan Arwana

a. Penyakit disebabkan oleh Parasit

1. Pentayit Bintik Putih

Penyebab: Protozoa Ichthiopthirius multifiliis.

Gejala serangan: bintik putih pada insang, sirip, lapisan lendir rusak, dan terjadi pendarahan pada insang dan sirip.

Pengendalian:

  • Penggunaan bahan kimia, seperti Metylene blue 1%, Malacthite green gr/lt, dan formalin 20 ppm, diaplikasikan dengan cara direndam selama 12-24 jam.
  • Penggunaan bahan alami, seperti ekstrak sambiloto atau ekstrak dari sambang darah. Diaplikasikan dengan cara direndam selama 12-24 jam.

2. Penyakit Gatal

Penyebab: Parasite Trichodina sp.

Gejala serangan: Sering mengosokan tubuh ke dinding atau benda keras.

Pengendalian:

  • Penggunaan bahan kimia, seperti formalin 150-200 ppm atau 150 ml/m Diaplikasikan dengan cara direndam selama 15-20 menit.
  • Penggunaan bahan alami, seperti ekstrak sambiloto atau ekstrak dari sambang darah. Diaplikasikan dengan cara direndam selama 30-60 menit.

b. Penyakit disebabkan oleh Bakteri 

1. Penyakit Penducle

Penyebab: Bakteri Flexbacter psychropahila.

Gejala serangan: Muncul borok atau nekrosa kulit secara perlahan, tampak lemah karena nafsu makan menurun.

Pengendalian:

  • Penggunaan bahan kimia, seperti Oxytetracycline 10 ppm. Diaplikasikan dengan cara direndam selama 30-60 menit.
  • Penggunaan bahan alami, seperti ekstrak kunyit 0,5 ml. Diaplikasikan dengan cara direndam selama 30-60 menit.

2. Penyakit Edward siella

Penyebab: Bakteri Edward siella terda

Gejala serangan: Muncul luka kecil pada kulit dan daging disertai dengan pendarahan, lama

-kelamaan akan menjadi bisul dan mengeluarkan nana.

Pengendalian:

  • Penggunaan bahan kimia, seperti Sulfamerazine 100-200 mg. Diaplikasikan dengan cara menyemprotkan kedalam pakan ikan.
  • Penggunaan bahan alami, seperti ekstrak kunyit 0,5 ml. Diaplikasikan dengan cara ikan direndam setiap hari selama 30-60 menit.

C. Penyakit disebabkan oleh Lingkungan

  • Tutup insang melengkung, pengendalian dengan menjaga kadar oksigen dalam air, memberikan aerasu cukup dan tidak memberikan obat-obatan dengan dosis berlebihan.
  • Sisik berdiri, pengendalian dengan memberikan Amonium sulfat 100-200 mg/1kg berat ikan arwana.
  • Mata juling, pengendalian memberikan sinar matahari yang cukup dan menjaga kadar air.
  • Anus merah dan bengkak, pengendalian ikan dipuasakan selama 1-2 hari dan berikan Amonium sulfat 100-200 mg/1kg berat ikan.
  • dll.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Arwana.  Semoga artikel diatas berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Patin

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan PatinDalam budidaya ikan patin pastinya terdapat kendala, salah satu kendala yang sering dihadapi oleh peternak ikan adalah hama dan penyakit yang akan menyebabkan pertumbuhan ikan terhambat, produksi menerun, dan juga menyebabkan ikan mati.

Baca: Klasifikasi dan Morfologi Ikan Baung (Mytus nemurus)

Dalam mengatasi kendala tersebut perlu dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian hama dan penyakit yang menyerang ikan patin. Berikut hama dan penyakit ikan patin yang sering menyerang ikan patin dan cara mencegah atau pengendaliannya.

Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Patin

A. Pengendalian Hama Ikan Patin

  • Ular, menyerang benih dan ikan kecil. Pengendalian membuat jaring kolam, membuat pagar dan penangkapan.
  • Burung, menyerang benih dan ikan kecil. Pengendalian membuat jaring, dan membuat tali penghalang .
  • Biawak atau borang-borang, menyerang benih, ikan besar dan kecil. Pengendalian membuat jaring, penangkapan, dan membuat pagar.

B. Pengendalian Penyakit Ikan Patin

1. Penyakit Parasit

Penyebab: Parasit Protozoa Ichthyoptirus multifilis foquet.

Gejala serangan: white spot (bintik putih) pada tubuh, sering mengosokan tubuh dan suka ditempat gelap.

Pengendalian:

  • Penggunaan bahan kimia, seperti metylene blue 1%, Malachite green gr/lt, dan formalin 20 ppm. Diaplikasikan dengan merendamkan ikan patin selama 24 jam.
  • Penggunaan bahan alami dari sambiloto, dengan cara mengekstraknya dan larutkan kedalam air. Diaplikasikan dengan merendamkan ikan patin selama 24 jam.

2. Penyakit Bakteri

Penyebab: Bakteri Aeromonas sp atau Pseudomonas sp.

Gejela serangan:  terjadinya penderahan pada dada, perut, dan sirip.

Pengendalian:

  • Penggunaan bahan kimia dari larutan permanganat (PK) 10-20 ppm selama 30-60 menit, nitrofuran 5-10 ppm selama 12-24 jam dan larutan oksitetrasiklin 5 ppm selama 24 jam.
  • Penggunaan bahan alami, dar parutan kunyit dan oleskan ke bagian luka pada ikan atau dilakukan perendama ikan selama 12-24 jam.

3. Penyakit Jamur

Penyebab: Jamur Saprolegnia sp dan Achyla sp.

Gejala serangan: luka dibagian tubuh, tutup insang, punggung dan sirip ditumbuhi benang halu berwarna putih.

Pengendalian:

  • Penggunaan bahan kimia malachite green 2-3 gr/m3 direndam selama 30 menit,
  • Penggunaan bahan alami, menggunakan bahan rimpang lengkuas yang diaparut dan diambil ekstraknya. Diaplikasikan dengan pencempuran air dan ekstrak ikan direndam selama 30-1 jam bahkan lebih.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Patin.  Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Klasifikasi dan Morfologi Ikan Baung (Mytus nemurus)

Klasifikasi dan Morfologi Ikan Baung (Mytus nemurus) – Ikan baung adalah jenis ikan air tawar yang masih kedalam suku  Bagridae dengan marga Hemibagrus yang memiliki nama latin Mytus nemurus. Ikan ini juga dikenal dengan banyak sebutan daerah, seperti ikan duri, baong, baon (Melayu), bawon ( betawi), senggal atau singgah (Sunda), tahih atau tageh (Jawa), niken, tiken, tiken bato (kalimantan tengah) dan lain-lain.

Baca: Cara Budidaya Ikan Cupang Lengkap!

Klasifikasi Ikan Baung

Menurut (Kottelat and Whitten, 1996 dalam Amri dan Khairum, 2008) klasifikasi ikan baung adalah sebagai berikut:

Kingdom: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Pisces

Sub kelas: Teleistei

Ordo: Ostariophysi

Sub ordo: Siluroidea

Famili: Bagridae

Genus: Mytus

Spesies: Mytus nemurus

Morfologi Ikan Baung

Morfologi ikan baung dapat dilihat dari ciri-ciri yang dimilikinya adalah sebagai berikut:

  • Ikan baung memiliki bentuk tubuh panjang, licin dan tidak bersisik, serta kepalanya kasar dan depress.
  • Terdapat garis linea lateralis memanjang mulai dari belakang tutup insang sampai pangkal ekor.
  • Ikan baung memiliki lima sirip, yaitu sirip punggung, sirip dada, sirip perut, sirip dubur dan sirip ekor.
  • Ikan baung memiliki warna putih perak pada bagian bawah dan kecoklatan pada punggung.
  • Badan ikan baung tidak bersisik dan licin karena diliputi lendiri.
  • Ikan baung memiliki sirip dada tulang tajam dan berserangat seperti patil, dan juga sirip dara berjari-jari keras.
  • Ikan baung memiliki sungut panjang, bahkan mencapai dubur.
  • Proporsi panjang tubuh adalah 5 kali tinggi atau 3-3,5 kali panjang kepala (Amri dan Kairuman, 2008).

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Klasifikasi dan Morfologi Ikan Baung (Mytus nemurus). Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.