10 Cara Merawat Anakan Merpati Agar Cepat Besar dan Terbang

10 Cara Merawat Anakan Merpati Agar Cepat Besar dan TerbangPiyik merpati (anakan merpati) yang barus menetas harus segera di lakukan perawatan dan pemeliharaan yang tepat dan benar. Jika tidak piyik merpati akan mati, dan juga mengalami beberapa gangguan kesehatan.

Baca: 10 Cara Memilih Bibit Ikan Nila Bagus dan Cepat Besar

Merawat piyik merpati memang terlihat sangat muda, namun bagi beberapa peternak akan sangat menyulitkan sehingga anakan burung merpati mudah mati dengan cepat. Berikut ini kami akan membantu cara merawat anakan burung merpati agar cepat besar dan terbang dengan baik.

1. Pisahkan Induk Betina

Hal pertama yang harus dilakukan setelah fase penetasan adalah memisahkan induk betina kekandang lain, namun pejantan tetap berada di kandang. Hal tersebut karena induk betina, agar bisa mengerami dan bertelur kembali di kandang lainnya.

2. Buatlah Sangkar Dengan Baik

Hal kedua yang harus diperhatikan dalam merawat anak merpati adalah sangkar. Buatlah sangkar atau perbaiki sangkar yang dibuat oleh indukan yang lebih tebal atau terlapisi oleh jerami atau rumput kering agar lebih hangat untuk anakan merpati.

3. Menjaga Suhu Sangkar Tetap Hangat

Hal ketiga yang harus diperhatikan dalam merawat anak merpatai adalah menjaga suhu sangkar agar tetap hangat. Oleh karena itu, anda sebaiknya meletakan thermometer kedalam kandang area anakan merpati.

4. Menghindari Kontak Sinar Matahari Secara Langsung

Hal Keempat yang harus diperhatikan dalam merawat anakan merpati adalah menghindari kontak langsung sinar matahari. Hindari kandang atau sangkar dari paparan secara langsung, karena anakan belum memiliki bulu dan memiliki permukaan tubuh yang relative besar terhadap bereat badannya.

5. Menghindari Ketidaknyamanan Anakan Burung

Hal kelima yang harus diperhatikan dalam merawat anak merpati adealah menciptakan kenyamanan anak merpati. Biasanya letakan kandang yang jauh dari keramaian, jauhkan dari burung atau binatang lainnya dan menjaga kebersihan kandang.

6. Mancatat Perkembangan Anak Merpati

Hal keenam yang harus diperhatikan dalam merawat anak merpati adalah memantau perkembangan dengan cara mencatatan. Menimbang berat badan dan memastikan bahwa anakan merpati memiliki berat serta perkembangan yang meningkat.

7. Membiarkan Anakan belajar Terbang

Hal ketujuh yang harus diperhatikan dalam merawat anak merpati adalah membiarkan anakan terbang di kandang, namun sebaiknya berilah kandang besar untuk agar anakan merpati dapat belar terbang dengan baik. Biasanya burung belajar terbang selama 5-15 hari.

8. Cara Pemberian Pakan

Hal kedelapan yang harus diperhatikan dalam merawat merparti  adalah cara  pemberian pakan anak merpati, biasanya pemberian pakan bisa dilakukan setelah 10-15 hari setelah penetasan. Untuk 0-10 hari, pemberian pakan terhadap anakan diberikan langsung oleh induknya. cara pemberian pakan, biasanya disuapin atau dilolohin dengan cara manual sedikit demi-sedikit. Pemberian pakan ini dilakukan 2 kali dalam sehari pada pagi hari dan sorte hari.

9. Jenis Pakan yang diberikan

Hal kesembilan yang harus diperhatikan dalam merawat anak merpati adalah jenis pakan yang diberikan. Biasanya memnberikan pakandengan kandungan tinggi seperti millet (campuran beras merah dengan jagung, kacang tanah, kedelai, kacang hijau dan juga pellet burung yang dilembutkan dengan air).

10. Pemberian Antibiotik dan Suplemen

Hal kesepuluh yang harus diperhatikan dalam merawat anakan merpati adalah pemberian antibiotic yang dapat diterapkan pada air minum maupun mencampurkan ke pakan. Pemberian antibiotic ini biasanya ketika umur anakan  merpati 3-4 minggu. Sedangkan, suplemen pemberian pakan bisa dilakukan 1 minggu 1 kali atau 2 kali, yang bertjuan untuk meningkatkan nafsu makan, mempercepat pertumbuhan dan juga mempercepat burung terbang dalam jangka pendek.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang 10 Cara Merawat Anakan Merpati Agar Cepat Besar dan Terbang. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

 

10 Cara Memilih Bibit Ikan Nila Bagus dan Cepat Besar

10 Cara Memilih Bibit Ikan Nila Bagus dan Cepat Besar Memilih benih ikan nila yang bagus, unggul dan berkualitas memang harus dilakukan upaya dalam mempercepat proses pembesaran, dan pemanenan.

Baca: Klasifikasi dan Morfologi Bunga Sedap Malam (Polianthes tuberose L)

Dalam fase budidaya ikan nila memilih ikan ini memang harus dilakukan dengan tepat dan benar, namun hal tersebut sangat menyulitkan bagi para pemula yang baru memulai budidaya ikan nila. Oleh sebab itu, berikut kami akan jelaskan cara memilih bibit ikan nila bagus, unggul, berkualitas dan cepat besar dalam budidaya.

1. Ukuran Benih Ikan Nila

Benih ikan nila yang siap untuk ditebar di kolam atau wadah, biasanya memiliki badan 5-7 cm, dengan umur 80-85 hari. Pastikan ukuran tubuh yang di pilih sama rata baik jantan maupun betina.

2. Kondisi Sehat

Benih ikan yang sehat haru segera dipilih, dalam pemilihan benih atau bibit yang sehat harus dilakukan dengan detail seluruh bagian tubuh ikan nila.

3. Tidak Abnormalitas

Selain benih ikan nila yang sehat, anda harus juga memilih benih ikan nila yang tidak abnormal atau tidak cacat. Bisa dilihat dari segi sisik, ekor, tubuh dan sebagainya

4. Bebas dari Penyakit

Pilihlah benih ikan yang bebas dari penyakit apapun, hal tersebut dapat dilihat dari ciri fisik dan lakukan perbandingan dengan ikan yang lainnya.

5. Gerakan Lincah dan Agresif

Benih ikan yang baik dan berkualitas juga dapat dilihat dari gerakan yang lincah dan agresif terhadap sesama ikan nila lainnya.

6. Nafsu Makan Tinggi

Benih ikan yang baik dan berkualitas juga memiliki nafsu makan yang tingg, hal tersebut dapat dilihat dari respon saat diberi pakan.

7. Mudah Menyesuaikan Lingkungan

Benih ikan yang baik dan berkualitas dapat dilihat juga dengan mudah menyesuaian  lingkungan baru dengan cepat, dan tidak muda stress akibat transportasi yang jauh, gunjangan dan sebagainya.

8. Pertumbuhan Cepat

Benih ikan nila yang baik dan berkualitas memiliki pertumbuhan yang sangat cepat dibandingkan dengan ikan nila lainnya. Hal tersebut bisa dibandingkan ikan nila yang memiliki umur yang sama.

9. Warna Ikan Lebih Cerah

Meskipun benih ikan nila belum memiliki warna yang jelas daripada ikan nila dewasa, namun benih ikan nila yang baik dan berkualitas juga dapat dilihat dengan memiliki warna yang jelas dan cerah.

10.Organ Reproduksi Tidak Abnormal

Terakhir benih ikan yang baik dan berkualitas dapat dilihat dengan melihat organ reproduksi yang sehat dan juga tidak ada kecacatan pada organ reproduksi baik betina maupun jantan.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang 10 Cara Memilih Bibit Ikan Nila Bagus dan Cepat Besar.  Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

 

13 Hal Yang Harus dilakukan Ketika DOC Baru Datang

13 Hal Yang Harus dilakukan Ketika DOC Baru Datang – DOC (Day Old Chicken) atau dapat diartikan ayam berumur satu hari, yang baru datang harus segera ditangani dengan tepat dan juga benar. Hal tersebut bertujuan untuk menghindari kematian atau abnormalitas terhadap ayam tersebut.

Baca: Ciri-Ciri DOC Ayam Yang Baik dan Berkualitas

Biasanya anak ayam yang baru datang akan mengalami tingkat stress relative tinggi, Karena dalam perjalanan mengalami benturan, hentakan, atau lainnya sehingga dapat menyebabkan stress. Untuk itu, anda harus segera menanggani dengan beberapa hal yang harus dilakukan untuk menghindari hal yang tidak di inginkan.

1. Penimbangan DOC

Pertama hal yang harus dilakukan adalah penimbangan, rata-rata berat yang dihasilkan berkisar 40-50 gram atau juga 60%-68% dari berat telur yang ditetaskan.

2. Penghitungan DOC

Kedua hal yang harus dilakukan adalah penghitungan, biasanya dalam satu boxs berisi 100-102.

3. Penyeleksian DOC

Ketiga yang harus dilakukan adalah seleksi, karena seleksi ini bertujuan untuk mendapatkan DOC yang bagus dan berkualitas. Dalam penyeleksian ini harus dilakukan dengan tepat dan benar, pilihlah DOC sehat, tidak cacat, lincah dan memiliki nafsu makan tinggi.

4. Masukan DOC ke Brooding (tempat penghangat)

Brooding adalah dimana anak ayam membutuhkan tempat yang hangat, baik itu indukan maaupun buatan.  Suhu optimalnya adalah 32-33 derajat celcius, dengan kelembaban 30-50%.

5. Berikan Minum Air Gula 2-5 %

Hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah memberikan air minum (air gula). Pemberian air minum biasanya hanya di berikan 2%-5% pada DOC yang baru datang, untuk menghindari stress, dehidrasi, dan memberikan energy DOC agar tidak lemas.

6. Jangan Berikan Pakan dan Ransum

Hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah memberikan pakan dan ransum sedikit demi sedikit untuk melatih pencernaan DOC. Biasanya pemberian pakan untuk DOC yang baru datang tidak disarankan, namun bisa dilakukan hanya dengan memberikan sedikit saja.

7. Perhatikan DOC Secara Detail

Hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah memperhatikan DOC secara detail, seperti nafsu makan, gerakan, dan bahkan kesehatan. Bila mengalami gangguan lakukan pemisahan atau isolahan DOC yang terserang.

8.Pelebaran Brooding

Jika anak ayam sudah berumur 3 hari lakukan pelebaran sekat brooding, hal tersebut untuk menghindari pemadatan anak ayam. Lakukan setiap 2-3 kali sekali.

9.Vaksinasi

Jika umur ayam 4 hari lakukan vaksinasi ND, dengan dosis yang di anjurkan.

Adapun tambahan, manajemen pemeliharaan yang baik dan benar di mulai dari persiapan kandang sebelum DOC datang, yaitu:

  1. Awali dengan membersihkan feses dan desinfeksi kandang dengan gavprotec.
  2. Tiga hari sebelum datang, pasang litter (alas kandang) dengan ketebalan 7-8 cm, sebelum di desinfeksi.
  3. Siapkan Gas Broder atau Gasolec, dan pasangh TMA dan NRDOC.
  4. Saat 1-3 sebelum DOC datang, Gasolec sudah dinyalakan dan siapkan air minum ditambah gula 2-5% serta Gavin E untuk mempercepat pemulihan.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang 13 Hal Yang Harus dilakukan Ketika DOC Baru Datang. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

12 Cara Membedakan Ikan Louhan Jantan dan Betina

12 Cara Membedakan Ikan Louhan Jantan dan BetinaIkan Louhan (Amphilophus trimaculatus) merupakan jenis ikan hias yang banyak di pelihara di dalam akurium, karena memiliki bentuk dan warna yang menarik serta khas. Ikan louhan ini berhabitat asli di Malaysia dan Taiwan, namun sudah banyak yang memeliharanya  di penjuru dunia.

Baca: 18 Cara Membedakan Bibit Kurma Jantan dan Betina

Namun bagi peternak ikan, hal yang paling menguntungkan adalah perbanyakan ikan untuk dijual kembali atau dipelihara sendiri dalam jumlah yang banyak. Tetapi bagi peternak ikan louhan pemula akan sangat sulit untuk menentukan ikan louhan jantan dan betina, yang bertujuan untuk melakukan pemijahan atau perkawinan. Berikut ini kami akan membantu anda membedakan ikan louhan jantan dan betina dengan mudah dan akurat.

Ciri-Ciri Ikan Louhan Jantan

  1. Kepala ikan louhan jantan terdapat jenong yang lebih besar, dibandingkan betina.
  2. Ukuran tubuh ikan louhan jantan lebih panjang dan besar, dibandingkan betina.
  3. Warna dan motif ikan louhan jantan lebih terang dan jelas, dibanding betina.
  4. Bagian perut ikan louhan jantan, memiliki perut ramping dan ideal.
  5. Bagian perut ikan louhan bila, ditekan akan tampak dua lubang berdekatan dan terlihat tonjolan yang keluar.
  6. Alat kelamin ikan louhan jantan bila diraba, akan runcing dan bila ditekan mengeluarkan sperma berwarna putih.

Ciri-Ciri Ikan Louhan Betina

  1. Kepala ikan louhan betina terdapat jenong kecil, dibandingkan jantan.
  2. Ukuran tubuh ikan liouhan betina lebih melebar, dan tampak gemuk, dibandingkan jantan.
  3. Warna dan motif ikan louhan betina agak pucat dan kurang jelas, dibandingkan jantan.
  4. Bagian perut ikan betina, berbentuk oval atau membulat.
  5. Bagian perut ikan betina bila ditekan akan tampak dua lubang yang berjauhan dan terlihat tonjolan yang keluar.
  6. Alat kelamin ikan louhan betina bila diraba, akan tampak berbentuk membulat dan bila ditekan akan mengeluarkan sel telur berwarna kekuningan.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang 12 Cara Membedakan Ikan Louhan Jantan dan Betina. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

10 Cara Membedakan Belut Sawah Jantan dan Betina

10 Cara Membedakan Belut Sawah Jantan dan Betina Belut (Monopterus albus) adalah salah satu jenis ikan yang memiliki nilai ekonomis dan ekologi. Belut  banyak ditemukan diareal lembab dan basah, seperti sawah, dan rawa.

Baca: 11 Hama dan Penyakit Jamur Tiram Serta Cara Pengendaliannya

Beternak belut memang sangat menguntungkan, dan menjanjikan. Dalam beternak, harus terlebih mengetahui ciri-ciri belut jantan dan betina. Hal ini bertujuan untuk mempermudahkan dalam pemijahan (pengawinan) dan dapat mempercepat perkembang biakan belut dalam kolam, atau drum.

Ciri-Ciri Belut Sawah Jantan

  1. Belut jantan memiliki panjang berkisar 40-60 cm.
  2. Berwarna kecoklatan lebih gelap, dibandingkan betina.
  3. Bentuk kepala tengkok, lebih besar dan muncung tampak tumpul
  4. Bagian tubuh bagian bawah, berwarna dominan berwarna putih kekuningan.
  5. Bagian organ reproduksi bila diraba, akan tampak menonjol dan tampak.

Ciri-Ciri Belut Sawah Betina

  1. Belut betina memiliki panjang berkisar 20-30 cm.
  2. Berwarna kecoklatan tidak gelap, dan bagian atas berwarna kehijauan.
  3. Bentuk kepala betina lebih runcing, dibandingkan jantan.
  4. Bagian bawah tubuh berwarna kekuningan pucat.
  5. Bagian organ reproduksi bila diraba, tampak rata dan tidak menonjol seperti belut jantan.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang 10 Cara Membedakan Belut Sawah Jantan dan Betina. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

17 Ciri – Ciri Burung Kenari Mau Bertelur

Ilmupeternakan.web.id |17 Ciri – Ciri Burung Kenari Mau Bertelur – Peternak burung merupakan prospek yang sangat menjanjikan, dalam pemeliharaan hal yang sangat penting adalah mengetahui kapan burung peliharaannya bertelur. Dengan mengetahui, kapan burung akan bertelur maka perlu melakukan beberapa persiapan seperti, makanan, kandang, perawatan dan sebagainya untuk memudahkan dalam pemeliharaan.

Baca: Cara Ternak Burung Kenari Untuk Pemula

Untuk dapat memberikan kualitas telur yang baik harus melakukan persiapan yang baik juga, agar telur menetas dengan baik tidak busuk, pecah atau lainnya. Untuk itu, peternak burung harus mengetahui ciri –ciri burung kenari yang mau bertelur, antara lain;

1. Burung Kenari Betina Lebih Gelisa

Ketika burung kenari mau bertelur, dipastikan akan memiliki  perubahan  fisik atau lainnya. Perubahan fisik, ditandai dengan  perubahan bentuk tubuh, warna, atau penambahan bobot badan.  Perubahan tersebut membuat burung kenari betina akan cenderung gelisah dibanding biasanya. Misalnya, mondar-mandir dalam kandang, atau terbang tidak jelas dan selalu kicau.

2. Mengumpulkan Jerami

Burung kenari yang mau bertelur, juga akan memiliki sifat yang cenderung akan sering mengumpulkan jerami untuk membuat sangkar pengeraman dan penetasan telur. Hal tersebut bertujuan untuk membuat kehangatan, kenyaman untuk telur yang akan ditetaskan oleh induk betina.

3. Berkurangnya Aktivitas Gerak

Burung kenari betina yang ingin bertelur, akan terlihat tidak melakukan aktivitas gerak yang di lakukan biasanya. Penurunan aktivitas ini akan tampak, seperti berkurangnya aktivitas terbang, berlarian dan sebagainya.

4. Nafsu Makan Berkurang

 Burung kenari betina yang ingin bertelur, akan memiliki penurunan nafsu makan yang akan terlihat dalam penyantapan pakan yang diberikan. Walaupun ciri ini bukan ciri yang utama, dan bisa jarang terjadi, akan tetapi ini bisa menjadikan salah satu indikator bahwa burung kenari akan bertelur.

5. Perut Membesar

Buurng kenari betina yang ingin bertelur, jika sering dilakukan pengamatan seiring waktu akan tampak perubahan ukuran perut berbeda dari biasanya. Burung kenari yang akan bertelur akan memiliki perut yang tampak besar.

6. Menolak Untuk Kawin Kembali

Salah satu ciri burung kenari ingin bertelur adalah usaha untuk menolak perkawinan yang ingin dilakukan burung jantan. Hal tersebut dikarenakan di dalam perut betina sudah terdapat benih/telur dan sudah tidak mengalami birahi sehingga tidak ingin dikawini oleh burung kenari jantan.

7. Mencari Tempat Yang Aman

Salah satu ciri burung kenari ingin bertelur adalah indukan betina mencari tempat aman untuk melindungi telur atau anakan yang akan ditetaskan. Oleh sebab itu, burung kenari betina mencari tempat aman untuk menelurkan telur yang ada didalam perutnya.

8. Mencari Tempat Hangat

Salah satu ciri burung kenari ingin bertelur adalah indukan betina mempersiapkan pengeraman yang hangat dan nyaman sehingga akan mempermudahkan dalam peneluran, penetasan anakan yang akan ditetaskan. Oleh sebab itu, burung kenari mencari tempat hangat dan aman untuk menetaskan telur agar suhu tubuh anakan yang ditetaskan tetap dalam keadaan hangat.

9. Bersifat Lebih Agresif

Ciri lain burung kenari ingin bertelur adalah meningkatnya  agresivitas yang dimiliki pada lingkungan sekitar atau sesama jenis burung. Perubahan ini merupakan ciri kenari ingin bertelur, yang selalu berprilaku hati-hati guna untuk mengeluarkan telur, dan menetaskan telur.

10. Dikejar-kejar Bvurung Jantan  (Sudah Melalui Masa Giring)

Ciri burung kenari ingin bertelur adalah sudah melalui masa giring sebelumnya. Masa giring adalah masa ketika burung jantan mengejar burung betina untuk melakukan perkawinan tetapi sebelumnya sudah melakukan perkawinan. Biasanya tidak lama setelah masa giring burung kenarin betina akan mengeluarkan telurnya. Tetapi bisa jadi setelah masa giring burung kenari betina masih ingin melakukan perkawinan sehingga dia akan bertelur setelah masa perkawinan yang kedua.

Adapun Ciri-Ciri Lain Burung Kenari Ingin Bertelur;

  • Menyerang lingkungan sekitar bila tidak ada tempat yang cocok untuk bertelur
  • Menyerang binatang atau tangan manusia yang berusaha untuk menyakiti atau menjahilinya.
  • Lebih waspada dan selalu berhati-hati terhadap lingkungan.
  • Lebih sering duduk dan tampak diam di kandang.
  • Tidak mau terbang, khususnya burung kenari betina yang sulit mengeluarkan telur.
  • Mengalami konstipasi, khusunya burung kenari betina yang sulit mengeluarkan telur.
  • Terlihat seperti sakit, khusunya burung kenari yang sulit mengeluarkan telur.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang 17 Ciri – Ciri Burung Kenari Mau Bertelur . Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat serta menambah wawasan anda. Terima kasih.

6 Cara Meningkatkan Birahi Burung Kacer Agar Cepat Bertelur

6 Cara Meningkatkan Birahi Burung Kacer Agar Cepat Bertelur Istilah birahi adalah dimana keadaan burung sudah siap fisik atau mental untuk melakukan hubungan perkawinan/seksualitas antara burung jantan dan betina melalui perjodohan.

Baca: 6 Jenis Pupuk Dasar Untuk Tanaman Cabe

Dalam upaya peningkatan birahi terhadap burung kacer, peternak harus melakukan beberapa hal untuk dapat meningkatkan birahi secara optimal agar cepat bertelur, antara lain:

1. Jodohkan Kacer Jantan dan Betina

Cara ini memang sangat sederhana dilakukan, dalam upaya meningkatkan birahi burung kacer. Cara ini dilakukan dengan mendekatkan kandang jantan dan betina secara hadap-hadapan, bila sudah menunjukan tanda birahi lakukan penggabungan satu kandang untuk proses perkawinan.

2. Lakukan Penjemuran Burung Kacer

Penjemuran burung sangat efektif untuk dapat meningkatkan birahi, namun apabila penjemuran berlebihan dapat menyebabkan burung mengalami over birahi. Biasanya penjemuran dilakukan 1 jam/hari, namun bisa juga menambahkan durasi penjemuran burung kacer menjadi 1,5 – 2jam/hari.

3. Tambahkan Porsi Ekstra Food (EF)

Cara ini memang sederhana dan sangat efektif untuk meningkatkan birahi dalam waktu singkat. Biasanya dilakukan, dengan cara sebagai berikut:

  • Menambahkan EF sebesar 50%, dari biasanya.
  • Biasanya memberikan pakan 3 ekor jangkrik pada pagi dan soer hari, sekarang bisa memberikan 4-5 ekor pada pagi dan sore hari.
  • Jenis ekstra food yang diberikan, yaitu kroto, jangkrik, ulat hongkong, ulat bambu dan belalang hijau.

4. Memberikan Suplemen & Vitamin

Pemberian suplemen sangat membantu, untuk mempercepat birahi padsa burung kacer. Suplemen meningkatkan birahi burung kacer, biasanya yang diberikan yaitu; Sarang walet, Obat Macet Breeding Herbal, Hi-Vit Nutribird Vitamin, Teluro Embrio dan sebagainya.

5. Pemeriksaan Secara Medis

Untuk dapat meningkatkan birahi burung kacer, perlu dilakukan tindakan medis secara tepat mulai dari pemeriksaan, vaksinasi, dan penyuntikan obat-obatan untuk meningkatkan hormon seksualis burung kacer biasanya dilakukan pada dokter hewan khusus unggas.

Baca Juga: 

Demikianlah informasi tentang 6 Cara Meningkatkan Birahi Burung Kacer Agar Cepat Bertelur . Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

10 Cara Menambah Nafsu Makan Burung Murai Batu

10 Cara Menambah Nafsu Makan Burung Murai BatuBerkurangnya nafsu makan pada burung membuat, kualitas kicauan menurun dan bahkan kondisi burung tidak sehat. Sehingga harus segera dilakukan upaya meningkatkan nafsu makan burung murai batu dengan efektif.

Baca: 8 Cara Membedakan Bibit Kelapa Sawit Jantan dan Betina

Ada beberapa cara upaya meningkatkan nafsu makan burung murai batu, agar cepat makan atau nafsu makan, antara lain:

1. Menghindari Penggunaan Obat-Obatan

Pemilik burung biasanya membuat kesalahan, dalam penggunaan obat-obat sehingga membuat turunnya nafsu makan. Biasanya penggunaan obat-obatan yang terlalu keseringan akan membuat burung engan untuk memakan makanannya.

2. Kenali Jenis Makanan Burung Dengan Baik

Agak nafsu makan burung tetap terjaga dengan baik, sebaiknya pemiliki burung kicau mengenalai semua jenis makanan burung. Beberapa jenis makanan sehat burung, antara lain:

  • Biji-bijian
  • Milet
  • Jagung manis
  • Oats
  • Juwawut
  • Biji sawi
  • Jangkrik
  • Dan buah-bauahan

3. Memberikan Vitamin B Komplek

Vitamin B Komplek adalah jenis vitamin untuk meningkatkan nafsu makan, dan mencadangkan konsumsumsi karbohidrat sehingga menjadi energi.

4. Perhatikan Waktu Pemberian Makan

Waktu pemberian makan pada burung harus diatur dengan bai, sehingga kondisi burung akan tetap stabil. Biasanya pemberian pakan yang baik dilakukan pada pagi dan sore hari.

5.Pastikan Burung  Tidak Kekurangan Air

Burung yang dehidrasi atau kekurangan akan sangat berbahaya untuk kesehatan burung, namun juga akan menyebabkann berbagai penyakit muncul dan menurunkan nafsu makan. Pastikan air pada wadah burung tidak habis, agar burung tidak dehidrasi dan bila air sudah habis atau kotor lakukan pergantian air secara rutin.

6. Perhatikan Tanda Depresi Pada Burung

Burung yang tidak mau makan biasanya disebabkan oleh depresi atau stres, seperti keadaan kandang terlalu sempit, suara yang berlihan di areal kandang atau gangguan binatang sehingga menyebabkan nafsu makan menurun. Agar depresi hilang, lakukan perpindahan kandang di tempat aman dan nyaman sehingga nafsu makan burung akan tetap terjaga.

7. Menghindari Memberikan Makanan Tertentu

Burung adalah hewan yang snagat mudah menyukai jenis makanan tertentu, oleh sebab itu burung akan sangat sulit untuk mengkonsumsi makanan tertentu. Namun ada juga jenis burung yang menyukai jenis makanan, tetapi butuh adaptasi makanan terlebih dahulu.

8. Tidak Memberikan Makanan Yang Berlebihan

Pemberian makan yang berlebihan burung akan mudah melakukan penolakan, dan bosan. Sehingga lambat laun akan membuat burung engan untuk mengkonsumsinya kembali. Dalam hal ini perlu diperhatikan dalam takaran pemberikan makan pada burung.

9. Lakukan Pembersihan Kandang Secara Teratur

Kandang Burung yang terlalu kotor, sisa makanan yang menumpuk sehingga burung tidak nyaman dan menyebabkan nafsu makan menurun. Oleh sebab itu, sebaiknya perhatikan kandang agar tetap bersih. Bersihan 2-3 kali sehari dan semprot dengan larutan bakterisida  agar menghambat pertumbuhan atau seranggan penyakit.

10. Menggunakan Suplemen Penambah Nafsu Makan

Hal ini sangat mampu mengatasi untuk meningkatkan nafsu makan burung, biasanya  menggunakan suplemen ebot vit, vitavit, oriq jaya burung, vitagrow, moncer 1 dan sebagainya.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang 10 Cara Menambah Nafsu Makan Burung Murai Batu. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

 

14 Cara Membedakan Burung Gereja Jantan dan Betina

14 Cara Membedakan Burung Gereja Jantan dan BetinaBurung gereja (burung pingai) merupakan jenis burung pipt berukuran kecil yang berasal dari keluarga Passeridae.  Burung geraja berasal awal mulanya berasal dari Eropa, Afrika, dan Asia, kemudian menyebar di Australia dan Amerika Serikat.

Baca: 12 Cara Membedakan Burung Kutilang Jantan dan Betina

Habitat burung geraja umumnya di alam bebas, namun kebanyakan ditemukan dalam kota dalam jumlah yang sangat besar. Sehingga sangat sulit, dalam menentukan burung gereja jantan dan betina. Berikut ini ada beberapa ciri-ciri burung gereja jantan dan betina yang dapat mempermudahkan dalam menentukan jenis kelamin burung gereja.

Ciri-Ciri Burung Gereja Jantan

  1. Postur tubuh burung gereja jantan lebih ramping dan tampak panjang, dibandingkan gereja betina.
  2. Kicauan burung gereja jantan, lebih panjang apabila dilakukan pemasteran/pelatihanan.
  3. Bagian pada sayap dan berwarna kecoklatan, sisi tenggorokan berwarna kehitaman, sisi bagian bawah berwarna putih abu-abu, dan bagian kaki berwarna putih kekuningan,
  4. Memiliki paruh yang kuat dan berwarna hitam pekat, serta mata dan area berwarna hitam.
  5. Ekor burung gereja pendek, sekitar 2-4 cm.
  6. Memiliki sifat agresif, terhadap lawan jenis.
  7. Bila dilakukan perabaan organ reproduksi akan tampak menonjol dan tampak, bagian ini terdapat di dekat anus.

Ciri-Ciri Burung Gereja Betina

  1. Postur tubu burung gereja betina tampak gemuk, dibandingan gereja jantan.
  2. Kicuan burung gereja betina, lebih pendek mesti dilakukan pemasteran/pelatihanan.
  3. Bagian pada sayap dan berwarna coklat muda, sisi tenggorokan berwarna coklat kekuningan, sisi bagian bawah berwarna putih abu-abu, dan bagian kaki berwarna putih kekuningan,
  4. Memiliki paruh kutan dan berawarna hitam tidak terlalu pekat, serta mata dan area mata berawarna hitam.
  5. Ekor burung gereja betina pendek, sekitar 2-3 cm.
  6. Memiliki sifat tidak terlalu agresif, terhadap lawan jenis.
  7. Bila dilakukan perabaan organ reproduksi akan tampak lebih rata, dan tidak menonjol seperti burung gereja jantan.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang 14 Cara Membedakan Burung Gereja Jantan dan Betina. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

12 Cara Membedakan Burung Kutilang Jantan dan Betina

12 Cara Membedakan Burung Kutilang Jantan dan Betina Kutilang (Pycnonotus aurigaster)  atau dikenal dengan “Cucak kutilang” merupakan jenis burung pengicau yang berasal dari suku Pycnonotidae. Burung kutilang memiliki beberapa sebutan, orang Sunda menyebutnya cangkurileung  dan orang Jawa menyebutnya ketilang atau genthilang, sedangkan burung kutilang dalam bahasa Inggris disebut  Scooty headed Bulbul.

Baca: Cara Membuat Pakan Alternatif Kelinci dari Ampas Tahu

Ciri umumnya memiliku ukuran sedang dengan panjang total sekitar 20-30 cm, sisi atas tubuh ( pungggung, ekor) berwarna coklat kelabu, sisi bawah (tenggorokan, leher, dada dan perut) putih keabu-abuan dan bagian atas kepala, mulai dari dahi, topi atau jambul berwarna hitam serta bagian iris mata berwarna merah, paru dan kaki berwarna hitam. Adapun cara membedakan burung kutilang jantan dan betina, berdasarkan ciri-ciri lain yang dimiliki yaitu:

 Ciri-Ciri Burung Kutilang Jantan

  1. Postur tubuh kutilang jantan lebih ramping dan panjang, dibandingkan kutilang betina.
  2. Kicauan/suara kutilang jantan lebih panjang saat berkicauan dan tidak terputus-putus.
  3. Jambul pada kutilang jantan, lebih panjang dibandingkan kutilang betina.
  4. Bentuk kepala kutilang jantan lebih besar, dibandingkan kutilang betina.
  5. Bagian sisi atas tubuh (punggung, ekor), sisi bawah (tenggoroka, leher, dada dan perut), memiliki warna jelas berwarna coklat kelabu dan putih keabu-abuan serta bagian atas kepala, dahi, atau jambul berwerna hitam lebih terang dibandingkan dengan betina.
  6. Bila dilakukan perabaan organ reproduksi, kutilang jantan akan tampak menonjol dekat anus.

Ciri-Ciri Burung Kutilang Betina

  1. Postur tubuh kutilang betina tampak bulat dan gemuk, dibandingkan dengan kutilang jantan.
  2. Kicauan/suara kutilang betina lebih pendek saat berkicau dan terputus-putus.
  3. Jambul pada kutilang betina, lebih pendek dibandingkan kutilang jantan.
  4. Bentuk kutilang betina tampak kecil, dibandingkanb kutilang jantan.
  5. Bagian sisi atas tubuh (punggung, ekor), sisi bawah (tenggoroka, leher, dada dan perut), memiliki warna kurang jelas berwarna coklat kelabu dan putih keabu-abuan serta bagian ataskepala, dahi, atau jambul berwerna hitam kurang terang/agak kusam dibandingkan kutilang jantan.
  6. Bila dilakukan perabaan organ reproduksi, kutilang betina akan tampak datar dan bila diraba perlahan-lahan akan berlubang. Bagian organ reproduksi kutilang betina terdapat di dekat bagian anus.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang 12 Cara Membedakan Burung Kutilang Jantan dan Betina. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.